BAB III METODE PENELITIAN
3.9 Hasil Uji Coba Alat Ukur
Penyebaran alat ukur dalam bentuk skala dilakukan pada tanggal 26 Maret – 15 April 2020. Skala disebarkan kepada subjek yang memenuhi kriteria sebanyak 420 skala dan dari skala yang telah disebar tersebut terdapat 392 skala yang dapat dianalisa. Pelaporan hasil analisa data dimulai dari hasil uji realibilitas, uji daya beda aitem dan validitas terlebih dahulu. Validitas dilakukan melalui uji analisa faktor dengan melihat nilai KMO, nilai MSA dan nilai loading factor dari masing-masing aspek.
3.9.1 Skala Pembelian Impulsif
Hasil uji realibilitas variabel Pembelian Impulsif dilakukan dengan menggunakan Cronbach alpha dengan nilai reliabilitas akhir terhadap aitem yang terseleksi sebesar rxx = .716 yang berarti skala Pembelian Impulsif memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi (mendekati 1) dengan distribusi aitem yang
bergerak dari .325 sampai dengan .651. Dari 16 aitem yang diuji cobakan diperoleh 11 aitem dengan nilai diskriminasi tinggi (rix > .3) yaitu aitem dengan nomor 1,7,12,2,13,6,10,9,5,4,8.
Selanjutnya setelah dilakukan pengujian realibilitas dan uji daya beda aitem, dilakukan pengujian validitas dengan uji analisis faktor. Uji analisis faktor dilakukan pada setiap aspek variabel dengan mengacu pada nilai KMO, nilai MSA dan nilai loading factor.
Pada aspek Spontanitas, terdapat 3 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .565 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .544 – .669 (MSA > .5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk dimensi Spontanitas. Kemudia, nilai loading factor bergerak dari .565 – .760 (aitem tersebut adalah 1,7,12).
Pada aspek Kekuatan, Kompulsi dan Intensitas , terdapat 4 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .565 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .531 – .651 (MSA > .5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk aspek Kekuatan, Kompulsi dan Intensitas. Kemudian nilai loading factor bergerak dari .645 – .989 (aitem-aitem tersebut adalah aitem 2, 13, 6, 10).
Pada aspek Kegairahan dan Stimulasi, terdapat 3 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .565 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .544 – .669 (MSA >
.5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk dimensi Kegairahan dan Stimulasi. Kemudia, nilai loading factor bergerak dari .720 – .860 (aitem-aitem tersebut adalah 1, 7, 12).
Pada aspek Ketidakpedulian Akan Akibat, terdapat 2 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .510 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .500 – .510 (MSA > .5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk dimensi Ketidakpedulian Akan Akibat. Kemudian, nilai loading factor bergerak dari .667 – .722 (aitem-aitem tersebut adalah 4, 8).
Tabel3.4
Skala Pembelian Impulsif
Dimensi Indikator Aitem Jumlah
Favorable Unfavorable Spontanitas Dorongan spontan untuk
membeli yang terjadi ketika ada perasaan lebih untuk membeli suatu produk yang tidak direncanakan sebelumnya yang disebabkan karena beberapa hal yang dirasa mengganggu keinginan dan bertindak dengan seketika
2.13 6,10 4
Kegairahan dan Stimulasi
Adanya keinginan mendesak dan mendadak untuk membeli terjadi kerika pembelian terhadap suatu produk tanpa memikirkan hal-hal lain yang mungkin saja terjadi
4 8 2
Total 5 6 11
3.9.2 Skala Citra Merek
Hasil uji realibilitas variabel citra merek dilakukan dengan menggunakan Cronbach alpha dengan nilai reliabilitas akhir terhadap aitem yang terseleksi sebesar rxx = .740 yang berarti skala citra merek memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi (mendekati 1) dengan distribusi aitem rit aitem yang bergerak dari .304 sampai dengan .581. Dari 18 aitem yang diujicobakan, diperoleh 12 aitem yang memiliki diskriminasi yang tinggi (rix > .3).
Selanjutnya, setelah dilakukan pengujian realibilitas dan uji daya beda aitem, dilakukan pengujian validitas dengan uji analisis faktor. Uji analisis faktor dilakukan pada setiap aspek variable dengan mengacu pada nilai KMO, nilai MSA, dan nilai loading factor.
Pada aspek Strenghtness, terdapat 5 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .737 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .687 sampai dengan .797 (MSA > .5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk aspek strenghtness. Kemudian, nilai loading factor bergerak dari .605 sampai dengan .818 (aitem-aitem tersebut adalah aitem 1, 13, 6, 12, 18).
Pada aspek uniqueness, terdapat 3 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .525 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .517 sampai dengan .588 (MSA > .5).
Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk aspek
uniqueness. Kemudia nilai loading factor bergerak dari .569 sampai dengan .820 (aitem-aitem tersebut adalah aitem 2, 7, 11).
Pada aspek favorable, terdapat 4 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .579 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .535 sampai dengan .705 (MSA > .5).
Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk aspek favorable. Kemudian, nilai loading factor bergerak dari .594 sampai dengan .999 aitem-aitem tersebut adalah aitem 3, 8, 15, 17). Berikut adalah tabelnya:
Tabel 3.5
Blueprint Skala Citra Merek
Dimensi Indikator Aitem Jumlah
Favorable Unfavorable Strengthness Kekuatan yang ditunjukkan
dalam bentuk fisik dan tidak ditemukan pada merek lainnya.
Kekuatan yang menjadi keunggulan dan mengacu pada atribut-atribut fisik atas merek tersebut hingga memiliki kelebihan dibandingkan merek lainnya.
1,3 6,12,18 5
Uniqueness Barang yang diberikan sebuah merek satu dengan merek lainnya. Hal inin muncul karena atribut-atribut produk yang memberikan kesan pembeda pada produk tersebut jika dibandingkan dengan produk lainnya.
2 7,11 3
Favorable Produk tersebut memiliki kelebihan yang kuat daripada produk lainnya yang membuat produk tersebut mudah untuk diucapkan dan tetap diingat oleh konsumen / pelanggan sehingga produk tersebut akan menjadi produk favorit.
3,8 15,17 4
Total 5 7 12
3.9.3 Skala Locus of Control
Hasil uji realibilitas Locus of control dilakukan dengan menggunakan Cronbach alpha dengan nilai realibilitas akhir terhadap aitem yang terseleksi sebesar rxx = .716 yang berarti skala Locus of Control memiliki tingkat reliabilitas yang cukup tinggi (mendekati 1) dengan distribusi rit aitem yang bergerak dari .259 sampai dengan .558. Dari 24 aitem yang diujicobakan, diperoleh 20 aitem yang memiliki diskriminasi yang tinggi (rix > .25), namun peneliti tidak membuang aitem yang gugur dikarenakan skala yang digunakan merupakan adaptasi dari tokoh locus of control yaitu Levenson. Adapun aitem-aitem yang gugur akan diperbaiki penggunaan bahasanya yang mungkin kurang dipahami oleh responden.
Selanjutnya, setelah dilakukan pengujian realibilitas dan uji daya beda aitem, dilakukan pengujian validitas dengan uji analisis faktor. Uji analisis faktor dilakukan pada setiap aspek variable dengan mengacu pada nilai KMO, nilai MSA, dan nilai loading factor.
Pada aspek internal , terdapat 8 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .681 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .651 sampai dengan .742 (MSA > .5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk aspek internal.
Kemudian, nilai loading factor bergerak dari .593 sampai dengan .718 (aitem-aitem tersebut adalah (aitem-aitem 21,1,11,8,18,15,9,24).
Pada aspek powerful others, terdapat 8 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah
sebesar .669 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .563 sampai dengan .799 (MSA
> .5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk aspek powerful others. Kemudian, nilai loading factor bergerak dari .516 sampai dengan .883 (aitem-aitem tersebut adalah aitem 2,7,19,3,13,12,10,22).
Pada aspek chance , terdapat 8 aitem yang memiliki daya beda tinggi dan tidak terdapat aitem yang gugur. Nilai KMO yang diperoleh adalah sebesar .658 (KMO > .5), nilai MSA bergerak dari .571 sampai dengan .789 (MSA > .5). Hal ini menunjukkan bahwa semua faktor valid sebagai pembentuk aspek chance.
Kemudian, nilai loading factor bergerak dari .520 sampai dengan .805 (aitem-aitem tersebut adalah (aitem-aitem 4,14,5,16,17,6,23,20). Berikut adalah tabel nya:
Tabel 3.6
Blueprint Skala Locus of Control
Dimensi Indikator Aitem Jumlah
Internal Menekankan pada kemampuan diri dan kepercayaan diri individu tersebut.
21,1,11,8, 18,15,9,24
8
Powerful others Bergantung kepada orang lain, menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada diri individu dan kurangnya rasa percaya diri
2,7,19,3 13,12,10,22
8
Chance Menganggap segala hal yang terjadi pada diri merupakan suatu keberuntungan, nasib dan kebetulan.
Prosedur pelaksanaan penelitian dilakukan dalam tiga tahap, yaitu:
1. Tahap persiapan penelitian
Pada tahap persiapan, peneliti merancang sendiri dua alat ukur (Pembelian Impulsif dan Citra Merek) dan satu alat ukur (Locus of Control)yang