HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
No Koleksi : 013
Nama Kolektor : Sakinah Azhari
NIM/BP : 14032009/ 2014
Nama Spesies : Asystasia gengetina
Gambar 14. Tanaman Ara Sungsang (Azhari, 2015) 1. Bentuk Hidup
Berdasarkan daur hidupnya Policarpa Berdasarkan lama hidupnya Bienial
Berdasarkan Habitus Batang basah (herbaceus) Berdasarkan habitat Tumbuhan mesofit 2. Daun
Warna daun Hijau
Tipe daun Daun tunggal
Kelengkapan daun Daun tidak lengkap Tipe kelengkapan daun Daun bertangkai
Bangun daun Elips
Pangkal daun Tumpul (Obtuse) Pertulangan daun Menyirip (Penninervis) Tepi helaian daun Rata (Integer)
Daging daun Tipis
Permukaan daun Licin
Pelipatan daun Conduplicate
Tata letak daun Folia Opposita/ folia decussata 3. Batang
Warna batang Hijau
Sifat batang Jelas berbatang
Tipe batang Batang basah (herbaceus)
Arah tumbuh batang Menjalar (repens)
Bentuk batang Segi empat (Quadrangularis) Permukaan batang Berambut (Pilosus)
Modifikasi Bukan batang termodifikasi
4. Akar
Tipe perakaran Tunggang
Jenis Tunggang bercabang
Akar terspesialisasi Bukan akar terspesialisasi 5. Bunga
Tipe bunga Bunga majemuk
Tipe perbungaan Resemosa, tipe bulir
Bentuk dasar bunga Hipantium
Daun kelopak (sepal)
Warna Hijau
Jumlah sepal 5
Sifat susunan petal Saling bebas (koriosepal)
Simetri Radial simetri
Aestivasi Aperta
Daun mahkota
Warna Putih
Jumlah petal 5
Sifat susunan petal Saling berlekatan (sympetal)
Simetri Radial
Aestivasi Sympetal
Kedudukan perhiasan bunga Epiginus Stamen
Jumlah benang sari 4 buah (didynamus) Kedudukan benang sari Episepal
Sifat benang sari Bebas Putik
Jumlah daun buah 4
Jumlah ruang pada bakal
buah 1
Letak bakal buah Menumpang
Letak plasenta Melekat pada kulit buah
Adnasi Antara stamen dan petal
6. Buah
Tipe buah Buah sejati
Tipe Sejati tunggal, kering
7. Biji : Dicotyledoneae
No Koleksi : 014
Nama Spesies : Nama daerah :
1. Bentuk Hidup
Berdasarkan daur hidupnya Policarpa Berdasarkan lama hidupnya Parenial
Berdasarkan Habitus Batang berkayu (lignosus) Berdasarkan habitat Tumbuhan mesofit
2. Daun
Warna daun Hijau
Tipe daun Daun tunggal
Kelengkapan daun Daun tidak lengkap Tipe kelengkapan daun Daun bertangkai
Bangun daun Deltoid
Ujung daun Meruncing (Acuminatus)
Pangkal daun Jantung (cordate)
Pertulangan daun Menyirip (Penninervis) Tepi helaian daun Beringgit (Crenate)
Daging daun Tipis
Permukaan daun Berambut
Pelipatan daun Conduplicate
Tata letak daun Folia Opposita/ folia decussata 3. Batang
Warna batang Coklat
Sifat batang Jelas berbatang
Tipe batang Batang berkayu (lignosus)
Arah tumbuh batang Tegak lurus (erectus)
Bentuk batang Bulat (teres)
Permukaan batang Berambut (Pilosus)
Modifikasi Bukan batang termodifikasi
4. Akar
Tipe perakaran Tunggang
Jenis Tunggang bercabang
Akar terspesialisasi Bukan akar terspesialisasi 5. Bunga
Tipe bunga Bunga majemuk
Tipe perbungaan
Bentuk dasar bunga Hipantium
Warna Hijau
Jumlah sepal 5
Sifat susunan petal Saling berlekatan (sympetal)
Simetri Radial simetri
Aestivasi Aperta
Daun mahkota
Warna Putih
Jumlah petal 4
Sifat susunan petal Saling bebas (Koriopetal)
Simetri Radial
Aestivasi Aperta
Kedudukan perhiasan bunga Epiginus Stamen
Jumlah benang sari Sama dengan jumlah petal Kedudukan benang sari Epipetal
Sifat benang sari Bebas Putik
Jumlah daun buah
Jumlah ruang pada bakal buah
Letak bakal buah Tenggelam Letak plasenta Axilaris
Adnasi Tidak ada
6. Buah
Tipe buah Buah sejati
Tipe Sejati tunggal, kering
7. Biji : Dicotyledoneae
B. Pembahasan
1. Deskripsi Ara Sungsang a. Bentuk Hidup
Daur hidup dari tanaman ini adalah polikarpa, dimana dalam satu periode hidupnya, tumbuhan tersebut dapat berbuah dan berbunga berkali-kali. Pengelompokan berdasarkan lama hidupnya, Ara Sungsang tergolong ke dalam golongan bienial, dimana tumbuhan tersebut membutuhkan dua tahun untuk melengkapi
siklus biologis. Pada tahun pertama tanaman tumbuh daun, batang, dan akar (vegetatif struktur), kemudian memasuki masa dormansi selama lebih dingin bulan. Pengelompokan berdasarkan
habitusnya, Ara Sungsang tergolong ke dalam batang hanya diperkuat oleh kelompok sel sklerenkim di antara floem dan korteksnya. Berdasarkan habitatnya, tergolong kedalam tanaman mesofit yang hidup di daerah yang lembab dan suhu sedang. b. Daun
Daun dari Asystasia gangetica adalah berwarna hijau. Tipe daun tanaman ini adalah daun tunggal karena daun pada ujung batan ditemukan pucuk daun dan daun tidak terjadi secara bersamaan dan mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Dilihat dari kelengkapannya, tumbuhan ini merupakan tipe daun tidak lengkap karena hanya memiliki tankai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Bangun (bentuk) daun termasuk kepada daun yang bagian terlebar terdapat dibawah ditengah-tengah helaian daun. Ujung daun setelah di amati termasuk dalam tipe meruncing (acuminatus) karena pertemuan tepi daun terletak di bawah puncak sedangkan pangkal daunnya bertoreh. Pertulangan daunnya
menyirip (penniverus) karena tulang daun terpencar kearah pinggir daun. Jika kita lihat dari tepi helaian daun, tepinya rata (integer) karena tidak ditemukan lekukan angulus dan sinusnya. Daun ini tidak berdaging atau daun tampak tipis. Tata letak daun
(filoktaksis)nya termasuk ke dalam tipe folia opposita karena jika lihat dari atas daun tersusun dalam empat baris dan pada tiap buku terdapat 2 daun. Daun pada tumbuhan ini tidak termodifikasi. c. Batang
Batang pada Asystasia gangetica berwarna hijau dan merupakan tumbuhan yang berbatang jelas dengan tipe batang basah
(herbaceus) karena jika kita tekan batangnya beraiar. Jika di lihat dari bentuk batang, batang berbentuk segi empat (quadrangularis) dan pada permukaan batng dapat dilihat permukaannya berambut
(pilosus) dan batang pada Asystasia tidak merupakanbatang yang termodifikasi.
d. Akar
Akar pada Asystasis gangetica adalah akar serabut karena akar primer tidak lama bertahan sebab akan mati/tidak membesar, kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Tipe dari perakaran serabutnya yaitu akar serabut yang kecil-kecil berbentuk benang. Akar Asystasia gangetica tidak terspesialisasi.
e. Bunga
Ini menghasilkan bunga berwarna krem dengan tanda ungu ditutupi pada langit-langit (bawah kelopak mahkota). Bunga yang
dihasilkan selama jangka waktu panjang dan diikuti oleh kapsul dengan biji cokelat.
Bunga pada tanaman Asystasia gangetica ini termasuk bunga majemuk karena dapat kita lihat bunga-bunga berkumpul pada ibu tangkai bunga, memiliki rakis yang merupakan perpanjangan dari ibu tangkai bunga, bunga yang paling tua (lebih dulu mekar) terletak paling bawah atau paling jauh dari ujung sumbu utama sedangkan bunga yang paling muda terletak pada ujung sumbu utama (susunan acropetal). Dilihat dari ciri-ciri di atas dapat di simpulkan bunga Asystasia gangetica adalah bunga majemuk tak terbatas (rasemosa) dengan tipe bulir yaitu setiap bunga duduk disepanjang rachis tidak bertangkai tapi berdiri.
Daun kelopak (sepal) pada Asystasia gangetica berwarna hijau dean jumlah sepalnya adalah lima sepal yang saling bebas
(kariosepal) karena daun-daun kelopaknya terpisah satu sama lain dengan tipe actinomorf yaitu kelopak yang berbentuk mangkuk. Simetri sepalnya adalah bilateral simetri (zygomorphus) yaitu bunga yang dapat dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan yang sama dan sebangun. Jika dilihat dari susunan sepal terhadap sesamanya (aestivasi) bunga ini terbuka ( aperta) karena tepi daun kelopak/mahkota tidak bersentuhan sama sekali.
Daun mahkota (petal) berwarna putih dan ada satu mahkota yang berwarna ungu dengan jumlah petal lima buah. Susunan petal saling berberlekatan (sympetal). Simetri pada daun mahkota (petal) yaitu bilateral simetri (zigomorpus) yaitu bunga yang dapat dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan yang sama dan sebangun. Bentuk perhisan bunga adalah berbentuk tabung. Kedudukan perhiasan bunga pada dasar bunga lebih tinggi dari
putik/tenggelam pada dasar bunga disebut juga epiginus.
Stamen/benang sari berjumlah 4 buah (didynamus). Benang sari duduk berhadapan dengan daun kelopak atau disebut juga episepal (episepalus). Antara tangkai benang sari tidak menyatu sesamanya. Jumlah daun buah adalah empat buah. Letak bakal buah pada dasar bunganya adalah menumpang (superus) dan mempunyai satu ruang. Letak plasenta melekat pada kulit buah. Adnasi terjadi antara stamen dengan petal.
f. Buah
Buah termasuk buah Buah pecah (elastis), sebuah (clavate, basal kurang bagian biji kapsul), non-berdaging. Buah termasuk buah sejati dengan tipe buah sejati tunggal kering.
g. Biji
Jumlah bijinya empat buah. h. Rumus Bunga
Dari uraian di atas dapat kita tuliskan rumus bunganya adalah sebagai berikut: *☿K(4)[C(5) A4 ]G(2 ) Calyx : 4 Corolla : 5 Andrecium : 4 Gynaecium : 2 i. Diagram Bunga
Gambar 16. Diagram Bunga Ara Sungsang (Azhari, 2015) 2. Deskripsi Spesies A
a. Bentuk Hidup
Daur hidup dari tanaman ini adalah polikarpa, dimana dalam satu periode hidupnya, tumbuhan tersebut dapat berbuah dan berbunga berkali-kali. Berdasarkan lama hidupnya atau umur, tanaman ini digolongkan ke dalam tumbuhan parenial yang merupakan tumbuhan yang hidupnya lebih dari dua tahun. Jika dilihat
berdasarkan habitusnya, tanaman ini tergolong ke dalam tanaman dengan batang berkayu (lignosus) dalam bentuk pohon.
Berdasarkan habitatnya, tergolong kedalam tanaman mesofit yang hidup di daerah yang lembab dan suhu sedang.
b. Daun
Daun dari tanaman ini berwarna hijau. Tipe daun tanaman ini adalah daun tunggal karena daun pada ujung batan ditemukan pucuk daun dan daun tidak terjadi secara bersamaan dan
mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Dilihat dari
kelengkapannya, tumbuhan ini merupakan tipe daun tidak lengkap karena hanya memiliki tankai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Bangun (bentuk) daun termasuk kepada daun yang bagian terlebar terdapat dibawah ditengah-tengah helaian daun. Ujung daun setelah di amati termasuk dalam tipe meruncing (acuminatus) karena pertemuan tepi daun terletak di bawah puncak
sedangkan pangkal daunnya bertoreh. Pertulangan daunnya
menyirip (penniverus) karena tulang daun terpencar kearah pinggir daun. Jika kita lihat dari tepi helaian daun, tepinya beringgit crenate) karena ditemukan lekukan angulus dan sinusnya. Daun ini tidak berdaging atau daun tampak tipis. Tata letak daun
(filoktaksis) nya termasuk ke dalam tipe folia opposita karena jika lihat dari atas daun tersusun dalam empat baris dan pada tiap buku terdapat 2 daun. Daun pada tumbuhan ini tidak termodifikasi. c. Batang
Batang berwarna coklat dan merupakan tumbuhan yang berbatang jelas dengan tipe batang berkayu (lignosus) karena jika kita tekan batangnya keras. Jika di lihat dari bentuk batang, batang berbentuk bulat (teres) dan pada permukaan batang dapat dilihat
permukaannya berambut (pilosus) dan batang bukan merupakan batang yang termodifikasi.
d. Akar
Akar pada tumbuhan ini adalah akar tunggang karena memiliki akar primer yang merupakan akar yang paling besar, kemudian disusul oleh sejumlah akar yang lebih kecil dan semuanya keluar dari akar primer. Tipe dari perakaran tunggang yang bercabang. Akar tumbuhan ini bukan merupakan akar terspesialisasi. e. Bunga
Tanaman ini memiliki bunga berwarna putih.
Bunga pada tanaman ini termasuk bunga majemuk karena dapat kita lihat bunga-bunga berkumpul pada ibu tangkai bunga, memiliki rakis yang merupakan perpanjangan dari ibu tangkai bunga, pada ujung utama selalu terdapat kuncup bunga. Dilihat dari ciri-ciri di atas dapat di simpulkan bahwa tipe bunganya adalah tipe adalah bunga majemuk berbatas (simosa) dengan tipe anak payung bercabang banyak yaitu sumbu utama berakhir dengan kuncup pada ujungnya.
Daun kelopak (sepal) hijau dean jumlah sepalnya adalah lima sepal yang saling berlekatan (symsepal) karena daun-daun kelopaknya
berlekatan satu sama lain dengan tipe actinomorf. Jika dilihat dari susunan sepal terhadap sesamanya (aestivasi) bunga ini terbuka ( aperta) karena tepi daun kelopak/mahkota tidak bersentuhan sama sekali.
Daun mahkota (petal) berwarna putih dengan jumlah petal empat buah. Susunan petal saling bebas (koriopetal). Simetri pada daun mahkota (petal) yaitu bilateral simetri (zigomorpus) yaitu bunga yang dapat dibagi oleh bidang simetri dalam satu jurusan yang sama dan sebangun. Kedudukan perhiasan bunga pada dasar bunga lebih rendah dari putik/tenggelam pada dasar bunga disebut juga hipoginus. Stamen/benang sari berjumlah 4 buah Benang sari duduk berhadapan dengan daun mahkota atau disebut juga epipetal. Antara tangkai benang sari tidak menyatu sesamanya. Jumlah daun buah adalah satu. Letak bakal buah pada dasar bunganya adalah tenggelam (inferus) dan mempunyai satu ruang. Letak plasenta adalah tipe axilaris.
f. Buah
Saat dilakukan pengamatan, tumbuhan ini belum memiliki buah g. Biji
Belum memiliki biji. h. Rumus Bunga
Dari uraian di atas dapat kita tuliskan rumus bunganya adalah sebagai berikut: *☿K(5) C4 A4 G(1) Calyx : 5 Corolla : 4 Andrecium : 4 Gynaecium : 1 i. Diagram Bunga
Gambar 17. Diagram Bunga Spesies A (Azhari, 2015)
BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
Morfologi tumbuhan adalah mata kuliah wajib yang membahas tentang bentuk-bentuk luar dan susunan dari organ-organ tumbuhan Spermatophyta serta menentukan fungsi masing-masing organtersebut dan juga untuk mengetahui darimana asal bentuk dan susunan organ tersebut
Setiap kita mengamati tumbuhan disekitar dimanapun kita berada disadari atau tidak, kita telah melakukan perbandingan terhadap objek tersebut sehingga kita dapat mengatakan beberapa perbedaan dari objek tersebut. Dan setiap tumbuhan tersebut tidak pernah ditemukan dua tumbuhan yang persis sama bentuk dan ukurannya. Tetapi tetap mempunyai bentuk dan struktur yang sama, seperti mempunyai sisitem perakaran di dalam tanah, batang yang mempunyai
perakaran di permukaan tanah, mempunyai ruas dan buku dan organ-organ lainnya.
Lokasi kuliah lapangan terletak di Nagari Kasang. Lokasi tersebut merupakan tempat yang strategis dan mudah di jangkau. Objek-objek yang di dapat di lokasi tersebut merupakan perwakilan dari jenis tumbuhan tingkat tinggi. B. SARAN
1. Semua mahasiswa diharapkan dapat memperhatikan dengan sungguh-sungguh dalam melakukan kuliah lapangan
2. Agar kuliah lapangan berjalan dengan lancar sebaiknya di dampingi oleh beberapa dosen dan asisiten untuk mendampingi mahasiswa