sutikno* 9 kali 25% Sutikno
bambang banyudoyo 35 kali 100% Bambang Banyudoyo
Michael baskoro Palwo n. 31 kali 88% Michael Baskoro Palwo N.
Rata-rata
Tingkat kehadiran
Attendance rate
Hendi Prio Santoso
M. Riza Pahlevi Tabrani
Bambang Banyudoyo
Michael Baskoro Palwo N.
Sutikno
0 5 10 15 20 25 30
* menjabat sampai dengan 15 Januari 2010
Djoko Pramono non-aktif sebagai Direktur Umum sejak 14 Januari 2010 dan tidak lagi menjabat sebagai Direktur Umum sejak 17 Juni 2010 Djoko Pramono was non-active since 14 January 2010 and ended his service as Director of General Affair on 17 June 2010
anggota Dewan Direksi BOD Member Program Lokasi Location tanggal Date
hendi Prio santoso LNG Conference 2010 Singapore 10-11 Februari 2010
CLSA Conference USA 27 Februari - 2 Maret 2010
JP Morgan The Emerging Markets Corporate Conference
Miami - USA 3-4 Maret 2010 The 3rd Indonesia-Korea Energy Forum Seoul - South Korea 25-26 Maret 2010
Indonesia Gas Union Conference Bali - Indonesia 6-7 April 2010
Seminar Gas Bumi Jakarta - Indonesia 13 April 2010
IPA Convention & Exhibition Jakarta - Indonesia 18-19 Mei 2010
LNG Outlook Asia Singapore 1-2 Juni 2010
Indonesia’s Oil and Gas Seminar and Exhibition
Shanghai 19-22 September 2010
The 4th Indonesia - China Energy Forum Nanning - China 18-21 Oktober 2010
Seminar Penyusunan KPI Bali - Indonesia 6-7 November 2010
GASEX 2010 Taipei 23-27 November 2010
AGII Kongres dan Seminar Bali 9-11 Desember 2010
Indonesia Produsts Exhibition Jordan 24-29 Desember 2010
M. riza Pahlevi tabrani JPM Emerging Market Conference Singapore 16-18 Mei 2010
Macquarie Power, Energy & Coal Conference Hongkong 28-29 Juni 2010
Daiwa Best of Indonesia Conference Tokyo 13-15 Oktober 2010
Seminar Penyusunan KPI Bali - Indonesia 6 November 2010
Michael baskoro Strategic Workshop Service Excellence Bandung - Indonesia 12-13 April 2010
Dialog Gas Nasional Jakarta - Indonesia 13 April 2010
Indo CBM Jakarta - Indonesia 20 April 2010
Seminar IAPMIGAS Surabaya - Indonesia 4 Oktober 2010
Seminar Penyusunan KPI Bali - Indonesia 6 November 2010
GASEX 2010 Taipei 23-27 November 2010
Seminar Marketing Forum Medan - Indonesia 29 November 2010
Executive Cascading KPI Bandung - Indonesia 2-4 Desember 2010
bambang banyudoyo Seminar Road Map Pengembangan Gas
Metana Batubara untuk Kelistrikan 2011
Jakarta - Indonesia 19 Januari 2010
The 3rd Indonesia-Korea Energy Forum Seoul - South Korea 25-26 Maret 2010
IPA Convention & Exhibition Jakarta - Indonesia 18-19 Mei 2010
Conference Indopipe 2010 Jakarta - Indonesia 9 Juni 2010
28th Senior Oficials Meeting on Energy -
Asean Minister on Energy Meeting
Da Lat - Vietnam 18-21 Juli 2010 The Norway-Indonesia Conference on Future
Energy Partnerships
Jakarta - Indonesia 11 Agustus 2010
Indonesia Business - BUMN Expo &
Conference 2010
Jakarta - Indonesia 23 September 2010
The 4th Indonesia - China Energy Forum Nanning - China 18-21 Oktober 2010 The 11th Indonesia - Japan Energy Round
Table
Jakarta - Indonesia 22 November 2010 Workshop Study CNG Pricing Jakarta - Indonesia 26 November 2010
tahun 2010 telah mengikuti program pelatihan, workshop, konferensi dan seminar, antara lain:
part in various training programs, workshops, conferences and seminars during 2010, including the following:
dibentuk berdasarkan Peraturan Bapepam Nomor: IX.I.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, yang merupakan Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor:
Kep-29/PM/2004 tanggal 24 September 2004. Juncto Peraturan
Bapepam No.: X.K.6 tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi Emiten atau Perusahaan Publik (Lampiran Ketua
Bapepam Nomor: Kep-134/BL/2006 tanggal 7 Desember 2006),
dan Peraturan Bursa Efek Jakarta (Bursa Efek Indonesia) Nomor:
I-A tentang Ketentuan Umum Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas
di Bursa (Lampiran II Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta
Nomor: Kep-305/BEJ/07-2004 tanggal 19 Juli 2004).
Pembentukan Komite Audit juga mengacu pada Undang-Undang
Nomor: 19 tahun 2003 tanggal 19 Juni 2003 tentang BUMN pasal 70 yang menyebutkan bahwa Komisaris dan Dewan Pengawas BUMN wajib membentuk Komite Audit. Aturan lebih lanjut mengenai Komite Audit terdapat dalam Peraturan Menteri
Negara Nomor: Per-05/MBU/2006 yang merupakan perubahan
dari Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: 103 tahun 2002, serta keputusan sebelumnya yaitu Keputusan
Menteri Negara Pendayagunaan BUMN Nomor:
KEP-133/M-PBUMN/1999 tanggal 8 Maret 1999 tentang pembentukan Komite Audit bagi BUMN. Pada Keputusan Menteri BUMN
Nomor: KEP-117/M-MBU/2002 tentang penerapan praktek Good
Corporate Governance pada BUMN terdapat pula beberapa pasal yang mengatur tentang Komite Audit.
a) Tugas dan Tanggung Jawab
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit sebagaimana tercantum dalam Charter Komite Audit PT PGN (Persero) Tbk yang ditetapkan dengan SK Komisaris Utama PT
Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk No:
002/11/KOM-1/2004 tanggal 30 Maret 2004, yang diubah dengan Keputusan Dewan Komisaris tanggal 2 April 2009 dan revisinya dalam Keputusan Dewan Komisaris tanggal 15 Desember 2009, adalah untuk memberikan pendapat
kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal
yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris,
mengidentifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan Komisaris, dan melaksanakan tugas-tugas lain
yang berkaitan dengan tugas Dewan Komisaris, antara lain:
• Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan perusahaan seperti laporan keuangan, proyeksi, serta Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, laporan manajemen dan informasi lainnya.
Regulation No. IX.I.5 regarding the Establishment and Guidelines for the Implementation of the Work of the Audit Committee, which is an Attachment to Decision of the Chairman
of Bapepam No. Kep-29/ PM/2004 dated 24 September 2004
juncto Bapepam Regulation No. X.K.6 regarding the Mandatory Submission of the Annual Report for Issuers or Public Companies
(Attachment to Decision of the Chairman of Bapepam No.
Kep-134/BL/2006 dated 7 December 2006), and the Jakarta Stock
Exchange (Indonesia Stock Exchange) Rule No. I-A regarding the General provisions for the Listing of Equity Securities on
the Stock Exchange (Attachment II to Decree of the Board of
Directors of PT Bursa Efek Jakarta No. Kep-305/BEJ/07-2004
dated 19 July 2004).
The establishment of the Audit Committee also referenced Article 70 of Law No. 19 year 2003 dated 19 June 2003 regarding SOEs, which states that the Board of Commissioners
or Supervisory Council of a State-Owned Enterprise must
establish an Audit Committee. Further rules regarding Audit Committees are found in Decree of the State Minister No.
Per-05/MBU/2006, which is an amendment of the Decree of the Minister of State-Owned Enterprises No. 103 year 2002,
as well as the decree that preceded it, namely Decree of the
State Minister of SOEs No.: KEP-133/M-PBUMN. Decree of the Minister of State-Owned Enterprises No.
KEP-117/M-MBU/2002 regarding the Application of Good Corporate
Governance Practices in State-Owned Enterprises also contains
several articles governing Audit Committees. a) Tasks and Responsibilities
The tasks and responsibilities of the Audit Committee as stated in the Audit Committee Charter of PT PGN (Persero) Tbk, which was stipulated by Decision of the President Commissioner of PT PGN (Persero) Tbk No: 002/11/
KOM-1/2004 dated 30 March 2004, which was amended
by a Decree of the Board of Commissioners dated 2 April 2009 and the revision thereof in a Decree of the Board of Commissioners dated 15 December 2009, are to provide opinions to the Board of Commissioners on reports or other matters conveyed by the Board of Directors to the Board of Commissioners, to identify matters that need to be brought to the attention of the Board of Commissioners, and to carry out other tasks in relation to the tasks of the Board of Commissioners, including:
• Scrutinizing the inancial information that will be released by the Company, such as inancial statements, projections, the Long-Term Plan, Corporate Business
and Budget Plan, management reports and other information.
berhubungan dengan kegiatan perusahaan.
• Melakukan penelaahan atas sistem pengendalian internal Perusahaan oleh Satuan Pengawas Intern, meliputi
memastikan efektiitas sistem pengendalian intern dan efektiitas pelaksanaan tugas dan menilai pelaksanaan
kegiatan serta hasil audit yang dilaksanakan.
• Melakukan review, seleksi dan pencalonan Akuntan Publik, termasuk independensinya dan memberi rekomendasi penunjukan Akuntan Publik kepada Dewan Komisaris.
• Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan
oleh auditor eksternal: memastikan efektiitas sistem pengendalian intern dan efektiitas pelaksanaan dan
menilai pelaksanaan kegiatan serta hasil audit yang dilaksanakan sesuai dengan standar yang berlaku.
• Melaporkan kepada Dewan Komisaris berbagai resiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan manajemen resiko oleh Direksi.
• Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada Dewan Komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan Perusahaan.
• Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi perusahaan.
• Memberikan rekomendasi mengenai penyempurnaan sistem pengendalian manajemen serta pelaksanaannya kepada Dewan Komisaris.
• Memastikan telah terdapat prosedur review yang memuaskan terhadap segala informasi yang dikeluarkan perusahaan.
b) Wewenang
• Mengakses secara penuh, bebas dan tidak terbatas terhadap catatan, karyawan, dana, aset serta sumber daya perusahaan lainnya yang berkaitan dengan tugasnya.
• Wajib bekerja dengan Satuan Pengawas Intern (SPI), antara lain:
• Berkoordinasi dalam penyusunan rencana kerja audit tahunan dan pelaksanaan audit.
• Mengadakan pertemuan dengan SPI apabila
dianggap perlu untuk membahas masalah-masalah yang dinilai signifikan, dan masih dalam kerangka
tugas dan fungsi Komisaris sesuai peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
• Apabila diperlukan, dengan persetujuan Komisaris dan didampingi SPI dapat melakukan peninjauan dan pembahasan di Satuan Kerja atau Unit Kerja sesuai kebutuhan untuk melakukan pendalaman terhadap temuan tertentu yang dianggap perlu.
• Dapat memperoleh bukti yang memberikan
• implemented by the Internal Audit Unit, covering the following: ensuring the effectiveness of the internal control system and the effectiveness of task implementation; assessing the implementation of activities and the results of the audits performed.
• Reviewing, selecting and nominating a Public Accountant Firm, including a review of its independence, and providing recommendations on the appointment of the Public Accountants to the Board of Commissioners.
• Scrutinizing the implementation of the audit by the external auditor: ensuring the effectiveness of the internal control system and its implementation; assessing the implementation of the activities and results of the audit in accordance with the applicable standards.
• Reporting to the Board of Commissioners various risks the company has to deal with and the applications of risk management by the Board of Directors.
• Scrutinizing and reporting to the Board of Commissioners the complaints related to the company.
• Keeping the conidentiality of documents, data and
information related to the company.
• Extending recommendation towards the completion of management control system and the implementation of the system to the Board of Commissioners.
• Ensuring the existence of proper procedure to review all information disclosed by the company.
b) Authority
• To have full, free and unlimited access to records, employees, funds, assets and other Company resources that are related to its tasks.
• Required to work with the Internal Audit Unit (IAU), among
other matters, on the following:
• Coordinating on the preparation of the annual audit work plan and the implementation of the audit.
• Holding regular meetings with the Internal Audit Unit,
to discuss issues that are considered signiicant, and
within the bounds of the tasks and functions on the Board of Commissioners according to the laws and regulations in force.
• If deemed necessary, with the approval of the Commissioners
• and assisted by the IAU, organizing reviews and discussions in Work Units with regard to the need to
make an in-depth examination of certain indings. • The Committee may obtain evidence that provides
c) komposisi
Susunan keanggotaan Komite Audit per 31 Desember 2010 adalah:
Ketua : Dr. Ir. Nenny Miryani Saptadji Komisaris Independen Anggota : Tjahjanto Budisatrio, SE, M.Ec Anggota : M. Slamet Wibowo, SE. MBA Anggota : Imbuh Sulistyarini, SE, MAk Anggota : Shalahuddin Haikal, MM, LL.M
d) Independensi komite
Komite Audit diketuai oleh Komisaris Independen dan empat anggota yang profesional dan berasal dari luar PGN. Hal tersebut telah memenuhi ketentuan dalam Keputusan Ketua
Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-29/PM/2004
Tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Komite Audit melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional dan independen.
e) Frekuensi Pertemuan
Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) Nomor IX.1.5, Lampiran Keputusan Ketua
Bapepam Nomor Kep-29/PM/2004, tanggal 24 September
2004 Tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit. Pada Charter Komite Audit yang telah ditetapkan, bahwa Komite Audit wajib melaksanakan rapat
sekurang-kurangnya sekali dalam 1 (satu) bulan. Pada
tahun 2010, Komite Audit mengadakan 20 (dua puluh) kali pertemuan dengan tingkat kehadiran sebagai berikut: Nenny Miryani Saptadji : 80%
Tjahjanto Budisatrio : 100% M. Slamet Wibowo : 95% Imbuh Sulistyarini : 95% Shalahuddin Haikal : 95%
f) Pelaksanaan Tugas
Pada tahun 2010 Komite Audit melaksanakan kegiatan, antara lain:
• Melakukan penelaahan dan penilaian atas kecukupan pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor eksternal, serta memberikan tanggapan atas hasil audit terhadap Laporan Keuangan Perusahaan Tahun Buku 2009.
• Melakukan penelaahan dan memberikan tanggapan atas hasil review auditor eksternal atas Laporan Keuangan Perusahaan Tengah Tahunan untuk Tahun Buku 2010.
• Melakukan penelaahan atas Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2011 dan memberikan masukan sebagai saran kepada Dewan Komisaris dalam rangka pengesahan RKAP 2011.
c) Composition
The membership of the Audit Committee as of 31 December 2010 was:
Chair : Dr. Ir. Nenny Miryani Saptadji/ Independent Commissioner Member : Tjahjanto Budisatrio, SE, M.Ec Member : M. Slamet Wibowo, SE. MBA Member : Imbuh Sulistyarini, SE, MAk Member : Shalahuddin Haikal, MM, LL.M d) Committee Independence
The Audit Committee is chaired by an Independent Commissioner and four of the members are professionals from outside PGN. This complies with the provision in the Decision
of the Chairman of Bapepam No. Kep-29/PM/2004 regarding
the Establishment and Guidelines for the Implementation of the Work of the Audit Committee. The Audit Committee undertakes its tasks and responsibilities professionally and independently. e) Frequency of Meetings
Pursuant to Bapepam Regulation No. IX.1.5, Attachment
to the Decision of the Chairman of Bapepam No.
Kep-29/PM/2004, dated 24 December 2004, regarding the Establishment and Guidelines for the Audit Committee. The Audit Committee Charter stipulates that the Audit Committee must meet at least once every month. In 2010, the Audit Committee held 20 meetings, with attendance as follows:
Nenny Miryani Saptadji : 80% Tjahjanto Budisatrio : 100% M. Slamet Wibowo : 95% Imbuh Sulistyarini : 95% Shalahuddin Haikal : 95%
f) Discharge of Duties
• The activities undertaken by the Audit Committee in 2010 included the following:
• Scrutinized and assessed the adequacy of the audit by
the external auditor, and gave an opinion on the results of
the audit of the Company’s inancial statement for iscal
year 2009.
• Scrutinized and provided an opinion on the results of the external auditor’s review of the Company’s interim
(KAP), serta merekomendasikan calon KAP sebagai bahan pertimbangan Dewan Komisaris untuk diusulkan kepada RUPS untuk menjadi auditor Laporan Keuangan Konsolidasi Tahun Buku 2010.
• Melakukan penelaahan atas Laporan Hasil Audit (LHA) dari Satuan Pengawasan Intern (SPI) selama tahun
2010 dan menyampaikan hal-hal yang perlu mendapat
perhatian Dewan Komisaris.
• Membahas metodologi audit dan memonitor kemajuan pelaksanaan audit laporan keuangan konsolidasi tahun buku 2010 yang dilakukan oleh auditor eksternal.
• Melaksanakan Pengawasan Pelaksanaan Audit Khusus Proyek SSWJ.
• Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan
terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan peraturan perundang-undangan lainnya dan menyampaikan hal-hal yang perlu
mendapat perhatian Dewan Komisaris.
• Melakukan pembahasan secara berkala bersama dengan Komite Asuransi dan Resiko Usaha terhadap berbagai resiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan manajemen resiko oleh Direksi, serta melaporkannya kepada Dewan Komisaris.
• Menyusun dan menyampaikan laporan berkala atas pelaksanaan tugas Komite Audit.
• Melaksanakan Kunjungan Kerja ke Batam bersama Komite Asuransi dan Risiko Usaha.