• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Karakteristik Responden dan hasil observasi

Data dalam penelitian ini bersumber dari hasil wawancara terhadap 13 orang dan hasil observasi penulis dilapangan. informan tersebut dipilih secara subjektif proporsional sesuai dengan keterlibatan terhadap analisis interpersonal guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMPN 2 Bisappu Kabupaten Bantaeng. berikut daftar tabel responden dan hasil observasi:

Tabel 1. Menunjukkan Karakteristik Responden

NO RESPONDEN UMUR JENIS KELAMIN KET

1 SC 13 P SISWA

2 RS 12 P SISWA

3 AS 13 L SISWA

4 RD 12 L SISWA

5 MF 13 L SISWA

6 SL 13 P SISWA

7 BM 13 L SISWA

8 ND 12 P SISWA

9 MT 13 P SISWA

10 AF 13 L SISWA

11 MDN 59 P GURU

12 JL 50 P GURU

13 BK L KASEK

2. Interpersonal skills guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu

Interpersonal skills guru atau yang biasa disebut soft skills guru merupakan keterampilan yang dimiliki atau didapatkan dari lingkungan sekitar tentang cara bersikap terhadap sesuatu dengan melalui proses yang panjang atau bisa didapatkan melalui proses belajar.

Selanjutnya untuk bisa menganalisa Interpersonal Skills Guru dalam Proses Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 2 Bissappu Kabupaten Bantaeng”

Semua data hasil penelitian ini diuraikan berdasarkan fokus keterampilan yang dimiliki oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran.

a. Keterampilan Bertanya

Dalam proses pembelajaran setelah guru menyampaikan materi, untuk memastikan siswa dapat menangkap pelajaran yang di berikan biasanya guru akan memberikan pertanyaan kepada siswa terkait materi yang telah disampaikan.

Seperti yang disampaikan oleh MDN Guru PPKn terkait wawancara tentang Interpersonal Skills Guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu sebagai berikut;

“Saya mengajar PPKn biasanya saya memberikan pertanyaan anak didik untuk mengetahui sebaik-baiknya bagaimana di apakah dia memahami apa yang

33

saya berikan atau tidak itu dengan adanya bertanya yang dapat saya nilai”

Hal senada juga disampaiakan oleh JL yang juga seorang guru PPKn sebagai berikut;

“Setiap mengajar itu pasti memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana siswa merespon apa yang diajarkan oleh seorang guru dan tentu cara bertanyanya juga secara hangat dan situasinya juga supaya anak-anak tertarik menjawab pertanyaan”

Hal ini juga dibenarkan oleh RD sebagai siswa yang mengungkapkan;

“iya, setelah guru menyampaikan pelajaran biasanya kita dikasih pertanyaan”

Hal senada juga ikut disampaikan oleh SL yang juga merupakan siswa yang turut menyampaikan;

“guru biasanya nakasiki pertanyaan kalau sementara belajar biasa juga ditunjuk menjawab bergantian”

Selanjutnya MDN kembali menambahkan;

“Menurut MDN kalau saya punya cara memberikan soal-soal supaya dia bisa dan saya suruh berpikir kadang juga secara individu kadang kelompok dan saya suruh presentasikan di atas supaya semua dapat melihat temannya bagus dan dia juga termotivasi dan dia bisa lebih bangkit dengan adanya contoh yang dikemukakan temannya saya rasa kita sebagai guru kita percaya siswa tapi kalau kadang diberi tugas tapi dia tidak laksanakan itu saya katakan saya tidak percaya lagi kalau kau tidak kerjakan dengan baik ini maka saya akan kurangi nilai mu karena anak yang jujur dapat mengerjakan apa yang kita

berikan dengan tepat waktu itu yang saya berikan supaya lebih percaya diri”

Berdasarkan hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa selain menyampaikan materi pelajaran guru juga memberikan pertanyaan kepada siswa dengan cara ditunjuk secara bergantian agar guru bisa menilai apakah materi yang disampaikan sudah dipahami oleh semua siswa.

Sedangkan hasil observasi dilapangan penulis menemukan bahwa dalam proses pembelajaran setelah guru menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa guru akan memberikan pertanyaan kepada siswa secara antusias terkait materi yang telah disampaikan biasanya guru akan mempersilahkan kepada siswa yang ingin menjawab terlebih dahulu sementara ketika tidak ada siswa yang mengajukan diri guru berinisiatif membuat Quis juga sekaligus memberikan penilaian kepada siswa dan sangat jarang penulis menemukan guru menunjuk siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan.

35

Gambar 1.1 Saat MDN memberikan sesi pertanyaan kepada siswa (Sriwahyuni, juni 2020)

Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan bertanya yang dimiliki guru di SMP Negeri 2 Bissappu dalam proses pembelajaran sudah cukup mumpuni hal ini penulis dapat menilai dari hasil wawancara dengan beberapa guru yang kemudian dibenarkan juga oleh beberapa siswa serta hasil pengamatan langsung penulis.

b. Keterampilan menjelaskan

Dalam menyampaikan materi pembelajaranseorang guru dituntut untuk memberikan materi pembelajaran kepada siswa serta penjelasan yang memadai agar siswa dapat menangkap apa yang disampaikan oleh guru dengan baik, karena hal tersebut juga merupakan suatu tantangan terhadap semua guru.

Seperti yang di ungkapkan oleh MDN Guru PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu sebagai berikut;

“Menurut MDN; kita sebagai guru bagaimana cara memberikan penjelasan yang lebih bisa dipahami anak didik supaya anak didik bisa memahami apa yang kita kemukakan di materi itu”

Senada dengan apa yang disampaikan diatas Jl juga menyampaikan;

“pada saat menjelaskan materi saya akan berusaha dengan segala cara atau metode untuk menarik perhatian siswa karena kan sebelum menjelaskan siswa diberi dahulu persepsi supaya siswa fokus atau tertarik pada apa yang disampaikan guru”

Berdasarkan hasil wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa Interpersonal Skills guru yang memadai memang sangat diperlukan oleh karena itu seorang guru harus dianggap cakap dalam menyampaikan materi sehingga pemberian dan penjelasan dari materi yang dibawakan bisa dipahami oleh siswa.

Hal ini juga di benarkan oleh SC salah seorang Siswi di SMP Negeri 2 Bissappu yang mengatakan;

“iya, penjelasan dari guru mudah dimengerti biasa dikasih contoh juga”

Sedangkan AS yang juga seorang Siswa di SMP Negeri 2 Bissappu menyampaikan hal yang berbeda;

“kadang-kadangji bisa dimengerti kalau ceramah terus atau disuruh mencatat biasa dilupaji”

Dari hasil wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran untuk menghadapi siswa yang mempunyai karakter yang beragam merupakan tantangan setiap guru oleh karena itu seorang guru harusnya memberikan penjelasan yang memadai kepada siswa dan memperbanyak interaksi sehingga semua siswa dapat memahami penjelasan yang diberikan.

Selain dituntut untuk menyampaikan materi dan penjelasan yang memadai kepada siswa materi yang disiapkan juga harus sesuai dengan

37

standar kompetensi yang ada sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Terkait dengan hal itu BK sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bissappu menyampaikan;

“Semua Guru memang dituntut untuk menyampaikan materi yang sesuai standar kompetensi oleh karena itu semua guru diharuskan untuk menyusun modul pembelajaran terlebih dahulu agar tujuan pembelajaran juga dapat dicapai”

Senada dengan hal tersebut JL yang juga seorang Guru PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu turut menyampaikan;

“iya tentu harus sesuai dengan materi yang dijelaskan harus sesuai dengan standar dan kompetensi dasar karena itulah yang menjadi penuntun menjadi petunjuk bagi seorang guru untuk menjelaskan materi jadi harus sesuai dengan standar kompetensi”

Dari hasil wawancara di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa materi yang disiapkan dan disampaikan oleh guru kepada siswa memang sudah sesuai dengan kompetensi dasar yang ada hal ini juga dibuktikan dengan adanya modul-modul pembelajaran yang disiapkan sebelum memulai proses pembelajaran.

Berdasarkan hasil observasi dilapangan penulis dapat mengemukakan bahwa Guru PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu mempunyai keterampilan menjelaskan yang memadai hal ini dapat penulis nilai dari respon siswa terhadap penjelasan yang diberikan oleh guru selain itu guru juga menyampaikan materi yang sudah sesuai

dengan standar kompetensi yang ada serta relevan dengan tujuan pembelajaran yang ada.

Saud(2009;59) Keterampilan menjelaskan adalah keterampilan menyajikan informasi secara lisan yang diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antar satu bagian dengan bagian lainnya.

c. Keterampilan Mendengarkan

Selanjutnya yang tidak kalah penting untuk menunjang proses pembelajaran adalah guru harus jeli untuk memahami siswanya dengan karakter yang berbeda-beda oleh karena itu guru juga dituntut untuk menjadi pendengar yang baik untuk siswanya.

Terkait hal tersebut diatas MDN menyampaikan;

“kita harus mendengarkan peserta didik dengan penuh konsentrasi dan apabila ada kesalahan atau kejanggalan yang dia kemukakan bisa kita berikan arahan supaya dia lebih memahami apa yang kita berikan kepadanya”

Dari hasil wawancara di ataspenulis dapat menarik kesimpulan bahwa seorang guru dapat memahami apa yang dibutuhkan oleh para siswa lewat interaksi secara langsung karena tanpa interaksi guru tidak akan tahu sejauh mana siswa mengikuti pelajaran yang disampaikan oleh karena itu itu guru dituntut untuk menjadi pendengar yang baik untuk siswanya.

39

Berasarkan hasil observasi dilapangan penulis dapat mengemukakan bahwa interaksi guru dengan siswa memang sangat penting mengingat bahwa selain memberikan materi seorang guru juga harus menjadi pendengar yang baik hal ini penulis dapat melihat respon guru terhadap murid yang mengemukakan pendapatnya selain itu guru juga akhirnya meluruskan kembali materi yang diberikan disertai dengan contoh.

Slamet (2009;2) Menyimak (listening) dikatakan sebagai kegiatan berbahasa reseptif dala suatu kegiatan bercakap-cakap (talking) dengan medium dengar maupun medium pandang, menyimak berarti memperhatikan bail-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang.

3. Faktor yang mempengaruhi pengembangan Interpersonal Skills Guru dalam proses pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bissappu Kabupaten Bantaeng.

Ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi perkembangan Interpersonal Skills guru dalam Proses pembelajaran;

a. Faktor Situasional

Faktor situasional dalam hal ini sikap atau tindakan yang diputuskan oleh guru dalam menghadapi permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran yang dihadapi.

Dalam hal ini fokus siswa dalam proses pembelajaran bisa menjadi rujukan seperti yang di sampaikan oleh MDN;

“itu barangkali dari bagaimana cara kita sebagai guru mengambil hati dari siswa supaya dia bisa fokus dan memberikan arahan-arahan saya rasa itu arahan arahan yang paling penting dikemukakan tentang kebaikan-kebaikan bagaimana siswa dapat berhasil dengan baik”

Hal senada juga disampaikan oleh JL;

“untuk menarik perhatian dari siswasupaya fokus dalam pelajaran bisa dalam bentuk menyanyi lagu nasional bisa dalam bentuk yel-yel bisa dalam bentuk tayangan-tayangan dan masih banyak cara agar siswa bisa fokus dalam pelajaran”

Dari hasil wawancara diatas ditambah hasil observasi lapangan penulis dapat melihat bahwa tantangan terbesar bagi guru memang adalah fokus dari siswa jadi seorang guru harus punya inovasi kreatif sendiri agar siswa bisa belajar dengan fokus dan nyaman seperti halnya yang penulis lihat di SMP Negeri 2 Bissappu ini kadang guru membuat suasana kelas jadi meriah sebelum pelajaran dimulai salah satunya dengan yel-yel dan Quis diakhir jam tatap muka sehingga anak-anak selalu fokus dalam belajar.

b. Faktor Personal

Faktor personal guru itu sendiri biasanya dipengaruhi oleh lingkungan, motivasi mengajar, pengalaman yang mumpuni serta kepribadian masing-masing guru itu sendiri, dalam hal ini bagaimana pendekatan yang dilakukan guru kepada siswanya.

Terkait hal tersebut diatas untuk melakukan pendekatan personal kepada siswa MDN menyampaikan;

“Menurut MDN Saya dengan pendekatan yang lebih santai tapi bersahabat kadang saya berikan dengan betul-betul kita tidak terlalu menekan dan kita berikan kebebasan dalam menghadapi segala sesuatu di dalam kelas”

Sedangkan JL mengemukakan;

“kalau pendekatan saya biasanya saya memanggil siswa yang bersangkutan kalau ada masalahnya secara face to face jadi bukan disaat belajar kadang sebelum belajar atau setelah belajar kemudian saya menanyakan masalahnya

41

kemudian bagaimana mengatasinya supaya siswa dapat kembali fokus belajar jadi saya lakukan itu sebelum atau sesudah belajar bukan pada saat pembelajaran berlangsung”

Dari hasil wawancara diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa salah satu hal yang ikut menghambat perkembangan Interpersonal guru dalam proses pembelajaran adalah faktor personal guru itu sendiri tentang bagaimana cara memberikan pendekatan kepada siswanya.

Berdasarkan hasil observasi dilapangan penulis dapat melihat bahwa pendekatan-pendekatan yang diberikan oleh guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk dari interpersonal skills guru oleh karena dari pendekatan-pendekatan yang demikian guru bisa memahami masalah yang dihadapi oleh murid sehingga mudah diarahkan.

c. Faktor Hubungan Interpersonal

Selanjutnya selain faktor personal guru itu sendiri hubungan interpersonal guru dan murid juga ikut mempengaruhi perkembangan interpersonal skills guru seperti yang disampaikan MDN terkait wawancara tingkat kepercayaan guru terhadap siswa sebagai berikut;

“saya rasa kita sebagai guru kita percaya siswa tapi kalau kadang diberi tugas tapi dia tidak laksanakan itu saya katakan saya tidak percaya lagi kalau kau tidak kerjakan dengan baik ini maka saya akan kurangi nilai mu karena anak yang jujurdapat mengerjakan apa yang kita berikan dengan tepat waktu itu yang saya berikan supaya lebih percaya diri”

JL juga menyampaikan;

“sebagai seorang guru PPKn tentu saya percaya kepada siswa baik itu cara belajarnya, sikapnya, prilakunya karena materi PPKn itu dasarnya tentang bagaimana merubah prilaku siswa dari yang kurang baik menjadi baik jadi sebagai guru saya memotivasi siswa bagaimana prilaku mereka supaya lebih baik termasuk bagaimana mereka bersikap santun kepada guru menghargai sesama teman bahkan berusaha senantiasa berprilaku jujur dalam kehidupan sehari-hari sehingga dia bisa laksanakan itu bukan hanya di sekolah dia pasti praktekkan di rumah dan di masyarakat”

Dari hasil wawancara diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa tingkat kepercayaan guru terhadap siswa itu dipengaruhi oleh sifat dan sikap yang ditujunjukkan oleh siswa itu sendiri tapi pengaruh guru sangat penting dalam hal ini karena seorang guru bukan hanya memberikan pelajaran kepada siswa tetapi juga harus memberikan motivasi kepada mereka sehingga peran guru bukan sekedar memberikan mereka pelajaran tapi sekaligus jadi orang tua siswa disekolah.

Berdasarkan hasil observasi dilapangan hubungan yang dibangun oleh guru kepada siswa adalah hubungan kepercayaan tentang bagaimana guru membentuk pribadi siswa melalui serangkaian materi yang disertai motivasi kepada siswa sehingga siswa bisa fokus untuk mengikuti proses pembelajaran.

Dokumen terkait