• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

2.2 Hasil Penelitian Relevan

2014). Buku siswa adalah buku panduan sekaligus buku aktivitas yang akan memudahkan para siswa terlibat aktif dalam pembelajaran (Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014). Berdasakan paparan di atas dapat di ketahui bahwa buku guru dan buku siswa adalah salah satu buku teks yang memiliki tujuan untuk mempermudah guru dan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Guru biasanya saat merencanakan kegiatan melihat dari buku paket yang digunakan secara bersama antara guru dan siswa. Sehingga tidak ada panduan khusus bagi guru untuk melihat referensi kegiatan atau media lain yang dapat digunakan. Melalui penelitian dan pengembangan ini diharapkan dapat membantu guru dalam menyiapkan pembelajaran yang lebih baik agar dapat membantu siswa dalam memahami materi-materi yang sulit.

2.2Hasil Penelitian Relevan

Mayasari (2014) meneliti peningkatan kreativitas dan prestasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Kebondalem Lor dengan menggunakan pendekatan PMRI. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa kelas IIIA SD Negeri 1 Kebondalem Lor. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam 1 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IIIA SD Negeri 1 Kebondalem Lor yang berjumlah 25 siswa. Objek penelitian adalah kreativitas dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan konteks, model, konstruksi siswa, interaktivitas, dan

25 keterkaitan pada pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar. Kreativitas ditunjukan oleh kemampuan mengemukakan ide, mengajukan ide yang tidak biasa, menghasilkan ide berdasarkan pemikirannya sendiri, serta menguraikan ide secara rinci, sedangkan prestasi belajar ditunjukan oleh rata-rata nilai dan jumlah siswa lulus KKM. Hasil observasi menunjukan adanya peningkatan rata-rata tiap indikator kreativitas yaitu indikator kelancaran dari 2,84 menjadi 4,64, indikator keluwesan dari 2,32 menjadi 3,67, indikator keaslian dari 1,52 menjadi 2,97, dan indikator keterperincian dari 2,08 menjadi 3,68. Rata-rata keseluruhan skor kreativitas siswa meningkat dari 8,76 menjadi 14,96. Rata-rata nilai siswa juga mengalami peningkatan dari 69,9 menjadi 81,36. Persentase jumlah siswa yang lulus KKM juga meningkat dari 76,5% menjadi 92%. Pendekatan PMRI terlihat dalam kegiatan pembelajaran yang ditunjukan ketika melakukan tanya jawab, demonstrasi, bekerja kelompok, dan presentasi. Guru diharapkan menggunakan pendekatan PMRI dalam pembelajaran matematika agar meningkatkan kreativitas dan prestasi belajar siswa.

Penelitian kedua dilakukan oleh Didit Yudianto (2016) yang berjudul peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik Indonesia (PMRI) pada mata pelajaran matematika untuk siswa kelas III SDN Plaosan 2 Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Pada tahap observasi terlihat bahwa presentasi jumlah siswa yang aktif adalah 30% kemudian hasil penelitian pada siklus pertama menunjukkan bahwa presentase keaktifan siswa meningkat

26 menjadi 77% pada siklus 1 dan pada siklus 2 sebesar 81,8%. Presentase lulus KKM pada kondisi awal adalah 47,3% meningkat pada siklus 1 menjadi 72,7% dan pada siklus 2 menjadi 86,36%. Oleh karena itu, penelitian menggunakan pendekatan PMRI dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas III SDN Plaosan 2 pada mata pelajaran Matematika semester ganjil tahun ajaran 2015/2016.

Kurbaita, dkk (2013) melakukan penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan buku ajar matematika tematik integratif dengan materi pengukuran benda. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas I SD IT Al-Furqon yang berjumlah 27 siswa. Metode yang digunakan adalah pengembangan atau Research and Development. Prototipe buku ajar yang dikembangkan memiliki efek potensial untuk menggali kemampuan siswa kelas I SD IT Al-Furqon Palembang. Dapat dilihat dari hasil uji coba, dari empat kali pertemuan yang dilakukan peneliti rata-rata nilai tes siswa adalah 81,1 dan berada dalam kategori baik. Ditunjukkan dari hasil tes 9 siswa yaitu (33,3%) termasuk dalam kategori sangat baik, 11 orang siswa (40,7%) termasuk dalam kategori baik, 4 orang siswa (14,8%) termasuk dalam kategori cukup dan 3 orang siswa (11,1%) termasuk dalam kategori kurang.

Penelitian kedua tentang pengembangan buku yaitu oleh Janitasari (2016) pengembangan buku ajar Math-Stories merupakan salah satu sarana guna membantu memahamkan siswa dalam pembelajaran matematika. Buku ajar ini dikhususkan untuk siswa kelas V SD/MI, mengenai materi bangun datar dan bangun ruang. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan memvalidasi

27 buku ajar Math-Stories materi bangun datar dan bangun ruang dengan objek siswa kelas V SDN Windurejo II Mojokerto. Jenis penelitian ini adalah Research and Development atau pengembangan dan penelitian yang mengacu pada model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif, dikembangkan oleh Borg and Gall. Hasil dari penelitian pengembangan buku ajar Math-Stories dalam mata pelajaran matematika kelas V memenuhi kriteria sangat valid dan hasil uji ahli materi mencapai tingkat kevalidan 95,7 % hasil uji ahli desain mencapai 96%, ahli mata pelajaran mencapai 90.9% dan uji coba lapangan mencapai 97,5%. Hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan buku hasilnya meningkat, dapat dilihat dari hasil rata-rata pretest yang hasilnya lebih rendah dibandingkan dengan hasil posttest yaitu rata-rata pretest 62,39 sedangkan posttest 84,78.

Penelitian relevan di atas memberikan gambaran bahwa PMRI dapat membantu meningkatkan kreativitas, keaktifan dan prestasi belajar siswa. Selain PMRI, buku ajar tentang matematika juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan mengenai pembelajaran matematika di wilayah Sleman Barat, maka peneliti akan melakukan penelitian yang berjudul Pengembangan Buku Guru dan Buku Siswa Matematika Kelas II Sekolah Dasar dengan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI).

28 Bagan 2.1 Literature Map dari Penelitian Relevan.

Didit Yudianto (2016)

Peningkatan keaktifan dan prestasi belajar menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistic Indonesia (PMRI) pada mata pelajaran matematika untuk siswa kelas III SDN Plaosan 2 Sleman, DI Yogyakarta

Mayasari (2014)

Peningkatan kreativitas dan prestasi belajar matematika siswa kelas III SD Negeri 1 Kebondalem Lor dengan menggunakan pendekatan PMRI.

Janitasari (2016)

Pengembangan buku ajar Math-Stories

materi bangun datar dan bangun ruang kelas V semester II SDN Windurejo 2 Mojokerto. Kurbaita (2013)

Pengembangan buku ajar Matematika tematik integratif materi Pengukuran berat benda untuk kelas I SD.

Yang diteliti:

Pengembangan buku guru dan buku siswa mata pelajaran matematika kelas II sekolah dasar dengan pendekatan PMRI

Penelitian PMRI Pengembangan Buku

29 2.3 Kerangka Berpikir

Matematika adalah adalah ilmu pengetahuan tentang bilangan yang melambangkan serangkaian hitungan dengan numerik atau angka yang berfungsi sebagai sebagai alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan yang dapat digunakan untuk membantu siswa menyelesaikan masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika lebih tepat apabila memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga siswa mampu memecahkan permasalahan dengan caranya sendiri melalui pengalaman yang ada pada kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan.

Pendekatan PMRI dianggap sebagai pendekatan yang paling tepat dalam pembelajaran matematika karena menekankan kemampuan siswa dalam menemukan jawabannya sendiri dari suatu pertanyaan melalui serangkaian kegiatan yang dirancang oleh guru. Terdapat lima karakteristik pada pendekatan PMRI yang dapat membantu siswa dalam mempelajari pelajaran matematika supaya menjadi lebih mudah dalam memahami materi. 5 (lima) karakteristik PMRI tersebut antara lain penggunaan konteks, penggunaan model, kontruksi siswa, interaktivitas dan keterkaitan.

Buku guru dan buku siswa dikembangkan menggunakan pendekatan PMRI agar dapat menjawab kebutuhan yang ada bagi siswa sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya. Melalui buku guru dan buku siswa yang dikembangkan menggunakan pendekatan PMRI, guru dapat menarik perhatian siswa melalui kegiatan-kegiatan yang membuat siswa lebih aktif. Selain itu, siswa menjadi lebih mudah dalam memahami materi pembelajara matematika.

30 Berdasarkan studi literatur yang dilakukan oleh peneliti, terdapat permasalahan dalam pembelajaran matematika di SD. Alat pelajaran yang ada disekolah dianggap belum cukup karena siswa merasa alat peraga atau media yang digunakan guru masih sangat sedikit. Selain itu, guru juga mengatakan bahwa buku yang digunakan saat ini dalam pembelajaran matematika khususnya masih sangat kurang, karena belum ada kegiatan yang konkret terhadap keseharian siswa dan media-media atau alat peraga yang digunakan masih sedikit. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya referensi alat peraga yang disediakan di dalam buku pelajaran yang sudah ada. Oleh karena itu, dengan adanya pengembangan buku guru dan buku siswa dengan pendekatan PMRI ini, dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pemahaman belajar matematika siswa.

Dokumen terkait