• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil penelitian

Pada bab ini akan diuraikan penyajian hasil temuan penelitian yang telah dilakukan dilapangan oleh peneliti mengenai Pembuatan Patung Tau-Tau di Kecamatan Sangngalla Kabupaten Tana Toraja.

Dalam penyajian ini tidak menggunakan data kuantiitatif melainkan menggunakan kualitatif. Data yang telah diolah dan dianalisa disajikan dalam bentuk deskriptif yaitu penggambaran data secara apa adanya berdasarkan kenyataan yang ada di Lapangan, sesuai indikator dan variable penelitan.

Berdasarkan rincian masalah yang telah diajukan peneliti meliputi:

Apa yang melatarbelakangi pembuatan patung Tau-Tau di Kecamatan Sangangalla Kabupaten Tana Toraja, Bagaimana proses Pembuatan Patung Tau-Tau, alat dan bahan apa yang digunakan dalam Pembuatan Patung Tau-Tau.

1. Deskripsi latar belakang pembuatan patung Tau-Tau di Kecamatan Sangngalla Kabupaten Tana Toraja

Latar belakang pembuatan patung Tau-Tau dalam (Lukas Anton Muklis, 1987:23) mengatakan bahwa tokoh masyarakat atau penguasa adat yang panggilannya puang atau Ambe’ (ma’dika) yang meninggal dan diawali dengan diupacarakan dan mengorbankan berpuluh-puluh ekor kerbau, babi dan ayam.

makin banyak pengorbanannya maka makin tinggi kedudukannya dialam arwah begitu juga dengan bangsawan-bangsawan yang telah meninggal juga

25

diupacarakan besar-besaran sesuai aturan adat istiadat orang Toraja dan mengangap bahwa jasa-jasa para bangsawan harus dikenang sepanjang masa dengan cara pembuatan patung dari bangsawan yang telah meninggal dunia sebagai persembahan terakhir dari keluarga karena mayat orang toraja yang sudah diupacarakan teristimewa dipenguasa adat dan bangsawan yang bertugas mengawasi dan menjaga tingkahlaku turunannya semasa hidupnya, oleh sebab itu orang Toraja membuatkan patung sebagai personifikasi orang yang dipatungkan.

dan patung-patung tersebut dibuat sesuai karakterorang yang meninggal dunia selama hidupnya terutama dari segi pisik.

ada beberapa pendapat menurut tokoh masyarakat mengenai latar belakang pembuatan patung Tau-Tau, dan di antaranya semuanya memiliki pendapat yang berbeda-beda, mereka adalah:

1. Simon Patu’ Ma’ Guling adalah seorang seniman patung yang berusia 64 tahun yang tinggal di Desa Lembang Buntu La’boh Kecamatan Sangalangi Toraja Utara beliau menjelaskan tentang latar belakang dibuatnya Tau-Tau serta menceritakan penglamannya dalam membuat patung.

2. Siang Gassing Mala’do, beliau adalah seorang peternak babi yang berusia 58 tahun ini juga memiliki pendapat tersendiri.

3. Selang Surya adalah seorang tokoh masyarakat desa sa’dan berumur 51 tahun dan beliau seorang Guru SDN 130 Kelurahan Tokesan Kecamatan Sangngalla juga memiliki pendapat mengenai pembuatan patung Tau-Tau yang ada di Toraja.

2. Deskripsi Alat dan bahan yang digunakan dalam Proses Pembuatan Patung Tau-Tau.

Alat dan bahan merupakan perlengkapan yang digunakan dalam proses pembuatan patung Tau-Tau, dan sangat penting karena dengan adanya alat dan bahan maka mempermudah pengrajin dalam melakukan proses pembuatan sehingga dapat berjalan dengan lancar. Disamping itu tiap-tiap jenis alat dan bahan yang digunakan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Jadi pengrajin perlu pemahaman terhadap pemakaian alat dan bahan yang digunakan, diharapkan memanfaatkan alat dan bahan sesuai fungsinya.

Alat dan bahan yang digunakan dalam membuat patung menurut (A. Kahar Wahid) berdasarkan pengalaman mengunjungi Toraja berpuluh-puluh kali dan melihat para pemahat patung Tau-Tau menunjukkan alat yang digunakan seperti pemotong seperti parang, kapak, gergaji, pahat lengkung, palu, kikir dan hasilnya berupa patung-patung yang bercorak Primitif dan dengan berkembangnya teknologibaru dan campur tangan orang-orang akademik maka dalam proses pembuatan patung penggunaan alat semakin lengkap dan dapat menggunakan peralatan mesin seperti gergaji mesin, amplas mesin dll. Hasilnya pun dari corak Primitif beralih ke corak Naturalis Realis.

Adapun peralatan yang digunakan dalam pembuatan patung Tau-Tau adalah palu, pahat, parang, mesin bor, kir, mesin amplas, gergaji mesin, amplas, kuas, pensil dan meteran. Sedangkan bahan yang digunakan adalah kayu nangka dan cat.

3. Deskripsi Proses Pembuatan Patung Tau-Tau di Kecamatan Sangngalla Kabupaten Tana Toraja

Pembuatan patung Tau-Tau menurut Prof. Dr. Tanarang Gina Sarungngallo mengatakan bahwa orang Toraja itu dulu sampai sekarang menganut kepercayaan yang disebut kepercayaan aluk to dolo atau kepercayaan yang dianut oleh nenek moyang secara turun temurun bahwa yang menciptakan alam semesta beserta isinya yaitu Puang Amma Toa yang bersemayam di utara, sedangkan yang memelihara pencipta Amma Toa disebut deata-deata yang letaknya di tengah sedangkan yang mengawasi ciptaan Amma Toa adalah roh-roh yang meninggal dan sudah diupacarakan disebut to Mambalipuang. Proses pembuatan patung dimulai dari upacra penebangan pohon dan biasanya pemotongan kerbau dan babi hingga pemotongan kayu harus diupacarakan lagi kemudian pengukuran bagian-bagian tubuh yang akan dibuat mulai dari kepala bersambung dengan badan dan alat tungkai tangan dan kaki disambung pada bagian badan sehingga patung Tau-Tau dalam posisi duduk atau berdiri terlihat utuh. Setiap tahap pembuatan tertentu misalnya pemasangan rambut dan pakaian selalu disertai dengan upacara adat serta pemotongan kerbau.

Proses Pembuatan Patung Tau-Tau di Kecamatan Sangngalla Kabupaten Tana Toraja merupakan rangkaian kegiatan dan kewajiban yang dilakukan oleh para pengarajin dan tokoh masyarakat Tana Toraja dalam mewujudkan idea atau gagasan melalui bahan yang telah disediakan sehingga menghasilkan suatu bentuk dan hasil dari patung Tau-Tau.

Adapun tahapan dalam proses pembuatan patung Tau-Tau yaitu sebagai berikut:

1. Tahap pertama sebelum pengrajin membuat patung yaitu keluarga dari orang yang meninggal dunia membuat acara adat disekitaran rumah orang yang meninggal atau di tempat yang disepakati oleh kluarganya.

Adapun acara adat yang biasa dilakukan yaitu pemotongan beberapa kerbau bagi keluarga yang mampu dan bagi keluarga yang kurang mampu minimal memotong babi dan ayam sesuai kemampuan.

2. Tahap kedua persiapan kayu yang akan dibuat patung yang tidak lain adalah kayu nangka, kemudian diukur sesuai dengan ukuran yang diinginkan.

3. Tahap ketiga memotong kayu dari 4 sisi dengan menggunakan gergaji mesin dan parang kemudian membuat pola bentuk manusia dan mengukur patung dengan menggunakan skala.

4. Tahap keempat membuat detailnya secara sedikit demi sedikit yang dimulai dengan bagian wajah terlebih dahulu hingga menjadi seperti orang yang akan dipatungkan dengan melihat langsung foto orang yang meninggal sebagai bahan referensi dan diukur kembali apakah sudah seimbang, Selanjutnya diampalas satu persatu.

5. Tahap kelima patung tersebut dilengkapi dengan diberi tangan dan kaki yang dibuat secara terpisah dan dipasangkan dengan cara dibor bagian lengannya dan untuk pemasangan kaki maka patung tersebut dinaikkan kekursinya agar mudah dipasangkan.

6. Tahap keenam difinishing dengan menggunakan cat.

Dokumen terkait