DAFTAR PUSTAKA
HASIL WAWANCARA DENGAN KETUA BKM BIMAS
DESA PAJANG KECAMATAN BENDA
KOTA TANGERANG
Pertanyaan : Apakah yang di maksud dengan BKM ?
Jawaban : Badan Keswadayaan Masyarakat yang di singkat BKM.
- Lembaga yang dirancang untuk membangun kembali kehidupan masyarakat mandiri yang mampu mengatasi kemiskinan.
- Di samping itu BKM juga menumbuhkan kembali ikatan-ikatan sosial dan menggalang solidaritas sosial sasama warga.
- Merupakan wadah bagi proses pengambilan keputusan tertinggi, terutama dengan persoalan penanggulangan kemiskinan.
- Disamping itu BKM bertugas memberikan persetujuan secara koordinasi rencana kegiatan KSM atau usaha bersama dan pembangunan sarana atau lingkungan.
- Selain itu BKM berhak membahas, menyusun, dan mengawasi KSM berikat pengguliran dananya.
Pertanyaan : Bagaimana sejarah berdinya BKM BIMAS ?
Jawaban : Berdirinya BKM BIMAS sesuai dengan apa yang kami terima dari atasan akibat terpuruknya ekonomi pada tahun 1997 sehingga akibat itu semua menimbulkan kemiskinan khususnya di tingkat kelurahan atau di desa.
Pertanyaan : Apakah Visi dan Misi BKM BIMAS ?
Jawaban : Adapun visi BKM BIMAS adalah Membangun masyarakat Kelurahan Pajang menjadi masyarakat yang maju dan sejahtera.Sedangkan misi BKM BIMAS adalah Pemberdayaan masyarakat dalam bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.Meningkatkan peran dan fungsi pemerintah dan
lembaga kemasyarakatan dalam menunjang penanggulangan kemiskinan serta bersama-sama masyarakat membangun dan membantu memberikan penyuluhan tentang penanggulangan kemiskinan.
Pertanyaan : Apakah tujuan di dirikannya BKM BIMAS ?
Jawaban : Dibentuknya BKM BMAS selain merupakan salah satu syarat yang harus dilengkapi oleh setiap kelurahan atau desa dalam penanggulangan kemiskinan dan sasaran calon penerima bantuan dana juga dimaksudkan untuk mengemban tugas bagi pengelola bantuan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak
Pertanyaan : Program apa saja yang telah dilakukan oleh BKM BIMAS dalam menanggulangi kemiskinan yang ada di kelurahan Pajang ?
Jawaban : Program yang telah dilakukan oleh BKM BIMAS dalam menanggulangi kemiskinan adalah :
- Memberikan pinjaman perorangan bagi keluarga miskin untuk modal usaha
- Memberikan asupan gizi dan pemeriksaan kehamilan - Pembuatan dan perbaikan jalan setapak(paving Block)
- Melakukan pelatihan keterampilan sablon dan pemberantasan buta aksara
Pertanyaan : Berapa modal awal BKM BIMAS ?
Jawaban : BKM BIMAS memperoleh dana bantuan langsung P2KP sebesar Rp.200 juta yang di cairkan dalam dua tahap bantuan langsung
masyarakat. Tahap I Rp. 80 juta, tahap ke II 120 juta dengan jumlah 200 juta.
Pertanyaan : Apakah ada krtiteria khusus bagi orang-orang yang akan mendapat bantuan dari BKM ?
Jawaban : Ada
- Khususnya warga kelurahan Pajang - Memiliki usaha yang sudah berjalan
- Melihat kondisi lingkungan yang tak layak di huni
Pertanyaan : Bagaimana caranya BKM BIMAS mensosialisasikan programnya kepada masyarakat ?
Jawaban : Pengurus BKM mengundang RT, RW, karang taruna serta tokoh masyarakat untuk bekerja sama dalam rangka menananmkan pengertian tentang BKM dan KSM itu sendiri.
Pertanyaan : Bagaimana dukungan masyarakat pada awal diadakannya BKM ? Jawaban : Sangat baik, mereka memberikan sambutan dan mendapatkan
respon yang sangat luar biasa dari masyarakat guna membantu proyek penanggulangan kemiskinan di wilayah Pajang
Pertanyaan : Selama ini apakah lembaga BKM BIMAS sudah berhasil memberdayakan masyarakat miskin lewat P2KP ?
Jawaban : Setelah adanya lembaga BKM hasilnya dapat membawa perubahan taraf hidup sebagian warga masyarakat penerima bantuan bagi pengembangan usaha kecil, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan BKM juga memang sudah dapat di nikmati sepenuhnya
oleh seluruh warga Desa Pajang mulai dari sarana dan prasarana, penyediaan sumber daya keuangan meliputi dana bergulir dan kredit mikro, peningkatan kualitas SDM dan pelatihan keterampilan. Dan dapat merubah kehidupan mereka dalam pengentasan kemiskinan di wilayah Desa Pajang.
Pertanyaan : Apakah ada penurunan jumlah masyarakat miskin setelah terbentuknya BKM ?
Jawaban : Yang jelas dengan adanya program BKM tingkat kemiskinan di kelurahan Pajang agak lebih menurun, selain dapat mengurangi beban yang ada pada masyarakat miskin dengan memberikan bantuan dana dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat kearah yang lebih baik.
Pertanyaan : Bagaimana manajemen/system kerja BKM ?
Jawaban : Dengan rembug kerja, keder masyarakat terpilih dan kegiatan BKM yang bekerja hanya unit-unit pengelola mulai UPK, UPS, UPL, BKM hanya mengawasi kegiatan berlangsung.
Tangerang, 04 Agustus 2008
Interviewer Interview
Hasil Wawancara Peneliti dengan :
Nama : Ibu Muniroh
Jabatan : Anggota KSM Bimas Tanngal : 04 Agustus 2008
Tempat : Rumah kediaman Ibu Muniroh Pertanyaan : Usaha apakah yang ibu Muniroh geluti sekarang ?
Jawab : Saya usaha warung makanan
Pertanyaan : Berapa pinjaman yang ibu peroleh dari UPK BKM BIMAS ? Jawab : Rp. 500.000,-
Pertanyaan : Bagaimana usaha ibu sekarang ?
Jawab : Alhamdulillah, usaha saya jadi lebih maju soalnya saya mendapatkan dana tersebut memang untuk mengembangkan usaha
Pertanyaan : Apa manfaat yang ibu rasakan dengan adanya program BKM Bimas ?
Jawab : Yang ibu rasakan banyak sekali, sekarang saya tidak bimbang lagi dan ibu bersyukur karena usaha warung saya jadi lebih bekembang.
Interviewer Interview
(Ibu Muniroh) (Siti Zahrotul Hayah)
Hasil Wawancara Peneliti dengan :
Nama : Ibu Aminah
Jabatan : Anggota KSM Bimas Tanggal : 04 Agustus 2008
Tempat : Rumah kediaman Ibu Aminah Pertanyaan : Usaha apakah yang ibu Aminah geluti sekarang ?
Jawab : Saya usaha warung sayuran
Pertanyaan : Berapa pinjaman yang ibu peroleh dari UPK BKM Bimas ? Jawab : Rp.500.000,-
Pertanyaan : Bagaimana usaha ibu sekarang ?
Jawab : Alhamdulillah, usaha saya makin berkembang dari sebelumnya karena saya dapat menambah usaha yang tadinya menjual sayuran saya bisa menjual sembako juga
Pertanyaan : Apa manfaat yang ibu rasakan dengan adanya program BKM Bimas ?
Jawab : Banyak sekali, diantaranya usaha saya makin berkembang dan penghasilan saya makin bertambah dengan adanya pinjaman
dana bergulir.
Interviewer Interview
(Ibu Aminah) (Siti Zahrotul Hayah)
Hasil Wawancara Peneliti dengan :
Nama : Bapak Shaleh
Jabatan : Anggota KSM Bimas Tanggal : 04 Agustus 2008 Tempat : Ditoko Bapak Shaleh Pertanyaan : Usaha apakah yang Bapak Shaleh geluti sekarang ? Jawab : Saya usaha penjahit
Pertanyaan : Berapa pinjaman yang bapak peroleh dari UPK BKM Bimas ? Jawab : Rp. 500.000,-
Pertanyaan : Bagaimana usaha bapak sekarang ?
Jawab : Alhamdulillah, usaha saya lebih berkembang dari sebelumnya setelah mendapat pinjaman
Pertanyaan : Apa manfaat yang bapak rasakan dengan adanya program BKM Bimas ?
Jawab : Manfaat yang saya rasakan, ya saya tidak pusing untuk meminjam uang untuk modal usaha saya.
Interviewer Interview
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian yang telah penulis kemukakan pada bab-bab sebelumnya tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Desa Pajang Kecamatan Benda Kota Tangerang, maka dapatlah ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Berdasarkan dengan pelaksanaan Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) di Desa Pajang Kecamatan Benda Kota Tangerang, P2KP telah menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Manual Proyek Dana Bantuan P2KP yang disalurkan oleh P2KP Kepada BKM BIMAS “Kelurahan Desa Pajang” telah direalisasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dari hasil pangamatan di lapangan ditemukan bahwa bantuan dana pinjaman yang disalurkan oleh P2KP melalui Unit Pengelola Keuangan (UPK) kepada masyarakat yang meliputi bidang Ekonomi, Sosial, Pendidikan, Kesehatan serta sarana dan prasarana lingkungan dirasakan cukup memberikan manfaat dan sangat membantu bagi pengembangan modal usaha, terutama bagi mereka yang telah memiliki usaha, dan
memberikan kesempatan usaha baru bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki usaha tetap.
2. Keberadaan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) BIMAS sebagai Lembaga yang dibentuk untuk tujuan pengentasan kemiskinan di wilayah Desa Pajang Kecamatan Benda Kota Tangerang, belum secara optimal dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga. Hal ini disebabkan oleh bebagai faktor, baik faktor internal, yang datang dari dalam diri BKM itu sendiri, maupun faktor eksternal, yang datang dari luar BKM. Namun demikian dapat dikatakan bahwa BKM memiliki peran yang cukup strategis dalam ikut serta mengentaskan kemiskinan di wilayah Desa Pajang Kecamatan Benda Kota Tangerang, walaupun harus diadakan peningkatan dalam pengelolaan system dan manajemennya.
3. Strategi P2KP lewat BKM di Desa Pajang dalam menanggulangi kemiskinan yaitu dari konsep P2KP dalam pelaksanaan menekankan keterpaduan terhadap langkah-langkah tribina yaitu : Pertama berupaya mensosialisasikan antara masyarakat Pajang tentang pengertian tujuan program BKM. Kedua memberikan saluran dana bantuan kepada kelompok swadaya masyarakat ( KSM), yang dibentuk oleh dan dari warga desa Pajang. Ketiga memberikan bimbingan kepada kelompok swadaya masyarakat (KSM) tentang tata cara pengelolaan dana bantuan, dengan memberikan arahan dan motivasi dalam melaksanakan usahanya.
4. Keberadaan proyek P2KP lewat BKM sebagai lembaga penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja yang berbasis pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfungsi memberdayakan masyarakat dalam bidang ekonomi saja, tetapi dari itu serta memberdayakan masyarakat dalam berbagai aspek lingkungan, pendidikan, kesehatan ,dan sosial. Hal ini dalam upaya mendorong animo masyarakat akan pentingnya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan, penataan lingkungan serta membuka sentra-sentra perekonomian masyarakat, maka keberadaan program P2KP lewat BKM cukup strategis dalam mengakses berbagai masalah yang ada dalam masyarakat, tujuannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat ke arah yang lebih baik, karena program ini hasil dari aspirasi masyarakat yang diaplikasikan kembali untuk masyarakat kelurahan dengan menggunakan pendekatan partisipasi masyarakat.
B. Saran-saran
Dari hasil analisis yang penulis lakukan mengenai Pemberdayaan Masyarakat Miskin melalui Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) BKM BIMAS dalam upaya mengentaskan kemiskinan lewat BKM di Desa Pajang Keacamatan Benda Kota Tangerang, kiranya tidak berlebihan jika penulis mengemukakan saran-saran sebagai berikut :
1. Kemiskinan sebagai sebuah masalah yang sangat kompleks memang akan sangat sulit dihilangkan, tetapi dapat ditekan agar
angka kemiskinan sedikit demi sedikit bisa berkurang. Kompleksnya masalah kemiskinan hendaknya dijadikan dasar bagi penerapan system penanggulangan. Untuk itu, perlu dikaji terlebih dahulu jenis kemiskinan yang berada, untuk kemudian dicarikan pola penanggulangannya sesuai dengan kondisi yang ada secara berkelanjutan.
2. Para anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) hendaknya memanfaatkan dana bantuan yang disalurkan oleh BKM dengan sebaik-baiknya dalam upaya meningkatkan ekonomi. Selain itu, para KSM juga hendaknya menyadari bahwa di belakang mereka masih banyak KSM-KSM lain yang menunggu dana bergulir. Untuk itulah, maka pembayaran cicilan ke BKM melalui UPK harus dilakukan oleh KSM-KSM sesuai denga ketentuan yang ditetapkan oleh BKM.
3. Hendaknya masyarakat mampu memahami dan mengerti tentang Program Penanggulangan Kemiskinan yang dilaksanakan oleh P2KP lewat BKM di setiap desa/kelurahan.
4. Hendaknya pemerintah yang terkait dalam hal ini pemerintah desa baik di tingkat RT, RW, dan tokoh masyarakat lainnya untuk lebih menfasilitasi, mengawasi, dan mengadakan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan oleh BKM, agar keberadaan BKM BiMAS dapat diterima oleh masyarakat yang diharapkan berpartisipasi aktif serta bertanggung jawab terhadap program yang telah dilaksanakan oleh BKM BIMAS.
5. Para Anggota BKM agar menjaga hati untuk tidak KORUPSI, karena lembaga tersebut sangat berarti buat masyarakat khususnya di wilayah Kelurahan Pajang Kecamatan Benda Kota Tangerang.
DAFTAR PUSTAKA
Suharto, Edi, Membangun Masyarakat Memberdayakan Masyarakat, (Bandung: PT.
Refika Aditama,2005)
Ismail, Asep Usman, Pemberdayaan Masyarakat dalam Bunga Rampai Islam dan Kesejahteraan Sosial, Kusmana (Jakarta:IAIN Indonesia Sosial Equity Project, 2006)
Sunartiningsih, Agnes, Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Institusi Lokal: Pemberdayaan Institusi Lokal Pedesaan, (Jakarta,2004)
Moleong, J. Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung:PT. Remaja Rosda Karya,2001)
Irawan, Prasetya, Metodologi Penelitian Administrasi, (Jakarta: Uiversitas Terbuka, 2005)
Koentjoroningrat, Metode-metode Penelitian dalam Masyarakat, (Jakarta:PT. Gramedia,1993)
Nadzir, Muhammad, Metodologi Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia,2000) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Balai Pustaka,1998)
M.Quraisy Shihab, Wawasan Al-Qur’an (Tafsir Maudhui atas Berbagai Persoalan Umat, Jakarta : Mizan,1996)
Yafie, Ali, Islam dan Problematika Kemiskinan Pesantren, (Jakarta: Buku P3LM,1986)
Soekanto, Soejono, Sosiologi Suatu Pengantar, (Jakarta : VI Press.1998) cet.ke-6 Suparlan, Parsudi, Kemiskinan Perkotaan, (Jakarta: Yayasan Obor,1993)
Nabil Subhi At-Tahwil, Kemiskinan dan Keterbelakangan di Negara-negara Muslim,1985)
Sutrisno, Bambang, Pemberdayaan Maasyarakat dalam Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dalam Akses Peran Serta Masyarakat, Lebih Jauh Memahami Community Development, Bambang Rudito, dkk, (Jakarta : ICSD,2003)
Amrullah Ahmad, Strategi Dakwah Islamdi tengah Reformasi Menuju Indonesia Baru Dalam Memasuki Abad ke-21,(Bandung 1999)
Harahap, Syahril, Islam Konsep Implementasi Pemberdayaan, (Yogyakarta:PT. Tiatra Wacana Yogya,1999)
Kartasasmita, Ginanjar, Pembangunan untuk Rakyat Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan ( Jakarta : Cides, 1996)
Lisma Dyawati Fuaida, Manajemen Keuangan Keluarga Miskin, Kasus Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa Republika,dalam islam yang berpihak, Arief Subhan dan Yusro Killun (Jakarta : Dakwah Press,2007) Adi, Rukminto, Isbandi, Pemberdayaan Masyarakat dan Investasi
Komunitas,(Jakarta : Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2001) Adi, Rukminto, Isbandi, Pemikiran-pemikiran dalam Pembangunan
kesejahteraansosial,(Jakarta : UI Press,2003)
Usman Suntoyo, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar,1998)
Panduan, Proyek Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) tahap II Jakarta,2002
i
1 Pemberian Asupan gizi 7 - 8 Juni 2008 47 orang RW. 01 - 04 4,230,000 Terealisasi
2 Pemeriksaan kehamilan secara rutin dan
pemeriksaan lab sederhana 14 - 15 Juni 2008 47 orang RW. 01 - 04 6,110,000 Terealisasi
3 Pemberian Vitamin Ibu Hamil 14 15 Juni 2008 47 orang RW. 01 - 04 1,900,000 Terealisasi
4 Pelatihan Ketrampilan Sablon 1 - 2 Agustus 2008 20 orang RW. 01 - 04 4,000,000 Terealisasi
5 Pelatihan Ketrampilan Budi daya tanaman Hias 4 - 5 Agustus 2008 20 orang RW. 01 - 04 3,010,000 Terealisasi
J U M L A H T O T A L 19,250,000
C. Kegiatan Ekonomi Bergulir
1 Pemberian Kredit Bergulir 13-Jun-08 13 orang RW. 01
6,500,000 Terealisasi 2 Pemberian Kredit Bergulir 13-Jun-08 13 orang RW. 02
6,500,000 Terealisasi 3 Pemberian Kredit Bergulir 13-Jun-08 13 orang RW. 02
6,500,000 Terealisasi 4 Pemberian Kredit Bergulir 21-Jul-08 13 orang RW. 03
6,500,000 Terealisasi 5 Pemberian Kredit Bergulir 21-Jul-08 13 orang RW. 03
6,500,000 Terealisasi 6 Pemberian Kredit Bergulir 21-Jul-08 12 orang RW. 04 6,000,000 Terealisasi
J U M L A H T O T A L 38,500,000 REKAPITULASI A Kegiatan Fisik Lingkungan 57,750,000 B. Kegiatan Sosial 19,250,000
ii C. Kegiatan Ekonomi Bergulir 38,500,000 JUMLAH TOTAL 115,500,000
iii
1 Pemberian Asupan gizi 7 - 8 Juni 2008 47 orang RW. 01 - 04 4,230,000 Terealisasi
2 Pemeriksaan kehamilan secara rutin dan pemeriksaan lab sederhana 14 - 15 Juni 2008 47 orang RW. 01 - 04 6,110,000 Terealisasi
3 Pemberian Vitamin Ibu Hamil 14 15 Juni 2008 47 orang RW. 01 - 04 1,900,000 Terealisasi
4 Pelatihan Ketrampilan Sablon 1 - 2 Agustus 2008 20 orang RW. 01 - 04 4,000,000 Terealisasi
5 Pelatihan Ketrampilan Budi daya tanaman Hias 4 - 5 Agustus 2008 20 orang RW. 01 - 04 3,010,000 Terealisasi
J U M L A H T O T A L 19,250,000
C. Kegiatan Ekonomi Bergulir
1 Pemberian Kredit Bergulir 13-Jun-08 13 orang RW. 01
6,500,000 Terealisasi 2 Pemberian Kredit Bergulir 13-Jun-08 13 orang RW. 02
6,500,000 Terealisasi 3 Pemberian Kredit Bergulir 13-Jun-08 13 orang RW. 02
6,500,000 Terealisasi 4 Pemberian Kredit Bergulir 21-Jul-08 13 orang RW. 03
6,500,000 Terealisasi 5 Pemberian Kredit Bergulir 21-Jul-08 13 orang RW. 03
6,500,000 Terealisasi 6 Pemberian Kredit Bergulir 21-Jul-08 12 orang RW. 04
6,000,000 Terealisasi J U M L A H T O T A L 38,500,000 REKAPITULASI A Kegiatan Fisik Lingkungan 57,750,000
iv B. Kegiatan Sosial 19,250,000 C. Kegiatan Ekonomi Bergulir 38,500,000 JUMLAH TOTAL 115,500,00 0