• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Hasil siklus 1

a. Perencanaan Siklus I

Setelah ditetapkan bahwa solusi dari masalah yang dihadapi oleh kelas IV SD Inpres Bollangi 1 Teko Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa dalam pembelajaran membaca pemahaman adalah dengan menerapkan metode SQ3R, maka kegiatan selanjutnya adalah menyiapkan semua hal yang diperlukan dalam pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan metode SQ3R.Maka peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut:

1) Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sesuai dengan langkah-langkah dalam metode SQ3R untuk tindakan siklus I.

2) Membuat lembar kerja Siswa (LKS) dalam melakukan pengamatan terhadap materi yang dipilih.

3) Membuat lembar observasi terhadap peneliti dan siswa selama pelaksanaan proses pembelajaran di kelas.

4) Menyiapkan perangkat pembelajaran yang diperlukan dan berguna untuk memudahkan Murid memahami materi yang diajarkan.

5) Membuat alat evaluasi untuk tes tindakan siklus I. b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

Jenis kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran SQ3R.

Adapun tahap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan guru adalah sebagai berikut:

1) Tahap persiapan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan metode SQ3R yaitu: menyiapkan sarana pembelajaran, mengucapkan salam kepada Siswa, menata tempat duduk, mendata kehadiran Siswa, berdoa bersama agar pelaksanaan pembelajaran berlangsung dengan lancar, menyampaikan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran. Dan menjelaskan langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode SQ3R.

2) Tahap pelaksanaan pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan metode SQ3R yaitu:Tahap

a. Survey (Membaca Sekilas).

Pada tahap ini Siswa diarahkan untuk memperhatikan judul bacaan yang telah di tulis guru di papan tulis. Setelah itu Siswa diarahkan untuk membaca teks bacaan secara sekilas tujuannya adalah untuk mengenal detil-detil informasi penting dan garis besar isi teks sebelum membaca secara lengkap, waktu yang diberikan untuk kegiatan ini adalah 5 Menit. Setelah itu

guru memberikan aba-aba agar menutup teks bacaan sementara. Setelah itu, guru melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu

b. Tahap Question (Menyusun Pertanyaan).

Pada tahap ini guru mengarahkan Siswa untuk menyusun pertanyaan sesuai apa yang Siswa peroleh dalam membaca sekilas. Pertanyaan- pertanyaan dari Siswa tersebut ditulis oleh guru di papan tulis. Setelah itu guru melanjutkan ke tahap yang berikutnya yaitu

c. Tahap Reading (Membaca).

Pada tahap ini guru meminta Siswa untuk membaca kembali teks bacaan secara seksama sambil memperhatikan pertanyaan yang telah disusun sebelumnya, waktu yang diberikan relatif lebih lama dari tahap survey yaitu 20 Menit setelah itu Siswa diimbau untuk menutup kembali teks bacaan.Kemudian guru melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu

d. Tahap Recite (Menjawab Pertanyaan).

Pada tahap ini guru meminta Siswa untuk menjawab pertanyaan yang telah ditulis di papan tulis, pertanyaan yang jawabannya belum sempurna tidak langsung dibahas oleh guru tetapi di berikan kesempatan kepada Siswa untuk menyempurnakan ke tahap selanjutnya melalui bimbingan guru.

e. Tahap Review (Meninjau Kembali).

Pada tahap ini Siswa diarahkan kembali untuk membaca kembali teks bacaan untuk meninjau kembali atau menyempurnakan seluruh jawaban, jawaban yang belum tuntas dibahas kembali melalui bimbingan guru.

3) Tahap akhir pembelajaran membaca pemahaman hal yang di lakukan guru adalah sebagai berikut :

(a) Guru merefleksi proses pembelajaran yang telah dilakukan, menemukan kendala-kendala yang dihadapi selama pembelajaran dan menemukan solusinya,

(b) Guru membimbing Siswa untuk menyimpulkan materi pelajaran yang diajarkan, dan

(c) Guru memotivasi Siswa agar giat belajar membaca di rumah serta (memberikan tugas rumah).

c. Observasi

Pada siklus I keaktifan Siswa dapat dilihat pada lembar observasi yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.1 Hasil observasi sikap siswa selama mengikuti pembelajaran siklus I

No Komponen yang diamati ( S I K L U S I ) Pertemuan Ke- Rata – Rata Persentase (%) I II III IV T E S S I K L U S I 1. Jumlah siswa yang hadir pada saat kegiatan pembelajaran 23 20 19 20 20,5 89,13 2. Siswa yang memperhatikan pada saat proses pembelajaran 20 18 17 19 18,5 80,43 3 Siswa yang mengetahui panjangnya teks, judul, istilah, dan kunci jawaban 15 16 17 17 16,25 70,65 4 4 Siswa yang menyusun pertanyaan yang jelas, singkat dan relevan dengan bagian teks yang di tandai 16 16 17 18 16,75 72,83 5 Siswa yang membaca secara aktif 17 18 18 19 18 78,26 6

Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal. 11 8 7 6 8 34,78 7 Siswa yang menyebutkan kembali jawabannya 12 15 16 17 15 65,22 8 Siswa yang melakukan 7 6 5 5 5,75 25

Berdasarkan tabel 4.1 dapat dilihat bahwa, Siswa yang hadir sebanyak 89,13%, Siswa yang memperhatikan penjelasan guru sekitar 80.43% , Siswa yang mampu mengetahui panjangnya teks, judul, istilah, dan kunci jawaban sekitar 70,65% , Siswa yang menyusun pertanyaan yang jelas, singkat dan releven dengan bagian teks yang ditandaisekitar 72,83% , Siswa yang membaca secara aktifsekitar 78,26%, Siswa yang masih perlu bimbingan dalam mengerjakan soal sekitar 34,78%, Siswa menyebutkan kembali jawabanya sekitar 65,22%, dan Siswa yang mengerjakan pekerjaan lain sekitar 25% .

Adapun hasil analisis deskriptif skor perolehan Siswa setelah penerapan model pembelajaran SQ3R dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut: Tabel 4.2 Statistik Skor Hasil Belajar Siswa pada Siklus I

Statistik Nilai Statistik

Subjek 23

Skor Ideal 100

Skor Tertinggi 90

Skor Terendah 33

Skor Rata-rata 60

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa hasil belajar Siswa setelah diberikan tindakan adalah 67,00 dari skor ideal 100, skor tertinggi adalah 90, skor terendah adalah 33. Apabila skor hasil belajar Siswa pada siklus I aktifitas lain pada

saat pemberian tugas (sering bermain-main, mengganggu, ribut, dll)

dikelompokkan ke dalam lima kategori, maka diperoleh distribusi frekuensi skor yang ditunjukkan pada tabel 4.3 berikut.

Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi dan Persentase Skor Hasil Belajar pada Siklus I

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

1 0 – 34 Sangat rendah 5 21,74 % 2 45 – 54 Rendah 5 21.74 % 3 55 – 64 Sedang 7 30,43 % 4 65 – 84 Tinggi 5 21,74 % 5 85– 100 Sangat tinggi 1 4,35 % Jumlah 23 100 %

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, dapat dikemukakan bahwa dari 23 Siswa kelas IV SD Inpres Bollangi 1 Teko kecamatan Pattallassang, terdapat sekitar 5 orang atau 21,74% pada kategori sangat rendah, terdapat sekitar 5 orang atau 21,74% yang tingkat hasil belajarnya berada pada kategori rendah, 7 orang atau 30,43% pada kategori sedang, 5 orang atau 21,74% pada kategori tinggi dan terdapat 1 orang atau 4,35 kategori sangat tinggi.

Untuk melihat persentase ketuntasan belajar kemampuan membaca pemahaman Bahasa Indonesia Murid kelas IV SD Inpres Bollangi I Teko Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa setelah diterapkan model pembelajaran SQ3R pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 4.4 Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I

Presentasi Skor Kategori Frekuensi Presentasi (%)

0% - 64 % Tidak tuntas 10 43,47%

65% - 100% Tuntas 13 56,52%

Berdasarkan tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa banyaknya Siswa yang ketuntasan belajarnya berada pada kategori tidak tuntas sekitar 43,47% dan Siswa yang hasil belajarnya berada pada kategori tuntas 56,52%.

d. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi Siswa dalam proses belajar mengajar dan hasil tes belajar di kelas IV SD Inpres Bollangi 1 pada siklus I dapat direfleksikan bahwa target-target pencapaian belajar yang telah dirumuskan dan indikator keberhasilan tindakan dengan model pembelajaran SQ3R belum terpenuhi sehingga penelitian akan dilanjutkan pada siklus II.

Rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesi melalui model pembelajaran SQ3R dikarenakan masih rendahnya aktivitas belajar Siswa yang relevan atau mendukung optimalisasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran SQ3R, seperti masih ada Siswa yang melakukan aktivitas lain yang tidak relevan dengan pembelajaran, di antaranya mengerjakan pekerjaan lain seperti mengobrol, bermain-main, ribut, dan lain-lain.

Adapun kegagalan dan keberhasilan dalam siklus I ini adalah:

a) Penyajian pada tahap persiapan dalam pembelajaran membaca pemahaman dengan penerapan metode SQ3R berjalan sesuai yang direncanakan. Namun pada saat tahap pelaksanaan pembelajaran, dan tahap akhir/tindak lanjut pembelajaran masih terdapat kekurangan-kekurangan, yang disebabkan oleh situasi yang kurang mendukung olehnya itu pada tahap persiapan dan tahap akhir pembelajaran perlu ditingkatkan.

b) Siswa merasa senang belajar membaca dengan metode SQ3R, karena mampu memberikan pengalaman yang bermakna bagi Siswa. Sehingga hal ini dapat menjadi motivasi bagi Siswa untuk lebih rajin membaca.

c) Penerapan metode SQ3R dalam pembelajaran membaca khususnya membaca pemahaman dalam pembelajaran sangat menarik perhatian Siswa dan memudahkan Siswa dalam menguasai isi bacaan.

d) Pada saat Siswa diminta untuk menceritakan kembali isi teks bacaan yang baru saja dipelajari di depan kelas, Siswa mengalami kesulitan karena teks bacaan yang diberikan terlalu panjang. Namun berkat bimbingan dari guru hal tersebut dapat diatasi, sehingga Siswa dapat menceritakan kembali isi teks bacaan dengan baik dan memahami isi bacaan sekitar 50%.

e) Hasil tes untuk mengetahui peningkatan hasil belajar membaca pemahaman Siswa belum mencapai target yang peneliti tentukan.

f) Setelah dilakukan diskusi, seluruh Siswa beranggapan bahwa mereka sangat senang dan tertarik mengikuti pelajaran ini karena metode yang digunakan guru merupakan hal yang belum pernah mereka dapatkan sebelumnya.

Dokumen terkait