BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Uji Instrumen Penelitian
1. Hasil Uji Statistik Deskriptif
Variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang meliputi profesionalisme, etika profesi dan pertimbangan tingkat materialitas akan diuji secara statistik deskriptif seperti yang terlihat dalam tabel 4.8.
Tabel 4.8
Hasil Uji Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Tprof 68 89 128 103.56 8.454 Tetp 68 23 40 32.57 3.316 Tmat 68 40 85 67.65 5.994 Valid N (listwise) 68
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.8 menjelaskan bahwa pada variabel profesionalisme jawaban minimum responden sebesar 89 dan maksimum sebesar 128, dengan rata-rata total jawaban 103,56 dan standar deviasi sebesar 8,454. Pada variabel etika profesi minimum jawaban responden sebesar 23 dan maksimum sebesar 40, dengan rata-rata total jawaban 32,57 dan standar deviasi sebesar 3,3316. Variabel materialitas minimum jawaban responden sebesar 40 dan maksimum sebesar 85, dengan rata-rata total jawaban 67,65 dan standar deviasi sebesar 5,994.
a. Hasil Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur pada kuesioner tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan
Pearson Corelation, pedoman suatu model dikatakan valid jika tingkat signifikansinya dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid, tabel berikut menunjukkan hasil uji validitas dari tiga variabel dengan 68 sampel responden.
Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas Variabel Profesionalisme
Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan
Pertanyaan 1 0,345** 0,004 Valid Pertanyaan 2 0,488** 0,000 Valid Pertanyaan 3 0,579** 0,000 Valid Pertanyaan 4 0,546** 0,000 Valid Pertanyaan 5 0,684** 0,000 Valid Pertanyaan 6 0,593** 0,000 Valid Pertanyaan 7 0,537** 0,000 Valid Pertanyaan 8 0,574** Valid
Pertanyaan 9 0,296* 0,014 Valid Pertanyaan 10 0,402** 0,001 Valid Pertanyaan 11 0,500** 0,000 Valid Pertanyaan 12 0,533** 0,000 Valid Pertanyaan 13 0,291* 0,016 Valid Pertanyaan 14 0,454** 0,000 Valid Pertanyaan 15 0,525** 0,000 Valid Pertanyaan 16 0,546** 0.000 Valid Pertanyaan 17 0,351** 0,003 Valid Pertanyaan 18 0,353** 0,003 Valid Pertanyaan 19 0.440** 0,000 Valid Pertanyaan 20 0,244* 0,045 Valid Pertanyaan 21 0,428** 0,000 Valid Pertanyaan 22 0,523** 0,000 Valid Pertanyaan 23 0,463** 0,000 Valid Pertanyaan 24 0,333** 0,003 Valid
Pertanyaan 25 0,320** 0,008 Valid
Pertanyaan 26 0,352** 0,003 Valid
Sumber: Data primer yang diolah
Tabel 4.9 menunjukkan variabel profesionalisme mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Etika Profesi
Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan
Pertanyaan 1 0,463** 0,000 Valid Pertanyaan 2 0,758** 0,000 Valid Pertanyaan 3 0,585** 0,000 Valid Pertanyaan 4 0,763** 0,000 Valid Pertanyaan 5 0,639** 0,000 Valid Pertanyaan 6 0,630** 0,000 Valid Pertanyaan 7 0,559** 0,000 Valid Pertanyaan 8 0,627** 0,000 Valid
Tabel 4.10 menunjukkan variabel etika profesi mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
Tabel 4.11
Hasil Uji Validitas materialitas
Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan
Pertanyaan 1 0,206 0,092 Tidak Valid
Pertanyaan 2 0,222 0,069 Tidak Valid
Pertanyaan 3 0,357** 0,003 Valid
Pertanyaan 4 0,078 0,525 Tidak Valid
Pertanyaan 5 0,213 0,082 Tidak Valid
Pertanyaan 6 0,425** 0,000 Valid Pertanyaan 7 0,499** 0,000 Valid Pertanyaan 8 0,605** 0,000 Valid Pertanyaan 9 0,566** 0,000 Valid Pertanyaan 10 0,724** 0,000 Valid Pertanyaan 11 0,527** 0,000 Valid Pertanyaan 12 0,628** 0,005 Valid
Pertanyaan 13 0,676** 0,000 Valid Pertanyaan 14 0,341** 0,004 Valid Pertanyaan 15 0,423** 0,000 Valid Pertanyaan 16 0,714** 0,000 Valid Pertanyaan 17 0,497** 0,000 Valid Pertanyaan 18 0,463** 0,000 Valid
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.11 menunjukkan variabel materialitas mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05, terkecuali empat pertanyaan dari variabel materialitas yaitu pertanyaan 1,2,4 dan 5 yang dinyatakan tidak valid karena memiliki nilai signifikansi diatas 0,05, sehingga harus dikeluarkan dan tidak diikutsertakan dalam pengujian data selanjutnya. Adapun hasil pertanyaan yang tidak valid kemungkinan disebabkan oleh kesibukan responden dan waktu. Pengujian dilakukan kembali berdasarkan pertanyaan 1,2,4 dan 5 yang sudah dikeluarkan. Hasil pengujian berdasarkan pertanyaan yang sudah dikeluarkan dapat dilihat pada tabel 4.12.
Tabel 4.12
Hasil Uji Validitas Setelah pertanyaan 1,2,4 dan5Dikeluarkan
Butir Pertanyaan Pearson Corelation Sig (2-Tailed) Keterangan
Pertanyaan 3 0,375** 0,002 Valid Pertanyaan 6 0,536** 0,000 Valid Pertanyaan 7 0,598** 0,000 Valid Pertanyaan 8 0,636** 0,000 Valid Pertanyaan 9 0,616** 0,000 Valid Pertanyaan 10 0,636** 0,000 Valid Pertanyaan 11 0,486** 0,000 Valid Pertanyaan 12 0,626** 0,000 Valid Pertanyaan 13 0,684** 0,000 Valid Pertanyaan 14 0,422* 0,021 Valid Pertanyaan 15 0,423** 0,000 Valid Pertanyaan 16 0,639** 0,000 Valid Pertanyaan 17 0,492** 0,000 Valid Pertanyaan 18 0,522** 0,000 Valid
Tabel 4.12 menunjukkan variabel materialitas mempunyai kriteria valid untuk semua item pertanyaan dengan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05.
b. Hasil Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas ini dilakukan untuk menilai konsistensinya dari instrumen penelitian, instrument dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha diatas 0,6.
Tabel 4.13
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Profesionalisme
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.13 menunjukkan nilai croanbach’s alpha atas variabel profesionalisme sebesar 0,839, sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai
croanbach’s alpha lebih besar dari 0,6. Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .839 .856 26
Tabel 4.14
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Etika Profesi
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.14 menunjukkan nilai croanbach’s alpha atas variabel etika profesi sebesar 0,750, sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai croanbach’s alpha lebih besar dari 0,6.
Tabel 4.15
Hasil Uji Reliabilitas Variabel materialitas
Cronbach's Alpha Cronbach's Alpha Based on Standardized Items N of Items .788 .831 14
Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.15 menunjukkan nilai croanbach’s alpha atas variabel materialitas sebesar 0,788, sehingga dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena mempunyai nilai
croanbach’s alpha lebih besar dari 0,6. Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized
Items N of Items
Hal ini menunjukkan bahwa setiap item pernyataan yang digunakan akan mampu memperoleh data yang konsisten yang berarti bila pernyataan itu diajukan kembali akan diperoleh jawaban yang relatif sama dengan jawaban sebelumnya.
3. Hasil Uji Asumsi Klasik a. Hasil Uji Multikolonieritas
Pengujian multikolonieritas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Untuk mendeteksi adanya problem multiko, maka dapat dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen.
Tabel 4.16
Hasil Uji Multikolonieritas
Collinearity Statistics Model Tolerance VIF
Tprof .960 1.042 1
Tetp .960 1.042 a. Dependent Variable: Tmat
Sumber: data primer yang diolah
Pada tabel 4.16 menunjukkan bahwa masing-masing variabel mempunyai nilai tolerance mendekati angka 1 dan nilai variance inflation factor (VIF) disekitar angka 1. Dimana profesionalisme dan etika profesi mempunyai nilai tolerance 0,960 dan mempunyai nilai
VIF 1,042. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi tidak terdapat problem multiko.
b. Hasil Uji Normalitas
Pengujian normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.
Sumber: Data primer yang diolah
Gambar 4.1
Sumber: Data primer yang diolah Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas Histogram
Gambar 4.1 dan 4.2 memperlihatkan penyebaran data yang berada disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, ini menunjukkan bahwa model regresi memenuhi asusmsi normalitas. c. Hasil Uji Heteroskedastisitas
Pengujian heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varians dari residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas.
Gambar 4.3 Grafik Scatterplot
Gambar 4.3 menunjukkan titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk pola tertentu serta tersebar diatas dan dibawah angka 0 (nol) pada sumbu Y. Ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi pertimbangan tingkat materialitas berdasarkan masukan atas variabel profesionalisme dan etika profesi
4. Hasil Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini dengan menggunakan model analisis regresi berganda (multiple regression analysis), yaitu:
a. Hasil Uji Koefisien Determinasi
Uji Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen.
Tabel 4.17
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .907a .822 .817 .390
a. Predictors: (Constant), Tetp, Tprof Sumber: data primer yang diolah
Tabel 4.17 menunjukkan nilai R sebesar 0,907 atau 90,7%. Hal ini berarti bahwa hubungan atau korelasi antara pertimbangan tingkat materialitas dengan profesionalisme dan etika profesi adalah sangat kuat karena berada dikisaran 0,80-0,999 (Riduwan dan Engkos Achmad Kuncoro, 2007:62). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,817 atau 81,7%, ini menunjukkan bahwa variabel pertimbangan tingkat materialitas yang dapat dijelaskan oleh variabel profesionalisme dan etika profesi adalah sebesar 81,7%, sedangkan sisanya sebesar 0,183 atau 18,3% (1-0,817) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam model penelitian ini.
b. Hasil Uji Statistik t
Hasil uji statistik t dapat dilihat pada tabel 4.18, jika nilai probability t lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan menolak H0, sedangkan jika nilai probability t lebih besar dari 0,05 maka H0 diterima dan menolak Ha.
Tabel 4.18 Hasil Uji Statistik t Coefficientsa
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig. (Constant) .654 .696 .939 .351 Tprof -.449 .141 -.487 -3.191 .002 1
Tetp 3.379 .372 1.385 9.076 .000 a. Dependent Variable: Tmat
Sumber: data primer yang diolah
Hipotesis 1: Pengaruh profesionalisme terhadap pertimbangan tingkat materialitas.
Hasil uji hipotesis 1 dapat dilihat pada tabel 4.18, variabel profesionalisme mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,002. Hal ini berarti menerima Ha1 sehingga dapat dikatakan bahwa profesionalisme berpengaruh secara signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel profesionalisme lebih kecil dari 0,05. Hipotesis 2: Pengaruh etika profesi terhadap pertimbangan tingkat
materialitas.
Hasil uji hipotesis 2 dapat dilihat pada tabel 4.18, variabel etika profesi mempunyai tingkat signifikansi sebesar 0,000. Hal ini berarti menerima Ha2 sehingga dapat dikatakan bahwa etika profesi berpengaruh secara signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas karena tingkat signifikansi yang dimiliki variabel etika profesi lebih kecil dari 0,05.
Berdasarkan tabel 4.18, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut
Dimana:
Y = Pertimbangan tingkat materialitas X1 = Profesionalisme
X2 = Etika Profesi e = Error
Pada persamaan regresi diatas menunjukkan nilai konstanta sebesar 0,654. Hal ini menyatakan bahwa jika variabel profesionalisme dan etika profesi dianggap konstan, maka pertimbangan tingkat materialitas akan konstan sebesar 0,654.
Koefisien regresi pada variabel profesionalisme sebesar -0,449, hal ini berarti jika variabel profesionalisme bertambah satu satuan maka variabel pertimbangan tingkat materialitas akan berkurang sebesar 0,449. Meskipun memiliki tingkat signifikansi dibawah 0,05 hal ini tidak sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan Hastuti dkk.(2003) dan Arleen Herawaty dan Yulius Kurnia Susanto (2006) dimana koefisien korelasi bernilai positif, namun hal ini dapat dipahami mengingat 63% responden merupakan auditor junior dengan tingkat pengalaman dibawah tiga tahun sehingga tingkat profesionalismenya sudah tentu berbeda dengan auditor yang memiliki
tingkat pengalaman kerja yang lebih lama. Koefisien regresi pada variabel etika profesi sebesar 3,379, hal ini berarti jika variabel etika profesi bertambah satu satuan maka variabel pertimbangan tingkat materialitas akan bertambah sebesar 3,379.
Tabel 4.19 Hasil Uji Statistik F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 50.260 2 25.130 212.289 .000a
Residual 7.694 65 .118 1
Total 57.954 67 a. Predictors: (Constant), Tetp, Tprof
b. Dependent Variable: Tmat
Hipotesis 3: Pengaruh profesionalisme dan etika profesi terhadap pertimbangan tingkat materialitas.
Hasil uji hipotesis 3 dapat dilihat pada tabel 4.19 nilai F diperoleh sebesar 212,289 dengan tingkat signifikansi 0,000. Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 maka Ha3 diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa profesionalisme dan etika profesi berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap pertimbangan tingkat materialitas.