BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3. Hasil Uji Hipotesis Penelitian
Setelah dilakukan pengujian asumsi-asumsi klasik statistik dan telah terbukti data terbebas dari asumsi-asumsi klasik tersebut maka data dalam penelitian ini tdlah memenuhi syarat untuk melakukan uji statistik untuk membuktikan kebenaran uji hipotesis.
4.3.1 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 4.5
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
.799a .639 .622 .05570
a. Predictors: (Constant), UKURANKLIEN, KOMITEAUDIT, PROFITABILITAS, DEWANKOMISARIS
b. Dependent Variable: FEEAUDIT
Sumber data : Hasil Output SPSS diolah, 2016
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa besarnya nilai Adjusted R Square adalah 0,622 atau 62,2 persen. Hal ini menunjukkan bahwa 62,2 persen variabel dependen fee audit dapat dijelaskan oleh variabel independen komite audit, profitabilitas, dewan komisaris, dan ukuran klien. Sedangkan sisanya sebesar 37,8 persen dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.3.2 Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Tabel 4.6
Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAa
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
1
Regression .466 4 .117 37.567 .000b
Residual .264 85 .003
Total .730 89
a.Dependent Variable: FEEAUDIT
b.Predictors: (Constant), UKURANKLIEN, KOMITEAUDIT, PROFITABILITAS, DEWANKOMISARIS
Berdasarkan hasil pengujian signifikansi simultan (uji F) diperoleh hasil bahwa nilai F hitung sebesar 37,567. Nilai F tabel diperoleh melalui fungsi FINV
pada microsoft Excel dengan formula =FINV(probability,deg_freedom1,deg_freedom2). Probability yang digunakan
0,05, dfl=4, dan df2=85. Dfl diperoleh dari jumlah variabel dependen dan independen dikurangi 1, sedangkan df2 diperoleh dari jumlah unit analisis dikurangi jumlah semua variabel. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, diperoleh F tabel sebesar 2,479 dan nilai F hitung sebesar 37,567 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.000 atau dengan kata lain F hitung > F tabel (37,567 > 2,467) dan tingkat signifikansi lebih kecil ( 0,000<0,05), hal ini berarti dapat dikatakan bahwa variabel independen yaitu komite audit, profitabilitas, dewan komisaris dan ukuran klien berpengaruh secara bersama–sama atau secara simultan dalam mempengaruhi variabel dependen yaitu fee audit.
4.3.3 Hasil Uji T
Tabel 4.7 Hasil Uji T
Sumber data : Hasil output SPSS diolah, 2016
Pada tabel 4.7 diperoleh nilai t hitung untuk masing-masing variabel independen. Hipotesis yang hendak di uji adalah sebagai berikut:
Ho : suatu variabel bebas bukan merupakan penjelasan yang signifikan
terhadap variabel terikat.
Ha : suatu variabel bebas merupakan penjelasan yang signifikan terhadap
variabel terikat.
Pengujiannya adalah dengan membandingkan antara t tabel dengan t hitung. Penentuan t tabel dapat diperoleh dengan cara melihat df (degree of freedom) yaitu n-k (90-4 = 86), dengan tingkat signifikansi 95 persen (α = 0.05) sehingga didapat nilai t hitung yang dihitung dari Microsoft Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.771 .376 -2.050 .043 KOMITEAUDIT .005 .044 .007 .106 .916 PROFITABILITAS .011 .005 .131 1.943 .055 DEWANKOMISARIS .022 .018 .092 1.194 .236 UKURANKLIEN 1.148 .116 .760 9.885 .000
Excel adalah menggunakan fungsi TINV dengan formula =TINV(0.05,86). Dari formula tersebut diperoleh nilai t tabel sebesar 1,98.
Berdasarkan hasil pengujian di atas dapat dijelaskan pengaruh variabel independen secara satu per satu (parsial) terhadap variabel dependen yakni sebagai berikut:
1. Pengaruh komite audit dalam penentuan fee audit
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel komite audit menunjukkan nilai t hitung sebesar 0,106 dengan signifikansi sebesar 0,916. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 1,98. Oleh karena itu nilai t hitung < t tabel yaitu 0,106 < 1,98 dan nilai signifikansi > 0,05 yaitu 0,916 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti variabel
komite audit secara parsial tidak berpengaruh terhadap fee audit. 2. Pengaruh profitabilitas dalam penentuan fee audit.
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel profitabilitas menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,943 dengan signifikansi sebesar 0,055 . Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 1,98. Oleh karena itu nilai t hitung < t tabel yaitu 1,943 < 1,98 dan nilai signifikansi > 0,05 yaitu 0,055 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti variabel
profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh terhadap fee audit. 3. Pengaruh dewan komisaris dalam penentuan fee audit
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel dewan komisaris menunjukkan nilai t hitung sebesar 1,194 dengan signifikansi sebesar 0,236. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 1,98. Oleh karena itu nilai t
hitung < t tabel yaitu 1,194 < 1,98 dan nilai signifikansi > 0,05 yaitu 0,236 > 0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Hal ini berarti variabel
dewan komisaris secara parsial tidak berpengaruh terhadap fee audit. 4. Pengaruh ukuran klien dalam penentuan fee audit
Hasil analisis uji t pada tabel 4.7 untuk variabel ukuran klien menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,885 dengan signifikansi sebesar 0,000. Nilai t tabel yang diperoleh sebesar 1,98. Oleh karena itu nilai t hitung > t tabel yaitu 9,885 > 1,98 dan nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti variabel
ukuran klien secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap fee audit.
4.3.4 Hasil Analisis Regresi Berganda
Tabel 4.8
Hasil Analisis Regresi Berganda
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -.771 .376 -2.050 .043 KOMITEAUDIT .005 .044 .007 .106 .916 PROFITABILITAS .011 .005 .131 1.943 .055 DEWANKOMISARIS .022 .018 .092 1.194 .236 UKURANKLIEN 1.148 .116 .760 9.885 .000
Berdasarkan hasil regresi pada tabel 4.8 diperoleh persamaan model regresi sebagai berikut :
FEEAUDIT = -0,771 + 0,005 KOMITEAUDIT + 0,011 PROFITABILITAS + 0,022 DEWANKOMISARIS + 1,148 UKURANKLIEN Keterangan : FEEAUDIT : fee a : kontanta
KOMITEAUDIT : komite audit PROFITABILITAS : profitabilitas
DEWANKOMISARIS : dewan komisaris UKURANKLIEN : ukuran klien
Koefisien – koefisien dalam persamaan regresi linier berganda memiliki arti sebagai berikut:
1. Konstanta sebesar -0,771 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu komite audit, profitabilitas, dewan komisaris, dan ukuran klien nilainya adalah nol, maka fee audit bernilai negatif sebesar 0,771. 2. Koefisien regresi variabel komite audit sebesar 0,005 menunjukkan
bahwa setiap kenaikan komite audit sebesar 1 satuan akan diikuti oleh kenaikan fee audit sebesar 0,005 dengan asumsi variabel lain tetap.
3. Koefisien regresi variabel profitabilitas sebesar 0,011 menunjukkan bahwa setiap kenaikan profitabilitas sebesar 1 satuan akan diikuti oleh kenaikan fee audit sebesar 0,011 dengan asumsi variabel lain tetap. 4. Koefisien regresi variabel dewan komisaris sebesar 0,022
menunjukkan bahwa setiap kenaikan dewan komisaris sebesar 1 satuan akan diikuti oleh kenaikan fee audit yang disimbolkan dengan LNFEE sebesar 0,022 dengan asumsi variabel lain tetap.
5. Koefisien regresi variabel ukuran klien sebesar 1,148 menunjukkan bahwa setiap kenaikan ukuran klien sebesar 1 satuan akan diikuti oleh kenaikan fee audit sebesar 1,148 dengan asumsi variabel lain tetap.