JENIS DAN SUMBER DATA
3.2.7 Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas
3.2.7.1 Hasil Pengujian Validitas
Benar-tidaknya data tergantung dari instrumen pengumpulan data. Sedangkan instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan yaitu validitas dan reliabilitas. Validitas berkaitan dengan ketepatan penggunaan indikator untuk menjelaskan arti konsep yang sedang diteliti. Sementara itu, reliabilitas berkaitan dengan konsistensi suatu indikator (Priyono, 2016). Validitas merupakan derajat ketetapan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh peneliti (Sugiyono, 2013).
Penelitian mengenai pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap motivasi belajar peserta didik eksperimen pada peserta didik kelas XI Pemasaran SMK Negeri 3 Bandung, dilakukan untuk mengetahui apakah antara variabel model pembelajaran discovery learning (X) ada pengaruhnya terhadap motivasi belajar peserta didik (Y), dengan menafsirkan data yang terkumpul.
Uji validitas yang dilakukan bertujuan untuk menguji sejauh mana item kuisioner yang valid dan mana yang tidak. Hal ini dilakukan dengan mencari korelasi setiap item pertanyaan dengan skor total pertanyaan untuk hasil jawaban responden yang mempunyai skala pengukuran interval. Adapun rumus yang dapat digunakan adalah rumus Korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson sebagai berikut:
r = nxy − (x)(y)
√{nx2 − (x)2}{ny2− (y)2} (Sugiyono, 2013) Keterangan:
r = Koefisien validitas item yang dicari (korelasi antara X dan Y) X = Skor yang diperoleh subjek seluruh item
∑Y2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y n = Jumlah sampel (responden)
Keputusan pengujian validitas responden menggunakan taraf signifikan sebagai berikut:
1. Item pertanyaan-pertanyaan responden penelitian dikatakan valid jika rhitung
lebih besar atau sama dengan rtabel (rhitung > rtabel)
2. Item pertanyaan-pertanyaan responden penelitian dikatakan tidak valid jika
rhitung lebih kecil dari rtabel (rhitung ≤ rtabel)
Selanjutnya perlu diuji apakah koefisien validitas tersebut signifikan terhadap taraf signifikan tertentu, artinya ada kofisien validitas tersebut bukan karena faktor kebetulan, diuji dengan rumus statistik t sebagai berikut:
𝑡 =𝑟√𝑛 − 2 √1 − 𝑟2 (Sugiyono, 2013) Keterangan: r = Koefisien korelasi n = Jumlah responden
Keputusan pengujian validitas menggunakan taraf signifikansi dengan kriteria sebagai berikut:
1. Nilai t dibandingkan dengan harga rtabel dengan dk = n-2 dan taraf signifikasi α = 0.05
2. Jika thitung > ttabel maka butir pertanyaan tersebut valid 3. Jika thitung ≤ ttabel maka butir pertanyaan tersebut tidak valid
Berdasarkan kuesioner yang diuji sebanyak 136 responden dengan tingkat signifikansi 5% dan derajat bebas (dk) n-2 (136-2=134), maka diperoleh nilai rtabel
sebesar 0,168. Hasil uji coba instrumen penelitian dari variable Model Pembelajaran Discovery Learning (X), Motivasi Belajar (Y), yang dihitung menggunakan program SPSS (Statistical Product for Service Solution) 24,0 for
Hasil Pengujian Validitas Variabel Model Pembelajaran
Discovery Learning (X)
No Pernyataan 𝐫𝐡𝐢𝐭𝐮𝐧𝐠 rtabel Ket.
Intuisi (X1)
1 Keadaran peserta didik untuk mencari ilmu pengetahuan
0,751 0,168 Valid
2 Menumbuhkan perasaan senang dalam mencari ilmu
pengetahuan
0,797 0,168 Valid
3 Menumbuhkan rasa keingintahuan dalam mencari
ilmu pengetahuan
0,767 0,168 Valid
4 Menumbuhkan rasa ingin mengembangkan ilmu
pengetahuan
0,702 0,168 Valid
5 Peserta didik membuat strategi dalam menemukan ilmu pengetahuan
0,766 0,168 Valid
6 Peserta didik membuat strategi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,799 0,168 Valid
7 Peserta didik mencoba mencari ilmu pengetahuan baru
0,699 0,168 Valid
8 Peserta didik mencoba mengembangkan ilmu
pengetahuan secara mandiri
0,765 0,168 Valid
9 Peserta didik bersemangat dalam mencari ilmu pengetahuan
0,742 0,168 Valid
10 Peserta didik memperhatikan Guru saat menyampaikan ilmu pengetahuan
0,756 0,168 Valid
11 Peserta didik menyerap ilmu pengetahuan 0,699 0,168 Valid
12 Mengembangkan rasa tanggung jawab dalam mencari ilmu pengetahuan
0,788 0,168 Valid
13 Mempersiapkan diri dalam mencari ilmu pengetahuan 0,767 0,168 Valid
14 Peserta didik kurang memperhatikan Guru saat menyampaikan ilmu pengetahuan
0,760 0,168 Valid
15 Peserta didik malas mengeksplorasi ilmu pengetahuan 0,751 0,168 Valid
18 Membangun keyakinan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,829 0,168 Valid
19 Peserta didik percaya diri dalam mencari ilmu pengetahuan secara mandiri
0,675 0,168 Valid
20 Peserta didik membayangkan ilmu pengetahuan yang dicari secara mandiri
0,699 0,168 Valid
21 Peserta didik menggambarkan ilmu pengetahuan yang diterima dari Guru
0,755 0,168 Valid
22 Peserta didik dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diberikan Guru
0,783 0,168 Valid
23 Peserta didik mampu menginterpreta-sikan pengetahuan yang di peroleh
0,792 0,168 Valid
24 Kesiapan diri dalam menerima ilmu pengetahuan yang diberikan Guru
0,826 0,168 Valid
25 Peserta didik jarang mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diberikan Guru
0,662 0,168 Valid
26 Peserta didik kurang menyiapkan mental dalam mencari ilmu pengetahuan
0,700 0,168 Valid
27 Peserta didik kurang percaya diri dalam mencari ilmu pengetahuan secara mandiri
0,746 0,168 Valid
28 Peserta didik kurang mampu menciptakan gambaran dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,798 0,168 Valid
29 Membangun persepsi dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan
0,741 0,168 Valid
30 Menciptakan hipotesis dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,797 0,168 Valid
Kreativitas (X3)
31 Membuat inovasi dalam mengembangkan ilmu
pengetahuan
0,827 0,168 Valid
32 Peserta didik malas menciptakan ide baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
35 Kesiapan diri untuk menciptakan gagasan baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,762 0,168 Valid
36 Membangun konsep baru dalam mengembangkan
ilmu pengetahuan
0,819 0,168 Valid
37 Berfikir kreatif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,792 0,168 Valid
38 Berfikir kreatif dalam mengeksplorasi ilmu pengetahuan
0,791 0,168 Valid
39 Menciptakan pembaharuan dalam mengembangkan
ilmu pengetahuan
0,770 0,168 Valid
40 Keluwesan dalam mencari ilmu pengetahuan baru 0,762 0,168 Valid
41 Peserta didik lancar dalam menginterpreta-sikan ilmu pengetahuan baru
0,794 0,168 Valid
42 Peserta didik kurang mempersiapkan diri untuk menciptakan gagasan baru dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,784 0,168 Valid
43 Peserta didik kurang berfikir kreatif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,754 0,168 Valid
44 Peserta didik kurang mampu memecahkan masalah
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan
0,819 0,168 Valid
45 Peserta didik kurang luwes dalam mencari ilmu pengetahuan baru
0,796 0,168 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan Data 2019
Berdasarkan Tabel 3.3 pada instrument Model Pembelajaran Discovery Learning dapat diketahui bahwa nilai tertinggi pada dimensi Imajinasi dengan item pernyataan “Membangun keyakinan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan” yang bernilai 0,829. Sedangkan nilai terendah terdapat pada dimensi Imajinasi dengan item pernyataan “Peserta didik jarang mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang diberikan Guru” yang bernilai 0,662. Berikut Tabel 3.4 mengenai hasil validitas variabel Y.
47 Peserta didik mempersiapkan diri dalam menerima ilmu pengetahuan
0,602 0,168 Valid
48 Peserta didik bersemangat dalam meraih prestasi belajar
0,653 0,168 Valid
49 Membangun rasa percaya diri dalam meraih prestasi belajar
0,684 0,168 Valid
50 Kemauan untuk menjadi yang terbaik di kelas 0,708 0,168 Valid
51 Menyelesaikan tugas dengan kemampuan sendiri 0,743 0,168 Valid
52 Pesrta didik kurang percaya diri dalam mencapai prestasi belajar
0,704 0,168 Valid
53 Peserta didik mengalami kurangnya keinginan untuk memahami materi pelajaran yang diterima dari Guru
0,738 0,168 Valid
54 Peserta didik mengerjakan latihan tanpa diperintah Guru
0,607 0,168 Valid
55 Peserta didik mengalami kemalasan saat mengerjakan latihan yang diberikan Guru
0,686 0,168 Valid
56 Peserta didik mempertahan-kan prestasi belajar yang telah diraih
0,629 0,168 Valid
57 Peserta didik tidak mempertahan-kan prestasi yang telah diraih
0,666 0,168 Valid
58 Peserta didik mencoba meraih prestasi belajar yang lebih baik dari yang telah diraih
0,675 0,168 Valid
59 Membangun kesiapan materi saat menghadapi
ujian
0,742 0,168 Valid
60 Peserta didik jarang mempersiapkan materi saat menghadapi ujian
0,715 0,168 Valid
Afiliasi
61 Membangun kelompok belajar bersama peserta
didik lain
0,723 0,168 Valid
62 Peserta didik malas dalam membangun kelompok
belajar bersama peserta didik lain
65 Peserta didik malas untuk mencari ilmu pengetahuan baru bersama peserta didik lain
0,664 0,168 Valid
66 Peserta didik malas mengembangkan ilmu
pengetahuan bersama peserta didik lain
0,694 0,168 Valid
67 Peserta didik malas mengeksplorasi ilmu pengetahuan bersama peserta didik lain
0,619 0,168 Valid
68 Peserta didik mampu membangun relasi yang baik dengan peserta didik lain
0,616 0,168 Valid
69 Membangun kemauan untuk menjawab
pertanyaan yang diberikan Guru secara lebih cepat dari peserta didik lain
0,685 0,168 Valid
70 Membangun sikap peserta didik dalam
mengerjakan tugas yang sulit hingga selesai
0,725 0,168 Valid
71 Peserta didik tidak mencontoh pekerjaan peserta didik lain dalam mengerjakan tugas yang diberikan Guru
0,697 0,168 Valid
72 Peserta didik mencontoh pekerjaan peserta didik lain dalam mengerjakan tugas yang diberikan Guru
0,704 0,168 Valid
73 Peserta didik mampu memahami materi yang
diangap sulit
0,690 0,168 Valid
74 Peserta didik lebih bersemangat ketika mendapatkan pujian dari Guru
0,730 0,168 Valid
75 Peserta didik lebih giat belajar ketika mendapatkan prestasi dalam belajar
0,674 0,168 Valid
Tanggung Jawab
76 Membangun kesadaran pentingnya mencari ilmu
pengetahuan baru
0,661 0,168 Valid
77 Peserta didik datang tepat waktu ke sekolah 0,724 0,168 Valid
78 Peserta didik mengumpulkan tugas tepat waktu 0,678 0,168 Valid
82 Mempertang-gung jawabkan pendapat yang dikemukakan
0,675 0,168 Valid
83 Kesadaran akan pentingnya mengerjakan tugas yang diberikan Guru
0,716 0,168 Valid
84 Peserta didik malas untuk mengerjakan tugas yang diberikan Guru
0,741 0,168 Valid
85 Membangun kemauan peserta didik untuk
menjadi pandai
0,626 0,168 Valid
86 Membangun kemauan untuk belajar lebih giat ketika mendapatkan prestasi belajar yang rendah
0,687 0,168 Valid
87 Peserta didik malas belajar ketika mendapatkan prestasi belajar yang rendah
0,709 0,168 Valid
88 Peserta didik malas untuk mencari ilmu pengetahuan baru diluar jam pelajaran
0,695 0,168 Valid
89 Peserta didik langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh Guru
0,725 0,168 Valid
90 Peserta didik tidak langsung mengerjakan tugas yang diberikan oleh Guru
0,681 0,168 Valid
Sumber: Hasil Pengolahan Data 2019
Berdasarkan Tabel 3.4 pada instrumen Motivasi Belajar dapat diketahui bahwa nilai tertinggi pada dimensi afiliasi dengan item pernyataan “Peserta didik malas dalam membangun kelompok belajar bersama peserta didik lain” yang bernilai 0,762. Sedangkan nilai terendah terdapat pada dimensi prestasi dengan item pernyataan “Membangun sikap untuk berprestasi” yang bernilai 0,564.