BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
D. Hasil Pengujian Hipotesis
Tujuan dari analisis variansi dua jalan adalah untuk menguji signifikansi efek dua variabel bebas yaitu strategi pembelajaran aktif dan motivasi belajar siswa terhadap satu variabel terikat yaitu prestasi belajar matematika, serta untuk menguji signifikansi interaksi kedua variabel bebas tersebut terhadap variabel terikat. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis variansi dua jalan dengan ukuran sel tak sama dan hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.6. sebagai berikut. (perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 22 halaman 236).
Tabel 4.6. Rangkuman Analisis Variansi Dua Jalan Dengan Sel Tak Sama
Sumber JK dK RK Fobs Fa Keputusan
Strategi pemb. aktif
(A)
3498.02 1.00 3498.02 9.25 3.89 Ho ditolak Motivasi
(B) 136.70 2.00 68.35 0.18 3.04 Ho diterima Interaksi
(AB) 182.96 2.00 91.48 0.24 3.04 Ho diterima Galat 77185.72 204.00 378.36 - -
Total 81003.39 209.00 - - -
Berdasarkan Tabel 4.6. di atas tampak bahwa untuk strategi pembelajaran aktif diperoleh Fa = 9.25 > Ftabel = 3.89. Berarti keputusan uji untuk strategi pembelajaran aktif adalah hipotesis nol ditolak. Sedangkan untuk motivasi belajar diperoleh nilai Fb = 0.18 < Ftabel = 3.04 dan untuk interaksi antara strategi pembelajaran aktif dan motivasi belajar diperoleh nilai Fab = 0.24 < Ftabel = 3.04.
Berarti keputusan uji untuk motivasi belajar dan interaksi adalah hipotesis nol diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan sebagai berikut.
commit to user
a. Pada strategi pembelajaran aktif (A) H0 ditolak
Terdapat perbedaan efek pada penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil dan kelompok besar terhadap prestasi matematika siswa.
Dengan kata lain, siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil memiliki prestasi belajar matematika yang berbeda dari siswa yang diberi pembelajaran aktif dengan kelompok besar.
b. Pada motivasi belajar (B) H0 diterima
Tidak terdapat perbedaan efek motivasi belajar baik pada siswa dengan motivasi belajar tinggi, sedang maupun rendah terhadap prestasi matematika siswa. Dengan kata lain, baik siswa dengan motivasi belajar tinggi, sedang maupun rendah memiliki prestasi matematika yang tidak berbeda.
c. Pada interaksi (AB) H0 diterima
Tidak terdapat interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan motivasi belajar terhadap prestasi matematika siswa. Artinya karakteristik perbedaan motivasi belajar siswa pada setiap penggunaan strategi pembelajaran aktif sama. Dengan kata lain, perbedaan prestasi dari masing-masing penggunaan strategi pembelajaran aktif konsisten pada masing-masing motivasi belajar dan adanya perbedaan prestasi belajar dari masing-masing motivasi belajar konsisten pada masing-masing penggunaan strategi pembelajaran aktif. Kesimpulannya perbandingan rataan antar sel mengacu kepada kesimpulan perbandingan rataan marginalnya.
E. Hasil Uji Lanjut Hipotesis
Uji pasca anava antar baris tidak perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan variabel pada penggunaan strategi pembelajaran aktif hanya ada dua nilai yaitu dengan kelompok kecil dan kelompok besar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa yang menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran aktif dengan kelompok besar. Hal ini dapat dilihat dari Tabel 4.7.
sebagai berikut.
commit to user
Tabel 4.7. Rataan dan Ratan Marginal Strategi
Pembelajaran Aktif
Motivasi Belajar
Tinggi Sedang Rendah Rataan
Marginal
Kelompok Kecil 57.80 57.12 59.01 57.87
Kelompok Besar 51.95 48.65 48.55 49.52
Rataan Marginal 55.38 52.88 52.83 -
F. Pembahasan Hasil Analisis Data 1. Hipotesis Pertama
Berdasarkan uji anava dua jalan sel tak sama yang telah dilakukan diperoleh bahwa Fa = 9.25 > Ftabel = 3.89, sehingga Fa terletak pada Daerah Kritis atau dengan kata lain Fa merupakan anggota dari Daerah Kritis. Karena Fa merupakan anggota Daerah Kritis maka H0A ditolak, hal ini berarti terdapat perbedaan efek penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil dengan kelompok besar terhadap prestasi matematika siswa
Dengan melihat rerata skor prestasi matematika siswa dalam penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil sebesar 57.46 serta dan kelompok besar sebesar 49.62 (Tabel 4.1). Dan dengan melihat rataan marginal pada masing-masing kelompok, diperolah rataan marginal prestasi belajar siswa dengan kelompok kecil sebesar 57.87 sedangkan rataan marginal prestasi belajar siswa dengan kelompok besar adalah sebesar 49.52. Ini berarti bahwa prestasi belajar matematika siswa pada penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil lebih baik dari kelompok besar.
Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis pertama dalam Bab II yang menyatakan “Penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil memberikan prestasi lebih baik dibandingkan dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar pada prestasi matematika siswa kelas VIII SMP dalam pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel
” terbukti kebenarannya. commit to user
2. Hipotesis Kedua
Berdasarkan analisis variansidua jalan sel tak sama dengan α = 0.05 diperoleh Fb = 0.18 < Ftabel = 3.04, sehingga Fb bukan anggota daerah kritis.
Akibatnya HOB diterima yang berarti motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah memberikan efek yang sama terhadap prestasi belajar siswa pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel .
Diterimanya HOB mengandung pengertian bahwa siswa dengan kategori motivasi belajar tinggi akan memiliki prestasi belajar yang sama dengan siswa yang memiliki motivasi belajar sedang maupun rendah. Dengan demikian hipotesis kedua dalam Bab II yang menyatakan “Siswa dengan motivasi belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa dengan motivasi belajar sedang maupun rendah, sedangkan siswa dengan motivasi belajar matematika sedang mempunyai prestasi belajar matematika lebih baik daripada dengan siswa dengan motivasi rendah” tidak terbukti kebenarannya.
Dengan demikian siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi tidak menjamin siswa mampu menguasai materi terutama pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel dengan hasil yang optimal dan siswa yang bermotivasi belajar tinggi belum tentu prestasi belajarnya lebih baik daripada siswa dengan motivasi sedang dan rendah. Hal ini dikarenakan mungkin kemampuan akademik siswa itu sendiri dan siswa kurang percaya diri dalam mengerjakan soal matematika terutama pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel.
3. Hipotesis Ketiga
Berdasarkan analisis variansi dua jalan sel tak sama dengan α = 0.05 diperoleh Fab = 0.24 < Ftabel = 3.04, sehingga Fab bukan merupakan anggota Daerah Kritis. Akibatnya H0AB diterima yang berarti tidak terdapat interaksi antara penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan motivasi belajar terhadap prestasi matematika siswa. Ini berarti, perbandingan sel antar baris dalam satu kolom maupun perbandingan sel antar kolom dalam satu baris mengikuti perlakuan yang
commit to user
ada pada induknya yaitu pada efek strategi pembelajaran (A) dan pada motivasi belajar (B).
Hal ini berarti pada siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil dan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar, prestasi belajar siswa yang bermotivasi belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang sama dengan prestasi belajar siswa yang bermotivasi belajar matematika sedang maupun rendah.
Dari hasil analisis di atas dapat disimpulkan bahwa hipotesis ketiga dalam Bab II yang menyatakan “Pada siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil dan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar, prestasi belajar siswa yang bermotivasi belajar matematika tinggi mempunyai prestasi belajar matematika yang lebih baik daripada siswa yang bermotivasi belajar matematika sedang maupun rendah, dan siswa yang bermotivasi belajar matematika sedang mempunyai prestasi belajar matematika sama dengan siswa yang bermotivasi rendah” tidak terbukti kebenarannya.
4. Hipotesis Keempat
Tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dengan motivasi belajar terhadap prestasi matematika siswa. Ini berarti, perbandingan sel antar baris dalam satu kolom maupun perbandingan sel antar kolom dalam satu baris mengikuti perlakuan yang ada pada induknya yaitu pada efek strategi pembelajaran (A) dan pada motivasi belajar (B).
Dengan memperhatikan hasil hipotesis pertama dan kedua, siswa yang menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil dan kelompok besar memiliki prestasi yang sama pada masing-masing motivasi belajar (tinggi, sedang, dan rendah). Dengan kata lain, pada kelompok siswa dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif, siswa dengan motivasi belajar tinggi memiliki prestasi belajar matematika yang sama dengan siswa dengan motivasi belajar sedang, siswa dengan motivasi belajar sedang juga memiliki prestasi matematika yang sama dengan siswa dengan motivasi belajar rendah. Dengan demikian hipotesis commit to user
keempat dalam Bab II yang menyatakan bahwa “Pada siswa motivasi tinggi, siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil sama dengan prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar, sedangkan pada siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah siswa yang diajar dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran aktif dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar” tidak terbukti kebenarannya.
commit to user
68 BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan kajian teori dan didukung oleh hasil analisis variansi dan uji lanjut yang telah dikemukakan pada bab IV serta mengacu pada perumusan masalah yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa.
1. Prestasi belajar matematika siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel.
2. Siswa dengan motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah menghasilkan prestasi belajar yang sama.
3. Untuk siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan sedang, siswa yang diberi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil sama prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang diberi pembelajaran aktif dengan kelompok besar. Sedangkan pada kategori tingkat motivasi rendah, siswa yang diberi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil mempunyai prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang diberi pembelajaran aktif dengan kelompok besar.
4. Pada kategori motivasi belajar siswa (tinggi, sedang dan rendah) siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil sama dengan siswa yang diberi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar.
B. Implikasi Hasil Penelitian 1. Implikasi Teoritis
a. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diberi strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil menghasilkan prestasi belajar commit to user
matematika yang lebih baik daripada siswa yang diberi strategi pembelajaran aktif dengan kelompok besar. Hal ini dikarenakan didalam penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil, dapat meningkatkan siswa untuk berpartisipasi dalam memecahkan masalah.
Sehingga diharapkan siswa dapat terlibat secara maksimal dan tidak hanya berpusat dari guru. Untuk itu strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil perlu diterapkan salah satunya pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel.
b. Siswa yang mempunyai motivasi belajar yang tinggi tidak menjamin siswa mampu menguasai materi terutama pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel dengan hasil yang optimal dan siswa yang bermotivasi belajar tinggi belum tentu prestasi belajarnya lebih baik daripada siswa dengan motivasi sedang dan rendah. Hal ini dikarenakan mungkin kemampuan akademik siswa itu sendiri dan siswa kurang percaya diri dalam mengerjakan soal matematika terutama pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel.
c. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa siswa dengan kelompok kecil dengan motivasi tinggi prestasi belajarnya sama dengan siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah. Begitu juga untuk siswa dengan kelompok besar menunjukan bahwa siswa kelompok kecil dengan motivasi tinggi prestasi belajarnya sama dengan siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah. Berarti dalam hal ini motivasi belajar siswa tidak menjamin semakin tinggi motivasi belajar siswa akan semakin baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan siswa yang bermotivasi sedang maupun rendah.
d. Ternyata motivasi belajar siswa yang berbeda beda tidak menjamin prestasi belajar siswa menjadi lebih baik. Hal itu, karena faktor internal siswa itu sendiri seperti kemampuan akademik pada siswa.
2. Implikasi Praktis
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan bagi guru dan calon guru untuk meningkatkan kualitas prestasi belajar matematika siswa. Prestasi commit to user
belajar matematika siswa dapat ditingkatkan dengan memperhatikan strategi pembelajaran yang digunakan. Salah satunya adalah dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil sebagai alternatif apabila guru dan calon guru matematika ingin melakukan proses pembelajaran matematika. Selain itu guru juga harus memperhatikan beberapa komponen yang mempengaruhi proses pencapaian prestasi belajar siswa, diantaranya kemampuan dan motivasi belajar siswa itu sendiri, kedisiplinan siswa, bakat dan kreatifitas siswa, kondisi sosial ekonomi siswa, latar belakang keluarga dan lingkungan.
C. Saran 1. Kepada Pengajar
a. Dalam pembelajaran matematika sedapat mungkin diusahakan agar mengajar menggunakan pendekatan yang lebih bervariasi disesuaikan dengan karakteristik siswa dan materi, salah satu contohnya adalah penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil, karena dengan penggunaan strategi pembelajaran aktif ini siswa akan lebih aktif dan dapat membuat konsep atau pemahaman tentang suatu materi dengan bahasanya sendiri sehingga tidak hanya berpaku pada kalimat-kalimat yang diberikan oleh guru.
b. Harus lebih kreatif dan inovatif dalam menggunakan sumber belajar, baik sumber belajar yang berada di lingkungan sekolah maupun sumber belajar lain yang ada di luar sekolah.
2. Kepada Pihak Sekolah
a. Lebih banyak lagi memberikan kesempatan kepada guru-guru agar aktif dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan guru, baik dari materi pelajaran maupun dalam memilih strategi pembelajaran yang digunakan.
b. Menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai, yang diperlukan dalam proses pembelajaran untuk menunjang keaktifan dan kreatifitas siswa.
commit to user
3. Kepada Pihak yang Terkait dengan Pendidikan
a. Lebih banyak lagi mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru, misalkan mengadakan diklat atau worksop.
b. Memberikan kesempatan kepada guru dan pihak sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan strategi pembelajaran aktif yang dapat menunjang aktivitas dan kreatifitas guru itu sendiri.
4. Bagi Siswa
a. Siswa hendaknya dalam kegiatan pembelajaran lebih aktif. Siswa harus berani mengungkapkan ide yang ada dalam pikirannya dan tidak mudah putus asa dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam soal.
b. Sebaiknya siswa selalu kompak dan bisa bekerja sama serta tidak sungkan bertanya jika ada kesukaran materi.
5. Kepada Peneliti Selanjutnya
a. Penulis berharap bagi para peneliti atau calon peneliti untuk dapat meneruskan dan mengembangkan penelitian ini untuk variabel-variabel lain yang sejenis atau penggunaan strategi pembelajaran aktif yang lebih inovatif, sehingga mampu menambah wawasan dan pengetahun guru yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
b. Penelitian ini hanya meneliti penggunaan strategi pembelajaran aktif dengan kelompok kecil dan kelompok besar ditinjau dari motivasi belajar siswa dengan pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel. Bagi para calon peneliti lainnya mungkin dapat melakukan dengan menggunakan tinjauan yang lain dan pokok bahasan yang lain.
Hasil penelitian ini hanya terbatas pada pokok bahasan sistem persamaan linear dua variabel di kelas VIII SMP. Mungkin bisa dicoba untuk diterapkan pada pokok bahasan yang lain dengan mempertimbangkan kesesuaiannya.
Harapan peneliti adalah apa yang diteliti dapat memberikan manfaat. Selain itu dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi pendidik pada umumnya dan peneliti pada khususnya.
commit to user