• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil Penelitian

IV.1.5. Hasil Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang dimaksudkan untuk memastikan bahwa model regresi linear berganda dapat digunakan atau tidak. Apabila uji asumsi klasik telah terpenuhi, alat uji statistik linear berganda dapat dipergunakan.

IV.1.5.1. Hasil uji normalitas hipotesis pertama

Pengujian normalitas data bertujuan untuk menguji apakah model regresi antara variabel dependen dan variabel independen keduanya memiliki berdistribusi normal atau tidak, dalam hal ini dapat dilihat dengan menggunakan normal histogram dan p-plot. Data dalam keadaan normal apabila distribusi data normal yang tidak condong ke kiri dan ke kanan histogram. Selain dengan metode Grafik juga dapat digunakan analisis statistik dengan menggunakan pendekatan Kolmogorv-Smirov.

-3 -2 -1 0 1 2 3 4

Regression Standardized Residual

0 2 4 6 8 10 12 Fr e q ue nc y Mean = 1.6E-15 Std. Dev. = 0.966 N = 31

Dependent Variable: Prestasi Kerja Histogram

Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan analisis Grafik dilihat ada Gambar IV.2 sebagai berikut:

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Gambar IV.2. Uji Normalitas

Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi data normal karena grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas dan sebaliknya jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi data normal yang tidak menceng kanan maupun menceng kiri. Jadi, berarti Ho diterima yang berarti data residual berdistribusi normal.

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0

Observed Cum Prob

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 E x p e c te d C u m P ro b

Dependent Variable: Prestasi Kerja

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Gambar IV.3. Uji Normalitas

Berdasarkan Gambar IV.3 dapat dilihat bahwa penyebaran data berada pada sekitar garis diagonal yang mengikuti garis arah diagonal, maka nilai residual terstandarisasi. Dengan demikian, model regresi hipotesis pertama tersebut memenuhi asumsi normalitas. Analisis statistik dengan menggunakan uji Kolmogorov –

Tabel IV.48. Uji Kolmogorov – Smirnov (K-S)

Unstandardiz ed Residual

N 31

Normal Parameters a,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.38647716

Most Extreme Absolute .146

Differences Positive .146

Negative -.114

Kolmogorov-Smirnov Z .814

Asymp. Sig. (2-tailed) .522

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Dari Tabel IV.48 di atas diketahui besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,814 dan tidak signifikan pada 0,522. Hal ini berarti data residual berdistribusi normal atau model telah memenuhi asumsi normalitas.

IV.1.5.2. Hasil uji multikolinieritas hipotesis pertama

Uji mulitikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka terdapat masalah multikolinieritas. Pada model regresi yang baik tidak terjadi korelasi di antara variabel independen.

Hasil pengujian multikolinieritas data dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel IV.49 berikut:

Tabel IV.49. Hasil Uji Multikolinearitas Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) .415 6.053

Komunikasi .526 .178 .473 .540 1.851

Komitmen .505 .215 .378 .540 1.851

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Dari Tabel IV.49 di atas terlihat bahwa kedua variabel bebas yaitu: variabel komunikasi dan komitmen organisasi, angka Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 5, sedangkan nilai Tolerance mendekati 1, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolinieritas.

IV.1.5.3. Hasil uji heteroskedastisitas hipotesis pertama

Heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan yang lain. Jika variasi residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas, dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas. Model yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas.

Hasil pengujian heteroskedastisitas data dalam penelitian ini menggunakan alat Bantu SPSS dengan mengamati pola yang terdapat pada Sctterplots, hasilnya dapat dilihat pada Gambar IV.4 berikut ini:

-3 -2 -1 0 1 2 3 4

Regression Standardized Predicted Value

-3 -2 -1 0 1 2 3 4 R e g re s s io n Stu d e n ti z e d R e s id u a l

Dependent Variable: Prestasi Kerja Scatterplot

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Gambar IV.4. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Dari Gambar IV.4 di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak (random) serta tersebar di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai.

Selanjutnya, dilakukan uji statistik untuk menjamin keakuratan hasil. Adapun uji statistik yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah uji Glesjer.

Tabel IV.50. Hasil Uji Glesjer Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Collinearity Statistics

Model B Std. Error Beta Tolerance VIF

1 (Constant) 2.706 4.322 .626 .536

Komunikasi -.077 .127 -155 -.608 .548

Komitmen .038 .153 .063 .247 .807

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Berdasarkan Tabel IV.50 di atas menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen. Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%. Jadi dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas. Hal ini konsisten dengan hasil uji Scatter Plots.

IV.1.5.4. Hasil uji normalitas hipotesis kedua

Pengujian normalitas data bertujuan untuk menguji apakah model regresi antara variabel dependen dan variabel independen keduanya memiliki berdistribusi normal atau tidak, dalam hal ini dapat dilihat dengan menggunakan normal histogram dan p-plot. Data dalam keadaan normal apabila distribusi data normal yang tidak condong ke kiri dan ke kanan histogram. Selain dengan metode Grafik juga dapat digunakan analisis statistik dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov-Smirov.

Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan analisis Grafik dilihat pada Gambar IV.5 sebagai berikut:

-4 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Residual 0 2 4 6 8 10 12 F req uen cy Mean = 6.82E-16 Std. Dev. = 0.966 N = 31

Dependent Variable: Komitmen Histogram

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Gambar IV.5. Uji Normalitas

Berdasarkan grafik di atas dapat disimpulkan bahwa distribusi data normal karena grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas dan sebaliknya jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi data normal yang tidak menceng kanan maupun menceng kiri. Jadi, berarti Ho diterima yang berarti data residual berdistribusi normal.

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 Observed Cum Prob

0.0 0.2 0.4 0.6 0.8 1.0 E x p e c te d Cu m P ro b

Dependent Variable: Komitmen

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Gambar IV.6. Uji Normalitas

Berdasarkan Gambar IV.6 dapat dilihat bahwa penyebaran data berada pada sekitar garis diagonal yang mengikuti garis arah diagonal, maka nilai residual tersandarisasi. Dengan demikian, model regresi hipotesis kedua tersebut memenuhi asumsi normalitas. Analisis statistik dengan menggunakan uji Kolmogorov –

Tabel IV.51. Uji Kolmogorov – Smirnov (K-S)

Unstandardiz ed Residual

N 31

Normal Parameters a,b Mean .0000000

Std. Deviation .95515002

Most Extreme Absolute .120

Differences Positive .083

Negative -.120

Kolmogorov-Smirnov Z .667

Asymp. Sig. (2-tailed) .765

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Dari Tabel IV.51 di atas diketahui besarnya nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,667 dan tidak signifikan pada 0,765. Hal ini berarti data residual berdistribusi normal, dan hasilnya konsisten dengan uji sebelumnya.

IV.1.5.5. Hasil uji multikolinieritas hipotesis kedua

Uji mulitikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka terdapat masalah multikolinieritas. Pada model regresi yang baik tidak terjadi korelasi di antara variabel independen.

Hasil pengujian multikolinieritas data dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel IV.52 berikut:

Tabel IV.52. Hasil Uji Multikolinearitas

Unstandardized Coefficients

Collinearity Statistics

Model B Std. Error Tolerance VIF

1 (Constant) 9.287 3.761

Masa Kerja .725 .196 .711 1.407

Kepuasan Kerja .384 .109 .711 1.407

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Dari Tabel IV.52 di atas terlihat bahwa kedua variabel bebas yaitu: variabel masa kerja dan kepuasan kerja, angka Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 5, sedangkan nilai Tolerance mendekati 1, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolinieritas.

IV.1.5.6. Hasil uji heteroskedastisitas hipotesis kedua

Heterokedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari suatu pengamatan yang lain. Jika variasi residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homokedastisitas, dan jika varians berbeda disebut heteroskedastisitas. Model yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Hasil pengujian heteroskedastisitas data dalam penelitian ini dengan mengamati pola yang terdapat pada Sctterplots, hasilnya dapat dilihat pada Gambar IV.7 berikut ini:

-4 -2 0 2 4

Regression Standardized Predicted Value

-4 -3 -2 -1 0 1 2 R e g re s s io n Stu d e n ti z e d R e s id u a l

Dependent Variable: Komitmen Scatterplot

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Gambar IV.7. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Dari Gambar IV.7 di atas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak (random) serta tersebar di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai.

Selanjutnya, dilakukan uji statistik untuk menjamin keakuratan hasil. Adapun uji statistik yang digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah uji Glesjer.

Tabel IV.53. Hasil Uji Glesjer

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig

1 (Constant) -.2.900 2.435 -1.191 .244

Masa Kerja .191 .127 .318 1.506 .143

Kepuasan Kerja .013 .070 .038 .183 .856

Sumber: Hasil Penelitian, 2010

Dari Tabel IV.53 di atas menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen. Hal ini terlihat dari probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%. Jadi, dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas. Hal ini konsisten dengan hasil uji Scatter Plots.

IV.2. Pembahasan

Dokumen terkait