• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL WAWANCARA Hari/Tanggal : Selasa, 22 September 2010

Tempat : Ruang Kepala Sekolah

Nama : Drs. Oman Rohmanudin, M.M. Jabatan : Kepala Sekolah

1. Sejak kapan penegakan disiplin siswa dilaksanakan di SMP Al Amanah Setu? Jawab: Sejak SMP Al Amanah ini mulai menerima murid dan melaksanakan

proses pendidikan dan pengajaran.

2. Faktor apa yang melatarbelakangi keberadan penegakan disiplin siswa di SMP Al Amanah Setu?

Jawab: Sekolah bukan hanya tempat siswa menerima pelajaran, melainkan tempat mengembangkan dan membentuk siswa menjadi pribadi yang baik selain rumah dan lingkungan sekitarnya. Sekolah merupakan lingkungan sosial yang mendampingi perkembangannya sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial siswa memiliki beragam permasalahan dan berasal dari latarbelakang keluarga yang berbeda. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya penegakan disiplin di sekolah.

3. Strategi apa saja yang dilakukan pihak sekolah dalam penegakan disiplin siswa? Jawab: Dalam upaya penegakan disiplin kami melakukan beberapa straegi yaitu:

dengan membuat tata tertib sekolah yang berlaku untuk seluruh warga sekolah, mensosialisasikan tata tertib atau peraturan sekolah dan memberikan sanksi bagi yang melanggar, mulai dari memberikan teguran, penugasan, pemanggilan orang tua, diskorsing, sampai dikeluarkan dari sekolah.

4. Bagaimana pendapat bapak mengenai efektifitas penegakan disiplin?

Jawab: Efektifitas penegakan disiplin bisa dicapai jika ada kerjasama antar warga sekolah diantaranya; kepala sekolah, guru BK, waka kesiswaan mulai dari wali kelas sebagai wali dari orang tua di sekolah, guru, keamanan sekolah, siswa itu sendiri dan orang tua yang lebih mengenali anaknya.

5. Apakah keberadaan bimbingan dan konseling di SMP Al Amanah Setu berpengaruh besar terhadap usaha menanggulangi kenakalan siswa, sebagai upaya penegakan disiplin?

Jawab: Ya sangat berpengaruh, karena memang tujuan BK untuk membina dan memberikan bimbingan bagi siswa yang bermasalah dan memberikan solusi-solusi dari permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Dengan demikian siswa akan merasa diperhatikan.

6. Apakah guru BK di sekolah ini berhasil menegakan disiplin serta menanggulangi kenakalan remaja yang terjadi di sekolah?

Jawab: Alhamdulillah cukup berhasil, karena saya melihat kemajuan dari tahun ke tahun dalam penegakan disiplin dan menanggulangi kenakalan remaja. 7. Hambatan-hambatan apa saja yang bapak alami dalam menghadapi masalah

tersebut?

Jawab: Hambatan akan kita temui di mana saja dan dipermasalahan apapun, namun yang menjadi hambatan dalam penegakan disiplin siswa ini yaitu kurangnya kesadaran siswa akan pentingnya kedisiplinan dan belum memahami benar tentang arti kedisiplinan, sehingga siswa merasa kedisiplinan merupakan pengekangan.

8. Bagaimana solusi dalam mengatasi hambatan-hambatan penegakan disiplin siswa?

Jawab: Solusinya adalah dengan memberikan pengertian dan menjelaskan akan pentingnya kedisiplinan, membiasakan dengan pembiasaan-pembiasaan yang baik, memberikan contoh dan tauladan, kemudian kami lakukan pengawasan.

9. Pihak-pihak manasajakah yang dilibatkan dalam menanggulangi kenakalan remaja?

Jawab: Dalam menaggulangi kenakalan remaja kami melibatkan seluruh sivitas sekolah, seperti: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, guru BK, waka kesiswaan, bidang kurikulum, guru, staf sekolah dan orang tua yang mengawasi anak-anaknya di luar sekolah.

10.Bagaimana peran sekolah dalam menegakan disiplin siswa?

Jawab: Disiplin merupakan cermin kepribadian seseorang, masyarakat dan bangsa. Disiplin menjadi pokok utama dalam membiasakan siswa ntuk hidup lebih teratur. Adapun peranan sekolah dalam menegakan disiplin siswa yaitu: Merencanakan dan membuat tata tertib atau peraturan sekolah, mensosialisasikannya kepada siswa dan orang tua siswa, melaksanakan peraturan atau tata tertib yang sudah disosialisasikan, kemudian menindaklanjutinya.

Lampiran 3

HASIL WAWANCARA Hari/Tanggal : Selasa, 22 September 2010

Tempat : Ruang BK

Nama : Drs. Nuryaman, S.Pd.

Jabatan : Wakil Kepala Sekolah/Guru Bimbingan dan Konseling

1. Jenis layanan BK apa sajakah yang diberikan kepada siswa SMP Al Amanah Setu dalam upaya penegakan disiplin?

Jawab: Kami memberikan layanan berupa bimbingan dan pembinaan baik pribadi maupun kelompok, seperti pembinaan individu dan konsultasi kelompok secara khusus bagi yang mengalami masalah.

2. Jenis kenakalan apa sajakah yang dilakukan siswa SMP Al Amanah Setu?

Jawab: Kenakalan yang sering dilakukan siswa diantaranya: merokok di lingkungan sekolah, berpakaian tidak rapih, terlambat datang ke sekolah, membolos, mencontek, keluar kelas pada waktu jam belajar, tidak mengikuti upacara, berkelahi dan membuat kegaduhan di kelas.

3. Menurut Bapak apa yang menyebabkan terjadinya kenakalan dikalangan siswa? Jawab: Menurut saya yang menyebabkan kenakalan siswa diantaranya adalah

teman, keluarga dan lingkungannya.

4. Apakah Bapak bekerjasama dengan wali murid dalam menanggulangi kenakalan siswa yang sering terjadi di SMP Al Amanah Setu?

Jawab: Ya, dalam menanggulangi kenakalan siswa selain dengan para guru di sekolah, saya juga bekerjasama dengan wali murid.

5. Kegiatan apa yang Bapak lakukan untuk menegakan disiplin siswa?

Jawab: Dalam upaya penegakan disiplin siswa, kami sering mengadakan penyuluhan dan razia seperti Hp, majalah atau gambar porno, rokok, obat-obatan terlarang dan benda-benda tajam.

6. Kendala apa saja yang Bapak hadapi dalam mencegah dan menanggulangi kenakalan siswa di sekolah ini sebagai upaya penegakan disiplin? Bagaimana Bapak menyikapi kendala tersebut?

Jawab: Kendala yang saya hadapi adalah terkadang surat panggilan tidak sampai ketangan orang tua, tidak dihiraukan dan ada juga orang tua yang tidak mau percaya jika anaknya melakukan pelanggaran.

7. Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling?

Jawab: Yang menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling adalah partisipasi dari seluruh warga sekolah seperti kontribusi kepala sekolah, bidang kesiswaan, bidang kurikulum, guru dan staf sekolah. Adapun yang menjadi faktor penghambat diantaranya adalah siswa merasa enggan menceritakan permasalahannya dan lebih memilih diam (tidak mau berterus terang) dan terkadang memilih teman sebagai tempat mengadunya.

8. Langkah apa saja yang ditempuh untuk melaksanakan bimbingan dan konseling? Jawab: Langkah yang kami lakukan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling

di sekolah diantaranya adalah memantau siswa, menanyakan kepada wali kelas dan orang tua tentang siswa yang bermasalah, memanggil siswa, membimbing dan membina siswa kemudian membantu menyelesaikan dengan memberi solusi kepada siswa akan permasalahannya.

Lampiran 4

HASIL WAWANCARA

Dokumen terkait