BAB IV ANALISA DAN INTERPRETASI DATA
C. Hasil Tambahan Penelitian
Hasil tambahan penelitian ditujukan untuk memperkaya hasil penelitian dari data yang telah didapatkan sebelumnya. Hasil tambahan penelitian dilakukan dengan cara melihat perbedaan kontrol diri remaja yang berasal dari keluarga utuh dan keluarga bercerai dari ketiga aspek kontrol diri, perbedaan kontrol diri berdasarkan jenis kelamin dan penjabaran tentang remaja dengan kontrol diri yang rendah
1. Perbedaan Tiga Aspek Kontrol Diri pada Remaja
Tabel 4.8 Hasil Uji Independent Sample t-Test Tiga Aspek Kontrol Diri
Variabel T Signifikansi (p) Kontrol Perilaku 2,77 0,006 Kontrol Kognitif 2,69 0,008 Kontrol Keputusan 2,16 0,033 0.00% 10.00% 20.00% 30.00% 40.00% 50.00% 60.00% 70.00% 80.00% Kontrol Diri Rendah Kontrol Diri Sedang Kontrol Diri Tinggi Remaja dari Keluarga Utuh Remaja dari Keluarga Bercerai
Tabel 4.9 Nilai Mean dan Standar Deviasi Tiga Aspek Kontrol Diri
Aspek Struktur
Keluarga
Mean Standar
Deviasi
Kontrol Perilaku Utuh 57,42 7,31
Bercerai 52,85 9,36
Kontrol Kognitif Utuh 25,33 3,39
Bercerai 23,42 3,80
Kontrol Keputusan Utuh 12,42 2,39
Bercerai 11,40 2,41
Berdasarkan tabel 4.9 maka dapat dilihat bahwa nilai rata-rata kontrol perilaku pada keluarga utuh adalah 57,42 dengan standar deviasi sebesar 7,31, sementara nilai kontrol perilaku pada remaja dengan keluarga bercerai adalah 52,85 dan standar deviasi sebesar 9,36. Sehingga pada aspek kontrol perilaku dapat dikatakan bahwa nilai remaja dari keluarga utuh lebih tinggi daripada remaja yang berasal dari keluarga bercerai. Selain itu Uji-t menunjukkan bahwa nilai probabilitas yang dihasilkan adalah sebesar 0,006. Nilai ini lebih kecil daripada 0,05, konsekuensinya adalah terdapat perbedaan kontrol perilaku pada remaja dari keluarga utuh dan bercerai.
Aspek yang kedua yaitu aspek kontrol kognitif, dapat diketaui bahwa nilai rata-rata remaja yang berasal dari keluarga utuh adalah sebesar 25,33 dengan standar deviasi 3,39, sementara nilai rata-rata remaja yang berasal dari keluarga bercerai adalah 23,42 dengan standar deviasi 3,80. Sehingga dapat dinyatakan bahwa nilai kontrol kognitif pada remaja yang berasal dari keluarga utuh lebih tinggi dari remaja yang berasal dari keluarga bercerai. Uji-t juga menunjukkan hasil yang lebih kecil dari nilai probabiliUji-tas, yaiUji-tu sebesar 0,008. Sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan kontrol kognitif pada remaja yang berasal dari keluarga utuh dan keluarga bercerai.
Aspek yang terakhir yaitu kontrol keputusan, dari tabel maka dapat diketahui bahwa nilai rata-rata remaja yang berasal dari keluarga utuh adalah sebesar 12,42 dengan standar deviasi sebesar 2,39, sedangkan remaja yang berasal dari keluarga bercerai memiliki nilai rata-rata sebesar 11,40 dengan standar deviasi 2,41. Hasil ini menunjukkan bahwa remaja yang berasal dari keluarga utuh memiliki nilai kontrol keputusan yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga bercerai. Hasil uji-t pada aspek ini dengan melihat nilai probabilitasnya adalah sebesar 0,033. Nilai ini lebih kecil daripada 0,05. Dengan demikian dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan kontrol keputusan pada remaja yang berasal dari keluarga utuh dan keluarga bercerai.
Berdasarkan tabel dan penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa remaja yang berasal dari keluarga utuh memiliki nilai yang lebih tinggi pada masing-masing aspek dibandingkan dengan remaja yang berasal dari keluarga bercerai.
2. Perbedaan Kontrol Diri Berdasarkan Jenis Kelamin
Selain melihat perbedaan berdasarkan tiga aspek kontrol diri, hasil tambahan juga berupa perbandingan nilai kontrol diri pada laki-laki dan perempuan dari masing-masing kelompok subjek. Berikut tabel yang menyajikan hasil perhitungan uji beda berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 4.10 Hasil Uji Independent Sample t-Test pada Remaja Laki-laki dan Perempuan
Perbandingan Nilai Kontrol Diri pada Laki-laki dan Perempuan
T P
Remaja dari Keluarga Utuh -.579 0,565
Berdasarkan tabel 4.10 pada kelompok remaja dengan keluarga utuh, maka dapat diketahui bahwa uji t menghasilkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,565. Nilai ini lebih besar daripada 0,05, dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan kontrol diri pada remaja yang berasal dari keluarga utuh, baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Selain itu pada kelompok remaja dengan keluarga bercerai dapat juga diketahui bahwa uji t menghasilkan nilai signifikansi (p) sebesar 0,281. Nilai ini lebih besar daripada 0,05, dengan demikian maka dapat dinyatakan bahwa tidak dapat perbedaan kontrol diri pada remaja yang berasal dari keluarga bercerai, baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan.
Tabel 4.11 Nilai Mean dan Standar Deviasi pada Remaja Laki-laki dan Perempuan
Struktur Keluarga
Jenis Kelamin Mean Standar Deviasi
Utuh Laki-laki 93,73 12,174
Perempuan 95,76 11,122
Bercerai Laki-laki 85,47 13,306
Perempuan 89,87 14,160
Nilai rerata remaja dari keluarga utuh dan bercerai yang ditunjukkan oleh tabel 4.11 juga menunjukkan perbedaan yang sangat kecil.
3. Penjabaran Remaja yang Memiliki Kontrol Diri Rendah
Selanjutnya, berdasarkan pengkategorian kontrol diri yang telah dilakukan sebelumnya (tabel 4.9), ditunjukkan bahwa remaja yang memiliki kontrol diri rendah adalah sebanyak 20 orang, yaitu 5 dari keluarga utuh dan 15 dari keluarga bercerai. Di dalam psikologi, remaja dengan kontrol diri yang rendah inilah yang membutuhkan intervensi, karena itu dibutuhkan penjabaran
lebih lanjut mengenai remaja dengan kontrol diri rendah ini. Berikut adalah tabel tambahan remaja dengan kontrol diri rendah yang dijabarkan berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 4.12 Penjabaran Jenis Kelamin Remaja dengan Kontrol Diri Rendah
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-Laki 8 Orang 40%
Perempuan 12 Orang 60%
Berdasarkan tabel 4.12 maka dapat dilihat bahwa remaja perempuan dengan kontrol diri rendah adalah sebanyak 12 orang (60%), sedangkan remaja laki-laki dengan kontrol diri rendah sebanyak 8 orang (40%). Hal ini bukan berarti bahwa remaja perempuan memiliki peluang lebih banyak untuk memiliki kontrol diri rendah. Karena apabila dibandingkan dengan jumlah populasi penelitian maka diketahui bahwa jumlah remaja yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada remaja laki-laki.