BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
Hasil penelitian ini membahas lebih lanjut mengenai deskripsi data dan dipaparkan lebih lengkap mengenai hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran inkuiri terhadap muatan IPA tentang sifat-sifat cahaya. Data yang diperoleh oleh peneliti berupa data kuantitatid eksperimental. Data kuantitatif yang diperoleh adalah hasil belajar dari 5 soal instrumen uraian pretest dan posttest. Data yang diperoleh dari soal posttest untuk mengukur hasil belajar siswa terhadap model pembelajaran inkuiri yang dianalisis dengan menggunakan SPSS Versi 16.0 dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan independent sample t-test.
4.1.1 Uji Asumsi
4.1.1.1 Uji Normalitas Distribusi Data
Berdasarkan analisis uji normalitas distribusi data dengan menggunakan One-Sample Kolmogorov-Smornov diperoleh hasil sebagai berikut ini. (Hasil Perhitungan SPSS lihat lampiran 4.2)
Tabel 4.1 Hasil Uji Normalitas Hasil Belajar Siswa
Kelompok Aspek Sig (2- tailed) Keterangan
Kontrol Pretest 0,028 Normal Posttest 0,489 Normal Selisih 0,666 Normal Eksperimen Pretest 0,127 Normal Posttest 0,188 Normal Selisih 0,199 Normal
Berdasarkan analisis statistik di atas, hasil belajar siswa memiliki sig. (2-tailed) > 0,05 untuk semua aspek. Pada kelompok kontrol aspek pretest memiliki
62 sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu sebesar 0, 028, aspek posttest memiliki sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,489, dan aspek selisih pretest-posttest kelompok kontrol memiliki sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0,666. Sedangkan pada kelompok eksperimen aspek pretest memiliki sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu sebesar 0, 127, aspek posttest memiliki sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0, 188, dan aspek selisih pretest-posttest kelompok eksperimen memiliki sig. (2-tailed) > 0,05 yaitu 0, 199.
Berdasarkan hasil analisis diatas dapat disimpulkan bahwa Hnull diterima dan Hi ditolak sehingga tidak ada deviasi (penyimpangan) dari normalitas data atau data terdistribusi normal, maka uji statistik yang digunakan selanjutnya adalah uji statistik parametrik. Statistik parametrik dengan Independent sample t-test digunakan untuk menganalisis data dari dua kelompok sampel yang independen misalnya kelompok kontrol dan kelompok eksperimen (Priyatno, 2012: 17).
4.1.1.2 Uji Homogenitas
Berdasarkan analisis uji normalitas dengan menggunakan uji Levene’s Test diperoleh hasil sebagai berikut ini. ( Hasil perhitungan SPSS lihat lampiran 4.3)
Tabel 4.2 Hasil Uji Homogenitas Hasil Belajar Siswa
Uji Statistik Sig. Keterangan
Levene’s Test for Equality of Variances 0,658 Homogen
Berdasarkan uji Levene’s Test pada data pretest hasil belajar siswa memiliki Sig. sebesar 0,658 (atau p> 0,05). Berdasarkan homogenitas tersebut diperoleh hasil bahwa nilai pada hasil belajar siswa dengan kata lain data tersebut memiliki varian yang sama sehingga untuk analisis selanjutnya menggunakan Independent sample t-test.
4.1.1.3 Uji Perbedaan Kemampuan Awal
Uji perbedaan kemampuan awal bertujuan untuk memastikan bahwa kedua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki kemampuan awal yang tidak jauh berbeda atau setara. Uji perbedaan kemampuan awal nilai pretest hasil belajar pada kedua kelompok menggunakan
63 uji statistik parametik dengan program komputer SPSS versi.16 dengan tingkat kepercayaan 95 % dalam hal ini Independent samples t-test. Uji perbedaan kemampuan awal menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 95 % dengan kriteria untuk menolak Hnull adalah jika Sig. (2-tailed) < 0,05 (Priyanto, 2012: 24). Berikut ini merupakan hasil uji perbedaan kemampuan awal kedua kelompok.
Tabel 4.3 Hasil Uji Perbedaan Awal nilai pretest
Uji Statistik Sig. (2-tailed) Keputusan Independent samples t-test 0,433 Tidak terdapat perbedaan
Berdasarkan uji independent samples t-test pada data pretest hasil belajar siswa memiliki Sig. sebesar 0,433 (atau p> 0,05). Berdasarkan hasil uji perbedaan awal nilai pretest tersebut diperoleh hasil bahwa nilai pada hasil belajar siswa dengan kata lain data tersebut memiliki kemampuan awal yang sama .
4.1.2 Uji Pengaruh Perlakuan
4.1.2.1 Uji Selisih Nilai Pretest dan Posttest
Uji selisih nilai pretest dan posttest dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada muatan pelajaran IPA tentang sifat-sifat cahaya. Cohen (2007: 276-277) menjelaskan bahwa uji ini dapat dilakukan dengan rumus yang sesuai dengan desain penelitian awal yaitu (O2-O1) – (O4-O3). Dari perhitungan rumus tersebut didapatkan hasil yaitu dengan mengurangi selisih nilai posttest-pretest kelompok eksperimen dengan selisih nilai posttest-pretest kelompok kontrol. Analisis statistik dilakukan dengan program komputer SPSS Statistic 16.0 for Windows dengan tingkat 95% dengan menggunakan analisis parametik yaitu Independent samples t-test . Data penelitian normal dan homogen. Kriteria yang digunakan untuk menarik kesimpulan adalah jika harga sig. (2-tailed)> 0,05 maka tidak ada pengaruh antara model inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada muatan IPA tentang sifat-sifat cahaya, jika Sig. (2-tailed)< 0,05 maka ada pengaruh antara model pembelajaran picture and picture untuk kelompok kontrol dan model pembelajaran inkuri untuk kelompok eksperimen terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada muatan IPA tentang sifat-sifat cahaya. Peneliti memiliki alasan terhadap kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran picture and
64 picture dan tidak murni menggunakan motode pembelajaran konvensional disebabkan karena pihak sekolah meminta untuk setiap kelas yang digunakan penelitian atau melaukan pembelajaran harus menggunakan satu model pembelajaran. Peneliti diberikan saran oleh wali kelas IV B yaitu bapak Nurngatik, S.Pd. untuk menggunakan model pembelajaran picture and picture yang disesuiakan dengan materi sifat-sifat cahaya yang memerlukan contoh untuk menyampaikan tujuan pembelajaran. Dalam arti peneliti tidak murni menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil besar pengaruh perlakuan selisih adalah sebagai berikut. (Hasil Perhitungan SPSS lihat lampiran 4.5 )
Tabel 4.4 Hasil Uji selisih hasil belajar kelompok kontrol dan eksperimen
Hasil Uji Selisih Sig. (2-tailed) Keterangan
Selisih skor hasil belajar kelompok kontrol dan kelompok eksperimen
0,003 Terdapat pengaruh . Berdasarkan tabel diatas, hasil analisis menggunakan Independent samples T-test dengan program komputer SPPS versi.16 yang memiliki tingkat kepercayaan 95% terhadap hasil belajar siswa diperoleh nilai pada kelompok kontrol (M= 20,16, N = 32, SD = 13,766, SE= 2,433, df = 61).Harga Sig. (2-tailed) yaitu 0,003 kurang dari 0,05 atau p<0,05 sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima.
Sedangkan nilai pada kelompok eksperimen (M= 30,48, N = 31, SD = 12,407, SE= 2,228, df = 61 ) Hal ini berarti model pembelajaran inkuiri terhadap pengaruh yang positif antara nilai hasil belajar siswa kelas IV pada muatan IPA.
Berikut adalah perbandingan Selisih Skor Pretest ke Posttest Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen.
Gambar 4.1 Grafik Perbandingan nilai selisih pretest dan posttest
0 10 20 30 40 Kelompok Kontrol Kelompok Eksperimen Selisih Kelompok Eksperimen Selisih Kelompok Kontrol M ean ’s of Ni la i 20,16 30,48
65 Berdasarkan grafik diatas menunjukkan perbedaan selisih nilai pretest-posttest kedua kelompok. Kelompok kontrol memiliki mean = 20,16 sedangkan kelompok eksperimen memiliki mean = 30,48 dengan artian kelompok kontrol memiliki selisih nilai pretes-posttest yang lebih rendah dibandingkan kelompok eksperimen.
4.1.3 Uji Besar Pengaruh Perlakuan
Uji besar pengaruh perlakuan (effect size) dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh model inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas IV tentang sifat-sifat cahaya. Rumus yang digunakan yaitu data terdistribusi normal. Berikut merupakan hasil uji besar pengaruh perlakuan selisih model pembelajaran inkuiri terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada muatan IPA tentang sifat-sifat cahaya. (Hasil perhitungan manual lihat lampiran 4.4 )
Tabel.4.5 Hasil Effect Size terhadap hasil belajar kelompok kontrol
Variabel t t2 df r
(effect size)
R2 % Kategori Effect Size Hasil Belajar 8,283 68,60 31 0,83 0,69 69 % Besar
Berdasarkan tabel di atas r (effect size) pada hasil belajar sebesar 0,83. Harga R2 yaitu 0,69 sehingga jika dikalikan dengan 100% maka persentase besar pengaruh perlakuan pada hasil belajar yaitu 69 % pada kelompok kontrol. Pembelajaran kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional dan picture and picture.
Tabel 4.6 Hasil Effect Size terhadap hasil belajar kelompok eksperimen
Variabel t t2 df r
(effect size)
R2 % Kategori Effect Size
Hasil Belajar 13,680 187,14 30 0,93 0,86 86% Besar Berdasarkan tabel di atas r (effect size) pada hasil belajar sebesar 0,93. Harga R2 yaitu 0,86 sehingga jika dikalikan dengan 100% maka persentase besar pengaruh perlakuan pada hasil belajar yaitu 86 % pada kelompok eksperimen. Pembelajaran kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran inkuiri.
66 4.1.4 Analisis Lebih Lanjut
4.1.4.1 Perhitungan Persentase Peningkatan Nilai Prestest ke Posttest
Perhitungan persentase ini dilakukan untuk mengetahui besarnya persentase peningkatan hasil belajar siswa yang dapat dilihat dari nilai rata-rata pretest ke posttest pada kedua kelompok. Analisis perhitungan persentase peningkatan nilai pretest ke posttest dengan mengambil data dari nilai rata-rata dari hasil uji analisis statistik dengan menggunakan program komputer SPSS Statistic 16.0 for Windows denga tingkat kepercayaan 95 % dengan menggunakan hasil analisis parametik yaitu Paired Samples T-test. Hasil perhitungan persentase peningkatan nilai pretest ke posttest dapat dilihat dari tabel di bawah ini. (Perhitungan persentase peningkatan nilai Pretest ke Posttest lihat lampiran 4.6)
Tabel. 4.7 Peningkatan nilai pretest ke posttest No Kelompok Pretest Posttest Peningkatan
(%) Sig. (2-tailed) Keputusan 1 Kontrol 33,59 53,75 60 % 0,000 Signifikan 2 Eksperimen 34,68 65,16 88 % 0,000 Signifikan
Berdasarkan tabel diatas, nilai mean pretest pada kelompok kontrol sebesar 33, 59 dan nilai mean posttest sebesar 53, 75. Persentase peningkatan pretest ke posttest pada kelompok kontrol yaitu 60 %. Sedangkan nilai mean pretest pada kelompok eksperimen sebesar 34,68 dan nilai mean posttest sebesar p 65, 16. Persentase peningkatan pretest ke posttest pada kelompok kontrol yaitu 88 %. Persentase peningkatan pretest ke posttest pada kedua kelompok menunjukkan bahwa kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol.
Hasil uji signifikansi peningkatan pretest ke posttest pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan harga Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 atau (p< 0,05) sehingga Hnull ditolak dan Hi diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posstest pada kedua kelompok. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan hasil belajar yang signifikan.
67 4.1.4.2 Uji Besar Efek Peningkatan Nilai Pretest ke Posttest
Uji besar efek peningkatan nilai pretest ke posstest dilakukan dengan tujuan untuk dapat mengetahui besar efek peningkatan nilai pretest ke posttest. Uji besar efek peningkatan ini dilakukan dengan menggunakan paired samples t-test karena data terdistribusi normal. Berikut ini adalah hasil uji besar efek peningkatan nilai pretest ke posttest. (Hasil perhitungan lihat lampiran 4.7 dan 4.8)
Tabel 4.8 Hasil Uji Besar Efek Peningkatan Nilai Pretest ke Posttest
No Kelompok t t2 df R R2 % Efek
1 Kontrol 8,283 68,61 31 0,83 0,69 69 Besar 2 Eksperimen 13,680 187,14 30 0,93 0,86 86 Besar Besar efek peningkatan nilai pretest ke posttest pada kelompok eksperimen yang menerapkan model pembelajaran inkuiri lebih besar daripada kelompok kontrol yang menggunakan model pembelajaran picture and picture. Besar efek peningkatan nilai pretest ke posttest pada kelompok eksperimen sebesar 0,86 atau sebesar 86 % sedangkan besar efek peningkatan nilai pretest ke posttest pada kelompok kontrol adalah 0,69 atau sebesar 69 %.
4.1.4.3 Analisis Ancaman Validitas Eksperimen
Dari berbagai ancaman atau pengganggu validitas internal pada validitas eksperimen, peneliti mengidentifikasi adanya ancaman atau pengganggu validitas internal pada penelitian yang dilakukan peneliti yaitu seleksi (differential selection of subjects) di mana terdapat perbedaan sistematis yang terjadi pada perbandingan antara kelompok eksperimen yaitu kelas IV B dan kelompok kontrol yaitu kelas IV B yang memang sudah ada perbedaannya. Perbedaan tersebut terdapat pada kemampuan kognitif siswa atau dengan kata lain siswa di kelas IV A lebih aktif dan antusias mereka untuk menerima pembelajaran sangat baik dibandingkan kelas IV B yang cenderung sibuk sendiri dan sulit untuk menerima pembelajaran yang akan disampaikan, meski demikian murid di kelas IV B termasuk pendengar yang baik dan cepat menerima pembelajaran meskipun mereka sibuk sendiri. Hal ini berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu hasil belajar siswa. Hal tersebut terbukti pada hasil perhitungan peningkatan nilai
68 pretest ke posttest untuk kelompok kontrol yaitu kelas IV B sebesar 60 % sedangkan untuk kelompok eksperimen yaitu kelas IV A sebesar 88 %.
Pada validitas eksternal peneliti mengidentifikasi terdapat ancaman atau pengganggu pada penelitian yang dilakukan peneliti yaitu efek reaktif terhadap prosedur eksperimen. Ancaman pada efek reaktif terhadap prosedur eksperimen dapat berupa alat-alat yang digunakan, dan semacamnya yang dapat menjadikan subjek berubah sikap dan perilaku antar kelompok. Dalam hal ini peneliti mengidentifikasi ancaman atau pengganggunya yaitu alat-alat yang digunakan maupun media yang digunakan. Ancaman atau pengganggu tersebut membuat subjek berubah sikap atau perilaku dalam proses pembelajaran. Validasi eksternal ini dapat dilihat dari segi media pembelajarannya. Untuk kelompok eksperimen siswa dapat secara langsung membuat media atau melakukan percobaan dengan alat atau medianya sedangkan untuk kelompok kontrol hanya ditunjukkan gambar gambar saja. Hal ini menyebabkan terdapat ancaman atau pengganggu validitas eksternal yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Dari penjelasan di atas penelitian ini terdapat ancaman validitas internal dan validitas eksternal yang dapat mempengaruhi nilai rata-rata siswa, dan skor dari hasil belajar siswa. Dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan dari kedua kelompok penelitian. Meskipun demikian, kelompok eksperimen mengalami pengaruh lebih besar dibandingkan kelompok kontrol yaitu sebesar 86%.