berjumlah 0 siswa sebesar 0%, yang memiliki kategori kurang sebanyak 4 orang atau sebear 67%, yang memiliki nilai kategori cukup sebanyak 18 orang atau
B. Uji Persyaratan Analisis
4. Hipotesis Keempat
Hipotesis Penelitian: Terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematika siswa.
Hipotesis Statistik H0: INT. A X B = 0
Terima H0, jika : INT. A X B = 0
Berdasarkan hasil analisis uji F yang terdapat pada rangkuman hasil ANAVA sebelumnya, diperoleh nilai Fhitung = 10,607 dan Ftabel pada taraf (α= 0,05) = 3,923 untuk menentukan kriteria penerimaan dan penolakan Ho. Selanjutnya dengan melihat nilai Fhitung sebagai hasil interaksiuntuk menentukan kriteria penerimaan dan penolakan H0, dan diketahui bahwa nilai INT. A X B = 0.
Berdasarkan ketentuan sebelumnya maka menolak Ha dan menerima H0. Dapat dikatakan bahwa: Terdapat interaksi yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematika siswa.
Tabel berikut merupakan rangkuman hasil analisis simple effect Perbedaan antara B1 dan B2 yang terjadi pada A1 dan perbedaan antara B1 dan B2 yang terjadi pada A2.
Tabel 4.34 Perbedaan Antara B1 Dan B2 yang Terjadi Pada A1
Sumber Varians Dk JK RJK FHitung
FTabel
α 0,05 α 0,01
Antar Kolom (A) 1 498,817 498,817 4,053
4,007 7,093
Dalam Kelompok 58 7138,433 123,076
Total di reduksi 59 7637,250
Berdasarkan hasil analisis uji F yang terdapat tabel, diperoleh nilai FHitung = 4,053, diketahui nilai pada FTabel pada taraf (0,05) = 4,007. Selanjutnya membandingkan nilai FHitung dengan nilai FTabel untuk menentukan kriteria penerimaan dan penolakan H0. Diketahui bahwa nilai koefisien FHitung ˂ FTabel. Dari ketentuan sebelumnya maka hasil analisis menerima H0 dan menolak Ha.
Dari hasil pembuktian simple affect perbedaan antara B1 dan B2 yang terjadi pada A1 memberikan temuan bahwa: Terdapat perbedaan yang
signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematika siswa pada materi trigonometri.
Selanjutnya dilakukan uji Tukey, hasil perhitungan yang diperoleh pada uji Tukey Q5 (A1B1 dan A1B2) Qhitung = 5,000 > Q(0,05) = 2,89. Dari hasil pembuktian uji Tukey ini dapat disimpulkan bahwa: kemampuan pemecahan masalah lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa jika diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match
Demikian halnya dengan perbedaan simple affect yang terjadi B1 dan B2 yang terjadi pada A2. dapat dijelaskan berdasarkan tabel berikut:
Tabel 4.35 Perbedaan Antara B1 Dan B2 yang Terjadi Pada A2
Sumber Varians Dk JK RJK FHitung
FTabel
α 0,05 α 0,01
Antar Kolom (A) 1 897,067 897,067 6,661
4,007 7,093
Dalam Kelompok 58 7810,533 134,664
Total di reduksi 59 8707,600
Berdasarkan hasil analisis uji F, diperoleh nilai FHitung = 6,661, diketahui nilai pada FTabel pada taraf (0,05) = 4,007. Dengan membandingkan nilai FHitung dengan nilai FTabel untuk menentukan kriteria penerimaan dan penolakan Ho. Diketahui bahwa nilai koefisien FHitung < FTabel. Hal ini berarti menerima H0 dan menolak Ha. Dengan demikian, hasil pembuktian simple effect Perbedaan antara B1 dan B2 yang terjadi pada A2 memberikan temuan bahwa Terdapat perbedaan yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematika siswa pada materi trigonometri. Selanjutnya dilakukan uji Tukey, hasil perhitungan yang diperoleh pada uji Tukey, diperoleh Q6 (A2B1 dan A2B2) Qhitung = 6,200 >
Q(0,05) = 2,89. Dari hasil pembuktian uji Tukey ini dapat dikatakan bahwa kemampuan pemecahan masalah lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa jika diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Script.
Dari semua perhitungan Uji F dan Uji Tukey yang dilakukan pada analisis data untuk membuktikan Hipotesis, maka dapat di buat Rangkuman hasil analisis uji F dan uji tukey pada tabel berikut ini:
Tabel 4.36 Rangkuman Hasil Analisis Uji Tukey
Sumber Nilai Q Q tabel Keterangan
Q1 0,400 2,830 Tidak Signifikan Q2 0,400 Tidak Signifikan Q3 6,400 2,890 Signifikan Q4 4,800 Signifikan Q5 5,000 Signifikan Q6 6,200 Signifikan Q7 0,200 Tidak Signifikan Q8 1,400 Tidak Signifikan
Tabel 4.37 Rangkuman Hasil Analisis
No. Hipotesis Statistik Hipotesis Verbal Temuan Kesimpulan
1 𝐻0∶ 𝜇𝐴2𝐵1= 𝜇𝐴1𝐵1 𝐻𝑎∶ 𝜇𝐴2𝐵1> 𝜇𝐴1𝐵1 Terima Ho ,jika; Fhitung < Ftabel
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu
Terdapat perbedaan
yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu Secara keseluruhan hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match lebih baik daripada siswa yang di ajar dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Script
2 𝐻0∶ 𝜇𝐴2𝐵2= 𝜇𝐴1𝐵2 𝐻𝑎∶ 𝜇𝐴2𝐵2> 𝜇𝐴1𝐵2 Terima Ho, jika: Fhitung < Ftabel
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap
Terdapat
perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan dan
Secara keseluruhan hasil kemampuan penalaran matematika yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Tipe
kemampuan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu. Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu.
model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu.
Make a Match lebih baik daripada siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Script.
3 Ho: 𝜇𝐴1= 𝜇𝐴2 Ha: 𝜇𝐴1 ≤ 𝜇𝐴2
Terima Ho ,jika; Fhitung < Ftabel
Ho : Tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu
Ha : Terdapat perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu..
Tidak terdapat
perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran
kooperatif Tipe Make a Match dan model pembelajaran
kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu
Secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan model pembelajaran kooperatif Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu 4 𝐻0∶ INT. A X B = 0 𝐻𝑎∶ INT. A X B ≠ 0 Ho : Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu
Ha : Terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu
Terdapat interaksi
yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif Tipe Make a Match dan Tipe Script terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis siswa di kelas X SMA Al-Ulum Terpadu
Secara Keseluruhan kemampuan pemecahan masalah lebih baik daripada kemampuan
penalaran matematika siswa jika diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match
Dan kemampuan pemecahan masalah lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa jika diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Script.