PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
1. Kondisi Awal Kemampuan Anak Memahami Konsep Bilangan Kelompok B TK Islam Al-Azhar 45 Depok Tahun Pelajaran 2013-2014
Kemampuan memahami konsep bilangan merupakan bagian dari aspek pengembangan kognitif di Taman Kanak-kanak pada bidang matematika. Berdasarkan hasil evaluasi bersama rekan sekerja di TK Islam Al-Azhar 45 Depok, ditemukan beberapa indikator kurangnya pencapaian pembelajaran dalam kemampuan anak memahami konsep bilangan khususnya di Kelompok B. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pembelajaran selama 3 term berlangsung. Melalui hasil penilaian dan observasi yang telah dilakukan, beberapa anak di kelompok B TK Islam Al-Azhar 45 Depok mengalami kendala atau kesulitan untuk memahami beberapa indikator pencapaian yang sudah ada dalam standar KP2M.
Hasil dari pencapaian yang kurang memuaskan tersebut, memicu peneliti untuk menciptakan inovasi baru mengenai media pembelajaran khususnya bidang pengembangan kognitif dalam memahami konsep bilangan pada anak. Pada awalnya kegiatan belajar mengajar di TK Islam Al-Azhar 45 Depok dalam pengembangan konsep kognitif lebih sering diberikan melalui worksheet atau penugasan berupa lembar kerja anak, adapun stimulasi yang diberikan melalui media nyata masih sangatlah terbatas. Masih kurangnya kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan ditunjukkan melalui kemampuan anak langsung, anak kelompok B TK Islam
19 Al-Azhar 45 masih kesulitan untuk mengenali beberapa lambang bilangan, beserta jumlahnya. Pada beberapa siswa, anak hanya mampu membilang angka tanpa mengetahui makna atau nilai dari angka tersebut. Kebutuhan anak untuk mampu memahami konsep bilangan sangatlah penting, terutama pada semester akhir di Taman kanak-kanak. Tujuannya tidak lain adalah untuk mempersiapkan diri anak agar lebih mantap ketika melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya. Berikut merupakan data berdasarkan hasil observasi terhadap kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan di kelompok B TK Islam Al-Azhar 45 Depok, dengan berdasarkan standar pencapaian Kurikulum Pengembangan Pribadi Muslim (KP2M) TK Islam.
Diagram 1. Pra Siklus
Diagram pra siklus di atas menunjukan bahwa kemampuan anak kelompok B di TK Islam Al-Azhar 45 Depok masih termasuk dalam kategori sedang dan membutuhkan stimulus lebih agar anak-anak mampu lebih baik dalam memahami konsep bilangan sebagai tahap perkembangan kognitif yang harus dicapainya.
2. Kemapuan anak dalam mehami konsep bilangan melalui penerapan media Rangkasbitung di TK Islam Al-Azhar 45 Depok
2.1 Pembahasan dan Analisis Siklus 1
Berdasarkan hasil observasi awal (pra siklus), maka dibuatlah skenario pembelajaran yang akan diterapkan dalam siklus 1 penelitian tindakan kelas mengenai penggunaan media Rangkasbitung untuk meningkatkan kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan di taman kanak-kanak.
Siklus 1 ini terdiri dari dua tindakan, setiap tindakan anak dilakukan dengan pemberian kesempatan anak untuk memiliki pengalaman langsung memainkan media Rangkasbitung (barang bekas media berhitung). Media Rangkasbitung yang
0%
20%
40%
60%
80%
TinggiSedangRendah
Skor Pra…
20 disediakan lebih dari satu alat permainan edukatif, sehingga anak-anak antusias dalam mengikuti kegiatan.
Pada siklus 1 ini terlihat anak-anak kelompok B TK Islam Al-Azhar 45 Depok masih belum menunjukan penguasaan dan pemahaman pada konsep bilangan dengan sangat baik, jika dikategorikan masih dalam kategori sedang. Contohnya pada saat bermain konsep angka dengan papan tutup botol, masih terlihat ada yang kebingungan dan membutuhkan bantuan dari teman maupun dari guru. Selain itu, masih terlihat anak yang belum mampu menebak keseluruhan jumlah benda yang terlihat, sehingga masih perlu di hitung satu per satu sebelum dicocokan dengan kartu lambang bilangan yang ditanyakan. Berikut diagram hasil perbandingan kemampuan memahami konsep bilangan anak di kelompok B TK Islam Al-Azhar 45 Depok.
Diagram 2. Siklus 1
Hasil dari siklus 1 diatas menjadi tolak ukur diperlukan atau tidak diperlukannya siklus 2 untuk dilakukan. Dikarenakan hasil yang terlihat masih belum sesuai dengan harapan, maka perlu dilakukan kembali tindakan untuk menstimulasi kemampuan anak dalam memahami dengan penggunaan media Rangkasbitung di kelompok B TK Islam Al-Azhar 45 Depok.
2.2 Pembahasan dan Analisis Siklus 2
Penjabaran hasil dari siklus sebelumnya menunjukan bahwa penggunaan media Rangkasbitung memberikan efek positif dalam meningkatkan kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan. Pada siklus 2 ini, treatment dilakukan dengan media Rangkasbitung yang sama, dan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, media Rangkasbitung ini bervariasi dan bermacam-macam bentuknya, sehingga anak banyak pilihan dan antusias dalam memainkannya. Setelah dilakukan treatment, dilakukan observasi untuk melihat sejauh mana perkembangan kemampuan anak dalam
0%
10%
20%
30%
40%
50%
60%
70%
TinggiSedangRendah
Skor…
21 memahami konsep bilangan. Berikut diagram hasil observasi kemampuan anak pada siklus 2.
Diagram 3. Siklus 2
Diagram siklus 2 diatas menunjukan peningkatan yang signifikan dari kemampuan anak kelompok B di TK Islam Al-Azhar 45 Depok dalam memahami konsep bilangan. Setiap anak mampu mencapai skor tinggi yang artinya sudah muncul lebih besar sama dengan 8 indikator, sehingga dapat dikatakan anak-anak kelompok B di TK Islam Al-Azhar tahun ajaran 2013/2014 sudah mampu memahami konsep bilangan dengan sangat baik.
3. Analisis Peningkatan kemampuan memahami konsep bilangan pada anak Tk Islam Al-Azhar 45 Depok
Peningkatan yang ditunjukkan oleh murid TK Islam Al-Azhar 45 Kota Depok tahun ajaran 2013/2014 secara keseluruhan menunjukan peningkatan yang signifikan.
Diagram 4 menunjukkan bahwa hasil penggunaan media Rangkasbitung ini mencapai angka yang termasuk dalam kategori tinggi. Nilai rata-rata setelah dipergunakannya media Rangkasbitung meningkat menjadi 100% yang pada awalnya 10% sebelum diberikan treatment media Rangkasbitung. Berikut diagram perbandingan datanya.
0%
20%
40%
60%
80%
100%
Tinggi SedangRendah
Skor…
0%
50%
100%
Pra SiklusSiklus 1Siklus 2
Tinggi Sedang Rendah
22 Diagram 4. Perbandingan skor kemampuan memahami konsep bilangan anak dari pra
siklus, siklus 1, dan siklus 2
Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa penggunaan media Rangkasbitung dapat meningkatkan kemampuan memahami konsep bilangan pada anak usia taman kanak-kanak dengan cukup signifikan. Melalui penggunaan media Rangkasbitung kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan menjadi lebih baik, dan pembelajaran dengan media ini mempermudah anak untuk memahami konsep bilangan sesuai dengan lambang bilangannya, seperti aktifitas anak dalam berbagi kue, menghitung penjumlahan atau operasi matematika sederhana. Semua aktivitas yang diungkap tersebut merupakan bagian dari kehidupan dan keseharian anak yang sangat sering dijumpai pada kehidupannya. Faktor penggunaan media Rangkasbitung yang memiliki tujuh prinsip dasar ternyata mampu memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak, pendekatan pembelajaran yang menyenangkan serta proses-proses seperti konstruktivisme, inkuiri, bertanya, masyarakat belajar, hingga berdiskusi dilakukan oleh anak. Sehingga informasi yang ingin disampaikan oleh guru menjadi lebih mudah diterima oleh anak, karena informasi tersebut bukan dari hal yang bersifat memaksa dengan cara melihat dan mendengarkan saja, tetapi anak secara langsung mengalaminya dan menemukan informasi yang ingin diketahui dengan sendirinya. Dalam menerapkan penggunaan media Rangkasbitung guru memiliki peran penting, karena guru dalam proses ini merupakan manajer yang berperan menciptakan iklim belajar kondusif, dan sebagai konselor yang senantiasa memberi bimbingan, motivator, fasilitator, serta mediator yang menjembatani agar anak menemukan keterkaitan selama proses belajar berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat terlihat bahwa kemampuan anak dalam memahami konsep bilangan melalui penggunaan media Rangkasbitung menunjukan peningkatan minat, hal tersebut ditunjukkan oleh peningkatan anak dalam memahami konsep bilangan serta perubahan cara belajar anak yang semula pasif menjadi aktif.
23 BAB IV