BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Analisis Data Penelitian
2. Hasil Uji Asumsi Klasik
Pengujian normalitas data dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dapat dilakukan dengan analisis grafik maupun analisis statistik.
1) Analisis Grafik
Hasil dari pengujian normalitas dapat diketahui dengan melihat grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Berikut merupakan hasil uji normalitas dengan histogram normality.
83
Gambar 4.1
Hasil Uji Normalitas dengan Histogram Normality
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan histogram yang ditampilkan pada gambar 4.1 terlihat bahwa grafik histogram tidak menunjukkan kemencengan.
Hal tersebut dapat dilihat dari bentuk pada grafik yang membentuk lonceng dengan puncak sejajar dengan titik 0 sumbu X. Hal ini menandakan bahwa analisis regresi layak digunakan. Kemudian selain grafik histogram, kita juga melakukan analisis terhadap grafik normal probability plot.
84
Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas dengan Grafik Normality Probability Plot
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25 Berdasarkan grafik normal probability plot pada gambar 4.2 di atas menunjukkan bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan memiliki arah garis diagonal. Dari pola penyebaran tersebut menunjukkan bahwa data terdistribusi dengan normal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas dan layak digunakan untuk pengujian selanjutnya.
2) Analisis Statistik
Setelah melakukan analisis menggunakan grafik, berikutnya dilakukan analisis statistik yang bertujuan untuk menguatkan hasil analisis deskriptif. Analisis statistik diuji menggunakan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov (K-S). Hasil uji statistik One Sample Kolmogorov-Smirnov (K-S) dapa dilihat melalui tabel 4.3 berikut.
85
Tabel 4.3 Hasil Uji Normalitas
One-Sample Kolmogororv-Smirnov Test
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan tabel 4.3 di atas dapat diketahui bahwa uji Kolmogorov-Smirnov (K-S) pada Asymp. Sig. (2-tailed) mendapatkan nilai sebesar 0,151. Hal ini menandakan bahwa data residual terdistribusi secara normal karena tingkat signifikansi dari nilai tersebut di atas 0,05 atau di atas 5%. Dari tabel hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak memiliki masalah normalitas data serta data terdistribusi secara normal.
b. Hasil Uji Multikolinearitas
Pengujian multikolinearitas dilakukan untuk melihat apakah terjadi korelasi antara variabel bebas atau satu sama lainnya. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat
86
dilihat dari tolerance value dan variance inflation factor (VIF). Jika nilai Tolerance > 0,1 dan VIF < 10, maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas. Berikut Tabel 4.4 yang menunjukkan hasil dari uji multikolinearitas:
Tabel 4.4
Hasil Uji Multikolinearitas
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas yang tersaji dalam tabel 4.5, dapat kita lihat bahwa variabel independen yang diteliti yaitu Komite Audit dan Kepemilikan Institusional yang merupakan proxy dari good corporate governance, Sales Growth, serta Leverage memiliki nilai tolerance di atas 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10.
Variabel komite audit memperoleh nilai tolerance sebesar 0,837 dan nilai VIF sebesar 1,195. Kemudian variabel kepemilikan institusional memperoleh nilai tolerance sebesar 0,841 dan nilai VIF sebesar 1,190.
Variabel sales growth memperoleh nilai tolerance sebesar 0,975 dan nilai VIF sebesar 1,025. Sedangkan variabel leverage memperoleh nilai tolerance sebesar 0,948 dan nilai VIF sebesar 1,055.
c. Hasil Uji Autokorelasi
Pengujian autokorelasi digunakan untuk mengetahui apakah dalam suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan
87
pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1. Uji autokorelasi dalam penelitian ini dilakukan dengan metode run test. Jika nilai hasil uji run test memiliki tingkat signifikansi di atas 0,05 berarti data residual random dan data bebas dari autokorelasi. Berikut disajikan hasil dari pengujian Run Test dalam tabel 4.5:
Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan hasil pengujian dari tabel 4.5 menunjukkan hasil pengujian autokorelasi menggunakan run test dengan nilai Asymp Sig.
(2-tailed) sebesar 0,525 yang menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih besar dari nilai signifikansi 0,05 atau lebih dari 5%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi atas nilai residual.
d. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang
88
homoskedastisitas dan tidak heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED.
Jika terdapat pola tertentu, seperti titik-titik membentuk pola tertentu yang teratur maka terjadi heteroskedastisitas. Sedangkan jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heterokedastisitas. Berikut merupakan hasil uji heterokedastisitas menggunakan grafik scatterplot.
Gambar 4.3
Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25 Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas yang disajikan pada gambar 4.3 dengan menggunakan grafik scatterplot dapat dilihat bahwa tidak terdapat pola yang jelas atau bentuk tertentu pada gambar. Serta titik-titik menyebar di atas dan bawah angka 0 pada sumbu Y. Dari hal ini maka dapat disimpulkan bahwa pada model regresi penelitian tidak terjadi heteroskedastisitas, sehingga model ini layak untuk memprediksi
89
variabel tax avoidance berdasarkan variabel independen good corporate governance, sales growth, dan leverage.
3. Pengujian Hipotesis
Uji hipotesis terkait penelitian ini dilakukan untuk menguji kebenaran atas hipotesis yang dibuat oleh peneliti, yaitu bahwa variabel good corporate governance, sales growth, dan leverage memiliki pengaruh terhadap tax avoidance, dan variabel profitabilitas memiliki pengaruh memoderasi terhadap interaksi variabel independent dengan variabel dependen. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis regresi berganda dan moderated regression analysis.
a. Hasil Analisis Regresi Berganda
Dalam penelitian ini digunakan pengujian analisis regresi berganda untuk menguji pengaruh antara variabel dependen terhadap semua variabel independen. Pengujian hipotesis dengan analisis regresi berganda dilakukan dengan menguji koefisien determinasi (R2), uji signifikansi simultan (uji F), dan uji signifikansi parsial (uji t).
1) Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Pada penelitian ini, pengujian koefisien determinasi (adjusted R2) dilakukan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel good corporate governance, sales growth, dan leverage dalam menerangkan variasi variabel dependen tax avoidance. Nilai dari koefisien determinasi adalah nol dan satu. Adapun hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat dalam tabel 4.6 berikut.
90
Tabel 4.6
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Dari tabel hasil uji regresi dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R Square adalah sebesar 0,078 atau 7,8%. Maka dapat dikatakan bahwa 7,8% variabel dependen tax avoidance yang diproksikan dengan ETR dapat dijelaskan variabel independen good corporate governance yang diproksikan oleh Komite Audit dan Kepemilikan Institusional, Sales Growth, dan Leverage (KA, INST, SG, DER), sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar penelitian ini seperti intensitas modal (Purwanti & Jaya, 2020), corporate social responsibility (Santoso dkk., 2020), karakter eksekutif (Oktamawati, 2017), koneksi politik (Maidina & Wati, 2020), dan faktor lainnya.
2) Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Pengujian statistik F bertujuan untuk mengukur apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model memiliki pengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen. Uji statistik F dilakukan pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel berikut.
Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .346a .120 .078 .03349
a. Predictors: (Constant), Leverage, Komite Audit, Sales Growth, Kepemilikan Institusional
91
Tabel 4.7
Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik F)
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25 Berdasarkan tabel 4.7 di atas terkait hasil uji statistik F dapat dilihat bahwa nilai F hitung sebesar 2,888 dengan tingkat signifikansi yaitu sebesar 0,027. Hal ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi < alpha (α = 0,05), maka dapat disimpulkan dalam model persamaan regresi ini semua variabel independen good corporate governance yang diproksikan oleh Komite Audit dan Kepemilikan Institusional, Sales Growth, dan Leverage berpengaruh signifikan secara simultan terhadap tax avoidance.
3) Hasil Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) Pengujian parsial atau uji t bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen di dalam penelitian yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil uji t disajikan dalam tabel 4.8 berikut.
92
Tabel 4.8
Hasil Uji Parsial (Uji t)
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan tabel 4.8 di atas, dapat diketahui bahwa koefisien model regresi memiliki nilai konstanta sebesar 0,225 dengan nilai thitung sebesar 12,502 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000.
Konstanta sebesar 0,225 menandakan jika variabel independent konstan maka rata-rata tax avoidance yang diukur melalui ETR yaitu sebesar 0,225.
Sedangkan dari hasil uji t dari tabel 4.8 dapat dilihat bahwa hanya variabel independen leverage yang berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen tax avoidance. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai signifikansi variabel yang lebih kecil dari 0,05 atau 5%.
Berikut adalah penjelasan dari hasil uji hipotesis dengan uji parsial atau uji t.
(a) Pengaruh Variabel Komite Audit terhadap Tax Avoidance (ETR)
Variabel komite audit memiliki thitung positif sebesar 0,055 dengan tingkat signifikansi 0,956. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel di atas 0,05, maka dapat diambil kesimpulan bahwa variabel komite audit tidak
93
berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance yang diukur melalui ETR.
(b) Pengaruh Variabel Kepemilikan Institusional terhadap Tax Avoidance (ETR)
Variabel kepemilikan institusional memiliki thitung positif sebesar 1,838 dengan tingkat signifikansi 0,070. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel di atas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance yang diukur melalui ETR.
(c) Pengaruh Variabel Sales Growth terhadap Tax Avoidance (ETR)
Variabel sales growth memiliki thitung positif sebesar 0,991 dengan tingkat signifikansi 0,324. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel di atas 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel sales growth tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance yang diukur melalui ETR.
(d) Pengaruh Variabel Leverage terhadap Tax Avoidance (ETR)
Variabel leverage memiliki thitung negatif sebesar -2,408 dengan tingkat signifikansi 0,018. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat signifikansi variabel lebih kecil dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa variabel leverage memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap tax avoidance yang diukur melalui ETR.
b. Hasil Uji Moderated Regression Analysis (MRA)
Dalam penelitian ini menggunakan variabel moderasi yang diuji menggunakan uji interaksi yaitu dengan uji Moderated Regression Analysis (MRA). Uji Moderated Regression Analysis (MRA) merupakan aplikasi dari regresi linear berganda yang dalam
94
persamaannya mengandung unsur interaksi berupa perkalian dua atau lebih variabel independen. Adapun tujuannya untuk menilai apakah variabel profitabilitas dapat memoderasi hubungan antara variabel independen dan dependen. Uji interaksi ini dilakukan untuk menguji hipotesis ke 5, 6, 7, dan 8 dari penelitian. Semua variabel dapat dikatakan sebagai variabel moderasi apabila memiliki nilai signifikan
<0,05. Berikut merupakan hasil pengujian Moderated Regression Analysis (MRA).
1) Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R Square)
Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kemampuan variabel independent menjelaskan variabel dependen.
Tabel 4.9 di bawah ini menyajikan hasil uji koefisiensi determinasi (Adjusted R Square) untuk penelitian ini.
Tabel 4.9
Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R Square) Moderated Regression Analysis
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Tabel 4.9 menunjukkan bahwa variabel Tax Avoidance dapat dijelaskan oleh variabel Komite Audit, Kepemilikan Institusional, Sales Growth, Leverage, dan Profitabilitas sebesar 0,131 atau 13,1%. Sedangkan sisanya sebesar 0,869 atau 86,9%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam analisa
95
regresi pada penelitian ini seperti intensitas modal (Purwanti &
Jaya, 2020), corporate social responsibility (Santoso dkk., 2020), karakter eksekutif (Oktamawati, 2017), koneksi politik (Maidina &
Wati, 2020), dan faktor lainnya.
2) Uji Statistik F
Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji apakah model penelitian yang digunakan sudah signifikan. Apabila nilai signifikansi kurang dari 5% atau <0,05 maka dapat dinyatakan model yan digunakan sudah signifikan. Berikut hasil uji statistik F untuk penelitian ini yang disajikan dalam tabel 4.10.
Tabel 4.10
Hasil Uji Statistik F Moderated Regression Analysis
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Tabel 4.10 menunjukkan bahwa nilai signifikansi yang ditunjukkan pada kolom Sig. sebesar 0,014 dimana nilai tersebut <
0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sudah fit.
3) Uji Signifikansi Parsial (Uji Statistik t)
Uji statistik t bertujuan untuk melihat seberapa jauh pengaruh satu variabel independent secara individual menerangkan variabel dependen. Untuk pengujian signifikansi parsial t digunakan dasar pengambilan keputusan apabila nilai signifikansi < 0,05 maka
96
dapat dinyatakan bahwa variabel independent secara individual berpengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018). Berikut disajikan hasil uji signifikansi parsial (uji statistik t) pada tabel 4.11.
Tabel 4.11
Hasil Uji t Moderated Regression Analysis
Sumber: Output data sekunder diolah dengan SPSS 25
Berdasarkan tabel 4.11 di atas, dapat diketahui terdapat beberapa variabel yang memiliki angka signifikansi dengan nilai < 0,05 yaitu variabel Leverage dan variabel interaksi antara leverage dengan profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa secara parsial kedua variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap variabel dependen (tax avoidance).
Sedangkan untuk variabel komite audit, kepemilikan institusional, sales growth, variabel interaksi antara komite audit dengan profitabilitas, variabel interaksi antara kepemilikan institusional dengan profitabilitas, dan variabel interaksi antara sales growth dengan profitabilitas menunjukkan nilai signifikansi > 0,05, sehingga variabel-variabel
97
tersebut secara parsial tidak mempengaruhi variabel dependen. Dari hasil pengujian ini maka dapat diperoleh persamaan model sebagai berikut.
ETR = 0,241 + 0,259 KA*ROA + (-0,569 INST*ROA) + (-0,097 SG*ROA) + 0,810 Lev*ROA + ε
Keterangan:
ETR = Tax Avoidance KA = Komite Audit
INST = Kepemilikan Institusional SG = Sales Growth
Lev = Leverage ROA = Profitabilitas ε = error term
Berdasarkan pengujian hipotesis terhadap variabel yang bertujuan untuk membuktikan hipotesis penelitian, maka dapat disimpulkan hasil pengujian hipotesis yang disajikan pada tabel 4.12 sebagai berikut.
Tabel 4.12
Hasil Pengujian Hipotesis
No. Pengujian Hipotesis Hasil
Pengujian 1. Pengaruh komite audit terhadap tax avoidance. Tidak
Didukung 2. Pengaruh kepemilikan institusional terhadap tax
avoidance.
Tidak Didukung 3. Pengaruh sales growth terhadap tax avoidance. Tidak
Didukung 4. Pengaruh leverage terhadap tax avoidance. Didukung 5. Pengaruh komite audit terhadap tax avoidance
dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi.
Tidak Didukung
98 6.
Pengaruh kepemilikan institusional terhadap tax avoidance dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi.
Tidak Didukung 7. Pengaruh sales growth terhadap tax avoidance
dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi.
Tidak Didukung 8. Pengaruh leverage terhadap tax avoidance
dengan profitabilitas sebagai variabel moderasi. Didukung Sumber: Data diolah (2020)