• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

C. Hasil Utama Penelitian

Berikut ini gambar tentang hasil pengolahan data mengenai peran sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control terhadap intensi membeli

pakaian bekas yang diperoleh dengan teknik analisis regresi linier berganda dengan menggunakan program SPSS versi 19.0 for windows. Hasil pengelolahan data dapat dilihat pada tabel 20.

Tabel 20.Hasil Perhitungan Analisis Regresi

ANOVAb

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 2652.984 3 884.328 172.101 .000a

Residual 1505.561 293 5.138

Total 4158.545 296

Pada tabel 20, dapat dilihat bahwa nilai F dalam penelitian ini adalah F = 172.201 dan nilai p = 0.000 dengan nilai p < 0.05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control berpengaruh terhadap intensi membeli pakaian bekas. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hipotesis utama dalam penelitian ini dapat diterima yaitu sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control secara bersama- sama mempengaruhi intensi individu dalam membeli pakaian bekas. Untuk hasil korelasi akan digambarkan padatabel 21.

Tabel 21. Hasil Analisis Korelasi Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate

64

Tabel 21 menunjukkan bahwa variabel sikap, norma subjektif, dan

perceived behavioral control berkorelasi kuat sebesar 0.799 terhadap intensi membeli pakaian bekas. Hasil dari analisis regresi pada tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi 0.634 atau 63.4%. Hal ini berarti variabel sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control memberi sumbangan efektif sebesar 63.4% terhadap intensi membeli pakaian bekas. Sedangkan sisanya 36.6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Selanjutnya, koefisien regresi akan digambarkan pada tabel 22.

Tabel 22. Hasil Koefisien Regresi

Model Koefisien Signifikansi

Sikap .019 .143

Norma Subjektif .044 .000

PBC .104 .000

Persamaan garis regresi pada penelitian inia dalah:

Keterangan:

- Y’ = Intensi Membeli Pakaian Bekas

-

0 = Nilai Contant

-

1 = Nilai Sikap

- 2 = Nilai Norma Subjektif

-

3 = Nilai PBC

- X 1 =Sikap

- X 2 = Norma SUbjektif

- X 3 = Perceived Behavior Control

Y`= 0 + 1 X 1 + 2 X 2 + 3X 3.

Berdasarkan rumus diatas, maka pesamaan garis regresi dalam penelitian ini adalah:

Persamaan garis regresi ini menunjukkan bahwa, jika tidak ada sikap, norma subjektif, dan perceived behavioral control maka nilai membeli pakaian bekas menguat sebesar 5.228. koefisien regresi 0.019 pada sikap menggambarkan setiap penambahan satu satuan sikap akan meningkatkan intensi sebesar 0.019; koefisiensi 0.044 pada norma subjektif menggambarkan setiap penambahan satu satuan norma subjektif akan meningkatkan intensi sebesar 0.044. Koefisien regresi 0.104 pada perceived behavioral control menggambarkan setiap penambahan satu satuan perceived behavioral control akan meningkatkan intensi sebsar 0.104. Pengaruh masing-masing variabel independen akan digambarkan pada tabel di bawah ini.

Tabel 23. Koefisien variabel

Model Nilai R Nilai R2 Signifikasnsi

Sikap .086 .007 .143

Norma subjektif .233 .054 .000

PBC .529 .279 .000

Variabel sikap memiliki r sebesar 0.086, namun memiliki nilai signifikansi sebesar 0.143. Sehingga r2=0.007 yang tidak signifikan. Pada variabel norma subjektif memiliki r sebesar 0.233, sehingga r2=0.054 yang menunjukkan bahwa norma subjektif memiliki pengaruh terhadap intensi sebesar 5,4%. Kemudian pada

66

variabel perceived behavioral control memiliki r sebesar 0.529 sehingga memiliki r2=0.279 yang menujukkan bahwa perceived behavioral control memiliki pengaruh terhadap intensi sebesar 27,9%.

Setelah dilakukan uji relibilitas terhadap sikap, norma subjektif, dan

perceivedbehavioralcontrol terhadap 30 aitem skala yang memenuhi persyaratan untuk kemudian dianalisis menjadi data penelitian dengan rentang 1-5. Berdasarkan data penelitian maka hasil perhitungan mean empiric dan mean

hipotetik sikap, norma subjektir, perceived behavioral control disajikan dalam tabel 24.

Tabel 24. Data Hipotetik dan Data Empirik

Variabel N

Data hipotetik Data Empirik

Skor

Mean SD

Skor

Mean SD

Min Max Min Max

Sikap 297 4 100 52 16 8 84 42.26 15.509 Norma Subjektif 297 4 100 52 16 4 95 29.33 16.509 PBC 297 5 125 65 20 5 115 44.05 21.509 Intensi 297 4 20 12 2,6 4 20 11.91 3.748

Berdasarkan tabel 24, dapat dilihat bahwa mean empirik sikap sebesar 42.26 dengan SD sebesar 15.509 dan mean hipotetik sebesar 52 dengan SD sebesar 16. Jika dilihat perbandingan antara mean empirik dengan mean hipotetik pada variabel sikap, maka diperoleh mean empirik lebih kecil dari mean hipotetik

dengan selisih 9.74. Hasil ini menunjukkan bahwa sikap yang dimiliki oleh responden penelitian untuk membeli pakaian bekas.

Variabel norma subjektif, mean empirik sebesar 29.33 dengan SD sebesar 16.509. Perbandingan antara mean empirik dan mean hipotetik menunjukkan

mean empirik lebih kecil daipada mean hipotetik dengan selisih 22.67. Sehingga dapat dikatakan bahwa orang-orang terdekat atau orang-orang disekitar responden penelitian kurang mendukung subjek untuk membeli pakaian bekas dibandingkan dengan orang-orang di sekitar populasi pada umumnya.

Variabel perceived behavioral control, memiliki mean empirik sebesar 44.05 dengan SD 21.509. Pembandingan antara mean empirik dengan mean

hipotetik dengan selisih 20.95. Hal ini menghasilkan bahwa kontrol kendali yang dimiliki subjek dalam membeli pakaian bekas lebih rendah dibandingkan kontrol kendali populasi pada umumnya.

Sementara pada variabel intensi, memiliki mean empirik sebesar 11.91 dengan SD 3.748 ini menunjukkan bahwa mean hipotetik memiliki nilai lebih besar daripada mean empirik dengan selisih 0.09. Sehingga dapat dikatakan bahwa intensi yang dimiliki subjek untuk membeli pakaian bekas lebih kuat dibandingkan intensi populasi pada umumnya.

Kategorisasi variabel sikap, norma subjektif, perceivedbehavioralcontrol, dan intensi akan dibagi dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah berdasarkan distribusi kurva normal dengan menggunakan rumus deviasi standar

68

(Azwar, 2003). Skor akan digolongkan dalam tiga kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah dengan rumus sebagai berikut:

Kategorisasi masing-masing variabel akan dijelaskan sebagai berikut.

a. Kategorisasi Skor Sikap

Kategorisasi skor sikap dilihat dapat pada tabel 25.

Tabel 25. Kategorisasi Skor Sikap

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

1 X ≥ 68 Positif 15 5.3%

2 36 ≤ X < 68 Netral 188 63.2%

3 X < 36 Negatif 94 31.5%

Total 297 100%

Pada skala sikap, mean empirik ( = 42.26) berada pada kisaran skor sedang yang berarti hasil analisis menunjukkan bahwa kategori skor responden lebih mengarah pada kategori netral. Hal ini terlihat dari tabel di atas yang menunjukkan bahwa terdapat terdapat 15 responden (5.3%) yang memiliki sikap positif untuk membeli pakaian bekas, ada 188 responden (63.2%) yang memiliki sikap netral untuk membeli pakaian bekas, dan ada 94 responden (31.5%) yang memiliki sikap negatif untuk membeli pakaian bekas.

X M + 1. SD = Tinggi

M – 1. SD X < M + 1. SD = Sedang X < M – 1. SD = Rendah

b. Kategorisasi Skor Norma Subjektif

Kategori Skor Norma Subjektif dapat dilihat pada tabel 26.

Tabel 26. Kategorisasi Skor Norma Subjektif

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

1 X ≥ 68 Mendukung 7 2.3%

2 36 ≤ X < 68 Netral 106 35.7%

3 X < 36 Menolak 184 62%

Total 297 100%

Pada skala norma subjektif ini, mean empirik = 29.33) berada pada kisaran skor rendah yang berarti hasil analisis menunjukkan bahwa dukungan yang diberikan orang-orang di sekitar subjektif penelitian untuk membeli pakaian bekas terkategori pada kategori menolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa significant others kurang mendukung dan tidak mendukung responden untuk membeli pakaian bekas. Hal ini terlihat dari tabel di atas yang menunjukkan bahwa terdapat tujuh responden (2.3%) yang menyatakan dorongan yang didapat responden dari orang terdekat untuk membeli pakaian bekas tergolong mendukung, ada 106 responden (35.7%); yang menyatakan dorongan yang diperoleh responden dari orang terdekat untuk membeli pakaian bekas berada pada kategori netral, serta 184 responden (62%) yang menyatakan bahwa dorongan orang terdekat untuk membeli pakaian bekas berada pada kategori menolak.

70

c. Kategorisasi Skor Perceived Behavioral Control (PBC)

Kategori skor perceived behavioral control (PBC) dapat dilihat pada tabel 27.

Tabel 27. Kategorisasi Skor Perceived Behavioral Control (PBC)

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

1 X ≥ 85 Mudah Dilakukan 9 3%

2 45 ≤ X < 85 Cukup Mudah Dilakukan 148 50%

3 X < 45 Sulit Dilakukan 140 47%

Total 297 100%

Pada skala perceived behavioral control ini, mean empirik = 44.05) berada pada skor sedang yang berarti hasil analisis menunjukkan bahwa kategori kekuatan kontrol perilaku dimiliki responden tergolong cukup mudah dilakukan untuk membeli pakaian bekas. Hal ini terlihat dari tabel di atas bahwa terdapat 9 responden (3%) yang menyatakan bahwa perceived behavioral control yang dimiliki subjek untuk membeli pakaian bekas dalam kategori mudah dilakukan, ada 148 responden (50%) yang menyatakan bahwa perceived behavioral control

yang dimiliki responden tergolong dalam kategori cukup mudah dilakukan untuk membeli pakaian bekas, dan ada 140 responden (47%) yang menyatakan bahwa

perceived behavioral control yang dimiliki subjek untuk membeli pakaian bekas tergolong dalam kategori sulit dilakukan.

d. Kategorisasi Skor Intensi

Kategori skor intensi dapat dilihat pada tabel 28.

Tabel 28. Kategorisasi Skor Intensi

No Skor Kategori Frekuensi Persentase

1 X ≥ 15 Tinggi 43 14.4%

2 9 ≤ X < 15 Sedang 199 67%

3 X < 9 Rendah 55 18.6%

Total 297 100%

Pada skala intensi, mean empirik = 11.91) berada pada skor sedang yang menunjukkan bahwa kategori skor subjek lebih mengarah pada kategori sedang. Hal ini terlihat dari tabel di atas yang menunjukkan bahwa 43 responden (14.4%) memiliki intensi yang tinggi untuk membeli pakaian bekas, ada 199 responden (67%) memiliki intensi sedang untuk membeli pakaian bekas, dan 55 responden (18.6%) memiliki intensi rendah dalam membeli pakaian bekas.

Dokumen terkait