HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian
B. Deskripsi Responden
6) Hasil Uji Reabilitas
Tabel 4.9 Hasil Uji Reablitas
Varibel Cronbach’
Alpha Keterangan
Modal (X1) 0.895 Reliabel
Etos Kerja (X2) 0.914 Reliabel
Pelatihan (X3) 0.912 Reliabel
Pendampingan (X4) 0.927 Reliabel
Pendapatan 0.865 Reliabel
Uji reabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu kuesioner cukup dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data.
Kuesioner dapat dikatakan reliabel apabila nilai cronbach alfa lebih besar dibandingkan dengan nilai r – tabel dalam uji validitas yaitu sebesar 0.6.
92 Pada tabel di atas menunjukkan nilai cronbach alfa atas Variabel Modal sebesar 0.895, Variabel Etos Kerja sebesar 0.914, Variabel Pelatihan sebesar 0.912, Variabel Pendampingan sebesar 0.865, dan Variabel Pendapatan sebesar 0.865. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa setiap pertanyaan yang berada pada variabel tersebut reliabel karena mempunyai nilai cronbach alfa lebih besar dari r – tabel yaitu 0.6. Setiap pertanyaan yang digunakan mempu memperoleh data yang konsisten apabila pertanyaan tersebut diajukan kembali.
2. Hasil Asumsi Klasik a. Hasil Uji Normalitas
Uji normalitas adalah pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah data yang dipakai memiliki distribusi normal.
Dalam pengujian normalitas dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Uji normalitas data dengan menggunakan pengolahan SPSS 25.0 menghasilkan grafik sebagai berikut:
93 Tabel 4. 10 Uji Normalitas
Grafik normal P.P Plot of regression standardized residual diatas terlihat titik-titik berhimpit disekitar garis diagonal dan hal ini menunjukkan bahwa residual terdistribusi secara normal.
Tabel 4.11 Uji Kolmogorof-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 60
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 1.81903721 Most Extreme Differences Absolute .101
Positive .101
Negative -.056
Test Statistic .101
Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
94 Nilai residual berdistribusi normal karena nilai signifikansi kolmogorov smirnov 0,200 atau lebih besar dari 0,05 yang membuktikan bahwa data terdistribusi dengan normal.
b. Hasil Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk mengetahui apakah variabel penganggu berkorelasi dengan variabel penganggu lainnya.
Untuk mengetahui autokorelasi salah satunya bisa menggunakan uji Durbin Watson (DW Test). Berikut hasil dari uji autokorelasi.
Tabel 4. 12 Uji Durbin Watson Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 .877a .769 .753 1.884 2.120
a. Predictors: (Constant), Pendampingan, Modal, Pelatihan, Etos Kerja b. Dependent Variable: Pendapatan
Berdasarkan tabel durbin watson (dengan Jumlah sampel 60 dan jumlah variabel 5) dapat diketahui bahwa nilai dL = 1,444 dan nilai dU = 1,727Nilai Durbin Watson hasil analisis sebesar 2,120 Tidak terjadi autokorelasi apabila dU < dW < 4 – dU Pada tabel didapatkan nilai 1,727 < 2,120 < 4-1,727 dan pada data pengelolaan data didapatkan 1,727 < 2,120 < 2,273 Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat masalah autokorelasi.
c. Hasil Uji Heteroskedasitas
Uji heterokedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi terdapat ketidaksamaan variance dari residual pengamatan satu dengan lainnya. Uji heteroskedasitas dapat dilakukan dengan 2 langkah.
95 yaitu secara grafik dan secara statistik, adapun uji heteroskedasitas adalah sebagai berikut:
Tabel 4. 13 Uji Heterkodesitas
Dapat dilihat bahwa titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 (nol) sumbu Y yang artinya bahwa data tidak terjadi Heteroskedastisitas.
96 Tabel 4. 14 Uji Koefisien
Coefficientsa
Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi untuk variabel modal (X1) sebesar 0,150 lalu variabel etos kerja (X2) sebesar 0,657 pelatihan (X3) sebesar 0,957 dan variabel pendampingan (X4) sebesar 0,308. Karena nilai tingkat signifikan 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak terjadi heteroskedasitas atau dengan kata lain disebut dengan homoskedasitas.
d. Hasil Uji Multikolinearitas
Tabel 4. 15 Uji Multkolinearitas Coefficientsa
97 Suatu model regresi dikatakan memiliki masalah multikolinieritas apabila terjadi bebasnya. Berdasarkan tabel di atas hasil uji Variance Inflation Factor (VIF) pada hasil output SPSS 25.0. Tabel coefficient masing-masing variabel independen memiliki VIF dengan nilai < 10 yaitu variabel modal sebesar 2,954, variabel etos kerja sebesar 3,145 dan untuk variabel pelatihan sebesar 2,649, serta pendampingan sebesar 3,368 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Sedangkan nilai tolerance > 0,10 yaitu untuk variabel modal sebesar 0,338, variabel etos kerja sebesar 0,318 dan untuk variabel pelatihan sebesar 0,377, serta untuk variabel pendampingan sebesar 0,297. Maka dapat dinyatakan model regresi linier berganda tidak terdapat multikolinieritas antara variabel dependen dengan variabel independen yang lain sehingga dapat digunakan dalam penelitian ini.hubungan linier yang terjadi secara hampir sempurna diantara semua variabel
3. Hasil Pengujian Hipotesis a. Hasil Uji R Square
a. Predictors: (Constant), Pendampingan, Modal, Pelatihan, Etos Kerja
98
b. Dependent Variable: Pendapatan
Nilai Adjusted R Square sebesar 0,753, hal ini berarti kemampuan variabel Modal, Etos Kerja, Pelatihan, dan Pendampingan dalam menjelaskan Pendapatan sebesar 75,3%
sementara sisanya (100% - 75,3% = 24,7%) dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak dalam penelitian ini.
b. Hasil Uji F
Uji statistik f digunakan untuk menunjukkan apakah variabel independen yang digunakan dalam modal regresi secara bersamaan dapat terhadap variabel dependen. pada tingkat signifikan 5%. Hasil uji koefisien signifikan simultan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4. 17 Hasil Uji F
b. Predictors: (Constant), Pendampingan, Modal, Pelatihan, Etos Kerja
Nilai F sebesar 45,895 dimana nilai ini lebih besar dari F tabel
= 2,540 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,000 dimana jauh lebih kecil dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa maka model regresi ini dapat dipakai untuk variabel pendapatan mustahik RW Sukses Berdaya Zakat Sukses pada produk Mie Ayam Goceng.
Dengan kata lain variabel Modal, Etos Kerja, Pelatihan, dan Pendampingan secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel Pendapatan.
99 untuk menujukkan seberapa jauh pengaruh masing – masing varibel independen (modal, etos kerja, pelatihan dan pendampingan) secara induvidual terhadap variabel dependen (pendapatan) sebagai berikut.
1) Pengaruh Variabel modal (X1) terhadap Pendapatan (Y) Pada tabel diatas variabel modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,137 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,037 atau lebih kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan antara modal terhadap pendapatan diterima (Ha diterima dan Ho ditolak), artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara modal terhadap pendapatan mustahik RW Sukses Berdaya Zakat Sukses pada produk Mie Ayam Goceng.
100 Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Sukri (2016) Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Mustahik (Studi Kasus di Rumah Zakat Yogyakarta) dalam penelitiannya beliau mengatakan bahwa dana zakat, dan motivasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan mustahik dengan nilai signifikansi untuk variable dana zakat sebesar 0,000 < 0,05 dan variable motivasi sebesar 0,009 < 0,05.
2) Pengaruh variabel Etos Kerja (X2) terhadap Pendapatan
Etos Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,299 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,025 atau lebih kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan antara etos kerja terhadap pendapatan diterima (Ha diterima dan Ho ditolak), artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara modal terhadap pendapatan mustahik RW Sukses Berdaya Zakat Sukses pada produk Mie Ayam Goceng.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Fakhria Hasna, (2019) yang meneliti “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha Mustahik Dalam Mengelola Zakat Produktif (Studi Pada Program Sejuta Berdaya LAZNAS Al Azhar)” dalam penelitiannya beliau mengatakan bahwa Faktor etos kerja Berdasarkan hasil uji SPSS versi 25 pada tabel uji wald, diperoleh nilai signifikansi variabel etos kerja sebesar 0,000 < dari alpha 0,05. Dengan demikian variabel etos kerja berpengaruh
101 secara signifikan terhadap keberhasilan usaha mustahik dalam mengelola zakat produktif.
3) Pengaruh Variabel Pelatihan (X3) terhadap Pendapatan Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,057 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,044 atau lebih kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan antara pelatihan terhadap pendapatan diterima (Ha diterima dan Ho ditolak), artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara pelatihan terhadap pendapatan mustahik RW Sukses Berdaya Zakat Sukses pada produk Mie Ayam Goceng.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Fakhria Hasna, (2019) yang meneliti “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha Mustahik Dalam Mengelola Zakat Produktif (Studi Pada Program Sejuta Berdaya LAZNAS Al Azhar)” dalam penelitiannya beliau mengatakan bahwa Faktor pelatihan dan pendampingan Berdasarkan hasil uji SPSS versi 25 pada tabel uji wald, diperoleh nilai signifikansi variabel pelatihan dan pendampingan sebesar 0,004 < dari alpha 0,05. Dengan demikian variabel pelatihan dan pendampingan berpengaruh secara signifikan terhadap keberhasilan usaha mustahik dalam mengelola zakat produktif.
4) Pengaruh Variabel Pendampingan (X4) terhadap Pendapatan
Pendampingan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,190 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,033 atau lebih kecil dari 0,05. Sehingga hipotesis
102 yang berbunyi terdapat pengaruh yang signifikan antara pendampingan terhadap pendapatan diterima (Ha diterima dan Ho ditolak), artinya secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara pendampingan terhadap pendapatan mustahik RW Sukses Berdaya Zakat Sukses pada produk Mie Ayam Goceng.
Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian Annisa Nur Rakhma (2014) Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Mustahik Penerima ZIS Produktif (Studi pada Lazis Baitul Ummah Malang) beliau mengatakan Hanya dua variabel yang mempengaruhi kesejahteraan mustahik, yaitu variabel frekuensi ZIS dan variabel umur mustahik, dimana masing-masing variabel tersebut memiliki nilai signifikansi sebesar 0,007 dan 0,046.
Nilai Sig. F sebesar 0,013 < 0,05 menunjukkan bahwa secara serentak variabel jumlah ZIS produktif, pendampingan, lama usaha, jumlah anggota keluarga, frekuensi ZIS produktif, dan umur mustahik berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan mustahik. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,813. Perbedaan hasil ini dikarenakan berbedanya lembaga yang diteliti, diman terdapat ketidaksamaan metode yang digunakan dalam pelatihan terhadap mustahik.
103 4. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Pengujian pada syarat analisis klasik dasar regresi yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa variabel – variabel yang digunakan memenuhi kualifikasi persyaratan pada asumsi klasik tersebut.
Maka penelitian ini akan dilanjutkan dengan melakukan pengujian signifikansi model dan interpetasi model regresi.
Tabel 4. 19 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -1.167 1.894 -.616 .540
Modal .138 .065 .238 2.137 .037
Etos Kerja .147 .064 .264 2.299 .025
Pelatihan .113 .055 .217 2.057 .044
Pendampinga n
.140 .064 .260 2.190 .033
a. Dependent Variable: Pendapatan
Berdasarkan koefisien regresi tersebut maka didapatkan suatu persamaan regresi sebagai berikut:
Y = -1,167 + 0,138 X1 + 0,147 X2 + 0,113 X3 + 0,140 X4 + e Y = Pendapatan
X1 = Modal X2 = Etos Kerja X3 = Pelatihan X4 = Pendampingan
104 a. Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,137 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,037 atau lebih kecil dari 0,05.
b. Etos Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,299 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,025 atau lebih kecil dari 0,05.
c. Pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,057 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,044 atau lebih kecil dari 0,05.
d. Pendampingan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan karena nilai t hitung = 2,190 dimana lebih besar dari t tabel = 2,004 dan juga nilai signifikansinya sebesar 0,033 atau lebih kecil dari 0,05.
105 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN