• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Wawancara Guru SD Kasihan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Lampiran 10. Hasil Wawancara Guru SD Kasihan

HASIL WAWANCARA GURU SD KASIHAN A. Data Responden

1. Nama : Citra N A (Perempuan)

2. Jabatan : Guru

3. Pangkat/Gol. : -

4. NIP : -

5. Bidang studi : Guru Kelas

6. Usia : 29 tahun

7. Agama : Islam

8. Pendidikan terakhir : Strata 1

9. Alamat : Gamol, Balecatur, Gamping, Sleman B. Data Peneliti

1. Menurut Bapak/Ibu, apakah yang dimaksud pendidikan karakter tersebut? mengapa harus dilaksanakan melalui KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan budaya sekolah?*

Guru: Pendidikan karakter adalah pendidikan dalam rangka membentuk watak dan kepribadian pada diri masing-masing peserta didik sehingga tidak hanya cerdas tetapi mengetahui mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik.

Pendidikan karakter penting karena dapat membentuk karakter pada masing-masing individu baik peserta didik sejak dini, sehingga penting bagi bekal kedepan. Misalnya: pelajaran Bahasa Indonesia. Didalamnya terdapat nilai pendidikan karakter seperti kreatif, inovatif. Semuanya menyatu dalam mata pelajaran.

2. Menurut Bapak/Ibu, setuju tidak dengan adanya program sekolah budaya karakter?

Guru: Setuju. Karena nilai-nilai pendidikan karakter saat ini sudah memudar.

3. Sebagai pendidik, bagaimana Bapak/Ibu menghadapi tuntutan dan tantangan dunia pendidikan terkait dengan adanya pelaksanaan pendidikan karakter?

Guru: Mengikutinya. Pihak sekolah harus saling bekerja sama dalam melaksanakan program tersebut.

4. Bagaimana Bapak/Ibu membuat rencana pembelajaran (RPP/Silabus) terkait dengan adanya program sekolah budaya dan karakter bangsa? Guru: Mengikuti pedoman, program ini dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan kondisi lingkungan mbak, sehingga dari hasil rapat dewan guru dan kepala sekolah maka guru dituntut untuk dapat mengintegrasikan nilai- nilai tersebut dalam RPP.

5. Dalam prakteknya, bagaimana strategi Bapak/Ibu dalam melaksanakan pendidikan karakter dalam KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan budaya

Guru: Dalam KBM, pendidikan karakter dimasukkan ke dalam materi pembelajaran. Dalam lingkungan sekolah, pendidikan karakter dimasukkan dalam pencipataan pembiasaan, seperti aksi jumput daun apabila terdapat daun yang berguguran, dll.

6. Kegiatan ekstrakurikuler apa yang Bapak/Ibu ajarkan pada peserta didik?*

Guru: Tidak ada.

7. Bagaimana bentuk perencanaan materi kegiatan yang akan disampaikan pada peserta didik?*

Guru: Tidak ada.

8. Bagaimana strategi Bapak/Ibu melaksanakan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler tersebut? poin manakah yang paling diutamakan?*

Guru: Tidak ada.

9. Bagaimana respon peserta didik pada saat penyampaian materi?* Guru: Tidak ada.

10.Sejauh ini, bagaimana keterlaksanaan program kegiatan ekstrakurikuler, apakah pendidikan karakter sudah mampu diintegrasikan sesuai dengan rencana?*

Guru: Tidak ada.

11.Bagaimana Bapak/Ibu dapat mengetahui pola perilaku peserta didik yang cenderung berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tepat dalam proses KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan penerapan pada budaya sekolah?*

Guru: Komunikasi yang dijalin antara Guru, murid dan kepala sekolah akan diketahui pola perilaku murid. Misalnya: dalam suasana KBM, terdapat beberapa murid yang apabila bertanya tidak menggunakan bahasa krama. Maka guru memberikan nasihat.

12.Bagaimana Bapak/Ibu dapat menilai bahwa pendidikan karakter tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dalam KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan budaya sekolah, sehingga peserta didik dapat menerapkan pendidikan karakter di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat dengan baik?

Guru: Terdapat penilaian secara tertulis dari guru pada murid melalui pengamatan yang dilakukan seminggu sekali. Nilai tersebut dapat menunjang nilai kepribadian pada raport dan menunjang nilai kelas Pendidikan Agama Islam serta PKN.

13.Bagaimana bentuk penilaian dan evaluasi yang dilakukan guru dalam proses KBM, kegiatan ekstrakurikuler terkait dengan pendidikan karakter?*

Guru: Penilaian melalui format pengamatan secara tertulis setiap seminggu sekali. Secara tidak langsung juga guru dapat mengetahui perkembangan murid dari cara berkomunikasi, nilai belajar dan pembiasaan yang dilakukan. Setiap akhir pembelajaran, guru selalu menjelaskan kesimpulan.

14.Apakah hasil yang diperoleh peserta didik sudah dapat dimaksudkan bahwa pendidikan karakter telah berjalan sesuai dengan rencana? Guru: Sudah cukup baik, walaupun belum 100%.

15.Bagaimana Bapak/Ibu membuat materi kegiatan ekstrakurikuler sehingga peserta didik dapat mengikutinya dengan baik?*

Guru: Tidak ada.

16.Bagaimana strategi Bapak/Ibu menyampaikan materi tersebut dalam kegiatan, sehingga peserta didik dapat menyerap nilai-nilai pendidikan karakter?*

Guru: Tidak ada.

17.Bagaimana 18 nilai pendidikan karakter tersebut diintegrasikan ke dalam KBM dan kegiatan ekstrakurikuler yang tercermin dalam RPP?* Guru: Sesuai dengan RPP yang yang dibuat.

18.Bagaimana perilaku/kebiasaan (penciptaan budaya sekolah) yang dicerminkan Bapak/Ibu di lingkungan sekolah? Apakah sejauh ini sudah tepat?

Guru: Sekolah memiliki kebiasaan dengan 3 S (Senyum, salam dan sapa) serta memiliki yel-yel: “SD Kasihan Yes, SD Kasihan Jaya, SD Kasihan Berprestasi” sebagai pemicu semangat murid. Terdapat aksi jumput daun, terdapat piket kelas yang dilakukan setiap pulang sekolah, salam sebelum mulai pelajaran dengan jadwal piket masing- masing guru, terdapat kotak kejujuran dan kantin kejujuran.

19.Bagaimana bentuk teguran Bapak/Ibu pada peserta didik apabila terdapat peserta didik yang melanggar peraturan?

Guru: Spontanitas. Apabila sudah melewati batas, maka dipanggil secara individu dan diberikan sanksi. Terdapat home visit bagi peserta didik yang nakal, sehingga akan diketahui pola asuh keluarga di rumah.

20.Menurut Bapak/Ibu, sejauh ini bagaimana implementasi pendidikan karakter di sekolah terlaksana dilihat dari KBM, kegiatan ekstrakurikuler dan budaya sekolah serta penerapan peserta didik di rumah maupun di masyarakat?*

Guru: Sudah cukup baik walaupun belum sempurna. KBM, kegiatan ekstrakurikuler masih dapat dilihat selama di sekolah, sedangkan untuk penerapan di keluarga dan masyarakat dapat dilihat dari kebiasaannya di sekolah.

21.Sejauh ini, bagaimana peran kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama dalam keberhasilan sekolah terkait dengan pelaksanaan pendidikan karakter?

Guru: Kerja sama yang baik. kepala sekolah harus dapat melaksanakan tugasnya sebagai penanggung jawab keberhasilan sekolah.

22.Bagaimana kerja sama yang dilakukan Bapak/Ibu dengan kepala sekolah dalam pelaksanaan pendidikan karakter tersebut?

Guru: Rapat setiap bulan. Komunikasi yang terjalin apabila guru membutuhkan diskusi.

23.Bagaimana peran orang tua dalam mendukung program pendidikan karakter?

Guru: Mendukung. Dengan adanya sosialiasisi yang dilakukan pihak sekolah dengan wali murid. Orang tua juga menciptakan suasana nyaman dan edukatif. Misalnya: Setiap pulang sekolah, orang tua menanyakan apakah ada PR atau tidak.

24.Apakah faktor pendukung pelaksanaan pendidikan karakter tersebut? Guru: Dilihat dari visi dan misi sekolah sebagai pemicu semangat. Melakukan strategi penerapan pendidikan karakter.

25.Apakah faktor penghambat pelaksanaan pendidikan karakter tersebut? dan bagaimana solusinya?

Guru: Semua membutuhkan kerja sama dan komunikasi antar pihak sekolah, keluarga dan masyarakat.

* Ekstrakurikuler; untuk guru yang sekaligus mengampu kegiatan ekstrakurikuler.

Dokumen terkait