BAB I. PENDAHULUAN
C. Laporan Hasil Penelitian tentang Peranan Komunitas Misdinar
4. Hasil Wawancara dengan Pendamping Komunitas Misdinar
a. Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
Hasil wawancara dengan pendamping komunitas misdinar tentang pelaksanaan peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja yang meliputi pandangan tentang komunitas misdinar, motivasi dalam komunitas misdinar, keterlibatan dalam komunitas misdinar, peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman, bentuk-bentuk kegiatan dalam komunitas misdinar, serta manfaat komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman. 1) Pandangan tentang Komunitas Misdinar
Jawaban responden tentang pandangan komunitas misdinar beraneka ragam yaitu P1 mengungkapkan bahwa komunitas adalah tempat untuk saling membutuhkan satu sama lain untuk saling melayani, menerima dan memberi. P2 mengungkapkan bahwa komunitas misdinar sebagai tempat untuk berkumpul untuk melayani Tuhan dengan hati tulus. Sedangkan P3 mengungkapkan bahwa komunitas misdinar merupakan sarana untuk menjalain keakraban, menumbuhkan iman, menjadi misionaris cilik, tempat perjumpaan iman satu sama lain. P4 mengungkapkan bahwa komunitas misdinar sebagai sarana untuk memberikan ilmu untuk ambil bagian dalam pelayanan terutama Ekaristi serta remaja adalah generasi Gereja yang mengarah disekitar altar karena romo tidak mungkin melaksanakan tugasnya seorang diri.
Dari pendapat yang diungkapkan diatas dapat dikatakan dua hal yaitu P1 dan P4 mengungkapkan bahwa komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan
iman sudah dimanfaatkan dengan baik dikarenakan anggota misdinar semakin paham akan sakramen-sakramen serta anggota misdinar sudah ambil bagian dalam Ekaristi dan kegiatan yang ada dalam komunitas misdinar. Sedangkan P2 dan P3 mengungkapkan bahwa komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja belum dimanfaatkan dengan baik dikarenakan masih banyak yang pasif dalam mengikuti kegiatan serta masih dalam tahap rutinitas namun P3 juga menambahkan bahwa beberapa anggota misdinar antusias untuk ikut dalam kegiatan misdinar.
2) Motivasi dalam Komunitas Misdinar
Jawaban beraneka ragam disampaikan oleh responden tentang motivasi pendamping bergabung dalam komunitas misdinar yaitu P1 mengungkapkan motivasi bergabung dalam komunitas misdinar adalah karena sudah sering terlibat dalam pendampingan remaja sejak masih kelas 4 SD. Adapun P2 mengungkapkan motivasi bergabung dalam komunitas misdinar adalah agar dapat menjadi penghubung antara yang muda dan yang tua. Sedangkan P3 mengungkapkan motivasi bergabung dalam komunitas misdinar dikarenakan panggilan sebagai suster sehingga dapat menjadi teladan dalam panggilan serta senang bertemu dengan anak-anak muda. Dan P4 mengungkapkan motivasi bergabung dalam komunitas misdinar adalah karena Gereja membutuhkan bantuan, dan dapat memberi bantuan kepada Gereja merupakan bagian dari hidup untuk Tuhan dan sesama.
3) Keterlibatan dalam Komunitas Misdinar
Keterlibatan pendamping dalam komunitas misdinar beranekaragam yaitu P1 dan P3 mengungkapkan hal yang sama tentang keterlibatan dalam komunitas misdinar adalah mendampingi komunitas secara langsung. Adapun P2 mengungkapkan keterlibatannya dalam komunitas misdinar adalah membantu melatih misdinar serta ikut terlibat dalam pertemuan misdinar. Sedangkan P4 keterlibatannya dalam komunitas misdinar adalah mempersiapkan tugas para anggota misdinar, memberikan pembekalan materi serta memberikan pelatihan bagi anggota misdinar.
4) Peran Pendamping dalam Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman
Jawaban akan peran komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman difokuskan kepada peran pendamping dalam komunitas misdinar yang beraneka ragam. Adapun P1 memiliki peran mendapatkan informasi berkaitan dengan liturgi serta tugas-tugas anggota misdinar dalam perayaan Ekaristi. P2 memiliki peran untuk mendampingi serta melatih tata gerak dalam liturgi, memberi materi tentang alat-alat liturgi serta sikap-sikap yang baik dalam liturgi. Sedangkan P3 memiliki peran sebagai motivator untuk memotivasi anggota misdinar, berusaha membantu menyelesaikan masalah serta mencari solusi serta mendampingi secara rutin terutama bagi pengurus misdinar. Dan P4 memiliki peran melatih anggota misdinar untuk bertugas dalam perayaan besar Gereja.
5) Bentuk-Bentuk Kegiatan dalam Komunitas Misdinar
Jawaban responden tentang bentuk kegiatan dalam komunitas misdinar beranekaragam yaitu P1 mengungkapkan kegiatan dalam komunitas misdinar adalah tugas misdinar, koor, parkir, kunjungan ke komunitas seperti komunitas susteran/asrama/seminari. P2 mengungkapkan kegiatan dalam komunitas misdinar adalah pertemuan rutin, sharing. Sedangkan P3 mengungkapkan kegiatan dalam komunitas misdinar adalah rekoleksi, outbound, gerakan cinta lingkungan, ziarah, temu remaja dan temu misdinar, serta seminar. P4 mengungkapkan kegiatan yang ada dalam komunitas misdinar yaitu pada minggu pertama pemahaman tentang liturgi, minggu kedua kunjungan baik di lingkungan stasi maupun diluar lingkungan stasi, minggu ketiga memberikan kebebasan pada anak misdinar untuk berekspresi, dan minggu keempat tugas koor Gereja yang tergabung dalam AMDIS. Selain kegiatan diatas penulis menanyakan tentang kegiatan pendalaman iman. Jawaban responden dalam kegiatan pendalaman iman beraneka ragam yaitu:
a) Pelaksanaan Pertemuan Pendalaman Iman
Jawaban responden untuk pelaksanaan pertemuan pendalaman iman berbeda-beda yaitu P1 mengungkapkan bahwa ada pelaksanaan pendalaman iman yang dilaksanakan pada saat minggu pertama dan minggu kedua. Sedangkan P2, P3, P4 mengungkapkan bahwa ada pelaksanaan pendalaman iman yang dilaksanakan sesuai dengan liturgi Gereja yaitu pada saat adven, prapaskah, serta BKSN.
b) Setuju Diadakan
Jawaban responden tentang pelaksanaan pendalaman iman berbeda-beda yaitu P1 mengungkapkan bahwa pendalaman iman sudah dilaksanakan sehingga tidak perlu persetujuan untuk ada waktu khusus pelaksanaan pendalaman iman. P2 mengungkapkan bahwa setuju jika ada waktu khusus untuk pendalaman iman dikarenakan dapat memperdalam iman serta menjadi kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang ada sedangkan P3 juga mengatakan setuju jika ada waktu khusus untuk pendalaman iman supaya anggota misdinar tidak bosan serta belajar berefleksi. Dan P4 juga setuju jika ada waktu khusus untuk pendalaman iman. .
6) Manfaat Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman
Jawaban akan manfaat yang dirasakan pendamping bergabung dalam komunitas misdinar beraneka ragam yaitu P1 mengungkapkan manfaat yang didapat adalah lebih dekat dengan Tuhan untuk dapat melayani sesama. P2 mengungkapkan manfaat yang didapat adalah dapat bersosialisasi dengan yang lebih luas, mendapatkan wawasan yang luas, serta menambah relasi dengan setiap anggota misdinar. Sedangkan P3 mendapat manfaat yaitu dapat belajar kepolosan dan kejujuran dari anggota misdinar, iman semakin diteguhkan, membagikan ilmu yang telah diterima, serta dapat belajar sekolah hidup dari kesulitan yang dialami anggota misdinar. Dan P4 mengungkapkan manfaat yanng didapat adalah dapat ikut ambil bagian dalam karya keselamatan Allah sehingga akhirnya mendapatkan ketenangan, kedamaian hati, serta kesehatan.
b. Faktor-Faktor yang Mendukung dan Menghambat Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja.
1) Faktor-Faktor yang Mendukung Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman
Faktor pendukung komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja menurut P1 yaitu adanya geng antara anggota misdinar yang dapat membuat anggota misdinar tidak tercerai berai dan bisa saling berkomunikasi sesuai dengan usia mereka. P2 dan P3 mengungkapkan pendapat yang hampir sama tentang faktor pendukung peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja yaitu, keluarga serta teman, adanya tujuan yang sama, motivasi dalam diri serta minat untuk ikut dalam kegiatan misdinar. Sedangkan P4 mengungkapkan yang menjadi faktor pendukung peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja adalah adanya keterlibatan semua umat, dukungan orangtua serta pengurus Gereja.
2) Faktor Penghambat Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
Faktor penghambat pelaksanaan peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja. P1 dan P2 mengungkapkan hal yang sama yaitu orang tua yang tidak mendukung anaknya ikut dalam kegiatan Gereja. P2 juga menambahkan faktor lain yang menghambat pelaksanaan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja adalah tidak adanya kendaraan untuk pergi ke pertemuan atau kegiatan misdinar serta niat dari dalam diri setiap anggota misdinar. Sedangkan P3 mengungkapkan faktor penghambat peranan komunitas
misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja berkaitan dengan waktu pelaksanaan kegiatan yang kadang tidak sesuai dengan jadwal. Dan P4 mengungkapkan faktor penghambat pelaksanaan peranan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja adalah dikarenakan adanya kenyamanan dirumah sehingga anak-anak malas ikut kegiatan Gereja, serta keluarga yang tidak mendukung.
c. Harapan Pendamping Misdinar terhadap Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pendampingan Iman.
1) Harapan Pendamping terhadap Pelaksanaan Peranan Komunitas Misdinar sebagai Wadah Pembinaan Iman Remaja
Harapan responden terhadap pelaksanaan komunitas misdinar sebagai wadah pembinaan iman remaja beranekaragam. P1 mengungkapkan dengan adanya komunitas misdinar dapat membantu mempersiapkan anggota misdinar baik secara pribadi, psikologis, serta iman untuk semakin dewasa. P2 mengungkapkan dengan adanya komunitas misdinar dapat membantu anggota misdinar melayani dengan tulus hati serta dengan hati ikhlas ambil bagian dalam kegiatan menggereja. Sedangkan P3 mengungkapkan dengan adanya komunitas misdinar dapat membantu anggota misdinar untuk menjadi pribadi yang utuh. P3 juga menambahkan harapan tentang pelaksanaan komunitas misdinar adalah komunitas memiliki tempat untuk pertemuan, pendamping komunitas misdinar ditambah dengan orang yang sesuai dengan bidangnya, dan dapat membuat silabus untuk kegiatan misdinar agar arahnya semakin jelas. Dan P4 mengugkapkan dengan adanya kegiatan dalam komunitas misdinar dapat
membantu memberikan bekal pada anak-anak misdinar untuk dekat dengan Gereja.
2) Harapan tentang Pelaksanaan Pendalaman Iman
Harapan tentang pelaksanaan pendalaman iman. P1 mengungkapkan melalui pendalaman iman dapat mempersiapkan anggota misdinar baik secara psikologis, pribadi, serta iman untuk semakin dewasa. P2 mengungkapkan melalui pendalaman iman dapat memperdalam iman dan kesempatan untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sedangkan P3 mengungkapkan melalui pendalaman iman anggota misdinar dapat belajar berefleksi. Dan P4 mengungkapkan kegiatan dalam pendalaman iman harus memiliki nilai-nilai iman.
3) Harapan tentang Bentuk Pendalaman Iman
Jawaban responden tentang bentuk pendalaman iman menurut pendamping beraneka ragam. Adapun P1 yang mengungkapkan agar kegiatan pembinaan iman tidak monoton dan membosankan. P2 mengungkapkan kegiatan pendalaman iman berupa sharing serta rekoleksi. Sedangkan P3 mengungkapkan bentuk kegiatan pendalaman iman adalah drama, outbout, audivisual. Dan P4 mengungkapkan agar kegiatan pendalaman iman berupa sharing dan merenungkan isi kitab sucI
4) Harapan tentang Waktu Pelaksanaan Pendalaman Iman
Harapan untuk waktu pelaksanaan pendalaman iman P1-P4 setuju jika pelaksanaan pendalaman iman diadakan saat hari libur semester.
5) Harapan Materi yang Dibahas
Jawaban responden tentang materi yang dibahas beraneka ragam yaitu P1 materi yang dibahas adalah tentang pertemanan, kasih orangtua, serta tanggung jawab. P2 juga mengungkapkan materi yang dibahas adalah public speaking, pacaran yang baik, seksualitas, serta menjadi misidinar yang baik. Sedangkan P3 mengungkapkan materi yang dibahas tentang menjadi pribadi yang utuh serta jadi diri sebagai remaja. Dan P4 mengungkapkan materi yang dibahas adalah tentang sikap solidaritas, gotong royong, kebersamaan, serta persekutuan.