ALAMAT TANGGAL EDP
4.5 Hasil Wawancara dan Pembahasan
4.5.1 Hasil Wawancara
Tabel 6. Wawancara dengan Kepala Biro Metro TV Medan Nama Subjek : Yuda Roberto Panjaitan
Pekerjaan : Kepala Biro Metro TV Medan & Aceh Waktu : Tanggal 23 Maret 2011, pukul 13.30 WIB
Tempat : Kantor Metro TV Biro Medan & Aceh, Jl. Perintis Kemerdekaan Medan
No Pelaku Uraian Wawancara Tema
1.
.
Peneliti:
Subjek:
Bagaimana peran serta metro tv terhadap masyarakat, khususnya menyangkut tentang tanggung jawab sosial media?
MetroTV biro medan ini punya wilayah Sumatera dan Aceh, ada 23 kabupaten di medan dan 20 kabupaten di aceh, kita saat ini punya tim kekuatan liputan, tidak semua di kabupaten, ada beberapa kabupaten/kota yang harus di pegang oleh 1 orang, saat ini tim kekuatan Metro TV berjumlah 35 org. saya memahami tanggung jawab sosial ini sebagai bagaimana menerjemahkan apa isu yang berkembang saat ini di suatu daerah dan kemudian menerjemahkannya dalam format berita televisi yang pada saat ini di siarkan secara nasional dan secara otomatis saya juga harus memahami bagaimana berita ini layak ditayangkan secara nasional. Karakteristik berita yang secara nasional ini tentu saja mempunyai karakteristik dan beberapa titik kelemahan dan kelebihan saya selalu mendorong rekan-rekan yang di lapangan, harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat berupa layanan informasi, wacana, keresahan public dan tentu hal ini harus kita sampaikan kepada publik. Dan saat ini yang kami lakukan kewajiban kami
Layanan informasi kepada masyarakat
80
Lanjutan tabel 6
menyampaikan ke pusat apa yang terjadi disumatera dan aceh mendorong sekuat mungkin agar acara itu bisa ditampilkan di layar. Menurut saya kurang lebih komposisinya 70:30. Kebijakan redaksional kita 70% 30%, 70% pusat karena didominasi oleh Jakarta karena lebih banyak dinamika yang terjadi di pusat tapi sering kali ketika terjadi sesuatu terjadi di daerah dahulu, daerah yang mengambil alih karena mempunyai otonomi.
2. Peneliti:
Subjek:
untuk kebutuhan informasi daerah sendiri dalam melakukan peliputan, langkah-langkah apa yang dilakukan Metro TV biro Medan mengingat tingkat-tingkat kepentingan masyarakat yang beragam dan dinamis?
sebagai contoh di bulan Desember marak terjadi kasus dugaan penculikan anak-anak di Sumatera dan Aceh tapi ini tidak terjadi di daerah lain pada saat itu dan ketika saya tahu, ini sebenarnya isu yang sangat kuat, sumatera itu mempunyai jumlah penduduk sekitar 11 juta jiwa dan aceh 4 juta jiwa, ada 15 juta yang akan terganggu dengan isu ini, ini isu yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial dan pada saat itu saya mempunyai peristiwa ini adalah berita yang besar dan kita harus memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa ini hanya isu karena kemudian apa yang terjadi kan hanya isu yang beredar, menimbulkan korban, masyarakat marah, memberikan
Layanan informasi kepada masyarakat
Lanjutan tabel 6
reaksi tapi tidak pernah ada yang membuktikan bahwa terjadi penculikan anak dan itu kemudian saya memberikan instruksi kepada teman-teman ayo kita tampilkan berita ini secara all out.
3. Peneliti:
Subjek:
sekarang menyangkut kebhinekaan, pluralis dan objektif, media dituntut memberikan informasi secara seimbang sekaligus memenuhi kebutuhan informasi masyarakat. Bagaimana konsep Metro TV dalam menyahuti situasi masyarakat di sumatera utara?
dari awal berdiri 2001 jelas bahwa visinya ya posisinya sepenuhnya mendukung pluralisme dan kebebasan dalam berdemokratis dan itu juga kita terapkan di bawah hingga ketika kita menjaring pekerja, kita mencoba menyeleksi apakah orangnya sejalan dengan visi dan misi kita, karena bila tidak, tidak mungkin kita membebankan orang dengan berbeda pendapat itu. Kebijakan redaksi berawal dari situ, dalam contoh kasus seperti Ahmadiyah, posisi secara jelas mendukung setiap agama sesuai dengan UUD mempunyai hak dan kebebasan menganut kepercayaan, namun apabila dibawah itu juga ada peraturan mengatur lainnya yang mengatur hak, kami akan ikuti misalnya dalam kasus tadi peraturan itu ada hingga porsi media massa juga harus berperan serta dalam mengumpulkan orang bahwa kita butuh itu.
Informasi bagi masyarakat yang pluralis
82
Lanjutan tabel 6 4. Peneliti:
Subjek:
misalnya masyarakat keberatan atau merasa tidak diberikan akses informasi, adakah ruang di Metro TV memberikan akses kpd masyarakat?
selalu diberikan, itu apresiasi, keseimbangan ketika ada suatu wacana seperti itu keduanya harus diberikan ruang untuk memberikan pendapat dan suaranya, kita juga selalu terbuka dalam Tanya jawab dan juga hak bantah dari setiap orang yang merasa terusik atau tidak setuju dengan kebijakan pemerintah. Di sumatera belum ada kejadian seperti ini.
Keseimbangan informasi
5. Peneliti:
Subjek:
apakah ada standar dari Metro TV tentang informasi lokal yang layak ditampilkan? tentu saya selalu mengacu kepada standar nilai berita, proximiti, ketokohan, contoh dalam kasus tadi, (demonstrasi warga dengan menginjak-nginjak foto walikota medan) secara proximiti dekat terjadi dengan masyarakat, mecnicurenya yang saya bilang tadi dengan angka 15juta yang akan terpengaruhi dengan isu ini. Ada korban yang saat itu terjadi yang sudah jatuh.ada 3 orang tewas ada 11 orang yang terluka dikeroyok oleh warga. Saya kira itu acuan awalnya nilai standarnya dan saya memberikan argumen kepada Jakarta bahwa ini barang yang layak diberitakan.
Urgensitas berita/informasi
Lanjutan tabel 6 6. Peneliti:
Subjek:
Sejauh mana bapak menyikapi kebijakan manajemen di satu sisi dengan kepentingan masyarakat di sisi lain agar tidak mengorbankan keduanya?
saya pikir kebijakan redaksional itu lebih sering diterapkan kepada isu-isu yang juga menyangkut kepada kebutuhan publik. Kebijakan redaksional di metro tv, saya ada di ruang redaksi metro tv Jakarta selam 3,5 tahun, saya menjadi produser di beberapa program. Menurut pengamatan saya kebijakan redaksional yang betul-betul teribaratkan ketika kita memposisikan diri terhadapa isu-isu yang benar-benar menyangkut masyarakat dan isu-isu yang menyangkut dengan rasa keadilan dan tanggung jawab media terhadap publik misalnya ketika terjadi kasus gayus, yang dicedarai ialah rasa keadilan publik, disitulah ketika itu muncul kebijakan redaksional metro tv kita harus fight bagaimana kasus gayus ini terungkap sampai ke akarnya, siapa pemberi, siapa penerima, bagaimana cara memberinya dan bagaimana efeknya ke depan.
Objektifitas redaksional
7. Peneliti:
Subjek:
dengan adanya standard pengaturan kelembagaan, metro tv maupun aturan regulasi dari pemerintah bagaimana strategi dalam menyikapi peraturan yang ada agar program acara Metro TV bisa survive?
pada prinsipnya setiap kebijakan dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah itu harus dipatuhi harus di
Mengikuti kebijakan pemerintah dan
84
Lanjutan tabel 6
implementasikan tapi juga sebagai badan usaha tentu saja dan berupaya bagaimana sebuah peraturan dapat diterapkan dan juga memberikan manfaatnya bagi kedua belah pihak yang menerbitkan peraturan dan juga pihak badan usaha, kebetulan kapasitas saya tidak dalam posisi untuk menerjemahkan peraturan, posisi saya terkait dengan kebijakan – kebijakan pemerintahan itu lebih pada menaati apa yang diinstruksikan oleh atasan.
kebijakan perusahaan
8. Peneliti:
Subjek:
tentang wartawan, sejauh ini ada tidak semacam keluhan dari wartawan Metro TV di Sumatera Utara terkait dengan kebebasan profesi wartawan?
kalau saya pribadi di biro Sumut Aceh, saya membuka peluang sebesar-besarnya menyampaikan penilaian dia, pertimbangan dia, terkait hasil produksi pemberitaan kita. Sebagai contoh hari ini tadi beberapa kontributor kita membawa berita ttg unjuk rasa pedagang simpang limun yang akan digusur, mereka berunjuk rasa disimpang limun, dan di kantor walikota. Di kantor walikota para pengunjuk rasa itu membanting foto walikota, mencaci walikota dan ada juga beberapa aksi yang bisa dikatakan melecehkan aparat pemerintah. Kami berdiskusi tadi mana gambar yang layak kita berikan kepada publik. Ada temen yang berpendapat gbr yang kelihatan dinamis, lebih menarik dilayar itulah
Kemerdekaan wartawan/reporter
yang akan kita berikan. Kalau begitu pilihannya semua aksi tadi kita tampilkan tapi kemudian ada teman yang berpendapat, jangan kita sunting gambar itu tanpa mengurangi efek dari peristiwanya. Akhirnya itu lah yang kami pilih. Kami selalu berdiskusi tentang mana yang layak dan tidak layak. 9. 10. Peneliti: Subjek: Peneliti:
dengan mempertimbangkan segi hukum dan standard kelembagaan, adakah target Metro TV biro Medan?
kalau saya saat ini punya target minimal dalam 1 hari ada 5 program kami yang ditayangkan secara nasional, saya berbicara produk bukan durasi. Kalau durasi akan berbeda lagi. Karena produk tv berbeda-beda. Saya berpikir bagaimana menciptakn produk siaran yang langsung layak untuk disiarkan secara nasional.
dengan adanya UU No 32 dan segala peraturan yang ada. Menurut pandangan bapak sebagai pengelola media apakah diterjemahkan sebagai intervensi dari pemerintah?
Target volume program
86
Lanjutan tabel 6
Subjek: banyak UU kita yang saling tumpah tindih, banyak pendapat yang keluar soal UU penyiaran seolah-olah ada beberapa hal yang tetap dipegang oleh pemerintah tetapi disisi lain muncul juga UU kebebasan informasi publik yang hanya membatasi tidak boleh diketahui oleh publik itu ialah rahasia Negara. Kontrakdiktif juga hal ini kan antara 2 itu, ada beberapa hal mungkin perlu di spesifikasi, lebih spesifik lagi dalam pengaturan menteri atau PPnya nanti kan. Itu yang belum kita tahu kan. Hari ini munculnya lagi RUU intelijen yang draf usulannya dari pemerintah bahkan mengijinkan badan intelijen untuk melakukan penahanan, mengijinkan badan intelijen untuk menutup dan seperti menveto terhadap media apabila ada informasi yang berkaitan intelijen Negara. Ini sungguh bertolak belakang. Kemaren lebih lucu lagi, intelijen memantau media seperti facebook dan twitter jadi banyak sekali peraturan, tetapi sejauh ini saya tidak punya pengalaman yang terkait dengan itu. Aplikasi peraturan pemerintah 11. Peneliti: Subjek: setelah berlakunya UU 32, PP 50/2005 dan Permen Kominfo 43/2009 tidak ada lagi Lembaga Penyiaran Nasional artinya semua Lembaga Penyiaran bersifat Lokal, sejauh ini hal-hal apa yang sudah terlaksana dalam menyikapi hal ini?
secara konsep program kami sudah siapkan, kita sudah punya konsep program untuk memenuhi ambang batas minimum
Melaksanakan peraturan khusus tentang TV lokal
Lanjutan tabel 6
dalam konteks siaran lokalnya. Kita juga sudah menjajaki beberapa ketentuan yang kita bisa realisasikan peluang dalam bentuk program televisi. Garis besarnya secara materi program dan struktur sumatera dan aceh tetapi LP(Lembaga Penyiaran) tidak berbicara tentang itu saja ada begitu banyak variabel lainnya yang juga berpengaruh diantaranya faktor bisnis, faktor alih teknologi dan juga SDM dan sejauh ini 3 faktor itu yang belum memungkinkan di sumatera utara. Secara peralatan secara sederhana kita sudah mumpuni tapi ada beberapa hal yang seharusnya menjadi standar di Metro TV.
12. Peneliti:
Subjek:
bagaimana cara mensiasatinya agar tidak terkekang dari peraturan yang ada, khususnya tentang peraturan sistem jaringan?
saya percaya bahwa dalam hal ini sistem stasiun jaringan itu ada suatu proses pendelegasian amanat, pendelegasian hak dari pusat ke daerah dan saya memahami bahwa itu belum dilepaskan, berarti yang akan menerima hak juga hanya bisa menerima kan, karena dalam organisasi itu ada sistem organisasi yang tidak bisa kita rebut, mandat itu kan harus diberikan.
Pendelegasian tugas
88
Lanjutan tabel 6 13. Peneliti:
Subjek:
Sejauh ini bagaimana sikap bapak dalam merespon Sistem Stasiun Jaringan?
karena secara sistem organisasi, pengaturan organisasi yang baru itu sudah ada tapi belum aktif karena belum diberikan. Apabila diberikan mandat dan kebutuhannya dipenuhi maka akan jalan.
Pendelegasian tugas 14. 15. Peneliti: Subjek: Peneliti: Subjek:
dalam hal mengikuti aturan tentang sistem jaringan adakah wacana ini dimunculkan ketika bapak diikutsertakan dalam rapat menyangkut tentang kebijakan?
saya baru rapat di Jakarta di awal akhir Desember, itu kita bicarakan danmemang medan termasuk 2 kota yang 2011 yang sudah mulai bersiaran lokal, medan dan bandung. Itu rencana Metro TV 2011. terhadap peraturan ini. Menurut bapak bagaimana pengelolaan sistem Siaran lokal yang harus berdiri sendiri, sekaligus berjaringan?
kita ikuti peraturan. Kita akan penuhi kewajiban untuk memenuhi siaran lokal.
Hasil rapat di Jakarta
Pelaksanaan peraturan pemerintah
Lanjutan tabel 6 16.
.
Peneliti:
Subjek:
Tentang kendala, dalam mengimplementasikan SSJ, sejauh ini apa
yang bapak rasakan dalam ketika melaksanakan SSJ ini?
bisnis televisi sangat mahal sekali. Karena untuk buat TV nasional 500M tidak cukup. Peralatan sekarang sangat mahal. 1 Kamera saja berkisar yang termurah 150juta, ikegami versi termurahnya sekitar 800juta 1 kamera. Kamera dan satelit kita sudah punya, semua kamera pada dasarnya sekarang sudah siap dipakai siaran langsung. Standarnya untuk membuat 1 siaran di studio memakai kamera ikegami. Diluar kamera standard broadcast, hardwarenya saja itu bisa butuh sekitar 500juta. Lightning, audio, acoustic, kemampuan jaringan kabel dan segala macam. Ini bisnis yang sangat mahal. Itu belum lagi kita berbicara kebutuhan operasional. Bagi saya kendalanya adalah bagi badan usaha bagaimana agar modal yang disediakan itu dalam jangka panjang atau jangka pendek harus break event point, saya kira tiap badan usaha pasti menginginkan hal itu.
Kendala untung rugi perusahaan
90
4.5.2 Hasil Wawancara
Tabel 7. Wawancara dengan Kepala Biro TV One Medan Nama Subjek : Linova Risianty
Pekerjaan : Kepala Biro TV One Medan
Waktu : Tanggal 8 April 2011, pukul 13.50 WIB
Tempat : Kantor TV One Biro Medan, Jl. Tembakau Deli Medan
No Pelaku Uraian Wawancara Tema
1. 2. Peneliti: Subjek: Peneliti: Subjek:
Bagaimana peran serta Tv One Biro Medan terhadap masyarakat sebagai peran tanggung jawab sosial media dalam hal memenuhi kebutuhan informasi masyarakat?
Saat ini kita mencoba untuk mengangkat isu-isu pembangunan Sumatera Utara, misalnya Bandara Kuala Namu, kita lebih memperioritaskan berita-berita yang bersekala umum yang dampaknya lebih banyak kepada masyarakat.
Contohnya missal bandara Kuala Namu, berita yang besar seperti peristiwa pembunuhan kemarin, banjir di Medan, itu untuk satu segmentasi dan segmen dua kami memperioritaskan dampaknya lebih ke masyarakat Medan.
Sejauh ini adakah survei atau penelitian, apa sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat lokal kita disini, sehingga melalui Tv One dapat terpenuhi?
Kalau dari hukum kita ada semacam talk news dan mereka lebih banyak meminta berita-berita yang menonjolkan pembangunan yang ada di sumatera utara
Layanan informasi kepada masyarakat
Layanan informasi kepada masyarakat
Lanjutan tabel 7
seperti tentang prestasi, pendidikan, olahraga jadi tidak hanya berupa peristiwa yang biasa tapi hal – hal yang menyangkut pariswisata dan tempat-tempat kuliner yang ada di medan. Sebenarnya proporsi talk news lebih tinggi tapi karena kita mempunyai segmentasi berita nasional jadi ketika kita menyusun jaringan berita dari daerah itu jadi ditampilkan di berita nasional itu yang muncul satu per satu dan memang berskala nasional.
3. Peneliti:
Subjek:
Menyangkut tentang hal kebhinekaan dan pluralisme masyarakat, sejauh ini tv one dalam menyikapi masyarakat yang pluralis, informasi bagaimana yang disampaikan? Kalau kita cukup proporsional, jadi kalau misalnya acara kebudayaan Budha atau hindu, mereka mempunyai slot tersendiri untuk mereka, seperti kemarin Imlek, biasanya ada dua atau tiga segmen. Di TV nasional jarang diliput karena mempunyai presentase sedikit terhadap orang India tetapi di medan kita berargumen bahwa di medan ada delapan ribu orang India. Menurut kita sangat booming, jadi kalau ada acara tepusang kita selalu beri porsi ke etnik-etnik yang jarang terekspos oleh media tv terutama tv nasional.
Informasi bagi masyarakat yang pluralis
92 Lanjutan tabel 7 4. 5. Peneliti: Subjek: Peneliti: Subjek:
Menyangkut dinamika di masyarakat, dalam hal ini Tv One sebagai pendorong motivasi kepada masyarakat yang mengacu kepada UU dan peraturan lainnya, adakah program acara yang dikemas ke arah sana? Pasti ada ya. Sebenarnya seperti itu kita sesuaikan dengan event, karena kita bersifat berita jadi ketika ada event yang bersifat nasional, tentang pluralisme tadi itu kita sesuaikan dengan hari-hari besar seperti 17 agustus atau 5 oktober, itu biasanya berita-berita semuanya seperti itu. Tetapi kalau dalam keseharian tidak ada.
Tentang akses ruang tanya jawab, adakah di TvOne menyediakan ruang untuk masyarakat dalam hal menyampaikan kritik dan saran atau pun keluhan?
Untuk organisasi masyarakat kita meliput ketika mereka mempunyai kegiatan, itu pun kalau dialog-dialog, sebenarnya dialog atau seminar mereka cukup menarik tapi susah kali untuk tayang karena kita mengandalkan prestasi atau tempat-tempat yang menarik di sumatera utara tapi kalau kegiatan organisasi seperti donor darah ada juga kita liput tapi kalau bersifat ceremonial tidak diiput. Saat ini kita belum ada menerima protes. Waktu ada dari protap yang protes kepada kami soal salah sebut oleh orang yang kami wawancarai, kalau ada orang protes kami terima tapi ya lihat kejadiannya juga ya.
Informasi bagi masyarakat yang pluralis
Keseimbangan informasi
Lanjutan tabel 7 6. 7. Peneliti: Subjek: Peneliti: Subjek:
Di dalam hal menggarap peristiwa di sumut ini adakah standar-standar tertentu?
Itu ya. kalau ada peristiwa besar biasanya itu 1 segmen penuh untuk peristiwa itu sendiri tapi dengan berbagai sudut pandang, contohnya perampokan CIMB Niaga. Kita beritakan kita panggil kriminolog, panggil korbannya yang ada saat peristiwa jadi 1 segmen itu lebih dalam jadi kalau keliatan lebih dalam kadang-kadang seperti TV investivigasi. Jadi itu nanti diputar lagi di program lain.
Dalam mengakomodasi kreatifitas wartawan di satu sisi dan kebijakan manajemen disisi lain bagaimana TVOne biro medan dalam menggarap suatu berita agar tidak mengorbankan keduanya?
Kalau dari sepanjang saya tahu. kepentingan pemilik modal itu hanya sekian persen jadi kalau kita rapat di Jakarta, itu berita-berita paling hangat mungkin ada pengaruh dari pemilik modal maunya seperti ini kami dalam rapat itu melakukan kami voting, harus seperti apa idealismenya jadi ada mekanisme di TV One itu untuk menyampingkan kemauan dari pemilik modal tadi. Jadi sangat sedikit sekali intervensi dari pemilik modal, itu yang sepanjang saya tahu. Contohnya kasus kisruh PSSI, disini malah kami mewawancarai orang yang mendemo. Tidak ada intervensi dari pemilik modal untuk hal
Urgensitas berita informasi
Objektifitas redaksional
94
Lanjutan tabel 7
itu. Seperti kasus CIMB Niaga kemarin, itukan ada kesan sepertinya TVOne berteman baik dengan Densus seperti dikirimnya reporter dari Jakarta itu. Padahal apa yang dibawa densus itu mempunyai visi sendiri. Pada kenyataannya pada saat kejadian itu tidak ada teroris kata kapolda, kapolda sudah memastikan tidak ada teroris, bahwa itu kriminal murni. Tapi ketika reporter kita dengan densus mengatakan itu teroris jadi kita berusaha untuk menampilkan berita yang sesuai yang ada disini, oke reporter kita membawakan apa yang densus inginkan bahwa itu adalah teroris sementara faktanya di lapangan, kapolda sumut mengatakan bahwa sebenarnya ada hubungan baik petinggi kita dengan kepala densus.
8. Peneliti:
Subjek:
Adakah standar pengaturan kelembagaan di TV one ini di dalam hal mensiasati peraturan-peraturan yang ada, apa strategi TV One dalam menghadapi hal seperti ini?
Kita berusaha mengikuti peraturan, menurut saya TVOne sangat taat ya pada peraturan, dari awal ketika belum ada siaran kita sudah memasukkan aplikasi, ketika itu keluar kita sudah masukkan aplikasi. Permintaan awal kita sudah mempersiapkan itu. Ya terkadang kami ada keblabasan dalam hal pemberitaan seperti yang terlalu menyeramkan, demonstrasi, pemukulan. kadang itu bentrok dengan jiwa-jiwa reporter ini tinggi, Itulah yang menjadi kendala. Tapi secara regulasi pendirian, peraturan jaringan daerah kami sudah patuhi. Apalagi kalau belakangan ini bertentangan dengan jiwa-jiwa jurnalis seperti anak kecil yang dikejar-kejar satpol PP dan tiba-tiba tewas pula, kan pernah kejadian seperti itu.
Mengikuti kebijakan pemerintah dan kebijakan perusahaan
Lanjutan tabel 7 9. 10. Peneliti: Subjek: Peneliti: Subjek:
Menurut hasil pengamatan saya TV One biro medan belum sepenuhnya mengikuti peraturan tentang TV jaringan, bahwa siaran dimulai dari TV lokal sedangkan siaran induk jaringan bersifat relai, malah justru yang terjadi kebalikannya?
Apa memang begitu, kalau memang begitu yah.. mungkin juga. tapi yang sudah kami lakukan program berita sudah siarkan secara langsung dari studio kami.
Sejauh ini adakah keluhan dari reporter TV One terhadap pekerjaan mereka?
Ada, seperti di medan ada program investivigasi misalnya tentang jalan di medan jelek, jadi mereka kesulitan wawancara dengan pejabat, informasila bisa dibilang mungkin keterbukaan dari narasumber itu sangat susah terutama kadis-kadis jadi mereka sendiri bilang ini saya kesusahan mendapatkannya padahal sudah dapat deadline di kantor. Untuk keluhan yang lain mungkin hampir tidak ada, mungkin itulah tadi yang lebih bertentangan jiwa jurnalismenya dengan peraturan. tapi kalau di lapangan wartawan sering mengeluhkan sombongnya pejabat-pejabat atau kadis dalam memberikan informasi. Mungkin kalau nanti sudah ada