• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN

D. Keterbatasan Penelitian

4.19. Hasil Uji Reliabilitas

alpha0,743, variabel pengalaman praktik kerja memiliki koefisien korelasi

cronbach’s alpha 0,756, variabel motivasi kerja memiliki koefisien korelasi cronbach’s alpha 0,643, variabel kecerdasan spiritual memiliki koefisien korelasi cronbach’s alpha 0,727. Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa pernyataan dalam kuesioner ini reliabel karena nilai

cronbach’s alpha>60.

E. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Heteroskedastisitas.

Model regresi yang baik pada uji heteroskedastisitas adalah tidak mengandung gejala heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dilakukan

dengan menggunakan Uji Glejser yang dilihat dari nilai signifikansi diatas tingkat kepercayaan 5% (0,05). Berikut hasil uji heteroskedastisitas:

TABEL 4.20

Hasil Uji Heteroskedastisitas

Variabel Sig Standar Keterangan

PPK 0,927 0,05 Tidak terjadi heteroskedastisitas MK 0,061 0,05 Tidak terjadi heteroskedastisitas PB 0,447 0,05 Tidak terjadi heteroskedastisitas KS 0,915 0,05 Tidak terjadi heteroskedastisitas Sumber: Data primer yang diolah 2017

Berdasarkan tabel 4.20 dapat diketahui bahwa nilai sig pada masing-masing variabel independen lebih dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada masing-masing variabel independen tidak terjadi heteroskedastisitas.

2. Uji Multikolinearitas.

Model regresi yang baik pada uji multikolinearitas adalah tidak mengandung gejala multikolinearitas.Model regresi yang bebas dari multikolinearitas adalah yang memiliki nilai tolerance yang lebih dari 0,01 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari 10 yang dilihat dari hasil regresi berganda. Berikut hasil uji heteroskedastisitas:

56

TABEL 4.21 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Nilai

Tolerance

Cut Off VIF Cut Off Keterangan

PPK 0,650 0,01 1,539 10 Bebas Multikolinearitas MK 0,855 0,01 1,169 10 Bebas Multikolinearitas PB 0,910 0,01 1,099 10 Bebas Multikolinearitas KS 0,763 0,01 1,311 10 Bebas Multikolinearitas Sumber: Data primer yang diolah 2017

Berdasarkan tabel 4.21 dapat diketahui bahwa nilai tolerance pada masing-masing variabel independen lebih dari 0,01 dan nilai VIF kurang dari 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada masing-masing variabel independen tidak terjadi multikolinearitas.

3. Uji Normalitas.

Tujuan uji normalitas adalah untuk menguji apakah model regresi, variabel pengganggu/residual memiliki distribusi normal.Uji normalitas menggunakan uji One-Sample Kolmogorov Smirnov (KS) dengan melihat hasil Asymp.Sig (2-tailed). Berikut hasil uji normalitas:

TABEL 4.22 Hasil Uji Normalitas

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Berdasarkan tabel 4.22 dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed)yaitu sebesar 0,068 > α (0,05), karena nilai sig lebih besar dari

alpha (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.

F. Hasil Penelitian (Uji Hipotesis) 1. Uji Regresi Berganda.

Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil regresi berganda dapat dilihat dari tabel 4.23:

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

120 .0000000 3.42780490 .081 .051 -.081 .885 .413 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b

Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-Smirnov Z As ymp. Sig. (2-tailed)

Unstandardiz ed Res idual

Test distribution is Normal. a.

Calculated from data. b.

58

TABEL 4.23 Hasil Uji Regresi Berganda

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Tabel 4.23 menunjukkan besarnya nilai konstanta masing-masing variabel sehingga penelitian ini menghasilkan persamaan sebagai berikut: KK = 11.710 + 0,509PPK + 0,482MK - 0,335PB + 0,386KS

a. Konstanta sebesar 11.710 artinya apabila konstanta (nol) maka kesiapan kerja mahasiswa akan naik sebesar 11.710.

b. Koefisien regresi pengalaman praktik kerja (PPK) sebesar 0,509. Jika pengalaman praktik kerja ditingkatkan 1 satuan maka dapat meningkatkan kesiapan kerja sebesar 0,509.

c. Koefisien regresi motivasi kerja (MK) sebesar 0,482. Jika motivasi kerja ditingkatkan 1 satuan maka dapat meningkatkan kesiapan kerja sebesar 0,482.

d. Koefisien regresi prestasi belajar (PB) sebesar -0,335. Jika prestasi belajar ditingkatkan 1 satuan maka dapat meningkatkan kesiapan kerja sebesar -0,335. Coefficientsa 11.710 6.190 1.892 .061 .509 .070 .542 7.285 .000 .482 .153 .204 3.153 .002 -.335 .738 -.028 -.453 .651 .386 .123 .216 3.148 .002 (Constant) PPK MK PB KS Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: KK a.

e. Koefisien regresi kecerdasan spiritual (KS) sebesar 0,386. Jika kecerdasan spiritual kerja ditingkatkan 1 satuan maka dapat meningkatkan kesiapan kerja sebesar 0,386.

2. Hasil Pengujian H .

Hipotesis pertama menyatakan bahwa “pengalaman praktik kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja”. Untuk membuktikan hipotesis pertama dapat dilihat pada Tabel 4.23. Hasil pengujian H pada tabel 4.23 menunjukkan bahwa koefisien regresi bernilai positif 0,509 dengan nilai sig(0,000)<∝ (0,05). Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa nilai sig menunjukkan hasil yang signifikan dan koefisien regresi menunjukkan arah positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman praktik kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja yang artinya hipotesis pertama terdukung.

3. Hasil Pengujian H .

Hipotesis kedua menyatakan bahwa “motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja”. Untuk membuktikan hipotesis pertama dapat dilihat pada Tabel 4.23. Hasil pengujian H pada Tabel 4.23 menunjukkan bahwa koefisien regresi bernilai positif 0,482dengan nilai sig (0,002)<∝ (0,05). Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa nilai sig menunjukkan hasil yang signifikan dan koefisien regresi menunjukkan arah positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja yang artinya hipotesis kedua terdukung.

60

4. Hasil Pengujian H .

Hipotesis ketiga menyatakan bahwa “prestasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja”. Untuk membuktikan hipotesis pertama dapat dilihat pada Tabel 4.23. Hasil pengujian H pada Tabel 4.23 menunjukkan bahwa koefisien regresi bernilai negatif 0,335 dengan nilai sig (0,651)>∝ (0,05). Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa nilai sig menunjukkan hasil yang tidak signifikan dan koefisien regresi menunjukkan arah negatif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kesiapan kerja yang artinya hipotesis ketiga tidak terdukung.

5. Hasil Pengujian H .

Hipotesis keempat menyatakan bahwa “kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja”. Untuk membuktikan hipotesis pertama dapat dilihat pada Tabel 4.23. Hasil pengujian H pada Tabel 4.23 menunjukkan bahwa koefisien regresi bernilai positif 0,386dengan nilai sig(0,002) <∝ (0,05). Dari data tersebut diperoleh hasil bahwa nilai sig menunjukkan hasil yang signifikan dan koefisien regresi menunjukkan arah positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja yang artinya hipotesis keempat terdukung.

6. Hasil Uji Koefisien Determinasi (Adj. � )

Pengujian ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, dilihat dari besarnya nilai koefisien determinasi (Adj. � ). Hasil uji koefisien determinasi adalah sebagai berikut:

TABEL 4.24

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Sumber: Data primer yang diolah 2017

Berdasarkan Tabel 4.18 menunjukkan bahwa besaran nilai koefisien determinasi sebesar 0,543 yang artinya bahwa 54,3% variabel kesiapan kerja mahasiswa dapat dijelaskan oleh variabel pengalaman praktik kerja, motivasi kerja, prestasi belajar dan kecerdasan spiritual.. Sedangkan sisanya 45,7% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini.

G. Pembahasan

1. Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja terhadap Kesiapan Kerja.

Hasil pengujian hipotesis diatas ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Praktik kerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam lembaga terkait yang memiliki cara khusus dalam pelaksanannya dan mempunyai maksud untuk menambah kemampuan

.747a .559 .543 3.601 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

62

dalam mengaplikasikan teori yang telah didapat (Fitriyanto, 2006). Output

yang didapat dari pengalaman praktik kerja adalah pengalaman yang langsung dialami melalui partisipasi langsung serta melalui observasi secara langsung di dunia kerja. Pengalaman merupakan pengetahuan atau keterampilan yang sudah diketahui dandikuasai seseorang sebagai akibat perbuatan atau pekerjaan yang telahdilakukan sebelumnya selama jangka waktu tertentu(Fitriyanto, 2006). Jadi, seseorang barudapat dikatakan berpengalaman jika memiliki tingkat penguasaan danketerampilan yang banyak serta sesuai dengan bidang pekerjaannya. Ketika pengalaman kerja mahasiswa tinggi maka kesiapan kerja yang dimiliki juga akan baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sulistyarini (2012), Prasetiani (2013) dan Handayani (2015).

2. Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kesiapan Kerja.

Hasil pengujian hipotesis diatas ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kesiapan kerja. Menurut Sulistyarini (2012), hal-hal yang perlu diperhatikan dari kesiapan adalah keinginan dan minat, harapan dan cita-cita, desakan lingkungan, kebutuhan fisiologis dan penghormatan atas diri. Motivasi kerja dapat terbentukoleh faktor-faktor pembentuk motivasi seperti desakan, motif, kebutuhan dan keinginan yang mana keempat faktor ini dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Seseorang akan termotivasi untuk memasuki dunia kerja karena adanya keinginan dan minat, harapan dan cita-cita, desakan dan dorongan dari

lingkungan baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat dan kebutuhan baik kebutuhan fisiologis dan penghormatan atas diri. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Sulistyarini (2012) dan Pranoto (2015) berdasarkan hasil analisis data Motivasi Kerjaberpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Kerja.

3. Pengaruh Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Kerja.

Hasil pengujian hipotesis diatas ditemukan bukti yang menunjukkan bahwaprestasi belajar berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kesiapan kerja. Hal ini terjadi karena mahasiswa tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki kemudian mahasiswa melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan atau mengikuti kursus/pelatihan setelah lulus. Simanjuntak (1993) menjelaskan jika umumnya terdapat lowongan kerja tidak terisi dikarenakan oleh keterampilan yang dimiliki kurang cocok bahkan kurang memenuhi permintaan dunia kerja.Dalam penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2015) berdasarkan hasil analisis data bahwa variabel yang paling lemah kontribusinya terhadap kesiapan kerja adalah prestasi belajar (6,61%) dari variabel praktik kerja dan lingkungan keluarga. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pranoto (2015) yang menunjukkan hasil bahwa prestasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa Akuntansi.

64

4. PengaruhKecerdasan Spiritual terhadap Kesiapan Kerja.

Hasil pengujian hipotesis diatas ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja. Menurut Rachmi (2010) kecerdasan spiritual mampu menjadi dorongan dalam mencapai tujuan karena adalah dasar untuk mendorong berfungsinya IQ dan EQ. Separuh dari koresponden yang berasal dari universitas berbasis agama dapat meningkatkan kecerdasan spiritual yang dimiliki mahasiswa. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Rachmi (2010) dan Maheshwari (2015).

65 BAB V

KESIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis pengaruh pengalaman praktik kerja, motivasi kerja, prestasi belajar dan kecerdasan spiritual terhadap kesiapan kerja, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari hasil pengujian pengalaman praktik kerja terhadap kesiapan kerja dapat dikatakan hipotesis terdukung. Artinya, semakin banyak pengalaman kerja yang dimiliki mahasiswa maka akan meningkatkan kesiapan kerja begitu pula sebaliknya jika semakin sedikit pengalaman kerja yang dimiliki mahasiswa maka akan kesiapan kerja akan rendah.

2. Dari hasil pengujian motivasi kerja terhadap kesiapan kerja dapat dikatakan hipotesis terdukung. Artinya, ada keinginan mahasiswa untuk bekerja setelah lulus yang berarti motivasi kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja.

3. Dari hasil pengujian prestasi belajar terhadap kesiapan kerja dapat dikatakan hipotesis tidak terdukung. Artinya, prestasi belajar memiliki pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap kesiapan kerja.

4. Dari hasil pengujian kecerdasan spiritual terhadap kesiapan kerja dapat dikatakan hipotesis terdukung. Artinya, semakin tinggi tingkat kecerdasan spiritual yang dimiliki maka akan meningkatkan kesiapan kerja begitu pula

66

sebaliknya rendah tingkat kecerdasan spiritual yang dimiliki maka akan tingkat kesiapan kerja juga rendah.

B. Implikasi

Berbagai temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh penyelenggara pendidikan, akademisi maupun mahasiswa. Adapun implikasi dari penelitian ini dalam berbagai bidang adalah:

1. Dengan pengalaman praktik kerja yang berpengaruh terhadap kesiapan kerja maka hal ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara pendidikan baik institusi maupun akademisi untuk membentuk sumber daya mahasiswa yang lebih berbobot.

2. Motivasi kerja, pengalaman praktik kerja dan kecerdasan spiritual yang berpengaruh positif dan signifikan dapat menjadi masukan bagi mahasiswa guna memperkaya diri dan menambah kualitas.

3. Telah teruji bahwa prestasi belajar tidak berpengaruh terhadap kesiapan kerja. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan prestasi belajar ke arah yang lebih baik untuk membantu meningkatkan kesiapan kerja.

C. Saran

Saran bagi peneliti selanjutnya adalah:

1. Penelitian ini membahas tentang kesiapan kerja yang melibatkan empat variabel independen, yaitu pengalaman praktik kerja, motivasi kerja, prestasi belajar dan kecerdasan spiritual. Bagi peneliti selanjutnya hendaknyamemperhatikan variabel lain yang dapat mempengaruhi kesiapan kerja,karena pengalaman praktik kerja, motivasi kerja, prestasi belajar dan kecerdasan spiritual hanya berpengaruh 54,3%. Beberapa variabel lain yang dapatmempengaruhi Kesiapan kerja diantaranya Informasi Dunia Kerja, Bimbingan Karier, Keterampilan dan sebagainya. 2. Metode pengambilan data sebaiknya dilengkapi dengan metode observasi

dan wawancara untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh dari partisipan penelitian.

3. Jumlah sampel diperbanyak agar lebih mewakili populasi. Misalnya dengan menambah jumlah partisipan penelitian pada setiap universitas atau penambahan universitas sebagai populasi penelitian.

4. Kuesioner sebaiknya ditambahkan social desirability scale agar dapat diketahui tingkat social desirability dari koresponden sehingga dapat dilakukan penyaringan koresponden yang mengisi kuesioner dengan sungguh-sungguh.

68

D. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, diantaranya:

1. Sampel dalam penelitian ini hanya terfokus pada universitas dengan prodi akuntansi yang telah terakreditasi A di Yogyakarta sehingga tidak dapat digeneralisasi ke seluruh perguruan tinggi.

2. Penelitian ini hanya menggunakan 4 variabel dalam mengukur kesiapan kerja yaitu pengalaman praktik kerja, motivasi kerja, prestasi belajar dan kecerdasan spiritual.

3. Penelitian ini hanya menerapkan metode survei melalui kuisioner tertutup sehingga kurang tajam dalam menggali harapan dan apa yang diinginkan responden sebenarnya.Oleh karena itu kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan pada data yang dikumpulkan melalui penggunaan instrumen secara tertulis tersebut.

4. Hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan untuk kasus lain di luar obyek penelitian.

69

DAFTAR PUSTAKA

Agustian, A. G., 2001,Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual ESQ, Arga Tilanta, Jakarta.

Arikunto, S., 2010,Prosedur Penelitian Pendidikan, PT Rineka Cipta. Jakarta. Bulo, W., 2002, Pengaruh Tingkat Pendidikan Tinggi Terhadap Kecerdasan

Emosional, Repositori Online Universitas Gadjah Mada,

Chalpin, J. P., 2006, Kamus Lengkap Psikologi (Terjemahan Kartini Kartono), PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Dalyono, 2005, Psikologi Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta.

Djojonegoro, W., 1998, Pengembangan Sumber Daya Manusia Melalui Sekolah Menengah Kejuruan, PT. Jayakarta Agung Offset, Jakarta.

Fitriyanto, A., 2006, Ketidakpastian Memasuki Dunia Kerja Karena Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta.

Ghozali, I., 2001, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, BP Undip, Semarang.

Hamalik, O., 2008, Proses Belajar Mengajar, Bumi Aksara, Jakarta.

Handayani, U. S., dan Setiyani, R., 2015, Pengaruh Prestasi Akademik Mata Diklat Produktif Akuntansi, Praktik Kerja Industri, dan Lingkungan Keluarga Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Kebumen Program Keahlian Akuntansi Tahun Ajaran 2014/2015,

Economic Education Analysis Journal Universitas Negeri Semarang, Vol. 4.3, hal. 872-874.

Hasibuan, M. S. P., 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta.

Human Development Index diakses dari http://www.hdr.undp.org.html pada tanggal 20 April 2016.

Kartini, K., 1991, Menyiapkan dan Memandu Karier, Rajawali Pers, Jakarta. Ketut, D., 1993, Bimbingan Karir di Sekolah-sekolah, Ghalia Indonesia, Jakarta. Maheshwari, N., 2015,Spiritual Intelligence: Occupational Commitment, Journal

70

Muhibbin, S., 2006, Psikologi Belajar, PT. Raja Grapindo Persada, Jakarta. Nasution, S., 2003, Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar, Bumi

Aksara, Jakarta.

Nazaruddin, I., dan A. T. Basuki., 2016, Analisis Statistik dengan SPSS, Edisi Pertama, Cetakan Kedua, Danisa Media, Yogyakarta.

Pande, P. M., 2012, Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Pada Kinerja Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Udayana (Studi Empiris Mahasiswa MAKSI dan PPAk), Repositori Online Universitas Udayana, hal 14.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) diakses dari http://www.kopertis21.or.id.html pada tanggal 20 April 2016.

Poerwodarminto, 2002,Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta. Purwanto, M. N., 2006,Psikologi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung. Pranoto A. D., 2015,Pengaruh Prestasi Belajar, Motivasi Memasuki Dunia Kerja

dan Informasi Dunia Kerja Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Repositori Online Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, hal 51-54.

Prasetiani, A., 2013,Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja Industri, Prestasi Belajar Akuntansi dan Motivasi Memasuki Dunia Kerja Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Pengasih Tahun Ajaran 2012/2013,Repositori Online Universitas Negeri Yogyakarta, hal 132-134.

Rachmi, F., 2010, Pengaruh Kecerdasan Emosional, Kecerdasan Spiritual, dan Perilaku Belajar Mahasiswa Terhadap Tingkat Pemahaman Akuntansi ( Studi Empiris pada Mahasiswa Akuntansi Universitas Diponegoro Semarang dan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Repositori OnlineUniversitas Gadjah Mada.

Rahayu, S., 2007, Pengaruh Pengalaman dalam Praktik Industri dan Prestasi Belajar Akuntansi terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII Program Kealian Akuntansi SMK Muhammadiyah 2 Klaten Utara Tahun Ajaran 2008/2009,Repositori Online Universitas Negeri Yogyakarta.

Sari, R. 2012, Peran Praktik Industri Dalam Menunjang Kesiapan Memasuki Dunia Kerja Siswa KelasIX Program Keahlian Busana SMK Karya Rini Yogyakarta, Repositori Online Universitas Negeri Yogyakarta.

Siagian, S. P., 2004, Teori Motivasi dan Aplikasinya, PT Adi Mahasatya, Jakarta. Simanjuntak, 1993, Produktivitas Kerja Pengertian dan Ruang Lingkupnya,

LP3ES Jakarta.

Sirsa, I. M., Dantes, N., dan Sunu, I. G. K., 2014, Kontribusi Ekspektasi Karier, Motivasi Kerja, dan Pengalaman Kerja Industri Terhadap Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Seririt, Repositori Online Universitas Pendidikan Ganesha,

Slameto, 2010, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Rineka Cipta, Jakarta.

Sofyan, H., 1991, Kesiapan Kerja STM Se-Jawa untuk memasuki Lapangan Kerja, Jurnal Pendidikan Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta,

Sugihartono, 1991, Aspirasi Siswa Terhadap Pekerjaan dan Prestasi Akademik Kaitannya dengan Kesiapan Memasuki Kerja pada Siswa Sekolah Kejuruan di DIY, IKIP Yogyakarta, Yogyakarta.

Sugiyono, 2009, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Sukmadinata, N. S., 2009,Landasan Psikologi dan Proses Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Sulistyarini, E. P. D., 2012, Pengaruh Motivasi Memasuki Dunia Kerja dan Pengalaman Praktik Kerja Insdustri Terhadap Kesiapan Kerja Peserta Didik Kelas XII Program Keahlian Akuntansi SMK Negeri 1 Tempel Tahun Pelajaran 2011/2012, Repositori Online Universitas Negeri Yogyakarta,

Tirtonegoro, S., 2001,Anak Super Normal dan Program Pendidikannya, Bumi Aksara, Jakarta.

Trisnawati, N., 2012,Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional, Kecerdassan Spiritual Terhadap Kinerja Mahasiswa (Studi Kasus Pada Fakultas Ekonomi Universitas Udayana), Repositori Online Universitas Udayana,

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003.Sistem Pendidikan Nasional.Diakses dari http//www.depdiknas.go.id/ UU RI No. 20/2003-Sistem Pendidikan Nasional.html pada tanggal 20 April 2016.

72

Widyatmoko, Y., 2014, Pengaruh Keaktifan Mahasiswa dalam Organisasi dan Prestasi Belajar terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta, Repositori Online Universitas Negeri Yogyakarta,

Wye, C. K., 2012, Perceived Job Readiness of Business Students at the Institutes of Higher Learning in Malaysia, International of Advances in Management and Economics, Vol 1, Issues 6.

Zakiah, F.,2013,Pengaruh Kecerdasan Intelektual, Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Pemahaman Akuntansi (Studi Empiris Mahasiswa Jurusan Akuntansi Angkatan Tahun 2009 di Universitas Jember), Repositori Online Universitas Jember,

LAMPIRAN 1

Kuesioner Penelitian

Pengaruh Pengalaman Praktik Kerja, Motivasi Kerja, Prestasi

Belajar dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kesiapan Kerja

(Studi Empiris pada Mahasiswa Prodi Akuntansi Terakreditasi A

di Yogyakarta)

Bagian A: Informasi Tentang Responden (Pengisi Kuesioner)

Silahkan isi item dibawah ini dengan menuliskan jawaban dan memberikan tanda centang (√) di kotak yang sudah disediakan.

1. Nama: __________________________________________ (boleh tidak diisi)

2. Jenis kelamin: Laki-laki Perempuan

3. Angkatan: 2012 2013 2014 lainnya, sebutkan _____ 4. Indeks prestasi kumulatif: <2,50 2,50-3,00

3,00-3,50 3,50-4,00 5. Pengalaman praktik kerja

• Tempat: _______________________________________________________

• Bagian: _______________________________________________________

• Lama praktik kerja: <1 bulan 1-2 bulan 2-3 bulan >3 bulan

Silahkan tuliskan alamat email anda jika menginginkan ringkasan hasil penelitian ini,

tingkatannya terkait dengan skala nilai dari 1 (sangat rendah) sampai 4 (sangat tinggi)

Bagian B: Kesiapan Kerja

1. Saya yakin mengikuti pendidikan di universitas akan lebih

mudah mencari pekerjaan 1 2 3 4

2. Sayaberusaha mengambil keputusan dengan

pertimbangan-pertimbangan yang matang 1 2 3 4

3. Biladiberi tugas, saya yakin dapat menyelesaikan dengan baik

dan tepat waktu 1 2 3 4

4. Saya akan mengembangkan potensi yang saya miliki saat

bekerja 1 2 3 4

5. Saya harus menjaga keharmonisan hubungan dengan teman

kerja agar terbentuk tim yang baik 1 2 3 4

6. Dalam melaksanakan suatu pekerjaan saya akan meneliti dan

memeriksa hasil pekerjaan tersebut 1 2 3 4

7. Sayabertanyapada orang yang sayaanggap lebih pintar bila

mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas 1 2 3 4

8. Saya siap bertanggung jawab atas pekerjaan yang saya lakukan 1 2 3 4

9. Saya bersedia menerima semua risiko dari setiap tugas yang

diberikan 1 2 3 4

10. Saya tidak akan melimpahkan pekerjaan kepada orang lain

selama saya mampu 1 2 3 4

11. Saya tidak akan meninggalkan pekerjaan, sebelum pekerjaan

tersebut selesai 1 2 3 4

12. Saya memiliki sifat supel dan mudah bergaul dengan

teman kerja yang baru selama bekerja 1 2 3 4

13. Saya berusaha sabar ketika menghadapi rekan kerja yang

membuat saya marah 1 2 3 4

14. Saya terampil menggunakan peralatan yang disediakan selama

15. Pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki mempermudah

saya dalam menyesuaikan diri dengan situasi kerja 1 2 3 4

16. Saya merasa optimis dapat segera bekerja 1 2 3 4

17. Saya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan saya

agar dapat bekerja dengan optimal 1 2 3 4

18. Saya bertanya seluk beluk pekerjaan dengan orang lain yang

telah bekerja sesuai dengan program keahlian saya 1 2 3 4

Bagian C: Pengalaman Praktik Kerja 1.

Saya menganggap pembelajaran praktik kerja merupakan proses pembelajaran yang penting untuk membangkitkan kesiapan kerja

1 2 3 4

2.

Pelaksanaan praktik kerja membuat saya semakin mengetahui tugas dan tanggung jawab profesi program keahlian

Akuntansi

1 2 3 4

3.

Pelaksanaan praktik kerja memudahkan saya dalam

mempersiapkan diri memasuki dunia kerja baik secara mental maupun keterampilan

1 2 3 4

4.

Sebelum pelaksanaan praktik kerja, kampus mengadakan kegiatan pembekalan sehingga saya dapat mengetahui segala sesuatu yang harus saya kerjakan selama praktik kerja

1 2 3 4

5.

Pelaksanaan praktik kerja sangat membantu saya dalam mengembangkan segala keterampilan dan kompetensi yang dimiliki

1 2 3 4

6. Saya dapat menerapkan pengetahuan yang saya peroleh di

universitas ke dunia kerja 1 2 3 4

7. Fasilitas praktik yang saya gunakan selama praktik kerja

sangat baik, sehingga membantu saya dalam bekerja 1 2 3 4

9. tempat praktik kerja, tetapi saya bertanya dengan instruktur tentang cara menggunakannya

1 2 3 4

10. Instruktur member pengarahan tentang cara kerja yang tepat

Dokumen terkait