Faktor Keterangan Alasan/Argumen
Coverage menara Semua responden sependapat seperti
pada iterasi II bahwa coverage area atau cakupan wilayah pelayanan dari menara BTS harus dipertimbangkan agar keberadaan menara dapat berfungsi dan menjamin kualitas pelayanan jaringan telekomunikasi untuk kepentingan publik.
Kenyamanan operator Sebagian besar responden tidak
sependapat dengan pertimbangan kenyamanan operator. Pada iterasi III semakin banyak yang kurang sependapat dengan alasan yang sama. Beberapa tidak sependapat dan menegaskan bahwa bukan pemerintah yang harus menyesuaikan dengan kenyamanan mereka, tetapi sebaliknya, mereka yang harus mengikuti aturan pemerintah untuk kepentingan publik. Selain itu sebagian besar berpendapat bahwa untuk kenyamanan antar operator tidak perlu
diatur oleh pemerintah.
Kamuflase menara Kamuflase menara juga merupakan salah
satu faktor yang banyak direkomendasikan oleh semua responden untuk menjadi bahan pertimbangan, mengingat kondisi Kota Bandung saat ini yang semrawut dan terlalu banyak ditumbuhi menara BTS. Oleh karena itu kamuflase menjadi sangat penting agar keindahan dan keserasian dengan lingkungan kota tetap terjaga.
Kawasan Militer Sebagian besar responden sependapat
untuk mempertimbangkan kawasan militer dengan alasan ada kemungkinan terjadi interferensi sehingga mengganggu fungsi pengawasan di kawasan tersebut. Tetapi ada yang sependapat dengan catatan karena berpendapat bahwa tidak ada masalah untuk menempatkan menara di dekat kawasan militer selama tidak terjadi interferensi frekuensi diantara keduanya dan pastinya ada yang membutuhkan jaringan seluler di kawasan tersebut. Responden yang tidak sependapat menganggap bahwa tidak perlu ada perlakuan yang berbeda antara kawasan militer dengan kawasan lainnya
seperti kawasan perumahan, industri dan lain-lain, terutama jika jaminan tidak akan robohnya menara maka kawasan militer tidak perlu dijadikan pertimbangan dan cukup diperkuat saja konstruksinya.
Kekuatan konstruksi menara
(daya dukung pondasi, beban antena)
Faktor kekuatan konstruksi menara disepakati oleh 90% responden. Kekuatan konstruksi menara yang kuat merupakan salah satu jaminan bagi keselamatan penduduk sekitar untuk menghindari robohnya menara akan tetapi ada responden yang menganggap bahwa kekuatan konstruksi tersebut bukan merupakan aturan tetapi prasyarat yang harus ada dalam ketentuan syarat bangunan, sehingga tidak perlu dijadikan pertimbangan dalam melakukan penataan dan pembangunan menara BTS.
Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP)
Semua responden sepakat bahwa Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan harus menjadi pertimbangan dalam menentukan zona menara BTS karena sudah jelas semua bangunan yang tinggi harus mengikuti aturan yang ada dalam KKOP agar tidak mengganggu fungsi penerbangan
tersebut.
Jarak tertentu dengan bangunan berbahaya
Semua responden sependapat akan pentingnya memperhatikan jarak tertentu dengan bangunan berbahaya untuk menghindari hubungan saling mengganggu. Hubungan saling mengganggu ini terutama untuk bangunan yang memiliki tegangan tinggi sehingga memungkinkan untuk terjadi interferensi antara keduanya dan menganggu fungsi masing-masing.
Sistem link antarmenara (kontrol antarmenara BTS)
Sebagian besar responden tidak sependapat untuk mempertimbangkan sistem link antarmenara, karena menganggap bahwa masing-masing operator memiliki sitem link tersendiri dan tidak terlalu berpengaruh untuk pertimbangan dalam penataan dan pembangunan menara. Hal tersebut dikembalikan kepada operator masing-masing dan mereka harus menyesuaikan dengan aturan yang ada dalam penataan dan pembangunan menara BTS.
Menara eksisting Semua responden sependapat seperti
pada iterasi II bahwa jumlah menara yang ada saat ini di Kota Bandung perlu menjadi pertimbangan untuk mengurangi
jumlah menara yang ada dan untuk melakukan penataan menara agar serasi dengan lingkungan sekitar.
Kebutuhan lahan menara
Sebagian responden sependapat untuk mempertimbangkan kebutuhan lahan menara untuk memfasilitasi sarana dan prasarana pendukung menara tersebut. Tetapi ada beberapa yang sependapat dengan catatan jikan lahan yang ada masih memungkinkan. Sebagian yang lain kurang sependapat dengan alasan bahwa penempatan menara tidak selalu harus di atas tanah dan akan lebih efisien jika lahan yang tersedia tidak banyak digunakan untuk kebutuhan menara BTS.
Kepadatan bangunan sekitar Sebagian responden sependapat untuk
menjaga kualitas pelayanan. Sedangkan yang sependapat dengan catatan jika digunakan untuk menyerasikan dengan lingkungan sekitar. Responden yang lainnya tidak sependapat karena menganggap tidak berpengaruh terhadap pelayanan maupun keselamatan.
Ketinggian menara (pembatasan tinggi max/min berdasarkan tangkapan jumlah pelanggan dan kapasitas menara)
Semua responden sependapat dengan adanya pertimbangan ketinggian dalam penataan dan pembangunan menara BTS karena terkait dengan faktor keselamatan
terutama batas ketinggian cukup dibatasi oleh KKOP dan coverage menara. Selain itu juga ada pertimbangan untuk menjaga nilai estetika.
Cagar budaya Semua responden sepakat untuk
memperhatikan cagar budaya khususnya untuk kawasan bersejarah dan ruang hijau agar tidak rusak visualisasinya oleh bangunan menara BTS.
Kawasan padat kegiatan Kawasan padat kegiatan ini disepakati
oleh sebagian besar responden untuk menjaga kualitas layanan, karena semakin padat kegiatan akan semakin banyak membutuhkan menara BTS. Adapun yang sependapat dengan catatan menganggap bahwa untuk menjaga nilai estetika di kawasan-kawasan tersebut perlu ada penyesuaian dengan lingkungan sekitar. Sedangkan yang tidak sependapat memiliki alasan karena tidak berpengaruh terhadap kualitas sinyal yang diterima.
Radius tumbang menara Sebagian besar responden menyepakati
meskipun ada beberapa yang kurang sependapat karena akan membutuhkan banyak lahan dan bisa digantikan dengan jaminan kekuatan menara mengingat ada keterbatasan lahan di Kota Bandung.
Sebagian yang sependapat menganggap ini penting untuk menentukan kompensasi akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh menara.
Skyline Pertimbangan adanya skyline dalam
penataan dan pembangunan menara BTS tidak disepakati oleh semua responden karena menurut mereka hal tersebut tidak terlalu penting dan yang menentukan skyline adalah bangunan gedung bukan bangunan menara rangka seperti menara BTS. Adapun yang sependapat menganggap hal ini penting untuk menjaga nilai estetika kota. Sedangkan yang sependapat dengan catatan melihat saat ini belum ada aturan yang jelas bahwa bangunan menara harus disesuaikan dengan skyline Kota Bandung.
Jarak antarmenara Semua responden sepakat untuk
mempertimbangkan perlu adanya jarak tertentu yang tidak terlalu dekat antarmenara untuk mengurangi jumlah menara. Selain itu juga untuk keteraturan menara agar nampak lebih indah.
Ketinggian bangunan sekitar Sebagian besar responden sependapat untuk mempertimbangkan ketinggian
bangunan sekitar untuk mempertimbangkan cakupan area. Hal ini
terkait dengan kebutuhan jumlah menara dalam melayani masyarakat karena banyaknya bangunan tinggi yang menghalangi sinyal yang akan diterima. Sedangkan yang kurang sependapat memandang hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kualitas pelayanan.
Menara bersama Semua responden sependapat dan
menganggap konsep menara bersama ini penting untuk menghindari terjadinya hutan menara serta efisiensi penggunaan menara.
Wilayah pedesaan (Non Built Up Area) Sebagian besar responden kurang sepakat untuk mempertimbangkan wilayah yang belum terbangun. Hal ini karena wilayah tersebut sangat sedikit di Kota Bandung dan lebih fleksibel dalam menentukan letak menara. Oleh karena itu, untuk wilayah yang belum terbangun tidak perlu dipermasalahkan dan dijadikan pertimbangan.
Prasarana penting (jalan, pipa gas, jaringan listrik dan telekomunikasi)
Pertimbangan adanya jarak tertentu dengan prasarana penting (jalan, pipa gas, jaringan listrik dan telekomunikasi) tidak disepakati oleh semua responden
karena ada yang berpendapat bahwa lahan yang ada saat ini sangat terbatas dan ketentuan jarak atas prasarana penting hanya dapat diterapkan jika lahan yang tersedia masih luas, selain itu keberadaan menara tidak terlalu mengganggu jaringan tersebut meskipun ada yang berpendapat penting untuk menghindari gangguan terhadap jaringan listrik. Responden yang kurang sependapat memandang bahwa kebutuhan akan jarak tertentu dengan prasarana penting dapat ditutup dengan jaminan struktur menara.
Hasil eksplorasi keseluruhan faktor yang disepakati oleh responden dapat dilihat pada Tabel IV.6.
TABEL IV.6
EKSPLORASI FAKTOR PERTIMBANGAN DAN YANG DISEPAKATI