Katarak Pada Penderita
HASIL PENELITIAN
Penelitian ini berbentuk deskriptif yang dilakukan selama tahun 2012 yaitu jumlah pasien yang datang berobat ke Poliklinik Mata RSUP.H. Adam Malik Medan yang dicatat dari rekam medis pada periode Januari sampai dengan Desember 2012 yang berjumlah 8120 pasien. Dari jumlah tersebut dijumpai sampel penderita katarak sebanyak 505 orang pada katarak dengan diabetes melitus bilateral (dua mata) dan unilateral (satu mata) sebanyak 72 orang.
Tabel 4.1. jumlah penderita Katarak dengan Diabetes melitus berdasarkan umur
Umur Satu mata Dua mata Total
n % n % n % 8 – 20 0 0,00 0 0,00 0 0,00 21 – 30 0 0,00 0 0,00 0 0,00 31 – 40 0 0,00 0 0,00 0 0,00 41 – 50 3 4,20 5 6,90 8 11,10 51 – 60 3 4,20 21 29,10 24 33,30 61-70 0 0,00 25 34,70 25 34,70 > 70 0 0,00 15 20,80 15 20,80 Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00
Dari tabel 4.1. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus terbanyak dijumpai pada kelompok umur 61-70 tahun sebesar 25 orang (34,70 % ) , dimana hanya dijumpai katarak dengan diabetes melitus pada dua mata.
Tabel 4.2. Jumlah penderita Katarak dengan Diabetes Melitus berdasarkan mata yang terkena
Mata yang terkena n %
(lateralitas)
unilateral 6 8,33
bilateral 66 91,66
Jumlah 72 100,00
Dari tabel 4.2. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus lebih banyak mengenai 2 mata daripada 1 mata, yaitu sejumlah 66 orang ( 91,66 %).
Tabel 4.3. Jumlah penderita Katarak dengan Diabetes Melitus Berdasarkan Jenis Kelamin
Satu mata Dua mata Total
Jenis kelamin n % n % n %
Laki-laki 4 5,60 30 41,60 34 47,20 perempuan 2 2,80 36 50,00 36 52,80 Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00
Dari tabel 4.3. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus dijumpai perempuan lebih besar dari laki-laki. Pada perempuan lebih besar dua mata daripada satu mata yaitu sebanyak 36 orang ( 50,00 %), dan satu mata sebanyak 2 orang (2,80 %). Sedangkan pada laki-laki lebih besar dua mata daripada satu mata yaitu sebanyak 4 orang ( 5,60 %), dan dua mata sebanyak 30 orang (41,60 %).
Tabel 4.4. Jumlah penderita katarak dengan Diabetes Melitus berdasarkan suku.
Satu mata Dua mata Total
Suku n % n % n % Toba 0 00,00 21 29,20 21 29,20 Mandailing 0 0,00 6 8,30 6 8,30 Karo 0 0,00 8 11,10 8 11,10 Aceh 2 2,80 6 8,30 8 11,10 Chinese 0 0,00 3 4,20 3 4,20 Jawa 0 0,00 4 5,60 4 5,60 Padang 0 0,00 2 2,80 2 2,80 Melayu 0 0,00 10 13,90 10 13,90 Nias 3 4,20 1 1,40 4 5,60 Lain – lain 1 1,40 5 6,90 6 8,30 Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00
Dari tabel 4.4. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus yang terbanyak adalah toba ,yaitu sebesar 21 orang ( 29,20 % ) dan dijumpai pada kedua mata.
Tabel 4.5. Jumlah penderita katarak dengan Diabetes Melitus berdasarkan tingkat pendidikan.
Tingkat Satu mata Dua mata Total
Pendidikan n % n % n % Tidak Sekolah 0 0,00 3 4,20 3 4,20 SD 0 0,00 12 16,70 12 16,70 SMP 1 1,40 18 25,00 19 26,40 SMA 3 4,20 23 31,90 26 36,10 Akademi 0 0,00 5 6,90 5 6,90 Perguruan Tinggi 2 2,80 5 6,90 7 9,70 Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00
Dari tabel 4.5. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus terbanyak pada tingkat SMA sebesar 26 orang ( 36,10 % ), dimana pada dua mata lebih banyak yaitu 23 orang (31,90 %).
Tabel 4.6. Jumlah kebutaan akibat katarak berdasarkan pekerjaan. Satu mata Dua mata Total
Pekerjaan n % n % n % PNS 3 4,20 26 36,10 29 40,30 Wiraswasta 1 1,40 10 13,90 11 15,30 IRT 1 1,40 17 23,60 18 25,00 Petani 0 0,00 12 16,70 12 16,70 Nelayan 1 1,40 1 1,40 2 2,80 Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00
Dari tabel 4.6. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus berdasarkan pekerjaan terbanyak pada PNS sebesar 29 orang ( 40,30 %), lebih banyak pada dua mata sebanyak 26 orang ( 36,10%).
Tabel 4.7. Jumlah kebutaan akibat katarak berdasarkan Tajam penglihatan ( Visus ).
Tajam Satu mata Dua mata Total
Penglihatan n % n % n % 6/18-6/60 2 2,80 13 18,00 15 20,80 5/60-3/60 0 0,00 7 9,7 7 9,7 2/60-1/60 3 4,20 8 11,10 11 15,3 1/300-LP 1 1,40 38 52,80 39 54,2 NLP 0 0,00 0 0,00 0 0,00 Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00
Dari tabel 4.7. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus terbanyak dengan Tajam Penglihatan ( Visus )1/ 300-LP sebanyak 39 orang yaitu pada dua mata sebanyak 38 orang ( 52,80 % ) dan satu mata 1 orang (1,4 % ).
Tabel 4.8. Jumlah katarak dengan Diabetes melitus berdasarkan lamanya Menderita Diabetes Melitus.
Lamanya Satu mata Dua mata Total
DM n % n % n % 1-3 Thn 2 2,80 8 11,10 10 13,90 4-6 Thn 1 1,40 14 19,40 15 20,80 7-9 Thn 0 0,00 6 8,30 6 8,30 10-13 Thn 0 0,00 9 12,50 9 12,50 > 13 Thn 1 1,40 6 8,30 7 9,70 Tidak Diketahui 2 2,80 23 31,90 25 34,70 Jumlah 6 8,33 66 91,66 72 100,00
Dari tabel 4.8. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus terbanyak berdasarkan lamanya menderita diabetes melitus Tidak diketahui sebesar 25 orang ( 34,7 %)lebih besar pada dua mata sebanyak 23 orang ( 31,90 % )
Tabel 4.9. Estimasi Prevalensi katarak dengan Diabetes Melitus di RSUP.Haji Adam Malik Medan tahun 2012
RSUP.Haji Adam Malik Medan Estimasi CI (95 %)
(Batas Bawah;Batas Atas) Prevalensi Katarak dengan
Diabetes Melitus
0,88 % ( 0,69% ; 1,07% )
Dari jumlah sampel pasien 8120 didapatkan 72 orang adalah pasien katarak dengan diabetes melitus prevalensi didapatkan dengan rumus jumlah penderita / jumlah populasi dikali 100%, sehingga prevalensi katarak dengan diabetes melitus di RSUP.H. Adam Malik Medan adalah 0,88 %.
BAB V PEMBAHASAN
Dari tabel 4.1. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus terbanyak dijumpai pada kelompok umur 61-70 tahun sebesar 25 orang (34,70 % ) , dimana hanya dijumpai katarak dengan diabetes melitus pada dua mata yakni 25 orang. Distribusi umur ini sesuai dengan meningkatnya usia harapan hidup dari 55 – 65 tahun menyebabkan peningkatan kasus mata degeneratif seperti katarak dan pasien termuda penderita katarak dengan diabetes melitus yaitu usia 41-50 tahun sebesar 8 orang (11,1%)
Dari tabel 4.2. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus lebih banyak mengenai dua mata daripada 1 mata, yaitu sejumlah 66 orang ( 91,66 %), dan pada satu mata sebanyak 6 orang (8,33%). Hal ini sesuai dengan pemeriksaaan langsung di RSUP.H.Adam Malik Medan yang dilakukan peneliti kepada 20 orang pasien usia diatas 60 tahun dijumpai 19 orang menderita katarak pada kedua mata dan 1 orang pada satu mata.
Dari tabel 4.3. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus dijumpai perempuan lebih besar dari pada laki-laki yakni 38 orang (52,80%) . Pada perempuan lebih besar dua mata daripada satu mata yaitu sebanyak 36 orang ( 50,00 %), dan satu mata sebanyak 2 orang (2,80 %). Sedangkan pada laki-laki lebih besar dua mata daripada satu mata yaitu sebanyak 30 orang ( 41,60 %), dan satu mata sebanyak 4 orang (5,60 %).Hal ini sesuai dengan penelitian prof.Dr.dr.Sjamsu Budiyono Sp.M(k) tahun 2006 di RSU.Dr. Soetomo Surabaya dimana dijumpai wanita lebih besar daripada laki-laki yaitu sebesar 52,12 % dan laki-laki 47,88 %.
Dari tabel 4.4. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus yang terbanyak adalah toba ,yaitu sebesar 21 orang ( 29,20 % ) dan hanya dijumpai pada dua mata. Hal ini dimungkinkan bahwa suku Toba adalah pasien diabetes melitus dengan katarak yang lebih banyak berobat ke RSUP.Haji Adam Malik Medan yang dirujuk dari daerah.
Dari tabel 4.5. ini menunjukkan bahwa jumlah penderita katarak dengan diabetes melitus terbanyak pada tingkat SMA sebesar 26 orang ( 36,1 % ), dimana pada dua mata lebih banyak yaitu 23 orang (31,80 %). Hal ini dimungkinkan dikarenakan pasien yang berkunjung ke RSUP.H.Adam Malik lebih banyak pada tingkat pendidikan SMA, namun demikian tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan proses terjadinya katarak.
Dari tabel 4.6. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus berdasarkan pekerjaan terbanyak pada PNS sebesar 29 orang ( 40,30 %), lebih banyak pada dua mata sebanyak 26 orang ( 36,10%). Hal ini sesuai dengan penelitian-penelitian yang menunjukkan bahwa pekerjaan yang lebih sering mengalami stres dan duduk dalam waktu yang lama dan kurang berolah raga merupakan faktor resiko besar terkena diabetes melitus.
Dari tabel 4.7. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus terbanyak dengan Tajam Penglihatan ( Visus )1/ 300-LP sebanyak 39 orang yaitu pada dua mata sebanyak 38 orang ( 52,80 % ) dan satu mata 1 orang (1,40% ). Hal ini dikarenakan sebagian besar pasien yang berobat ke RSUP.H.Adam Malik adalah pasien yang berobat dari daerah dengan katarak matur.
Dari tabel 4.8. ini menunjukkan bahwa jumlah katarak dengan diabetes melitus terbanyak berdasarkan lamanya menderita diabetes melitus yaitu Tidak diketahui sebesar 25 orang ( 34,7 %) lebih besar pada dua mata sebanyak 23 orang (31,90%), sedangkan pada satu mata sebanyak 2 orang (2,80%). Hal ini dimungkinkan pasien sudah mengalami gejala diabetes melitus sangat lama tetapi tidak memeriksakan dirinya kedokter disebabkan banyak faktor antara lain: biaya berobat, tempat tinggal yang jauh dari fasilitas kesehatan, dan minimnya pengetahuan pasien tentang penyakit diabetes melitus dan lainnya.
Tabel 4.9. ini menunjukkan bahwa estimasi Prevalensi katarak dengan diabetes melitus di RSUP.H.Adam Malik Medan tahun 2012 adalah 0,88 %, dimana batas bawah 0,69% sedangkan batas atas yakni 1,07%. Data diperoleh dari jumlah sampel pasien 8120 didapatkan 72 orang adalah pasien katarak dengan diabetes melitus prevalensi didapatkan dengan rumus jumlah penderita / jumlah populasi dikali 100%.
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN