BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Pra Siklus
Tahap pra siklus memberikan pandangan kepada peneliti dalam mengambil langkah yang akan ditempuh pada tahap siklus 1. Pada tahap ini, dibantu oleh guru pengampu mata pelajaran Fiqih, dalam memberikan pelajaran materi puasa. Sedangkan peneliti melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran materi puasa dikelas. Dalam pengamatan tersebut peneliti menemukan adanya kesulitan bagi siswa dalam pemahaman materi puasa. Hal ini dapat dilihat dari kurang aktifnya siswa kelas VIII B dalam mengikuti proses belajar berlangsung. Dan juga tidak adanya keberanian siswa untuk mengajukan pertanyyan kepada guru. Al hasil siswa kurang begitu aktif dalam mengikuti pembelajaran dikelas karna siswa lebih cenderung berbicara sendiri dengan teman sebangku.
Hal ini, menjadi kelemahan bagi guru untuk memberikan pembelajaran yang baik. Apalagi dalam pembelajaran guru hanya mengunakan metode pembelajaran klasik dengan penyampaian materi dengan metode pembelajaran yakni metode ceramah. Guru hanya menyuruh siswa mendengarkan dan mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh guru. Kemudian guru memberikan penugasan pada siswa. Sehingga dalam kegiatan proses belajar ini banyak didominasi oleh guru. Siswa tidak diberikan ruang oleh guru untuk bertanya ataupun berdiskusi. Sehingga dalam proses pembelajaran tersebut siswa cenderung pasif. Guru juga tidak memberikan atau menambahkan metode pembelajaran yang baru agar siswa begitu aktif dalam proses
pembelajaran. sehingga pada kesempatan pembelajaran ini guru menerapkan metode
Team Game Tournament (TGT)untuk menunjang hasil belajar siswa.
Peneliti melakukan pre-test mata pelajaran Fiqih materi Puasa untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai materi Puasa sebelum dilakukan tindakan mengunakan metode Team Game Tounament (TGT). Kemudian diadakan
pos-test setiap akhir siklus.untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa dalam mengikuti pembelajaran Fiqih di kelas. Adapun nilai pra siklus sebagai berikut :
Tabel 4.1
Nilai Pra Siklus Hasil Belajar Siswa No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan
1 Abdul Rozaq 70 60 Belum Tuntas 2 Abdullah Hadziq 70 65 Belum Tuntas 3 Ahmad Miftahul Ilmi 70 70 Tuntas 4 Ahmad Rosyidi 70 75 Tuntas 5 Aidar Alfiyanto 70 70 Tuntas 6 Arfi Alfian 70 75 Tuntas 7 Aufal Lutfiyatul Hana 70 70 Tuntas
8
FaizalHafizudin Firmansyah
70 55 Belum Tuntas
9 Iffatul Habibah 70 70 Tuntas 10 Izzatul Puji N 70 50 Belum Tuntas 11 Khofidatur Rofiah 70 60 Belum Tuntas 12 M. Afif Hamdani 70 65 Belum Tuntas 13 M. Haidar Yahya 70 50 Belum Tuntas
14
M. Syaiful Ihsan
Syafi”i 70 65 Belum Tuntas
15 M. Mas‟ud 70 60 Belum Tuntas
16 Maftuchah A R 70 80 Tuntas 17 Moh. Deny Prasetyo 70 50 Belum Tuntas 18 Rafli Davin 70 60 Belum Tuntas 19 Retno Tri Hastuti 70 80 Tuntas 20 Rizky Syifa 70 75 Tuntas 21 Shokif Faizal 70 65 Belum Tuntas 22 Shofyan N A 70 60 Belum Tuntas
23 Siti Rofi‟atun Ni‟mah 70 80 Tuntas
24 Tia Febrianti Putri 70 70 Tuntas 25 Viky Agustian 70 60 Belum Tuntas 26 Wahyu Setiawan 70 65 Belum Tuntas
27 Zulfatus Sa‟adah 70 75 Tuntas
jumlah
Jumlah
Persentase ketuntasan
Tuntas Belum Tuntas 1780
65,92 44% 56%
Belum Tuntas : 15 Siswa Tuntas : 12 Siswa
Persentase ketuntasan dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut:
( )
Sedangkan untuk menghitung nilai rata-rata berdasarkan rumus sebagai berikut :
Hasil belajar pra siklus bisa peneliti simpulkan ada beberapa siswa yang belum tuntas dalam mata pelajaran sesuai KKM yang sudah ditetapkan pada MTs
Nurul Qur‟an. Ada sekitar 56% (15 siswa) yang belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan sekitar 44% (12 siswa) sudah mencapai standar KKM mata pelajaran Fiqih kelas VIII B. Dengan nilai rata-rata 65,92, dengan nilai rata tersebut masih jauh dari nilai KKM 70 yang ditetapkan dikelas VIII B.
dengan KKM tersebut peneliti memiliki inisiatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa mencapai nilai KKM. Maka dari itu, peneliiti menggunakan metode
Team Game Tournament (TGT) agar dalam hasil belajar siswa ada peningkatan yang
signifikan dalam mencapai KKM. 2. Siklus I
Pada tahap Siklus I ini peneliti melakukan tindakan dengan mengunakan metode Team Game Tournament (TGT)dengan harapan ada peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran Fiqih materi Puasa. Pelaksanaan siklus 1 ini dilaksanakan pada
hari Minggu tanggal 13 Mei 2018 dikelas VIII B MTs Nurul Qur‟an Tegalwero
dengan diikuti 27 siswa yang hadir. Pada siklus 1 ini peneliti hanya sebagai pengamat sekaligus membantu guru menerapkan metode pembelajaran, dan guru bertindak
dalam pemberian materi dan juga melaksanakan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT).
Dalam pengamatan peneliti menemukan bahwa siswa masih belum menguasai jalannya metode pembelajaran, terutama ketika siswa diberi pertanyaan oleh kelompok lain. Dalam menerapkan metode tersebut guru memberikan materi pokok yakni pengertian puasa dan macam-macam puasa sebagaimana yang mengacu pada rancangan pembelajaran yang telah disiapkan. Berikut ini adalah data dari hasil penelitian siklus I :
Tabel 4.2
Nilai Siklus I Hasil Belajar Siswa No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan
1 Abdul Rozaq 70 70 Tuntas 2 Abdullah Hadziq 70 70 Tuntas 3 Ahmad Miftahul Ilmi 70 70 Tuntas 4 Ahmad Rosyidi 70 70 Tuntas 5 Aidar Alfiyanto 70 65 Tuntas 6 Arfi Alfian 70 70 Tuntas 7 Aufal Lutfiyatul Hana 70 70 Tuntas
8
Faizal Hafizudin Firmansyah
70 70 Tuntas
9 Iffatul Habibah 70 70 Tuntas 10 Izzatul Puji N 70 60 Belum Tuntas 11 Khofidatur Rofiah 70 65 Belum Tuntas
12 M. Afif Hamdani 70 75 Tuntas 13 M. Haidar Yahya 70 70 Tuntas
14
M. Syaiful Ihsan
Syafi”i 70 55 Belum Tuntas
15 M. Mas‟ud 70 70 Tuntas
16 Maftuchah A R 70 75 Tuntas 17 Moh. Deny Prasetyo 70 60 Belum Tuntas 18 Rafli Davin 70 65 Belum Tuntas 19 Retno Tri Hastuti 70 75 Tuntas 20 Rizky Syifa 70 75 Tuntas 21 Shokif Faizal 70 85 Tuntas 22 Shofyan N A 70 70 Tuntas
23 Siti Rofi‟atun Ni‟mah 70 85 Tuntas
24 Tia Febrianti Putri 70 75 Tuntas 25 Viky Agustian 70 60 Belum Tuntas 26 Wahyu Setiawan 70 65 Belum Tuntas
27 Zulfatus Sa‟adah 70 80 Tuntas
Jumlah Persentase ketuntasan Tuntas Belum Tuntas 1890 70 74% 26%
Belum Tuntas : 7 Siswa Tuntas : 20 Siswa
Persentase ketuntasan dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut:
( )
Sedangkan untuk menghitung nilai rata-rata berdasarkan rumus sebagai berikut :
Tabel 4.3
Lembar Pengamatan Guru Siklus I
No. Aspek yang diamati
Skor A B C D Kemampuan guru dalam membuka pelajaran
1. Menarik perhatian siswa 2. Memberikan motivasi awal 3. Memberikan apersepsi (berkaitan dengan materi) 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran 5. Memberikan acuan bahan belajar yang akan dipelajari
Penguasaan bahan ajar
6. Bahan belajar disajikan sesuai dengan langkah- langkah yang direncanakan dalam RPP
7. Kejelasan dalam menjelaskan materi ajar
Kegiatan belajar mengajar
belajar yang disampaikan
9. Penyajian bahan pelajaran sesuai dengan tujuan atau indikator yang telah ditetapkan
10. Memiliki keterampilan dalam merespon dan
menanggapi pertanyaan siswa
11. Ketepatan dalam penggunaan alokasi waktu yang
disediakan
Kemampuan guru dalam menggunakan metode
Team Game Tournament (TGT)
12. Menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari dengan tepat
13. Memberikan penjelasan kepada siswa terkait materi
pembelajaran
14. Melibatkan siswa ikut aktif dalam pembelajaran 15. Mampu memberikan timbal balik terkait materi
pembelajaran
16. Mampu memberikan penguatan terkait hasil materi 17. Memiliki keterampilan membangkitkan semangat
anak dan menjelaskan tata cara metode Team Game
Tournament (TGT)
18. Memiliki keterampilan membagi kelompok dan menunjuk siswa untuk menjadi tim ahli untuk mendiskusikan terkait pembagian materi pembelajaran
19. Melanjutkan diskusi masing-masing sub materi tiap kelompoknya
Evaluasi pembelajaran
20. Penilaian relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan 21. Penilaian yang diberikan sesuai dengan RPP
Kemampuan menutup kegiatan pembelajaran
22. Meninjau kembali materi yang telah diberikan 23. Memberikan kesimpulan kegiatan pembelajaran
Tindak lanjut/follow up
24. Memberi tugas kepada siswa 25. Menginformasikan materi bahan ajar yang akan
dipelajari selanjutnya
Jumlah 2 18 5 0
Total 8 54 10 0
Total Kinerja Guru 72
Kategori Sedang Keterangan: Skor Nilai A = 4 (sangat baik) B = 3 (baik) C = 2 (cukup) D = 1 (kurang)
Kategori Total Kinerja Guru:
51-75 = Sedang 25-50 = Kurang
Bedasarkan tabel diatas peneliti menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari hasil penelitian siklus I mencapai 70 siswa kelas VIII B mecapai nilai ketuntasan yang
sudah ditetapkan di Madrasah Nurul Qur‟an yakni dengan KKM 70. Adapun siswa
yang mecapai ketuntasan nilai KKM sebanyak 74% (20 siswa), sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan nilai KKM sebanyak 26% (7 siswa). Siklus I ini dalam pembelajaran masih ada kekurangan dalam penyampaian materi atau pemahaman materi yang diajarkan. Sehingga masih ada siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan KKM sebanyak 26% dari siswa keseluruhan di kelas VIII. Jadi peneliti mengharuskan melaksanakan siklus II agar siswa mencapai nilai KKM.
Tabel 4.4
Pengamatan Siswa Siklus I
No. Jenis Keterlibatan
Skor 1 2 3 4
1. Antusias dan perhatian siswa ketika pembelajaran
2. Perhatian terhadap media 3. Memperhatikan materi yang disampaikan 4. Keaktifan dalam bertanya 5. Keaktifan menjawab pertanyaan 6. Keaktifan siswa pada saat turnamen 7. Antusias dalam melaksanakan metode
pembelajaran team Game Tournament (TGT)
8. Kesungguhan menjawab pertanyaan evaluasi 9. Kemandirian mengerjakan soal
Jumlah 1 8 9 4 Total 22 Keterangan: Skor 1 : Kurang Skor 2 : Cukup Skor 3 : Baik
Skor 4 : Sangat Baik
Kategori Pengamatan Siswa:
1-12 : Kurang 13-24 : Cukup 35-36 : Baik
3. Siklus II
Pada siklus II peneliti melanjutkan pembelajaran pada siklus I materi puasa dengan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT). Siklus II ini peneliti memfokuskan untuk meningkatkan hasil belajar untuk mencapai ketuntasan yang mana dengan KKM 70 dan juga belum mencapai target secara klasikal sebesar 85%. Sehingga siklus II ini guru memperbaiki pemahaman dalam materi dan metode pembelajaran TGT agar siswa tidak mengalami kesulitan dalam pembelajaran ini, sehingga kedepannya guru mampu mengaplikasikan metode ini di pembelajaran berlangsung.
Table 4.5
Pengamatan Guru Siklus II
No. Aspek yang diamati
Skor A B C D Kemampuan guru dalam membuka pelajaran
1. Menarik perhatian siswa 2. Memberikan motivasi awal 3. Memberikan apersepsi (berkaitan dengan materi) 4. Menyampaikan tujuan pembelajaran
5.
Memberikan acuan bahan belajar yang akan dipelajari
Penguasaan bahan ajar
6. Bahan belajar disajikan sesuai dengan langkah- langkah yang direncanakan dalam RPP
7. Kejelasan dalam menjelaskan materi ajar
Kegiatan belajar mengajar
8. Kesesuaian metode pembelajaran dengan bahan belajar yang disampaikan
9. Penyajian bahan pelajaran sesuai dengan tujuan
atau indikator yang telah ditetapkan
10. Memiliki keterampilan dalam merespon dan
menanggapi pertanyaan siswa
11. Ketepatan dalam penggunaan alokasi waktu yang
disediakan
Kemampuan guru dalam menggunakan metode
Team Game Tournament (TGT)
12. Menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari dengan tepat
13. Memberikan penjelasan kepada siswa terkait materi
pembelajaran
14. Melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran 15. Mempu memberikan umpan balik terkait materi
pembelajaran
16. Mampu memberikan penguatan terkait hasil diskusi
siswa
17. Mampu memberikan penguatan terkait materi 18. Memiliki keterampilan membagi kelompok dan
menunjuk siswa untuk menjadi tim ahli untuk mendiskusikan terkait pembagian materi pembelajaran
19. Melanjutkan diskusi masing-masing sub materi tiap kelompoknya
Evaluasi pembelajaran
20. Penilaian relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan
21. Penilaian yang diberikan sesuai dengan RPP
Kemampuan menutup kegiatan pembelajaran
23. Memberikan kesimpulan kegiatan pembelajaran
H. Tindak lanjut/follow up
24. Memberi tugas kepada siswa 25. Menginformasikan materi bahan ajar yang akan
dipelajari selanjutnya
Jumlah 22 3 0 0
Total 88 9 0 0
Total Kinerja Guru 97
Kategori Baik Keterangan : Skor Nilai A = 4 (sangat baik) B = 3 (baik) C = 2 (cukup) D = 1 (kurang)
Kategori Total Kinerja Guru:
76-100 = Baik 51-75 = Sedang 25-50 = Kurang
Kegiatan pembelajaran siklus II dilaksanakan pada hari Minggu , 20 Mei 2018 di kelas VIII B MTs Nurul Qur‟an Tegalwero Kec. Pucakwangi Kab. Pati Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan jumlah siswa 27. Pembelajaran dilaksanakan oleh guru mata pelajaran fiqih dengan materi pelajaran Puasa yang mengacu pada RPP. peneliti hanya sebagai pengamat sekaligus membantu guru menerapkan metode pembelajaran,
dan guru bertindak dalam pemberian materi dan juga melaksanakan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT). Adapun hasil pembelajaran siswa pada siklus II sebagaimana berikut :
Tabel 4.6
Nilai Siklus II Hasil Belajar Siswa No Nama Siswa KKM Nilai Keterangan
1 Abdul Rozaq 70 90 Tuntas 2 Abdullah Hadziq 70 70 Tuntas
3
Ahmad Miftahul Ilmi
70 80 Tuntas
4 Ahmad Rosyidi 70 75 Tuntas 5 Aidar Alfiyanto 70 80 Tuntas 6 Arfi Alfian 70 90 Tuntas
7 Aufal Lutfiyatul Hana 70 80 Tuntas 8 Faizal Hafizudin Firmansyah 70 80 Tuntas
9 Iffatul Habibah 70 80 Tuntas 10 Izzatul Puji N 70 80 Tuntas 11 Khofidatur Rofiah 70 85 Tuntas 12 M. Afif Hamdani 70 80 Tuntas 13 M. Haidar Yahya 70 70 Tuntas
14
M. Syaiful Ihsan
Syafi”i 70 70 Tuntas
15 M. Mas‟ud 70 80 Tuntas
16 Maftuchah A R 70 90 Tuntas 17 Moh. Deny Prasetyo 70 75 Tuntas 18 Rafli Davin 70 80 Tuntas 19 Retno Tri Hastuti 70 85 Tuntas 20 Rizky Syifa 70 80 Tuntas 21 Shokif Faizal 70 90 Tuntas 22 Shofyan N A 70 75 Tuntas
23
Siti Rofi‟atun
Ni‟mah 70 90 Tuntas
24 Tia Febrianti Putri 70 90 Tuntas 25 Viky Agustian 70 80 Tuntas 26 Wahyu Setiawan 70 85 Tuntas
27 Zulfatus Sa‟adah 70 90 Tuntas
Jumlah Persentase ketuntasan Tuntas Belum Tuntas 2200 81,48 100% 0%
Belum Tuntas : 27 Siswa Tuntas : 0 Siswa
( )
Sedangkan untuk menghitung nilai rata-rata berdasarkan rumus sebagai berikut :
Tabel 4.7
Pengamatan Siswa Siklus II
No. Jenis Keterlibatan
Skor 1 2 3 4
1. Antusias dan perhatian siswa ketika pembelajaran
2. Perhatian terhadap media 3. Memperhatikan materi yang disampaikan 4. Keaktifan dalam bertanya 5. Keaktifan menjawab pertanyaan 6. Keaktifan siswa pada saat berdiskusi 7. Antusias siswa dalam pelaksanaan metode
pembelajaran Team Game Tournament (TGT)
8. Kesungguhan menjawab pertanyaan evaluasi 9. Kemandirian mengerjakan soal
Jumlah 36
Keterangan:
Skor 1 : Kurang Skor 2 : Cukup Skor 3 : Baik
Skor 4 : Sangat Baik
Kategori Pengamatan Siswa:
1-12 : Kurang 13-24 : Cukup 35-36 : Baik
Table 4.6 menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari seluruh jumlah siswa kelas VIII B adalah 81,48. Pada siklus II ini siswa mencapai target ketuntasan dalam KKM yakni mencapai 100% dengan nilai rata-rata 81. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa pada siklus II ini sudah mencapai target ketuntasan yang sudah ditetapkan. Sehingga peneliti memutuskan untuk mengakhiri penelitian ini sampai tahap siklus II.
B. Pembahasan
Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dikelas VIII B MTs Nurul Qur‟an
Tegalwero Kec. Pucakwangi yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Dari data 2 siklus diatas dapat dilihat peningkatan hasil belajar siwa yang cukup baik. Sehingga dengan diterapkannya metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) yang diterapkan pada mata pelajaran Fiqih dengan materi Puasa dapat meningkatkan hasil belajar siswa
kelas VIII B MTs Nurul Qur‟an Tegalwero Kec. Pucakwangi. Hal ini dapat dilihat dari
sebagai bukti keberhasilan pengunaan metode ini dalam pembelajaran berlangsung. Berdasarkan penelitian tersebut:
Tabel 4.8
Nilai Per Siklus Hasil Belajar Siswa No Nama Siswa Pra Siklus Siklus I Siklus II
1 Abdul Rozaq 60 70 90 2 Abdullah Hadziq 65 70 70 3 Ahmad Miftahul Ilmi 70 70 80 4 Ahmad Rosyidi 75 70 75 5 Aidar Alfiyanto 70 65 80 6 Arfi Alfian 75 70 90 7 Aufal Lutfiyatul Hana 70 70 80
8 Faizal Hafizudin Firmansyah 55 70 80 9 Iffatul Habibah 70 70 80 10 Izzatul Puji N 50 60 80 11 Khofidatur Rofiah 60 65 85 12 M. Afif Hamdani 65 75 80 13 M. Haidar Yahya 50 70 70
14 M. Syaiful Ihsan Syafi”i 65 55 70
15 M. Mas‟ud 60 70 80
16 Maftuchah A R 80 75 90 17 Moh. Deny Prasetyo 50 60 75 18 Rafli Davin 60 65 80
19 Retno Tri Hastuti 80 75 85 20 Rizky Syifa 75 75 80 21 Shokif Faizal 65 85 90 22 Shofyan N A 60 70 75
23 Siti Rofi‟atun Ni‟mah 80 85 90
24 Tia Febrianti Putri 70 75 90 25 Viky Agustian 60 60 80 26 Wahyu Setiawan 65 65 85
27 Zulfatus Sa‟adah 75 80 90
Jumlah 1780 1890 2200
Rata-rata 65.92 70 81,48
Prosentase ketuntasan siswa diatas KKM
44% 74% 100%
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa hasil belajar dengan rata-rata nilai pada pra siklus 65,92, siklus I menjadi 70 dan pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar menjadi 81,48. Berdasarkan data perolehan hasil belajar tersebut dapat diketahui bahawa pelaksanaan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode
Team Game Tournament (TGT) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B
MTs Nurul Qur‟an Tegalwero Kec. Pucakwangi Tahun Pelajaran 2017/2018.
Hasil penelitian tindakan kelas ini memperoleh hasil sebagaimana sudah disampaikan. Berikut ini akan dijabarkan hasil penelitian dari pra siklus ke siklus I dan siklus II:
Sebelum penerapan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT), hasil belajar siswa melalui Pre Test menunjukkan bahwa hasil belajar siswa belum mencapai kriteria batas KKM, dengan nilai keseluruhan 1780 dengan rata 65,92. Sebanyak 15 siswa belum tuntas hasil belajar mencapai batas KKM. Batas KKM
MTs Nurul Qur‟an Tegalwero Kec. Pucakwangi untuk mata pelajaran Fiqih adalah
70. Sedangkan siswa yang sudah mencapai KKM sebanyak 12 siswa. Adapun rekapitulasi nilai ketuntasan siswa sebagai berikut:
Tabel 4.9
Rekapitulasi Ketuntasan Pre Test
Tuntas Tidak Tuntas
12 15
Berdasarkan hasil observasi, ditemukan bahwa guru jarang menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan menarik sehingga siswa tidak monoton dalam mengikuti kegiatan pembelajaran berlangsung. Hal ini menjadi salah satu faktor kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Maka dari itu perlu adanya inovasi belajar yang dapat meningkatkan keaktifan siswa sehingga adanya peningkatan prestasi hasil belajar siswa. Dalam hal ini peneliti malakukan penelitian tindakan kelas dengan mengunakan metode pembelajaran
Team Game Tournament (TGT) pada siklus I dan siklus II. 2. Siklus I
Proses pembelajaran yang terlaksana pada siklus I, peneliti menerapakan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) agar dapat meningkatkan
hasil belajar siswa. Dalam penelitian siklus I ini mencakup 4 tahapan yakni tahap perencanaan, tahap observasi atau pengamatan dan tahap refleksi.
Pada siklus I ini mengalami peningkatan hasil belajar dibanding pada hasil belajar pre test. Hal ini dapat terjadi karna pengunaan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT). Dengan hasil belajar siswa dengan nilai keseluruhan mencapai 1890 dengan nilai rata-rata 70. Hal ini, terjadi peningkatan hasil belajar sesudah mengunakan metode pembalajaran dibandingkan sebelum pengunaan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) pra siklus yaitu dari 1780. Adapun ketuntasan siswa mencapai 74% atau 20 siswa tuntas, tapi masih ada 26% atau 7 siswa yang hasil belajarnya dibawah KKM dari jumlah 27 siswa dikelas VIII
B MTs Nurul Qur‟an Tegalwero Kec. Pucakwangi. Adapun rekapitulasi nilai
sebagai berikut:
Table 4.10
Rekapitulasi Ketuntasan Siklus I No Skor Nilai Jumlah Siswa
1 50 0 2 55 1 3 60 3 4 65 4 5 70 11 6 75 5 7 80 1 8 85 2
9 90 0
10 95 0
Jumlah 27
3. Siklus II
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus II peneliti menutupi kekurangan maupun kendala yang terjadi selama proses pembelajaran siklus I. proses pembelajaran siklus II masih sama dengan siklus I dengan mengunakan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) dengan materi puasa. Data yang diperoleh pada pembelajaran siklus II dapat dilihat adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar sebesar 26% dari siklus I. hasil belajar siswa kelas VIII B pada siklus II yaitu 100% (27 siswa) tuntas. Dengan persentase hasil siswa yang diperoleh siswa pada siklus II telah memenuhi target mencapai nilai kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan di MTs Nurul Qur‟an Tegalwero Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati dan juga sudah mencapai target secara klasikal sebesar 85%. Adapun rekapitulasi nilai sebagai berikut:
Table 4.11
Rekapitulasi Ketuntasan Siklus II No Skor Nilai Jumlah Siswa
1 50 0
2 55 0
3 60 0
5 70 3 6 75 3 7 80 11 8 85 3 9 90 7 10 95 0 Jumlah 27
BAB V
PENUTUP
A. KesimpulanPada hasil penelitian tindakan kelas (PTK) di MTs Nurul Qur‟an Tegalwero
Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran Team Game Tournament (TGT) pada mata pelajaran Fiqih materi Puasa
dapat meningkatkan hasil belajar siswa di Kelas VIII B MTs Nurul Qur‟an Tegalwero
Kec. Pucakwangi Kab. Pati Tahun Pelajaran 2007/2018. Hal ini, dapat dibuktikan dengan hasil belajar siswa di tiap siklus mengalami peningkatan hasil belajar. Mulai dari pra siklus sampai ke siklus II mengalami peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar.
Hal ini dapat dilihat dengan adanya pecapaian persentase hasil belajar Mata Pelajaran fiqih secara klasikal sudah melampui batas ketuntasan yang terbukti pada siklus II. Dengan rincian: pada pra siklus siswa yang tuntas hasil belajar sebanyak 12 siswa dari 27 siswa dengan persentase ketuntasan sebanyak 44%, kemudian siklus I siswa yang tuntas hasil belajar sebanyak 20 siswa dari 27 siswa dikelas VIII B dengan persentase ketuntasan sebanyak 74% dan siklus II siswa yang tuntas hasil belajar sebanyak 27 siswa dikelas VIII B dengan persentase ketuntasan hasil belajar sudah melampui batas pencapaian secara klasikal yaitu 100%.
B. Saran
Sebagaimana Madrasah yang berada di dalam lingkungan masyarakat tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan baik dalam fasilitas, system pendidikan, model pembelajaran, sarana prasarana maupun upaya untuk mencapai tujuan dari Madrasah. Didalam sebuah pendidikan tentunya terdapat permasalahan terkait dengan pembelajaran maupun pendidikan. Terkait hal tersebut tentunya peneliti memiliki saran
untuk memajukan pembelajaran pendidikan yang ada di Madrasah tersebut, adapun saran dari peneliti yaitu:
1. Bagi guru
a. Guru diharapkan memiliki beberapa metode pembelajaran untuk menyampaikan materi yang mudah dimengerti siswa.
b. Guru mampu menguasai metode pembelajaran dan mampu menepatkan metode pembelajaran yang tepat pada penyampaian materi.
c. Kemampuan dalam menguasai kelas perlu adanya peningkatan agar siswa dapat dengan mudah memahami dan mengerti materi yang disampaikan guru.
d. Perlunya memberikan kesempatan pada siswa untuk mengembangkan kemampuanya dikelas dengan bimbingan guru.
e. Guru hendaknya menerapkan kembali metode Team Game Tournament (TGT) pada materi yang lain khususnya mata pelajaran fiqih karena terbukti dengan penerapan metode ini pembelajaran lebih optimal dan menyenangkan.
2. Bagi Siswa
a. Siswa diharapkan mampu lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran berlangsung. b. Siswa dapat mengasah kemampuanya dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.
Sehingga dapat memperoleh hasil belajar yang baik.
c. Siswa diharapkan bersemangat dalam berkompetisi atau pelajaran berlangsung. d. Siswa diharuskan percaya diri dengan kemampuannya sendiri untu bertanya
maupun berinteraksi. 3. Bagi Madrasah
a. Seyogyanya Madrasah mengadakan pembinaan tentang peningkatan kreativitas guru dalam mengajar, sehingga proses kegiatan belajar mengajar bervariasi tidak monoton
b. Perlunya ada simulasi pada guru untuk penerapan metode pembelajaran didalam kelas.
DAFTAR PUSTAKA
Afifudin, dan Beni Ahmad Saebeni. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.
Arikunto, Suharsimi. 1990. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi, dkk. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
Arifin. 2009. Puasa Ramadhan Bagi Orang Sibuk. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Djazuli, A. 2010. Ilmu Fiqih: Penggalian, Perkembangan, dan Penerapan Hukum Islam. Jakarta: Prenada Media
Edi Purwanto & siti safuroh. 2007. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
Hamdani, 2011. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia
Isjoni, 2009. Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Johnson, W. David dkk. 2004. COLABORATIVE LEARNING. Terjemahan oleh Narulita Yusron. 2010. Bandung: Nusa Media
Lie, Anita. 2002. COOPERATIVE LEARNING mempratikkan Cooperative Learning Di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo
Poerwadarminto, WJS. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Slavin, Robert E. 2005. Cooperative Learning : theory, research and practice. Terjemahan oleh NarulitaYusron. 2008. Bandung: Nusa Media.
Sudjana, Nana. 2004. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Suprayekti. Tanpa tahun. Interaksi Belajar mengajar.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.