BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Hasil Uji Hipotesis
Teknik pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi sederhana yang bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing ketiga variabel bebas berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat. Kemudian menggunakan uji regresi ganda yang bertujuan untuk mengetahui apakah ketiga variabel bebas berpengaruh secara signifikan atau tidak terhadap variabel terikat.
a. Uji Regresi Sederhana
Kegunaan regresi dalam penelitian salah satunya adalah untuk meramalkan atau memprediksi variabel terikat (Y) apabila variabel bebas (X) diketahui. Regresi sederhana dapat dianalisis karena didasari oleh hubungan fungsional atau hubungan sebab akibat (kausal) variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Hipotesis yang diajukan dalam uji regresi sederhana adalah sebagai berikut.
1) Keteladanan Guru
Ha: Keteladanan guru berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman.
119
Ho: Keteladanan guru tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman.
2) Reward
Ha: Reward berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman.
Ho: Reward tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman.
3) Punishment
Ha: Punishment berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman.
Ho: Punishment tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman.
Dalam analisis regresi, penulis menggunakan bantuan program SPSS 17.0 dengan hasil sebagai berikut.
Tabel 21. Hasil Persamaan Regresi
Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan SPSS 17.0 didapatkan keputusan hipotesis sebagai berikut.
120
1) Keteladanan Guru
Dari perhitungan didapatkan nilai sebesar 1,015 dan nilai
sebesar 1,978, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai < atau 1,015 < 1,978, maka Ho diterima, yang artinya koefisien regresi tidak signifikan. Kemudian terlihat pada kolom sig terdapat nilai 0,312 atau lebih besar dari probabilitas 0,05 atau nilai 0,05<sig 0,312. Maka Ho diterima dan Ha ditolak yang artinya koefisien regresi adalah tidak signifikan.
2) Reward
Dari perhitungan didapatkan nilai sebesar 2,167 dan nilai sebesar 1,978, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai > atau 2,167 > 1,978, maka Ho ditolak, yang artinya koefisien regresi signifikan. Kemudian terlihat pada kolom sig terdapat nilai 0,032 atau lebih kecil dari probabilitas 0,05 atau nilai 0,05>sig 0,032. Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya koefisien regresi adalah signifikan.
3) Punishment
Dari perhitungan didapatkan nilai sebesar 5,389 dan nilai sebesar 1,978, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai > atau 5,389 > 1,978, maka Ho ditolak, yang artinya koefisien regresi signifikan. Kemudian terlihat pada kolom sig terdapat nilai 0,000 atau lebih kecil dari probabilitas 0,05 atau nilai 0,05>sig 0,000. Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya koefisien regresi adalah signifikan.
121
Berdasarkan hasil SPSS, terlihat pada kolom Unstandardized Coefficients
B pada baris constant sebesar 33,917 yang menunjukkan nilai konstanta, kemudian pada variabel keteladanan guru menunjukan nilai 0,135, pada variabel
reward menunjukkan nilai 0,162, dan pada variabel punishment menunjukkan nilai 0,916.
Berdasarkan hasil di atas maka persamaan regresi sederhana dari variabel keteladanan guru dan perilaku disiplin dapat digambarkan sebagai berikut.
Ŷ = 33,917 + 0,135
Dari hasil persamaan regresi sederhana di atas dapat diambil dinyatakan bahwa nilai Konstanta sebesar 33,917 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel keteladanan guru ( ), maka nilai perilaku disiplin siswa (Y) adalah 33,917. Kemudian koefisien regresi sebesar 0,135 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen dari keteladanan guru akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,135 pada perilaku disiplin siswa.
Persamaan regresi sederhana dari variabel reward dan perilaku disiplin dapat digambarkan sebagai berikut.
Ŷ = 33,917 + 0,162
Dari hasil persamaan regresi sederhana di atas dinyatakan konstanta sebesar 33,917 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel
Reward ( ), maka nilai perilaku disiplin siswa (Y) adalah 33,917. Koefisien regresi sebesar 0,162 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen dari
reward akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,162 pada perilaku disiplin siswa.
122
Persamaan regresi sederhana dari variabel punishment dan perilaku disiplin dapat digambarkan sebagai berikut.
Ŷ = 33,917 + 0,162
Dari hasil persamaan regresi sederhana di atas dinyatakan konstanta sebesar 33,917 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel
punishment ( ), maka nilai perilaku disiplin siswa (Y) adalah 33,917. Koefisien regresi sebesar 0,916 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen dari
punishment akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,916 pada perilaku disiplin siswa.
b. Uji Regresi Ganda
Riduwan & Akdon (2013:142) analisis regresi ganda adalah bentuk pengembangan dari analisis regresi sederhana, yaitu untuk meramalkan nilai variabel terikat apabila variabel bebas berjumlah dua atau lebih.
Hipotesis yang diajukan dalam uji regresi sederhana adalah sebagai berikut.
Ha: Keteladanan guru, reward dan punishment berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman
Ho: Keteladanan guru, reward dan punishment tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 Sekolah Dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman
123
Dasar pengambilannya adalah dengan membandingkan nilai dengan , adalah jika nilai > nilai , maka Ho ditolak, artinya koefisien regresi signifikan. Jika nilai < nilai , maka Ho diterima, artinya koefisien regresi tidak signifikan. Kemudian membandingkan nilai kolom signifikansi pada tabel ANOVA SPSS 17.0 dengan nilai probaabilitas, yaitu jika nilai pada kolom signifikansi < 0,05 maka Ho ditolak, artinya koefisien regresi signifikan. Jika nilai pada kolom signifikansi >0,05 maka Ho diterma, artinya koefisien regresi tidak signifikan.
Untuk mencari nilai F tabel menggunakan Tabel F dengan rumus sebagai berikut:
= (dk 1= k-1), (dk 2= n – k)} Dimana:
dk 1= Derajat kebebasan sebagai pembilang dk 2= Derajat kebebasan sebagai penyebut k = Jumlah variabel yang diteliti
n = Jumlah responden
dk 1 = k – 1 = 4 – 1
= 3 (Derajat kebebasan sebagai pembilang) dk 2 = n – k
= 129 – 4
= 125 (Derajat kebebasan sebagai penyebut)
124
Untuk mengetahui hasil maka peneliti menggunakan bantuan program SPSS 17.0 dan memperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 22. Hasil Regresi Ganda antara Keteladanan Guru, Reward, Punishment, secara bersama-sama terhadap Perilaku Disiplin Siswa
Berdasarkan tabel SPSS terlihat pada kolom F regression atau menunjukkan nilai 28,142 dan sebesar 2,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai > atau 28,142 > 2,68, maka Ho ditolak, artinya koefisien regresi signifikan. Kemudian terlihat pada kolom sig terdapat nilai 0,000 atau lebih kecil dari probabilitas 0,05 atau nilai 0,05>sig 0,000. Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya koefisien regresi adalah signifikan.
Jadi, keteladanan guru, reward dan Punishment di sekolah dasar kelas 5 se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku disiplin siswa.
Kemudiaan persamaan regresi ganda digunakan untuk menggambarkan persamaan regresi dari variabel keteladanan guru, reward dan punishment dan perilaku disiplin siswa yang dapat digambarkan sebagai berikut.
125
Dari perolehan hasil persamaan regresi ganda di atas, maka dapat diambil kesimpulan konstanta sebesar 33,917 menyatakan bahwa jika tidak ada kenaikan nilai dari variabel keteladanan guru ( ), reward ( ), dan punishment ( ), maka nilai perilaku disiplin siswa (Y) adalah 33,917. Koefisien regresi sebesar 0,135 menyatakan bahwa setiap penambahan sati persen dari keteladanan guru akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,135 pada perilaku disiplin siswa. Koefisien regresi sebesar 0,162 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen dari
reward akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,162 pada perilaku disiplin siswa. Kemudian koefisien regresi sebesar 0,916 menyatakan bahwa setiap penambahan satu persen dari Punishment akan memberikan kenaikan skor sebesar 0,916 pada perilaku disiplin siswa.
4. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk menyatakan seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Dalam penelitian ini koefisien determinasi digunakan untuk menyatakan seberapa besar pengaruh keteladanan guru, reward, punishment, terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 sekolah dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman.
Adapun untuk mengetahui persentase sumbangan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, digunakan program SPSS 17.0 yaitu dengan melihat tabel Model Summary, pada kolom Adjusted R Square.
Koefisien determinasi dilambangkan dengan atau R Square. Dalam hal ini penjelasannya adalah sebagai berikut. Jika = 0, maka tidak ada sedikitpun
126
persentase sumbangan variabel X terhadap Y. Jika = 1 maka persentase sumbangan variabel X terhadap Y adalah sempurna atau sama dengan 100%.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan SPSS 17.0 didapatkan hasil sebagai berikut.
Tabel 23. Hasil Koefisien Determinasi
Berdasarkan tabel di atas didapatkan nilai sebesar 0,389 atau sebesar 38,9%. Hal ini menunjukkan bahwa keteladanan guru, reward, dan punishment
bersama-sama memiliki kontribusi sebesar 38,9% terhadap perilaku disiplin siswa kelas 5 sekolah dasar se gugus Sendangadi, Mlati, Sleman. Sedangkan sisanya sebesar 61,1% dipengaruhi oleh faktor lain.
5. Sumbangan Relatif (SR) dan Sumbangan Efektif (SE)
Berdasarkan hasil dari koefisien determinasi, menunjukkan bahwa keteladanan guru, reward, dan punishment secara bersama-sama memiliki kontribusi sebesar 38,9%. Dari hasil tersebut dapat diketahui persentase masing-masing variabel, dengan hasil sebagai berikut:
a. Jumlah product moment antara X1 dan Y ∑x1y =
=
127
= 967619– 962203,57 ∑x1y = 5415,43
b. Jumlah product moment antara X2 dan Y ∑x2y =
=
=
= – 725186,09 ∑x2y = 8212,91
c. Jumlah product moment antara X3 dan Y
∑x3y =
=
=
= – 502953,14 ∑x3y = 5476,86
d. Jumlah kuadrat regresi
Jkreg = a1.∑x1y + a2.∑x2y + a3.∑x3y
= (0,135)( 5415,43) + (0,162)( 8212,91) + (0,916)( 5476,86) = 731,08 + 1330,49 + 5016,80
Jkreg = 7078,37 e. Sumbangan relatif
128 1) Keteladanan Guru SR. = = SR. = 10,33% 2) Reward SR. = = SR. = 18,80% 3) Punishment SR. = = SR. = 70,87% f. Sumbangan Efektif 1) Keteladanan Guru SE. = SR. × R2 = 10,33% × 0,389 SE. = 4,02% 2) Reward SE. = SR. × R2 = 18,80% × 0,389 SE. = 7,31%
129
3) Punishment
SE. = SR. × R2 = 70,87% × 0,389 SE. = 27,56%
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, sumbangan relatif variabel keteladanan guru sebesar 10,33%, variabel reward sebesar 18,80%, dan
punishment sebesar 70,87%, hasil tersebut jika dijumlahkan maka akan mendapatkan hasil 100%. Kemudian sumbangan efektif variabel keteladanan guru sebesar 4,02%, variabel reward sebesar 7,31%, dan variabel punishment sebesar 27,56%, hasil tersebut jika dijumlahkan akan menghasilkan 38,9%.