HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Hasil Penelitian
1. Hasil Tes Tinggi Badan
Tinggi badan merupakan unsur yang penting dalam permainan bolabasket. Tinggi badan adalah jarak maksimal dari vertex ke telapak kaki. Data tinggi badan dapat diperoleh dengan cara mengukur subyek yang telah menanggalkan alas kaki dengan posisi berdiri tegak membelakangi batang pengukur vertikal, tumit rapat, punggung dan bagian belakang kepala menyentuh batang pengukur vertikal serta pandangan rata-rata air. Berikut adalah ringkasan data dalam bentuk analisis statistik sederhana hasil tes tinggi badan pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul, yang dilakukan dengan bentuan Microsoft Excel 2010.
Tabel 1. Analisis Statistik Data Hasil Tes Tinggi Badan
No Jenis Penghitungan Hasil Penghitungan
1 Mean 50.00 2 Skor Maksimum 70.45 3 Skor Minimum 31.57 4 Median 47.77 5 Rentang 38.89 6 Jumlah Interval 6.00 7 Panjang interval 6.48
Berdasarkan analisis statistik data hasil tes tinggi badan pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul di atas, maka apabila data hasil tes tinggi badan pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul tersebut disusun kedalam bentuk tabel distribusi frekuensi, maka akan tampak sebagai berikut.
Tabel 2. Kategori Skor Data Hasil Tes Tinggi Badan
No Interval Frekuensi Persentase Relatif Presentase Komulatif 1 31.57−38.05 4 13.33% 13.33% 2 38.06−44.54 6 20.00% 33.33% 3 44.55−51.03 9 30.00% 63.33% 4 51.04−57.52 3 10.00% 73.33% 5 57.53−64.01 4 13.33% 86.67% 6 64.02−70.50 4 13.33% 100% Jumlah 30 100%
Berdasarkan pemaparan data hasil tes tinggi badan pada tabel di atas, maka dapat dijelaskan bahwa dalam ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul, terdapat 4 siswa atau sebesar 13.33% yang memiliki nilai t-score tinggi badan pada interval
31.57−38.05. Terdapat 6 siswa atau sebesar 20.00% yang memiliki nilai t-score tinggi badan pada interval 38.06−44.54. Terdapat 9 siswa atau sebesar 30.00% yang memiliki nilai t-score tinggi badan pada interval 44.55−51.03. Terdapat 3 siswa atau sebesar 10.00% yang memiliki nilai t-score tinggi badan pada interval 51.04−57.52. Terdapat 4 siswa atau sebesar 13.33% yang memiliki nilai t-score tinggi badan pada interval 57.53−64.01 dan terdapat 4 siswa atau sebesar 13.33% yang memiliki nilai t-score tinggi badan pada interval 64.02−70.50. Dalam rangka memperjelas data pada tabel distribusi frekuensi di atas, maka data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:
Gambar 4. Histogram Kategori Skor Data Hasil Tes Tinggi Badan 2. Hasil Tes Kelincahan
kelincahan adalah kemampuan untuk mengubah arah dengan cepat dan tepat, selagi tubuh bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Pemain bolabasket yang mempunyai kelincahan baik, maka ia akan mempunyai kemampuan untuk mengubah arah dan posisi tubuh dengan cepat dan tepat
pada waktu bergerak, tanpa kehilangan suatu keseimbangan dan kesadaran akan sikap tubuhnya.
Dalam penelitian ini, kelincahan subjek penelitian dilakukan dengan cara malakukan tes shuttle run, yaitu lari bolak-balik secepatnya dari titik satu ke titik yang lain sebanyak kira-kira 10 kali, dengan jarak jaraknya sekitar 4 - 5. Berikut adalah ringkasan data dalam bentuk analisis statistik hasil tes shuttle run pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul, yang dilakukan dengan bentuan Microsoft Excel 2010.
Tabel 3. Analisis Statistik Data Hasil Tes Kelincahan
No Jenis Penghitungan Hasil Penghitungan
1 Mean 50.00 2 Skor Maksimum 68.96 3 Skor Minimum 20.62 4 Median 50.47 5 Rentang 48.34 6 Jumlah Interval 6.00 7 Panjang interval 8.06
Berdasarkan analisis statistik data hasil tes kelincahan pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul di atas, maka apabila data hasil tes kelincahan pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul tersebut disusun kedalam bentuk tabel distribusi frekuensi, maka akan tampak sebagai berikut.
Tabel 4. Kategori Skor Data Hasil Tes Kelincahan No Interval Frekuensi Persentase
Relatif Presentase Komulatif 1 20.62−28.68 2 6.67% 6.67% 2 28.69−36.75 1 3.33% 10.00% 3 36.76−44.82 4 13.33% 23.33% 4 44.83−52.89 12 40.00% 63.33% 5 52.90−60.96 9 30.00% 93.33% 6 60.97−69.03 2 6.67% 100 % Jumlah 30 100%
Berdasarkan pemaparan data hasil tes kelincahan pada tabel di atas, maka dapat dijelaskan bahwa dalam ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul, terdapat 2 siswa atau sebesar 6.67% yang memiliki nilai t-score kelincahan pada interval 20.62−28.68. Terdapat 1 siswa atau sebesar 3.33% yang memiliki nilai t-score kelincahan pada interval 28.69−36.75. Terdapat 4 siswa atau sebesar 13.33% yang memiliki nilai t-score kelincahan pada interval 36.76−44.82. Terdapat 12 siswa atau sebesar 40.00% yang memiliki nilai t-score kelincahan pada interval 44.83−52.89. Terdapat 9 siswa atau sebesar 30.00% yang memiliki nilai t-score kelincahan pada interval 52.90−60.96 dan terdapat 2 siswa atau sebesar 6.67% yang memiliki nilai t-score kelincahan pada interval 60.97−69.03. Dalam rangka memperjelas data pada tabel distribusi frekuensi di atas, maka data yang diperoleh ditampilkan dalam bentuk diagram batang sebagai berikut:
Gambar 5. Histogram Kategori Skor Data Hasil Tes Kelincahan 3. Hasil Tes Kekuatan Otot Lengan
Kekuatan otot lengan adalah kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan. kekuatan menggambarkan kemampuan otot untuk berkontraksi secara maksimal yang dihasilkan oleh otot atau sekelompok otot. Seorang pemain bolabasket harus mempunyai kekuatan otot lengan yang besar karena dalam permainan bolabasket kekuatan otot lengan sangatt diperlukan seperti pada saat melakukan passing dan menerima passing, melakukan shooting dan ribbon.
Dalam penelitian ini kekuatan otot lengan siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul diukur tes gantung siku tekuk. Berikut adalah ringkasan data dalam bentuk analisis statistik hasil tes gantung siku tekuk pada siswa peserta
ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul, yang dilakukan dengan bentuan Microsoft Excel 2010.
Tabel 5. Analisis Statistik Data Hasil Tes Kekuatan Otot Lengan (Leg Dynamometer)
No Jenis Penghitungan Hasil Penghitungan
1 Mean 50.00 2 Skor Maksimum 70.22 3 Skor Minimum 30.52 4 Median 48.16 5 Rentang 39.70 6 Jumlah Interval 6.00 7 Panjang interval 6.62
Berdasarkan analisis statistik data hasil tes kekuatan otot lengan pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul di atas, maka apabila data hasil tes kekuatan otot lengan pada siswa peserta ekstrakurikuler bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul tersebut disusun kedalam bentuk tabel distribusi frekuensi, maka akan tampak sebagai berikut.
Tabel 6. Kategori Skor Data Hasil Tes Kekuatan Otot Lengan
No Interval Frekuensi Persentase Relatif Presentase Komulatif 1 30.52−37.14 4 13.33% 13.33% 2 37.15−43.77 3 10.00% 23.33% 3 43.78−50.40 12 40.00% 63.33% 4 50.41−57.03 5 16.67% 80.00% 5 57.04−63.66 2 6.67% 86.67% 6 63.67−70.29 4 13.33% 100% Jumlah 30 100%
Berdasarkan pemaparan data hasil tes kekuatan otot lengan pada tabel di atas, maka dapat dijelaskan bahwa dalam ekstrakurikuler
bolabasket SMP Negeri 2 Piyungan, Kabupaten Bantul, terdapat 4 siswa atau sebesar 13.33% yang memiliki nilai t-score kekuatan otot lengan pada interval 30.52−37.14. Terdapat 3 siswa atau sebesar 10.00% yang memiliki nilai t-score kekuatan otot lengan pada interval 37.15−43.77. Terdapat 12 siswa atau sebesar 40.00% yang memiliki nilai t-score kekuatan otot lengan pada interval 43.78−50.40. Terdapat 5 siswa atau sebesar 16.67% yang memiliki nilai t-score kekuatan otot lengan pada interval 50.41−57.03. Terdapat 2 siswa atau sebesar 6.67% yang memiliki nilai t-score kekuatan otot lengan pada interval 57.04−63.66 dan terdapat 4 siswa atau sebesar 13.33% yang memiliki nilai t-score kekuatan otot lengan pada interval 63.67−70.29. Dala rangka memperjelas data pada t bel distribusi frekuensi di ata , maka data yang diperoleh dita pilkan dalam bentuk diagram bat ng sebagai berikut:
Gambar 6. Histo ram Kategori Skor Data Hasil Tes Kekuatan Otot