HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2. Hasil Penelitian
4.2.1. Hasil Wawancara Penelitian
Telah dijelaskan pada bahagian sebelumnya bahwa partisipasi masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan dapat dijelaskan melalui faktor - faktor seperti dukungan moral, dukungan finansial atau aspek keuangan maupun faktor kondisi kerjasama yang terjalin. Berikut ini beberapa kutipan hasil wawancara penelitian yang telah diklasifikasikan menjadi 3 (Tiga) kelompok bahasan faktor tersebut.
4.2.1.a. Dukungan Moral
Pertanyaan saat wawancara ; Menurut saudara bagaimana dukungan moral orang tua/wali terhadap pengembangan kualitas pendidikan yang diberikan oleh Sekolah Yaspenhan?
Keterangan dari pihak sekolah menjelaskan informasi bahwa :
Pelaksanaan pendidikan di Yaspenhan diharapkan dapat berjalan dengan sukses, dengan demikian hal ini agar semua terpelihara dengan baik, maka harus ada komunikasi timbal balik antara sekolah dengan semua pihak yang berkepentingan, terutama masyarakat setempat dan orang tua murid, sehingga sekolah, masyarakat dan orang tua merupakan satu kesatuan yang utuh dalam menyelenggarakan proses pendidikan yang bermutu di sekolah ini (Kepala Sekolah, Desember 2014)
Keterangan dari pihak komite orang tua serta masyarakat sekitar yang merupakan mitra sekolah menjelaskan informasi bahwa :
Kami memandang bahwa sebagai pemuka masyarakat maupun orang yang dituakan di lingkungan tempat Yaspenhan ini berada bahwa partisipasi orang tua dan masyarakat akan tumbuh jika orang tua dan masyarakat juga merasakan manfaat dari keikutsertaanya dalam program sekolah. Manfaat dapat diartikan luas, termasuk rasa diperhatikan dan rasa puas karena dapat menyumbangkan kemampuannya bagi kepentingan sekolah. Jadi prinsip menumbuhkan hubungan dengan masyarakat adalah saling memberikan kepuasan. Salah satu jalan penting untuk membina hubungan dengan masyarakat adalah menetapkan komunikasi yang efektif (Komite Sekolah, 2014)
Informasi tersebut menjelaskan bahwa secara moral baik pihak sekolah sebagai orang yang terlibat langsung dalam manajemen pelaksanaan pendidikan di Yaspenhan kecamatan Medan Marelan, atau orang tua sert masyarakat lingkungan setempat merasa bahwa pendidikan yang berkualitas di smp Yaspenhan sangat penting, oleh karenanya, sebagai orang yang lebih berpengalaman dan lebih mengetahui akan kepentingan pendidikan anak- anak di SMP Yaspenhan juga mengemban peran sebagai pemberi support terutama secara moral.
Pertanyaan saat wawancara ; Menurut saudara apakah dengan adaya dukungan moral dari masyarakat sudah dapat memperlancar kegiatan penyelenggaraan pendidikan?
Keterangan dari pihak sekolah menjelaskan informasi bahwa :
Tentu saja kami merasa sangat terbantu karena baik kami selaku pimpinan sekolah maupun Guru serta pegawai yang ada di lingkungan kerja tidak dapat mengkontrol tingkah llaku siswa terutama pada jam jam diluar jadwal persekolahan. Oleh karena itu masyarakat sekitar maupun orang tua akan mengambil peran tersebut agar para siswa ini tetap berjalan ada rel nya (Guru Serkolah, Desember 2014)
Keterangan dari pihak masyarakat yang berdomisili di sekitar lingkungan sekolah menjelaskan informasi bahwa :
Tentu saja kami juga merasa sangat berkepentingan dengan menjaga adik- adik yang sedang bersekolah, meskiun demikian kami juga menyadari bahwasanya waktu kami juga terbatas dan tidak semua masyarakat bersedia dikarenakan masih ada juga masyarakat kadang- kadang yang cuek dengan apa yang dilakukan oleh anak sekolah Yaspenhan. Kita pahami saja bahwa memang sekarang ini kehidupan dan kesibukan masyarakat juga bisa jadi penghalang.
Sebagai orang tua harus dapat membantu dan mendukung terhadap segala usaha yang dilakukan oleh anaknya serta dapat memberikan pendidikan informal guna membantu pertumbuhan dan perkembangan anak tersebut serta untuk mengikuti atau melanjutkan pendidikan pada program pendidikan formal di sekolah. Bentuk dan isi serta cara-cara pendidikan didalam keluarga akan selalu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan watak, budi pekerti dan kepribadian tiap-tiap manusia. Pendidikan yang diterima dalam keluarga inilah yang akan di contoh oleh anak sebagai dasar yang digunakan untuk mengikuti pendidikan selanjutnya disekolah. (Tokoh Masyarakat Sekitar, Desember 2014)
Kelancaran proses belajar mengajar menjadi sangat penting mengingat terdapat banyak kemungkinan yang bisa menghambat kelancaran proses belajar mengajar. Namun dari informasi yang ada bahwa sampai saat ini proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas sudah berjalan sesuai dengan rencana jadwal yang ditetapkan.
Mengingat tanggung jawab pendidikan anak ditanggung oleh keluarga dalam pendidikan informalnya dan ditanggung oleh sekolah dalam pendidikan
formal, maka orang tua harus berperan dalam menanamkan sikap dan nilai hidup, pengembangan bakat dan minat serta pembinaan bakat dan kepribadian. Selain itu, orang tua juga harus memperhatikan sekolah anaknya, yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala usahanya serta harus dapat menunjukkan kerja samanya dalam mengarahkan cara anak belajar di rumah, membuat pekerjaan rumahnya, tidak menyita waktu anak dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar.
4.2.1.b. Faktor Dukungan Finansial/ Dana:
Dukungan finansial ataupun dana bantuan orang tua siswa ini sangat berguna untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan fisik yaitu biaya pendidikan, fasilitas belajar, alat dan buku keperluan belajar. Untuk memenuhi kebutuhan fisik tersebut tentunya berkaitan dengan status sosial ekonomi keluarga atau pendapatan di dalam keluarga itu sendiri.
Pertanyaan pada saat wawancara; Menurut saudara apakah ketika diminta bantuan dana orang tua wali juga mau berkonstribusi dengan maksimal?
Keterangan dari pihak sekolah menjelaskan informasi bahwa :
Tentulah akan berbeda- beda kondisinya, Keluarga yang memiliki pendapatan tinggi akan dengan mudah memenuhi biaya kebutuhan pendidikan anak yang meliputi peralatan sekolah, transportasi, sarana belajar dirumah, baju seragam, biaya ekstra kurikuler, dan tidak terkecuali uang saku anak. Dan sebaliknya, keluarga yang memiliki pendapatan rendah akan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anak.
(Pengurus Yayasan, Guru dan Kepsek, Desember 2014)
Sangat rasional bahwa setiap orang tua akan memberikan sumbangsih yang berbeda antara satu sama lainnya. Sebagaimana di kemukakan oleh Soekirno
(2002: 37), menyatakan bahwa pendapatan masyarakat yang kedudukannya sebagai tenaga kerja akan menerima gaji atau upah, pemilik alat-alat modal akan menerima bunga, pemilik tanah dan harta tetap lain menerima sewa, dan pemilik keahlian usahawan akan menerima keuntungan. Jadi yang mencakup pendapatan ekonomi disini adalah segala penghasilan baik yang berupa uang atau barang yang diterima sebagai balas jasa atau kontra prestasi.
Dengan demikian, siswa yang orang tuanya memiliki pendapatan tinggi, semua kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas belajar akan segera terpenuhi, sehingga engan pemenuhan kebutuhan belajar tersebut dapat menunjang tercapainya prestasi belajar yang baik yang merupakan harapan atau cita-cita akhir dari aktivitas belajar. Dan sebaliknya jika dalam suatu keluarga yang status ekonominya rendah akan merasa keberatan dalam memenuhi kebutuhan belajar anaknya secara penuh, sehingga kondisi yang seperti ini akan berdampak pada perolehan prestasi belajar yang rendah.
Wawancara dilanjutkan dengan pertanyaan ; Menurut saudara apakah dana yang telah tersedia dari masyarakat sudah cukup untuk menunjang partisipasi pendidikan di Sekolah Yanpenhan ?, Menurut saudara apakah dana tersebut juga dialokasikan dengan tepat?
Keterangan dari pihak sekolah menjelaskan informasi bahwa :
Kami dari pihak pengelola sekolah merasa keseluruhan proses pengalokasian dana yang ada sudah kami komunikasikan dan dijelaskan secara transparan kepada orang tua murid baik sewaktu perencanaan maupun setelah sesesai di laksanakan. Sehingga kami beranggapan bahwa alokasi yang telah dilakukan sedah tetpat sasaran tnggal lagi kita menuai manfaatnya saat ini, paling tidak berupaya mengoptimalkan penggunaan dan pemeliharaannya.(yayasan dan Guru, Desember 2014)
Pihak orang tua siswa melalui perwakilan komite menjelaskan informasi yang cenderung serupa yakni sebagai berikut :
Setiap ada program yang ingin dilaksanakan pihak sekolah terlebih dahulu mengundang orang tua siswa dan komite orang tua juga ikut dilibatkan dalam rapat- rapat yang membahas penggunaan aau alokasi dana bantuan yang telah diberikan. Kita juga sebagai orang tua siswa menginginkan yang terbaik bagi anak- anak didik di Yaspenhan ini.(orang tua siswa, Komite Sekolah, Dersember 2014)
Dengan demikian jelaslah bahwa jika dikaitkan dengan cukup tentu saja bantuan yang dihimpun melaui sumbangan orang tua siswa masih relatif mencukupi. Yang terpenting adalah bagaimana setiap aktivitas yang disepakati dan dijalankan bersama dapat terus dilestarikan secara berkesinambungan sehingga hasil serta manfaatnya pun sangat baik bagi masa depan peserta didik di SMP Yaspenhan sebagaimana rencana dan keinginan orang tua siswa sendiri.
4.2.1.c. Kerjasama dari Masyarakat:
Kerjasama antar pihak sekolah dengan wali murid turut menentukan keberhasilan pendidikan anak, artinya si anak tidak hanya membutuhkan dukungan guru namun dukungan orangtua sangat mereka butuhkan. Upaya untuk memperoleh dukungan orangtua bisa dilakukan dengan cara mengenalkan tujuan instruksional guru dan juga metode yang digunakan dalam kelas terhadap orang tua maupun wali. Dengan demikian orangtua akan lebih memotivasi anaknya untuk berprestasi sesuai dengan tujuan tersebut.
Sebagai gambaran kondisi kerjasama antara orang tua siswa, masyarakat dan pihak sekolah dapat dijelaskan melalui petikan wawancara penelitian di bawah ini.
Pertanyaan wawancara : Menurut saudara apakah selama ini telah terjadi kerjasama yang baik antara pihak sekolah dengan masyarakat ?
Pihak sekolah menjelaskan bahwa :
Jika ditanya kerja sama, hingga saat ini menurut kami pihak sekolah telah cukup terbuka dan memberikan kesempatan kepada orang tua siswa untuk berperan aktif, makanya dalam setiap kegiatan yang melibatkan rang tua siswa dengan pihak sekolah senantiasa memilih waktu yang tepat, artinya kondisi orang tua siswa yang memiliki status berbeda tentu mengharuskan kami berkomunikasi sebelumnya dalam hal ini dengan pihak komite orang tua siswa tentunya. (kepsek dan yayasan, Desember 2014).
Pihak komite orang tua siswa menjelaskan sebagai berikut : Bahwasanya setiap kegiatan tentu didahului oleh undangan yang biasanya ditandatangani oleh kepala sekolah Yaspenhan sendiri.
Meskipun demikian biasanya mereka menghubungi kami terlebih dahulu untuk menghindari sedikitnya orang tua siswa yang bisa hadir. Biasanya pelaksanaan rapat kami sudah terpola secara rutin yakni pada awal- awal penerimaan murid baru dan pada waktu pengambilan rapor anak- anak.
(komite Sekolah, Desember 2014)
Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat dipahami bahwa sebenarnya cerminan kerjasama antara pihak sekolah sebagai pelaksana langsung kegiatan pendidikan di SMP Yaspenhan dengan orang tua bahkan masyarakat telah tertanam dan berjalan dengan baik. Meski demikian status orang tua murid serta anggota masyarakat sekitar yang beragam menyebabkan kesulitan terutama dalam upaya menemukan waktu yang tepat sehingga dapat merumuskan pengembangan pendidikan peserta didik secara bersama- sama dan berkesinambungan. Oleh karenanya penting difikirkan kembali mengenai kemungkinan penggunaan mediai komunikasi mutakhir yang tentunya dapat lebih memudahkan segala pekerjaan terkait penentuan momentum bersama tersebut.
4.3. Pembahasan
Pendidikan merupakan salah satu unsur dalam membangun martabat bangsa dan negara. Landasan pendidikan Indonesia tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31, dimana mewajibkan kepada setiap warga negara memperoleh pengajaran dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, pemerintah Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya peningkatan pendidikan.
Untuk mengetahui definisi pendidikan dalam perspektif kebijakan, telah dirumuskan secara formal dan operasional, sebagaimana terdapat dalam pasal 1 ayat 1 UU No. 20 tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.
Untuk mewujudkan kepribadian anak tentu harus melalui pendidikan baik orang tua maupun guru, keduanya mempunyai aspek dan tujuan yang sama yakni mendidik anak-anak agar tujuan pendidikan tercapai dengan efektif dan efisien, maka tujuan kerjasama antara keduanya mutlak diperlukan yaitu orang tua dan guru.
Guru merupakan pendidikan profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, mengevaluasi, membimbing, mengarahkan, melatih dan menilai peserta didik pada jalur pendidikan formal. Dalam pembelajaran, guru dituntut memiliki
multi peran sehingga mampu menciptakan kondisi belajar mengajar yang efektif.
(Sudarwan Danim, 2010:17).
Berdasarkan kutipan di atas dimaknai, bahwa mengajar efektif seorang guru harus meningkatkan kesempatan belajar bagi siswa (kuantitas) dan meningkatkan mutu (kualitas) mengajar. Kesempatan belajar siswa dapat ditingkatkan dengan cara melibatkan siswa secara aktif dalam belajar. Hal ini berarti menunjukkan keseriusan saat mengajar sehingga dapat membangkitkan minat / motivasi siswa untuk belajar. Makin tinggi kemungkinan prestasi belajar yang dicapai. Sedangkan dalam meningkatkan kualitas mengajar hendaknya guru mampu melakukan bentuk interasksi belajar mengajar.
Guna memperoleh hasil belajar yang baik sangat diperlukan kemampuan guru yang profesional dan terjadinya suatu kerjasama yang baik antara sekolah sebagai lembaga formal yang mengelola pendidikan dan orang tua sebagai pembimbing non formal dirumah, disamping itu orang tua turut bertanggung jawab mengantar anak untuk menempuh pendidikan dengan melengkapi dan menyiapkan sarana dan prasarana seperti buku-buku pelajaran, alat-alat tulis, transportasi serta segala sesuatu yang diperlukan oleh anak untuk kelancaran pendidikan.
Berdasarkan tahap-tahap penelitian yang ditentukan sebelumnya, maka upaya peningkatan partisipasi orang tua dan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan di Yaspenhan Pasar 5 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan menunjukkan hal-hal sebagai berikut:
a. Dari hasil pertemuan rutin antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat dapat teridentifikasi beberapa hal, baik berupa harapan, keinginan, kebutuhan, maupun potensi-potensi bersama dan kesepakatan-kesepakatan antara sekolah dengan orang tua dan masyarakat untuk mendukung program sekolah dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pendidikan baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya.
Pada umumnya orang tua dan masyarakat memiliki pemahaman yang tinggi untuk memajukan dan meningkatkan program sekolah yang akan dikembangkan. Hal tersebut dapat terlihat dengan berbagai bentuk partisipasi orang tua dan masyarakat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya masing-masing, baik partisipasi material maupun non-material, sebagai berikut:
1. Partisipasi berupa SPP dan uang masuk.
2. Diupayakan dicari donatur bagi siswa yang kurang mampu walaupun sampai saat ini belum terealisir
3. Hasil belajar diupayakan untuk meningkat kemampuan dan penyaluran bakat, seperti olahraga, pesantren/agama, keterampilan, kesenian
b. Keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam melaksanakan program sekolah di Yaspenhan Rengas Pulau dapat memberikan motivasi dan tanggung jawab orang tua dan masyarakat dalam mensukseskan program sekolah tersebut dengan baik. Partisipasi orang tua dan masyarakat dalam
melakukan aktivitas-aktivitas terutama yang menyangkut kelengkapan fasilitas sekolah, fasilitas pendidikan, pengadaan biaya pendidikan, dan aspirasi-aspirasi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah disampaikan dalam Komite Sekolah, walaupun saat ini dengan kondisi kekinian belum bisa terwujud secara optimal. Selain itu sekolah berusaha menjaga dan memelihara kondisi pembelajaran sekolah sesuai dengan tuntutan minimum. Keterlibatan orang tua dalam mendukung program sekolah tersebut dapat terlihat sebagai berikut:
1. Kepedulian orang tua terhadap pembinaan dan belajar siswa terus ditingkatkan.
2. Bentuk iuran dari orang tua murid diharapkan dapat membantu kenaikan honor guru dan dapat membantu setiap kegiatan kreativitas siswa.
c. Membahas laporan pelaksanaan program sekolah yang telah dilaksanakan merupakan kegiatan penting untuk mengetahui dan mengkaji kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi sekolah disertai analisis faktor-faktor penyebabnya. Materi pengendalian dan evaluasi yang diselenggarkan mencakup kinerja manajemen sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, mutu belajar mengajar, termasuk kinerja mengajar guru, hasil belajar siswa, disiplin dan tata tertib sekolah, pemanfaatan sumber daya dan dana sekolah
4.3.1. Partisipasi Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pendidikan di