HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
1. Pelaksanaan penelitian a. Siklus I
Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari jumat tanggal 9 Mei 2014, hari Senin tanggal 12 Mei 2014. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I dilaksanakan sesuai rencana pembelajaran yang telah dirumuskan.Pelaksanaan Tindakan Kelas ini menekankan pada penggunaan metode Jigsaw II untuk materi koperasi dalam rangka meningkatkan minat dan hasil belajarnya.Penelitian Tindakan Kelas ini disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat dan telah divalidasi oleh dosen dan guru.Selama penelitian tindakan kelas berlangsung kegiatan ini terus diamati observer untuk mengamati jalannya tindakan yang berlangsung. Pada siklus ini siswa dibagi dalam 3 kelompok asal yang terdiri dari 8 siswa tiap kelompoknya dan 8 kelompok ahli yan terdiri dari 3 siwa tiap kelompoknya.
1) Perencanaan
Peneliti merencanakan pada siklus I untuk melakukan penyusunan angket minat, panduan wawancara dengan guru guna menilai minat siswa dalam proses pembelajaran IPS materi koperasi. Selain itu, peneliti juga menyusun seperangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, RPP, LKS, materi, dan soal evaluasi untuk menilai prestasi belajar siswa khusus pada ranah kognitifnya. Persiapan
yang telah peneliti siapkan diatas akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada siklus I, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. 2) Pelaksanaan
a) Pertemuan 1
Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Jumat, 9 Mei 2014 pukul 09.05-10.20. Proses penelitian ini dibantu oleh 2 orang teman untuk menjadi pengamat dan mendokumentasikan proses pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari jumat mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Kegiatan siswa dalam kelompok asal yaitu menggali informasi tentang sendi-sendi koperasi. Kemudian siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8. Kelompok ahli 1 yang terdiri dari siswa bernomor 1 mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. Kelompok ahli 2 yang terdiri dari siswa bernomor 2 mendapatkan soal tentang lambang koperasi lama dan penjelasannya. Kelompok ahli 3 yang terdiri dari siswa bernomor 3 mendapatkan soal tentang tujuan didirikan koperasi. Kelompok ahli 4 yang terdiri dari siswa bernomor 4 mendapatkan soal tentang fungsi koperasi menurut undang-undang nomor 25 tahun 1992. Kelompok ahli
5 yang terdiri dari siswa bernomor 5 mendapatkan soal tentang prinsip koperasi. Kelompok ahli 6 yang terdiri dari siswa bernomor 6 mendapatkan soal tentang keanggotaan koperasi. Kelompok ahli 7 yang terdiri dari siswa bernomor 7 mendapatkan soal tentang hak anggota koperasi. Kelompok ahli 8 yang terdiri dari siswa bernomor 8 mendapatkan soal tentang kewajiban anggota koperasi. Setelah melakukan kegiatan diskusi dalam kelompok ahli, siswa kembali dalam kelompok asal dan membagikan jawaban yang sudah didapat dalam kelompok ahli. Setelah selesai membagikan informasi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada anggota kelompok asal, guru mengadakan kuis, bagi kelompok asal yang memperoleh nilai tertinggi akan mendapat penghargaan (reward) berupa selempang yang bertuliskan “anak koperasi” dan mahkota. Kemudian kegiatan yang dilakukan setelah penghargaan adalah siswa bersama guru merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan selama dua jam pelajaran. Guru menyampaikan pengumuman bahwa materi yan akan di pelajari pada hari senin 12 Mei 2014 masih tentang sendi-sendi koperasi. Para siswa berkemas-kemas dan siap berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran pada hari jumat, 9 Mei 2014.
b) Pertemuan 2
Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari Senin, 12 Mei 2014 pukul 11.05-12.20. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari jumat mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Sebelum kegiatan belajar dimulai, siswa mendapatkan penyemanatan belajar dari guru. Setelah itu, Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama. Setelah kegiatan mempelajari kembali materi pada pertemuan 1, siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. Setelah selesai mengerjakan siswa mengumpulkan lembar evaluasi. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari pada hari Senin, 12 Mei 2014. Siswa diajak untuk merefleksikan perasaan yang dirasakan selama pembelajran berlangsung. Setelah itu siswa diberi tugas untuk mengisi kuisioner tentang minat siswa belajar IPS.Siswa yang telah seleai mengisi kuisioner boleh
menumpulkan terlebih dahulu dan siap berkemas-kemas. Siswa bersama guru berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. 3) Pengamatan
a) Pertemuan 1
Hasil pengamatan yan dilakukan pada proses pembelajran siklus I pertemuan 1 yaitu kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik dalam kelompok asal maupun dalam kelompok ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat ada 2 dari 25 siswa yang kurang berminat belajar pada pertemuan 1 ini. b) Pertemuan 2
Hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajran siklus I pertemuan 2 yaitu keiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik dalam kelompok asal maupun dalam kelompok ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat semua siswa sangat berantusias untuk mengikuti pembelajaran.
Tabel 4.1: Hasil Pengamatan Minat Siklus I Nilai Minat Frekuensi Perentase Keterangan
51 1 4% Minat Rendah 59 1 4% Minat Rendah 63 1 4% Minat Sedang 64 1 4% Minat Sedang 65 1 4% Minat Sedang 66 1 4% Minat Sedang 67 2 8% Minat Sedang 68 3 12% Minat Sedang 69 2 8% Minat Sedang 70 4 16% Minat Tinggi 71 2 8% Minat Tinggi 73 2 8% Minat Tinggi 79 1 4% Minat Tinggi 80 3 12% Minat Tinggi Jumlah 25 100% Keterangan: 70 – 80 : Minat Tinggi 61 – 69 : Minat Sedang 0 – 60 : Minat Rendah
Berdasarkan tabel di atas terdapat tiga kategori minat siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS pada materi koperasi. 2 siswa berminat rendah (8%), 11 siswa berminat sedang (44%), 12 siswa berminat tinggi (48%). Hasil minat belajar siswa yang diperoleh memang sudah mengalami perubahan dibandingkan pada saat kondisi awal. Perubahan tersebut dapat terjadi karena penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II mampu mendorong siswa kelas IVB SDN Adisuipto 1 tahun ajaran 2013/2014 untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan lebih baik. Hal tersebut terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung. Siswa terlihat senang ketika berinteraksi dengan teman sekelasnya
melalui diskusi –diskusi. Siswa terlihat bangga mampu menjelaskan materi khusus yang diperoleh kepada teman satu kelompoknya. Indikator minat sudah muncul pada siklus I ini yaitu rasa senang.
Tabel 4.2: Nilai Prestasi Siswa Siklus I
KKM: 65
No. Nama Nilai Keterangan
1. MNH 53 Tidak Lulus KKM
2. AM 60 Tidak Lulus KKM
3. ALJ 66 Lulus KKM
4. ADA 66 Lulus KKM
5. ASP 60 Tidak Lulus KKM
6. ARF 53 Tidak Lulus KKM
7. BAS 66 Lulus KKM 8. FAK 66 Lulus KKM 9. FKS 66 Lulus KKM 10. GAP 66 Lulus KKM 11. HR 53 Tidak Lulus KKM 12. JRP 53 Tidak Lulus KKM 13. JAP 66 Lulus KKM 14. NDU 66 Lulus KKM 15. NAS 66 Lulus KKM 16. PRN 66 Lulus KKM 17. RK 66 Lulus KKM
18. FAA 53 Tidak Lulus KKM
19. MAF 66 Lulus KKM
20. AF 66 Lulus KKM
21. RAM 66 Lulus KKM
22. MRA 60 Tidak Lulus KKM
23. BFN 53 Tidak Lulus KKM
24. DSP 53 Tidak Lulus KKM
25. FYR 53 Tidak Lulus KKM
Jumlah 1528 Rata-rata 61.12
Tabel 4.3: Frekuensi Prestasi Siklus I Nilai Frekuensi Persentase Keterangan
53 8 32% Tidak Lulus KKM
60 3 12% Tidak Lulus KKM
66 14 56% Lulus KKM
Jumlah 25 100%
Berdasarkan tabel diatas terlihat masih ada banyak siswa yang belum mencapai KKM yaitu 11 siswa (44%). Siswa yang telah mencapai KKM yaitu 14 siswa (56%). Meskipun sudah mencapai KKM bukan berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah berhasil. Hal tersebut dikarenakan indikator keberhasilan untuk prestasi belum tercapai yaitu 60% siswa.
4) Refleksi
Bagian refleksi membahas kekurangan dan kelebihan yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung dalam satu siklus. Tindakan pertama dilakukan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 9 Mei 2014 dan 12 Mei 2014. Sebelum dilakukan pelaksanaan tindakan kedua, guru dan observer mendiskusikan kekurangan dan kelebihan pelaksanaan tindakan pertama seperti aktifitas guru, aktifitas siswa dan memperbaiki persiapan guru.
Ketercapaian indikator keberhasilan dalam tindakan pertama sebagian sudah tercapai yaitu peningkatan minat, tetapi ada sebagian indikator yang masih harus dicapai yaitu peningkatan
prestasi. Hasil analisis dan refleksi pada pelaksanaan tindakan pertama untuk pelaksanaan tindakan kedua disepakati beberapa perbaikan. Selain itu, masih terlihat belum ada peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari. Hal itu, terlihat dari nilai siswa yang belum meningkat, sehingga peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian ke siklus II.
b. Siklus II
Siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan yaitu pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2014 dan Jumat tanggal 16 Mei 2014. Pelaksanaan tindakan kelas siklus II dilaksanakan sesuai rencana pembelajaran yang telah dirumuskan. Pelaksanaan Tindakan Kelas ini menekankan pada penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II untuk materi koperasi dalam rangka meningkatkan minat dan hasil belajarnya. Penelitian Tindakan Kelas ini disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat dan telah divalidasi oleh dosen dan guru. Selama penelitian tindakan kelas berlangsung kegiatan ini terus diamati observer untuk mengamati jalannya tindakan yang berlangsung. Pada siklus ini siswa dibagi dalam 3 kelompok asal yang terdiri dari 8 siswa tiap kelompoknya dan 8 kelompok ahli yan terdiri dari 3 siwa tiap kelompoknya.
1) Perencanaan
Peneliti merencanakan pada siklus I untuk melakukan penyusunan angket minat, panduan wawancara dengan guru guna
menilai minat siswa dalam proses pembelajaran IPS materi koperasi. Selain itu, peneliti juga menyusun seperangkat pembelajaran yang terdiri dari Silabus, RPP, LKS, materi, dan soal evaluasi untuk menilai prestasi belajar siswa khusus pada ranah kognitifnya. Persiapan yang telah peneliti siapkan diatas akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran pada siklus II, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2.
2) Pelaksanaan
a) Siklus II Pertemuan 1
Pertemuan 1 dilaksanakan pada hari Rabu, 14 Mei 2014 pukul 09.05-10.20. Proses penelitian ini dibantu oleh 2 orang teman untuk menjadi pengamat dan mendokumentasikan proses pembelajaran. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari rabu mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Siswa dibagi menjadi 3 kelompok yang disebut dengan kelompok asal. Kegiatan siswa dalam kelompok asal yaitu menggali informasi tentang sendi-sendi koperasi. Kemudian siswa membentuk kelompok ahli 1 – 8. Kelompok ahli 1 yang terdiri dari siswa bernomor 1 mendapatkan soal tentang pengertian koperasi. Kelompok ahli 2 yang terdiri dari siswa bernomor 2 mendapatkan soal tentang
lambang koperasi baru dan penjelasannya. Kelompok ahli 3 yang terdiri dari siswa bernomor 3 mendapatkan soal tentang hak dan kewajiban anggota koperasi. Kelompok ahli 4 yang terdiri dari siswa bernomor 4 mendapatkan soal tentang organisasi koperasi. Kelompok ahli 5 yang terdiri dari siswa bernomor 5 mendapatkan soal tentang modal koperasi. Kelompok ahli 6 yang terdiri dari siswa bernomor 6 mendapatkan soal tentang usaha koperasi. Kelompok ahli 7 yang terdiri dari siswa bernomor 7 mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan jenis usaha. Kelompok ahli 8 yang terdiri dari siswa bernomor 8 mendapatkan soal tentang macam-macam koperasi berdasarkan keanggotaan. Setelah melakukan kegiatan diskusi dalam kelompok ahli, siswa kembali dalam kelompok asal dan membagikan jawaban yang sudah didapat dalam kelompok ahli. Setelah selesai membagikan informasi yang diperoleh dari kelompok ahli kepada anggota kelompok asal, guru mengadakan kuis, bagi kelompok asal yang memperoleh nilai tertinggi akan mendapat penghargaan (reward) berupa selempang yang bertuliskan “Ahli Koperasi” dan mahkota. Kemudian kegiatan yang dilakukan setelah penghargaan adalah siswa bersama guru merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan selama dua jam pelajaran. Guru menyampaikan pengumuman bahwa materi
yang akan di pelajari pada hari jumat 16 Mei 2014 masih tentang koperasi. Para siswa siap berdoa untuk beranjak istirahat.
b) Pertemuan 2
Pertemuan 2 dilaksanakan pada hari jumat, 16 Mei 2014 pukul 09.05-10.20. Sebelum pembelajaran dimulai siswa dikondisikan untuk siap terlebih dahulu, kemudian siswa bersama guru berdoa. Doa dipimpin oleh siswa yang pada hari jumat mendapat tugas. Guru melakukan absensi, menyiapkan alat dan sumber belajar. Sebelum kegiatan belajar dimulai, siswa mendapatkan penyemanatan belajar dari guru. Setelah itu, Siswa masuk kedalam kelompok asal yang telah dibentuk pada pertemuan pertama. Siswa mempelajari materi yang telah dirangkum pada pertemuan pertama. Setelah kegiatan mempelajari kembali materi pada pertemuan 1, siswa mengerjakan lembar evaluasi secara mandiri. Setelah selesai mengerjakan siswa mengumpulkan lembar evaluasi. Siswa mendapatkan umpan balik positif secara lisan dari guru dan siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Siswa bersama guru membuat kesimpulan tentang materi yang sudah dipelajari pada hari Jumat, 16 Mei 2014. Siswa diajak untuk merefleksikan perasaan yang dirasakan selama pembelajran berlangsung. Setelah itu siswa
diberi tugas untuk mengisi kuisioner tentang minat siswa belajar IPS. Siswa yang telah seleai mengisi kuisioner boleh menumpulkan terlebih dahulu dan siap berkemas-kemas. Siswa bersama guru berdoa untuk mengakhiri kegiatan pembelajaran. 3) Pengamatan
a) Pertemuan 1
Hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajran siklus II pertemuan 1 yaitu kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik dalam kelompok asal maupun dalam kelompok ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat semua siswa yang berjumlah 25 siswa sangat antusias dalam mengikuti pembelajaran.
b) Pertemuan 2
Hasil pengamatan yang dilakukan pada proses pembelajran siklus II pertemuan 2 yaitu keigatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang oleh peneliti. Peneliti telah dibantu oleh 1 orang teman untuk mengamati minat siswa dalam mempelajari IPS. Selain itu, peneliti juga mengamati kegiatan siswa pada saat diskusi kelompok baik
dalam kelompok asal maupun dalam kelompok ahli. Berdasarkan pengamatan, peneliti dapat melihat semua siswa sangat berantusias untuk mengikuti pembelajaran.
Tabel 4.4: Hasil Pengamatan Minat Siklus II Nilai Minat Frekuensi Perentase Keterangan
58 1 4% Minat Rendah 63 1 4% Minat Sedang 64 3 12% Minat Sedang 68 1 4% Minat Sedang 69 1 4% Minat Sedang 70 1 4% Minat Tinggi 71 4 16% Minat Tinggi 73 2 8% Minat Tinggi 74 3 12% Minat Tinggi 75 3 12% Minat Tinggi 776 2 8% Minat Tinggi 79 1 4% Minat Tinggi 80 2 8% Minat Tinggi
Jumlah 25 100% Minat Tinggi
Keterangan:
70 – 80 : Minat Tinggi 61 – 69 : Minat Sedang 0 – 60 : Minat Rendah
Berdasarkan tabel hasil minat belajar siswa di atas dapat dikatakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah berhasil dalam penelitian ini. hal tersebut dikarenakan indikator keberhasilan minat pada siklus II telah tercapai. Indikator keberhasilannya adalah 17 anak berminat tinggi dan capaiannya adalah 18 siswa berminat tinggi.
Tabel 4.5: Nilai Prestasi Siswa Siklus II
KKM: 65
No. Nama Nilai Keterangan
1. MNH 73 Lulus KKM 2. AM 73 Lulus KKM 3. ALJ 66 Lulus KKM 4. ADA 86 Lulus KKM 5. ASP 73 Lulus KKM 6. ARF 73 Lulus KKM 7. BAS 66 Lulus KKM 8. FAK 73 Lulus KKM 9. FKS 86 Lulus KKM 10. GAP 73 Lulus KKM 11. HR 86 Lulus KKM 12. JRP 66 Lulus KKM 13. JAP 73 Lulus KKM 14. NDU 73 Lulus KKM 15. NAS 86 Lulus KKM 16. PRN 86 Lulus KKM 17. RK 86 Lulus KKM 18. FAA 73 Lulus KKM 19. MAF 73 Lulus KKM 20. AF 86 Lulus KKM 21. RAM 73 Lulus KKM 22. MRA 66 Lulus KKM 23. BFN 73 Lulus KKM 24. DSP 73 Lulus KKM 25. FYR 66 Lulus KKM Jumlah 1881 Rata-rata 75.24
Tabel 4.6: Frekuensi Prestasi Siklus I
Nilai Frekuensi Persentase Keterangan
66 5 20% Lulus KKM
73 13 52% Lulus KKM
86 7 28% Lulus KKM
Berdasarkan tabel diatas dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II telah berhasil meningkatkan prestasi siswa kelas IVB SDN Adisucipto 1 tahun ajaran 2013/2014. Hal tersebut dikarenakan indicator keberhasilan pada variable prestasi pada siklus II telah terapai. indicator keberhasilannya adalah 68% siswa lulus KKM dan capaiannya adalah 100% siswa lulus KKM dengan rata –rata kelas 75,24.
4) Refleksi
Bagian refleksi membahas kekurangan dan kelebihan yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung dalam satu siklus. Tindakan pertama dilakukan selama dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 14 Mei 2014 dan 16 Mei 2014.
Ketercapaian indikator keberhasilan tindakan kedua sudah tercapai semua. Dari hasil analisis dan refleksi pada pelaksanaan tindakan kedua disepakati untuk tidak melanjutkan pada siklus III, karena pada siklus II dianggap sudah cukup baik. Sehingga peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan ke siklus III.
C. Pembahasan
1. Peningkatan Minat Belajar
Hasil dari pengamatan tentang minat siswa terhadap pelajaran IPS pada siklus I yaitu terdapat 2 siswa (8%) memiliki minat yang rendah terhadap pelajaran IPS, 11 siswa (44%) memiliki minat yang sedang
terhadap pelajaran IPS, 12 siswa (48%) memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran IPS.
Hasil dari pengamatan tentang minat siswa terhadap pelajaran IPS pada siklus II yaitu terdapat 1 siswa (4%) memiliki minat yang rendah terhadap pelajaran IPS, 6 siswa (24%) memiliki minat yang sedang terhadap pelajaran IPS, 18 siswa (72%) memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran IPS. Hasil pengamatan minat dapat diamati dalam tabel berikut ini.
Tabel 4.7: Minat siklus I dan siklus II
No. Nama Siklus I Siklus II Keterangan
1. MNH 64 64 Tetap 2. AM 65 70 Meningkat 3. ALJ 79 75 Menurun 4. ADA 71 74 Meningkat 5. ASP 68 75 Meningkat 6. ARF 80 79 Menurun 7. BAS 51 71 Meningkat 8. FAK 80 80 Tetap 9. FKS 68 71 Meningkat 10. GAP 69 76 Meningkat 11. HR 73 64 Menurun 12. JRP 71 69 Menurun 13. JAP 59 64 Meningkat 14. NDU 73 71 Menurun 15. NAS 70 74 Meningkat 16. PRN 67 73 Meningkat 17. RK 70 74 Meningkat 18. FAA 66 68 Meningkat 19. MAF 68 73 Meningkat 20. AF 67 75 Meningkat 21. RAM 70 76 Meningkat 22. MRA 70 71 Meningkat 23. BFN 69 63 Menurun 24. DSP 80 80 Tetap 25. FYR 63 58 Menurun
Berdasarkan tabel di atas, dapat terlihat bahwa terdapat siswa yang mengalami peningkatan minat, penurunan minat, dan minatnya tetap pada siklus I dan II. Proses pembelajaran pada penelitian ini terdapat kuis dan pengharagaan, sehingga dapat dimungkinkan terjadinya peningkatan minat siswa disebabkan adanya daya saing siswa terhadap teman sejawatnya yang membuat siswa lebih berminat untuk mempelajari materi. Penurunan minat siswa dapat terjadi karena siswa memiliki daya saing yang rendah atau terdapat faktor lain misalnya, sedang sakit atau karena aktivitas siswa yang berlebih pada saat istirahat yang membuat siswa merasa letih. Siswa yang memiliki minat tetap dapat dimungkinkan bahwa minat belajar siswa tidak mengalami perubahan atas tindakan yang telah dilakukan.
Hasil pengamatan minat pada siklus I dan II juga dapat terlihat pada histogram di bawah ini.
Gambar 4.2: Histogram Minat Siswa Siklus II
Berdasarkan histogram minat sikus I dan siklus II dapat terlihat bahwa terjadi perubahan. Nilai terendah pada siklus I berkisar pada angka 50 –an, dan nilai terendah pada siklus II berkisar pada angka 60 –an. 2. Peningkatan Pretasi Belajar
Hasil prestasi siswa kelas IVB pada siklus I yaitu 11 siswa tidak lulus KKM (44%), 14 siswa lulus KKM (56%).
Hasil prestasi siswa kelas IVB pada siklus II yaitu 25 siswa lulus KKM (100%). Hasil prestasi siswa dapat diamati pada tabel berikut ini.
Tabel 4.8: Rata-rata Kelas Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II
No. Nama Kondisi
Awal (N=31)
Siklus I Siklus II Keterangan
1. MNH 53 73 Tetap
2. AM 60 73 Meningkat
3. ALJ 66 66 Tetap
4. ADA 66 86 Meningkat
6. ARF 53 73 Meningkat 7. BAS 66 66 Tetap 8. FAK 66 73 Meningkat 9. FKS 66 86 Meningkat 10. GAP 66 73 Meningkat 11. HR 53 86 Meningkat 12. JRP 53 66 Meningkat 13. JAP 66 73 Meningkat 14. NDU 66 73 Meningkat 15. NAS 66 86 Meningkat 16. PRN 66 86 Meningkat 17. RK 66 86 Meningkat 18. FAA 53 73 Meningkat 19. MAF 66 73 Meningkat 20. AF 66 86 Meningkat 21. RAM 66 73 Meningkat 22. MRA 60 66 Meningkat 23. BFN 53 73 Meningkat 24. DSP 53 73 Meningkat 25. FYR 53 66 Meningkat Jumlah 2055 1528 1881 Rata-rata 66 61.12 75.24 Ketuntasan 72,97% 56% 100%
Berdasarkan tabel di atas, dapat terlihat bahwa terdapat 22 siswa yang mengalami peningkatan prestasi, dan 3 siswa yang prestasinya tetap pada siklus I dan II. Tindakan yang telah dilakukan peneliti telah berhasil pada 22 siswa yang mengalami peningkatan. hal tersebut dapat dimungkinkan karena pada saat pembelajaran ada proses pemahaman materi yan bertahap dan secara menyeluruh, yaitu pemahaman materi dari diskusi dalam kelompok awal, kemudian dalam kelompok ahli, hingga akhirnya kembali lagi ke kelompok asal untuk berbagi informasi materi yang sedang dipelajari. Sedangkan untuk siswa yang prestasinya tidak mengalami perubahan dapat
dimungkinkan tindakan peneliti belum berhasil meningkatkan prestasi atau ada faktor lain dari diri ketiga siswa tersebut.
Peningtkatan rata-rata nilai mata pelajaran IPS materi koperasi siswa kelas IVB SD Negeri Adisucipto 1pada grafik adalah sebagai berikut:
Gambar 4.3: Grafik rata-rata kelas
Grafik di atas menunjukkan bahwa pada siklus I nilai rata-rata kelas belum mencapai target indikator keberhasilan sehingga peneliti melanjutkan penelitiannya ke-siklus II. Nilai rata-rata kelas pada siklus II telah mengalami kemajuan ditandai dengan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas, selain itu nilai rata-rata kelas juga sudah mencapai indikator keberhasilan. 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 Siklus 1 Siklus 2