• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Penelitian

Selama melakukan penelitian dengan menggunakan beberapa teknik yeng telah di paparkan di bab sebelumnya maka Hasil penelitian mengenai kompetensi pedagogik guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan berdasarkan indikator yeng telah di tetutakan sebelumnya, sehingga diperoleh informasi dan data yang akurat dari informan yang ada di lokasi penelitian.

1. Persiapan Pembelajaran a. Pembuatan RPP

Pembuatan RPP dalam persiapan pembelajaran menurut kedua guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai narasumber dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

Menurut (J), Dalam pembuatan RPP perlu berpatokan kepada kurikulum, Kurikulum merupakan wahana belajar-mengajar yang dinamis sehingga perlu dinilai dan dikembangkan secara terus-menerus dan berkelanjutan sesuai dengan perkembangan yang ada dalam peserta didik dan masyarakat. komponen kurikulum merupakan kekuatan-kekuatan fundamental yang peka sekali, karena hasil kurikuler yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurkulum, tetapi memberikan arah dan fokus untuk seluruh program pendidikan dalam pembuatan RPP. Dalam perannya Guru Merumuskan RPP berdasarkan tujuan-tujuan kurikulum di atasnya dan karakterstik pebelajar, maka pelajaran/bidang studi, dan karakteristk situasi kondisi sekolah/kelas.

Sedangkan menurut narasumber kedua antara lain:

Menurut (H), Pengembangan kurikulum mengacu pada tiga unsur, yaitu: nilai dasar yang merupakan falsafah dalam pendidikan manusia seutuhnya, fakta emperik yang tercermin dari pelaksanaan kurikulum dan landasan teori yang menjadi arahan pengembangan dan kerangka penyorotnya. Peranan Guru dalam mengembangkan kurikulum ialah, Menerapkan rencana/program pembelajaran yang dirumuskan dalam situasi pembelajaran yang nyata,Mengevaluasi interaksi antara komponen-komponen kurikulum yang diimplementasikan. Dalam penyusunan indikator, guru menyesuaikan dengan SK dan KD yang akan dicapai. Tujuan pembelajaran dikembangkan berdasarkan kompetensi dasar yang akan dicapai. Materi yang digunakan yaitu dari buku pegangan peserta didik, LKS (Lembar Kerja Siswa), buku penunjang, dan Buku Sekolah Elektronik. Metode dan strategi yang digunakan dalam pembelajaran disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan. metode yang di gunakan bervariasi, dan mengutamakan agar peserta didik berpartisipasi aktif saat pembelajaran. Yang perlu di pahami juga dalam mengaitkan materi dengan kurikulum yaitu melihat kemampuan peserta didik, kemampuan sarana prasarana dan

lingkungan dimana tempat kita berada karena peserta didik tidak bisa di paksa karena peserta didik memiliki batas-batas kemampuan, jika peserta didik di paksa untuk berpikir itu menyebabkan peserta didik mengalami stress.

Dalam wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa pembuatan RPP dalam persiapan pembelajaran merupakan acuan bagi guru untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (kegiatan pembelajaran) agar lebih terarah dan berjalan secara efektif dan efisien. Dengan kata lain RPP berperan sebagai skenario proses pembelajaran. Oleh karena itu, RPP hendaknya bersifat luwes (fleksibel) dan memberi kemungkinan bagi guru untuk menyesuaikannya dengan respons peserta didik dalam proses pembelajaran sesungguhnya.

b. Pengembangan teori belajar pada proses pembelajaran

Pengembangan teori belajar pada proses pembelajaran dalam persiapan pembelajaran menurut dua informan yang di wawancarai di lokasi pelitian antara lain:

Menurut (J), Dalam Pengertian Teori Belajar, keseluruhan proses pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapai tujuan pendidikan hanya bergantung kepada bagaimana proses belajar yang di alami oleh peserta didik sebagai anak didik. Belajar dengan yang sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu sipengajar mempergunakan panca indranya. Teori adalah cara-cara atau metode yang digunakan untuk mempelajari atau meneliti sesuatu dalam sesuatu proses pembelajaran, teori dan metode yang digunakan mengikuti materi yang akan di ajarkan dan suasana peserta didik dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Jika peserta didik bosan atau kurang minat belajarnya dalam metode pembelajaran yang digunakan pada saat itu maka pertemuan selanjutnya biasanya kita mengganti metode pembelajaran agar minat belajar peserta didik kembali lagi dan bisa focus ke materi yang di ajarkan.

Sedangkan menurut informan kedua antara lain:

Menurut (H), Teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi bahwa ada beberapa aspek yang harus mendapat perhatian, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor. dengan memahami teori belajar Memberi dorongan kepada peserta didik agar menjadi manusia yang bebas tidak terikat oleh pendapat orang lain. Teori yang digunakan dalam proses pembelajaran beragam. Teori dan metode yang digunakan mengikuti situasi peserta didik atau karakteristik peserta didik dalam minat belajarnya apakah ada perkembangan atau tidak ada, jika kita menerapkan satu metode, peserta didik kadang ada perasaan jenuh peserta didik dalam belajar sehingga perlu metode lain agar peserta didik kembali bisa bersemangat untuk mengikuti pelajaran. Misalnya dalam pembelajaran hari ini menggunakana problem, kalau misalnya problem itu bagus digunakan maka pembelajaran selanjutkan tetap menggunakan problem dan apabila itu tidak berhasil saya mengubah lagi dengan sebuah strategi supaya daya jelajah pemikirannya meningkit tetapi lebih banyak problem besic lerning kalau dari segi pedagogic supaya peserta didik mampu menganalisis dan mencari untuk mengetahui hal itu. Dalam prinsip pembelajaran perlu selalu memberikan arahan-arahan yang terbaik, petua-petua yang baik, contoh-contoh yang baik disertai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kita sejajarkan dengan perkembangan iptek karena mereka cenderung bermaing dengan iptek maka kita harus masuk dalam iptek dan disitu kita beri contoh agar mereka mudah memahami pembelajaran yang di berikan.

Hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa teori belajar dalam pembelajaran sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran karena teori merupakan cara yang digunakanuntuk mempelajari atau meneliti dalam suatu proses pembelajaran, teori dan metode yang digunakan dalam pembelajaran beragam dalam setiap pertemuan. Teori dan metode di ubah setiap pertemuan itu tergantung siatuasi peserta didik di dalam kelas, jika peserta didik kurang senang atau focus maka teori dan metode pembajaran akan diganti di pertemuan berikutnya.

2. Proses Belajar Mengajar

a. Bagaimana komunikasi terhadap peserta didik

Hasil wawancara kedua informan mengenai komunikasi terhadap peserta didik yang ada di lokasi iyalah:

Menurut (J) Untuk mencapai interaksi belajar mengajar sudah banar tentu perlu adanya komunikasi yang jelas antara guru (pengajar) dengan peserta didik (pelajar), sehingga terpadunya dua kegiatan yakni kegiatan mengajar (usaha guru) dengan kegiatan belajar (tugas peserta didik) yang berguna dalam mencapai tujuan pengajaran. Hal ini bergantung pada keterampilan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Penggunaan variasi pola interaksi ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan. Keahlian berkomunikasi dapat terlihat dari cara individu menyampaikan gaya berkomunikasi. perbedaan gaya atau cara berkomunikasi individu dapat dilihat dari pemilihan kata-kata, kelancaran, kecepatan, dan intonasi suara. Gaya berkomunikasi setiap peserta didik dapat mempengaruhi identitas dan citra diri peserta didik di mata peserta didik lain. Gaya berkomunikasi seorang pendidik sangat menentukan berhasil atau tidaknya menyampaikan ilmu kepada peserta didik. Peserta didik dapat membentuk karakter yang baik melalui komunikasi efektif yang diberikan oleh para pendidik. Pembentukan karakter yang baik tidak hanya diberikan melalui komunikasi secara langsung, namun juga dapat melalui contoh berupa kebiasaan-kebiasaan baik yang diterapkan para pendidik di depan para peserta didik. Komunikasi semacam itu dapat disebut dengan komunikasi nonverbal.

Sedangkan menurut informan kedua antara lain

Menurut (H) Komunikasi yang akan diwujudkan kepada peserta didik agar informasi itu selalu ada, harus berjalan dengan baik dan tidak pernah putus jika peserta didik bertanya kita balas dengan sapaan yang baik maka peserta didik enggan untuk berkomunikasi dengan kita, karena peserta didik menilai juga bagaimana kita berkomuikasi dengan mereka, jadi kita perlu ramah terhadap peserta didik agar mereka mau bertanya dan tidak merasa terbebani dengan perlakuan kita, walaupun kita hanya senyum kepada peserta didik mereka bisa menilai dan berpikir, jika peserta didik mempunyai kesalahan maka kita tegur dengan

sopan, kalau pelanggaran yang tidak bisa di tolerir baru bisa keras. Berkomunikasi secara impatik ke peserta didik artinya kita lebih dekata kepada mereka menanyakan hal yang membuat peserta didik kurang semangat dalam belajar jadi peserta didik merasa kita menyatu dengan mereka, untuk meningkatkan semangat peserta didik kita selalu memberi moral yang baik dan semangat yang baik sehingga mereka merasa diperhatikan. Komunikasi ini menjadi penentu bagaimana peserta didik mampu menerima dan mengolah informasi yang dia peroleh. guru harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik agar tersampaikan informasi kepada peserta didik. Inovasi baru perlu diwujudkan untuk membuat peserta didik merasa nyaman dalam menerima informasi atau pesan. Penyampaian materi ini memerlukan situasi yang kondusif sehingga peserta didik dapat dengan mudah menyerap materi. Untuk itu guru harus membuat konsep belajar yang memungkinkan peserta didik tidak jenuh. Dengan suasana yang lebih kondusif maka akan tercipta kondisi emosional yang menyenangkan tiap peserta didik. Motivasi belajar yang menyenangkan juga baik untuk disampaikan agar peserta didik dapat belajar dengan menyenangkan. Ada banyak model komunikasi efektif yang dapat dipakai pendidik dalam menyampaikan informasi atau pesan kepada pesera didiknya. Hasil wawancara informan dapat disimpulkan bahwa komunikasi terhadap peserta didik merupakan sarana utama yang mengatur kita secara sadar dan merenungkan pengalaman-pengalaman. Komunikasi bukan hanya sekedar bahasa lisan antara guru dan peserta didik dalam memberikan umpan balik, merespon, atau untuk menunjukkan kepada guru bahwa tugas yang diberikan dapat diselesaikan, tetapi komunikasi adalah sarana belajar, dimana berbicara dan menulis merupakan alat untuk pembentukan kembali pengalama. Jika komunikasi yang terjadi antara guru dan peserta didik dapat berjalan efektif, maka proses belajar mengajar di kelas bukan lagi merupakan hal rutin yang membosankan bagi peserta didik. Proses belajar mengajar akan menjadi suatu kegiatan yang dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang menarik dan

diminati oleh peserta didik, sehingga apa yang menjadi tujuan akhir pembelajaran pada khususnya dan tujuan pendidikan pada umumnya akan tercapi.

b. Penggunaan media teknologi

Hasil wawancara mengenai penggunaan media teknologi dari kedua informan antara lain:

Menurut (J) adanya teknologi membawa dampak yang cukup besar bagi kemajuan pendidikan. Maka dari itu penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran menjadi suatu keharusan selain faktor tuntutan tetapi memang keberadaannya yang membawa dampat baik bagi dunia pendidikan itu sendiri, pada era sekarang instansi-instansi terkait sedang gemar-gemarnya membuka sekolah berbasiskan teknologi tetapi hal itu pula kurang menjadi sorotan pemerintah. Untuk itu penggunaan teknologi di dalam dunia pendidikan pun merupakan suatu keharusan dan untuk pengembangan diri bagi guru ataupun peserta didik. Jadi kita mengajar menggunakan media teknologi, media teknologi yang biasa digunakan dalam pembelajaran saat ini yaitu grup WA, dengan menggunakan Grup WA dapat mempermudah penyampaian materi pembelajaran karena kita hanya mengajar dari rumah dan peserta didik belajar dari rumah, penyampain materi biasanya menggiunakan video yang di upload ke grup WA, melalui grup WA itu peserta didik memahami materi pembelajaran yang di ajarkan oleh guru. Setelah peserta didik melihat semua materi biasanya kita memberikan tugas terkait materi yang d ajarkan pada saat itu sehingga peserta didik tidak mengabaikan materi yang telah di kirim ke grup WA, dan hasil tugas yang di dapatkan langsung dikirim ke grup WA dan tugas yeng di kerjakan selalu tulis tangan karena keterbatasan leptop peserta didik yang tidak ada, hanya beberapa peserta didik saja yang memiliki leptop. Jadi dengan adanya iptek ini sangat memudahkan pembelajaran di masa sekarang ini.

Sedangkan hasil wawancara informan kedua yaitu:

Menurut (H), saya tidak akan lepas dari teknologi informasi dan komunikasi karena ini sangat membantu ini adalah medianya pendidikan pancasila dan kewarganegaraan karena bergabung dengan masyarakan mau tidak mau kita harus turun kesini, kita

berbicara masalah regulasi atau aturan harus ikut di media iptek, kapan kita tidak ikut maka kita hilang makanya saya selalu mengajak peserta didik untuk selalu menggunakan iptek dan kasi contoh perbandingan jika dia bingung atau tidak tau materi yang di ajarkan saya akan mempermudah dengan contoh-contoh yang mudah di pahami peserta didik contohnya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik menggunakan HP maka kita menyarangkan untuk mentransfer ilmu dari HPnya masing-masing, kami mencari celahnya dari situ agar supaya informasi dan teknologi itu tidak lepas dari pembelajran dan itu dijadikan sebagai media pembelajaran karena kalau kita mau menggunakan media pembelajaran yang ada dalam ruang kelas sangat terbatas, makanya yang kita pergunakan media yang ada di peserta didik itu sendiri dan merupakan media media alternatif, di dalam kurikulum tidak ada namanya media alternative tetapi saya menggunakan media alternatif dalam pembelajaran. Media yang sering di gunakan di HP itu sendiri biasanya menggunakan aplikasi WA, dan Zoom, penggunaan aplikasi WA ini cukup memudahkan peserta didik di masa sekarang ini karena peserta didik hanya perlu menunggu materi atau pun tugas-tugas yang di ajarkan di tempat masing-masing, cukup memanfaatkan media teknologi untuk mengikuti proses belajar mengajar. Jika menggunakan grup WA biasanya kita membuatkan video atau voic note tentang pembelajaran sehingga peserta didik tinggal menonton dan mendengarkan di HPnya masing-masing, setelah peserta didik sudah menonton dan mendengarkan maka di akhir pembelajaran kita memberikan tugas tentang materi yang di ajarkan dan dikirim kembali hasil tugasnya di grup WA yang telah di sedikan. Model Pembelajaran yang interaktif sangat serasi dengan memanfaatkan beberapa teknologi jaringan dan Gadget. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (distance learing). Kemudian untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukkan sebagai strategi utama. Jadi di masa sekarang ini iptek sangatlah berperang penting dalam pembelajaran kerna semua peserta didik di sarankan belajar di rumah, yeng menjadi kendala di sini adalah masalah jaringan yang kurang bagus, malahan ada daerah yang jaringan internetnya itu betul-betul tidak ada dan perlu pergi ke rumah temannya untuk mencari jaringan internet, sehingga pembelajaran menggunakan ZOOM itu kurang efektif dan hanya menggunakan grup WA saja dalam belajar.

Petikan wawancara diatas dapat disimpulkan, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat di era globalisasi saat ini tidak

bisa dihindari lagi pengarunya terhadap dunia pendidikan. Tuntutan global menuntut dunia pendidikan untuk selalu dan senantiasa menyesuaikan perkembangan teknologi terhadap usaha dalampeningkatan mutu pendidikan, terutama penyesuaian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi bagi dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Karena kita liat saat ini pembelajaran dilakukan secara daring dan itu semua membutuhkan teknologi informasi sebagai alat untuk peserta didik menerima pembelajaran sesuai jadwal sekolah.

3. Kemampuan Mengevaluasi

Pendapat kedua informan mengenai kemampuan evaluasi hasil belajar peserta didik antara lain:

Menurt (J), Gambaran kualitas dari pada sesuatu, baik yang menyangkut tentang nilai atau arti. Sedangkan kegiatan untuk sampai kepada pemberian nilai dan arti itu adalah evaluasi. Gambaran kualitas yang dimaksud merupakan konsekuensi logis dari proses evaluasi yang dilakukan. Proses tersebut tentu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan, dalam arti terencana, sesuai dengan prosedur dan aturan, dan terus menerus. penilaian pendidikan yaitu penggunaan ukuran kuantitatif. Penilaian pendidikan bersifat kuantitatif artinya menggunakan symbol bilangan sebagai hasil pertama pengukuran (IQ). Evaluasi biasanya dilakukan di akhir pembelajaran untuk melihat tingkat keberhasilan proses mengajar itu sendiri, evaluasi dilakukan bertujuan untuk memperoleh data pembuktian yang akan menjadi petunjuk sampai di mana tingkat kemampuan dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian tujuan-tujuan kurikuler setelah menempuh proses pembelajaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Mengukur dan menilai sampai di manakah efektifitas mengajar dan metode-metode mengajar yang telah diterapkan atau dilaksanakan oleh pendidik, serta kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh peserta.

Sedangkan menurut informan kedua yaitu:

Menurut (H), Dalam proses evaluasi harus ada pemberian pertimbangan (judgement). Pemberian pertimbangan ini pada dasarnya merupakan konsep dasar evaluasi.Melalui pertimbangan inilah ditentukan nilai dan arti (worth and merit) dari sesuatu yang sedang dievaluasi. Ciri pertama, penilaian dilakukan secara tidak langsung. Sebagai contoh mengetahui tingkat inteligen seorang anak, akan mengukur kepandaian melalui ukuran kemampuan menyelesaikan soal-soal. Evaluasi di laksanakan di akhir pertemuan evaluasi itu berupa tugas-tugas yang harus di kerjakan peserta didik atau memberikan pertanyaan langsung tentang materi yang telah di ajarkan, dan hasil penilaian tersebut kita mampu melihat, mengukur persentase hasil belajar peserta didik, disini kita bisa melihat pula keberhasilan individu peserta didik. Adapun tindakan reflektif dilakukan pula dalam pembelajaran yaitu memberikan teguran kepada peserta didik agar nilai yang di dapat di perbaiki dan memberi semangat kepada peserta didik untuk terus belajar, dan selalu bertanya kepada peserta didik tentang materi yang akan di ajarkan karena peserta didik membawa buku ajar ke rumah masing-masing untuk dipelajari, ini dilakukan agar kita bisa mengetahui peserta didik yang memang belajar di rumah dan yang tidak belajar.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengevaluasi dalam pembelajaran dilakukan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan-tujuan kurikuler. Disamping itu juga dapat digunakan guru untuk mengukur dan menilai sampai dimana keefektifan pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar, dan metode-metode mengajar yang digunakan.

Dokumen terkait