BELAJAR PADA KONSEP ORGANISASI KEHIDUPAN KELAS VII SMP
DATA DAN PEMBAHASAN 1. Hasil Belajar
3. Hasil Pengujian Prasyarat Analisis dan Pengujian Hipotesis
Hasil pengujian prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas data ini dilakukan untuk mengetahui apakah sample yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Setelah data nilai pretest terkumpul, maka dapat dilakukan uji prasyarat analisis data yaitu uji
normalitas menggunakan rumus liliefors dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4
Hasil Uji Normalitas Pretest
α Eksperimen Kontrol Keterangan
L hitung
Dari hasil penghitungan uji normalitas data pretest terlihat pada tabel 4 untuk normalitas pretest kelas eksperimen diperoleh nilai L hitung < L tabel maka sampel pada kelas eksperimen berdistribusi normal. Untuk normalitas kelas kontrol diperoleh nilai Lhitung < L tabel maka sampel pada
71
kelas kontrol berdistribusi normal. Sedangkan hasil penghitungan uji normalitas data posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 5
Hasil Uji Normalitas Posttest
α Eksperimen Kontrol Keterangan
L hitung
Dari hasil penghitungan uji normalitas data posttest terlihat pada tabel 4 untuk normalitas posttes kelas eksperimen diperoleh nilai L hitung < L tabel maka sample pada kelas eksperimen berdistribusi normal. Untuk normalitas kelas kontrol diperoleh nilai Lhitung < Ltabel maka sampel pada kelas kontrol berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah kedua kelompok sample berasal dari populasi yang homogen atau tidak . Uji homogenitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Fisher, dengan kreteria pengujian yaitu apabila F hitung < F Tabel diukur pada taraf signifikan 0,05 , kedua kelompok dikatakan homogen. Jika F hitung > F tabel maka kedua kelompok tidak homogen. Beradasarkan pengujian homogenitas belajar pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh hasil sebagai berikut:
Dari hasil penghitungan, F hitung < F tabel (1,458 < 1,85 ) maka Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada saat dilakukan pretes kedua kelompok berasal dari populasi yang homogen. Berdasarkan kesimpulan ini dapat dikatakan sampel yang diambil pada kedua kelas adalah merupakan sampel yang memiliki kemapuan yang sama. Selanjutnya berdasarkan hasil
72
penghitungan uji homogenitas data pada kedua kelas untuk nilai posttest dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 7
Hasil Uji homogenitas posttest
`Varians Taraf
signifikan
F hitung
F tabel Keterangan
Eksperimen Kontrol
54,46 34,510 0,05 1,578 1,85 Data homogen
Dari hasil penghitungan, F hitung < F tabel (1,578 < 1,85 ) maka Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada saat dilakukan posttest kedua kelompok berasal dari populasi yang homogen. Artinaya, tidak terdapat perbedaan latar belakang maupun kemampuan dari sampel yang mempengaruhi hasil penelitian.
c. Uji Hipotesis Penelitian
Uji Pretest yang dilakukan oleh peneliti bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal yang sama antara kelas eksperimen dan kelas Kontrol.
Hasil penghitungan Uji-t pretest kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 8 Hasil uji –t pretest
T hitung T tabel kesimpulan
1,19 1,67 Tolak Ha dan terima Ho
Berdasarkan penghitungan didapat t hitung < t tabel sehingga t hitung didalam daerah penerimaan Ho atau dapat dikatakan Ho diterima. Artinya nilai rata-rata pretest kedua kelas sama. Dengan mengasumsikan nilai pretest konsep organisasi kehidupan sebagai kemampuan awal , maka kedua kelas dikatakan memeliki kemampuan awal yang sama. Pengujian Ho yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh hasil belajar biologi siswa yang diajar dengan teknik GNT pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan
73
hasil belajar siswa yang hanya diberi model pembelajaran kooperatif tipe STAD saja digunakan uji –t posttest. Dengan kreteria pengujian yaitu, jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, sedangkan jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil penghitungan uji –t kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.8 Hasil Uji-t Posttest
T hitung T tabel kesimpulan
3,87 1,67 Tolak Ho dan terima Ha
Berdasarkan penghitungan didapat t hitung > t tabel. Sehingga t hitung diluar daerah penerimaan Ho atau dapat dikatakan Ho ditolak. Artinya , terdapat pengaruh hasil belajar siswa yang dengan teknik GNT pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan hasil belajar siswa yang hanya diberi model pembelajaran kooperatif tipe STAD saja.
Dari hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan didapat hasil bahwa thitung > ttabel dan dapat dikatakan Ho ditolak. Artinya, hipotesis alternatif ( Ha) diterima, yang menyatakan terdapat pengaruh hasil belajar siswa yang dengan teknik GNT pada model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan hasil belajar siswa yang hanya diberi model pembelajaran kooperatif tipe STAD saja pada taraf signifikan 5 %. Hal ini didukung dengan penelitian pratisara ( 2011) yang menyatakan bahwa Guided Note Taking meningkatkan hasil belajar siswa ranah kognitif. Slameto (1995 ) menyatakan bahwa hasil belajar merupakan akibat dari proses belajar, dimanapun siswa berada mereka mempunyai kesempatan yang sama untuk belajar dan memahami sesuatu. Karena itu berlajar berlangsung terus-menerus berdasarkan pengalaman, pergaulan, dan komunikasi dengan orang lain.
Adanya perbedaan hasil belajar pada kedua kelas tersebut disebabkan perbedaan perlakuan pada saat proses pembelajaran yang dilakukan, proses pembelajaran pada kelas kontrol hanya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dimana siswa hanya diberikan materi dengan ceramah tanpa melibatkan siswa secara aktif. Sementara proses pembelajaran pada kelas eksperimen menggunakan teknik GNT pada model pembelajaran tipe
74
STAD, yaitu pembelajaran yang mampu meningkatkan aktivitas siswa secara keseluruhan dan siswa terlihat sangat aktif mendengar penjelasan guru sambil membuat catatan poin –poin penting materi pelajaran melalui pengisian hand-out yang diberikan kepada siswa. Zaini, Munthe dan Aryuni ( sebagaimana dikutip dalam Musrifah, 2013) mendefinisikan teknik GNT merupakan teknik pembelajaran dimana seorang guru menyiapkan bagan atau skema atau lain yang dapat membantu perseta didik dalam membuat catatan ketika guru menerangkan. GNT atau catatan terbimbing dirancang supaya metode ceramah yang digunakan oleh guru mendapat perhatian siswa.
SIMPULAN
Pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievment Division (STAD ) dengan tipe Guided Note Taking ( GNT) berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa pada Konsep Organisasi Kehidupan kelas VII SMPN 04 Mukomuko. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan teknik GNT lebih tinggi dibanding dengan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan tipe STAD saja dengan hasil penghitungan t hitung = 3,87 > ttabel = 1,67 . Hasil belajar kedua kelas berbeda signifikan.
SARAN
Pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan teknik GNT yang bisa meningkatkan hasil belajar sebaiknya dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut: 1) Dalam menggunakan model kooperatif tipe STAD dengan teknik GNT ,guru harus senatiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada siswa agar catatan yang dihasilkan dari handout sesuai dengan apa yang menjadi rangkuman dalam pembelajaran, 2) Pemilihan kelompok kooperatif STAD harus benar-benar homogen, 3) Pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan teknik GNT dapat dijadikan alternatif serta variasi dalam teknik pembelajaran.
75
DAFTAR PUSTAKA
Archambault, J. 2008.The Effekof Developing Kinematics Concepts Graphically Prior to Introducing Algebraic Problem Solving Techiques. Action Research Required For The Master Of NaturalScience Degree With Concentration in Physics Arizona State University. Jurnal EduBio Tropika, 3 (2) : 51-97, Oktober 2015
Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: PT Rineka Cipta.
Dyah Erlina Sulistianingrum, Slamet Santoso, dan Joko Arianto. (2012). Pengaruh Strategi GNT Dengan Mengoptimalkan Penggunaan Alat Peraga.Jurnal Pendidikan Biologi
Irma Pujiati. (2008). Peningkatan Motivasi dan ketuntasan Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD.Jurnah Ilmiah kependidikan, 1.2008.70.
Jahidin.(2010). Pengaruh Strategi Pembelajaran Terhadap Penguasaan Konsep Biologi.Jurnal Evaluasi Pendidikan
Murphy, T. M, and Cross. ( 2002 ). Should Student get the instructor’s lecture notes. Journal of Bilogical Education, Vol 5, No. 36, 72-75
Musrifah. (2013). Pengaruh Teknik GNT Pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII Pada Konsep Organisasi Kehidupan. Jakarta: Tugas Akhir Sarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Pratisara, A. ( 2011 ). Strategi Guided Note Taking berbantuan Media Cakram Padat (cp) Pembelajaran pada Materi Sistem Regulasi Manusia di SMA Institut Indonesia Semarang.Skripsi S1. Semarang: Pendidikan Biologi UNNES.
Pratowo,A. (2011). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta:
Diva Press
76
Slameto. ( 2003 ). Belajar dan Faktor – Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
PT Asdi Mahasatya
Slavin, Robert E.( 2013). Cooperatif Learning Teori Riset dan Praktik.
Bandung.
Undang-undang No 20 Tahun 2003 Tenatang sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:
2003.
Williams, R.L. dan Eggert, A. (2002 ). Notetaking Predictors of test performance.Teaching of Psychology.
77