BAB II LANDASAN TEORI
D. Hipotesis penelitian
Hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Sekolah dasar di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman sudah menerapkan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat.
2. Bentuk penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman dilakukan dengan cara melalui kolaborasi dan kerja sama dengan orangtua, masyarakat, dan lembaga lain.
44 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Penelitian kuantitatif deskriptif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena secara apa adanya (Sudaryono, 2016: 12). Selanjutnya, menurut Kurniawan (2018: 37), penelitian kuantitatif deskriptif adalah penelitian yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan tentang suatu kondisi secara objektif. Sementara itu, Werang (2015: 12) mengartikan penelitian kuantitatif deskriptif sebagai penelitian untuk mendapatkan informasi tentang suatu fenomena yang terjadi.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dirumuskan bahwa penelitian kuantitatif deskriptif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena yang terjadi secara objektif.
Penelitian kuantitatif deskriptif juga berkenaan dengan kasus tertentu atau dari suatu populasi yang cukup luas (Sudaryono, 2016: 13). Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan mengenai bentuk penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar negeri se-Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode survei yang digunakan untuk memperoleh data. Metode survei adalah penyelidikan
45
untuk memperoleh fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual (Nazir, 2013: 44). Kemudian, Werang (2015: 5) memaparkan bahwa metode survei adalah metode untuk memperoleh fakta dari fenomena yang ada. Sementara itu, Singarimbun (2012: 3) menjelaskan bahwa metode survei adalah metode yang digunakan untuk mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat dirumuskan bahwa metode survei adalah metode untuk memperoleh data faktual dari sampel suatu populasi. Data tersebut diperoleh melalui penyebaran kuesioner maupun dengan melakukan wawancara. Hasil dari penelitian yang menggunakan metode survei ini bersifat realistis. Artinya, hasil yang diperoleh merupakan data apa adanya dari hasil survei suatu tempat atas fenomena yang terjadi.
B. Setting Penelitian 1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah seluruh guru sekolah dasar negeri kelas I-VI yang berada di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.
2. Objek Penelitian
Objek penelitian ini adalah penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat untuk sekolah dasar negeri di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.
46 3. Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada 17 sekolah dasar negeri se-Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.
4. Waktu Penelitian
Pengambilan data dilaksanakan selama 5 bulan yang dimulai dari bulan Juni 2018 sampai bulan Oktober 2018.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: 61). Populasi merupakan sekelompok (murid, guru, atau lainnya) yang mempunyai karakteristik tertentu (Fraenkel, Wallen,
& Hyun, 2012: 92). Pada penelitian ini, populasinya adalah semua guru kelas sekolah dasar negeri se-Kecamatan Turi yang berjumlah 106 guru.
Tabel 3.1 Populasi Penelitian
No Nama Sekolah Akredetasi Jumlah Guru Kelas
1 SDN Bangunkerto A 6
2 SDN Banyuurip 1 A 6
3 SDN Banyuurip 2 A 6
4 SDN Donokerto B 6
5 SDN Karanganyar B 6
6 SDN Kloposawit A 6
7 SDN Ledoknongko A 10
8 SDN Ngablak A 6
9 SDN Nganggrung B 6
10 SDN Somoitan A 6
11 SDN Soprayan B 6
47
No Nama Sekolah Akredetasi Jumlah Guru Kelas
12 SDN Sukorejo A 6
13 SDN Turi 1 B 6
14 SDN Turi 2 A 6
15 SDN Turi 3 A 6
16 SDN Wonosari 1 A 6
17 SDN Wonosari 2 A 6
Jumlah 106
Berdasarkan Tabel 3.1 dapat dilihat bahwa populasi penelitian terdiri dari 17 sekolah dasar negeri se-Kecamatan Turi. Hal itu diperoleh dari gabungan sekolah dasar negeri yang memiliki kelas tunggal dan pararel.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2011: 62). Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga, dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik probability sampling tipe simple random sampling. Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel, sedangkan simple random sampling adalah teknik mengambil anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2015: 120). Pengambilan sampel pada penelitian dihitung menggunakan tabel penentuan jumlah sampel minimal menurut Krejcie
48
dan Morgan dengan taraf kepercayaan 95% dan kesalahan 5%. Artinya tingkat kesalahan dalam pengambilan sampel yang dapat ditolerir oleh peneliti sebesar 5%. Tabel penentuan jumlah sampel minimal menurut Krejcie dan Morgan dengan taraf kepercayaan 95% dan kesalahan 5%
dapat dilihat sebagai berikut (Fernandez dalam Sumanto, 2014: 210).
Tabel 3.2 Penentuan Jumlah Sampel Minimal Menurut Krejcie dan Morgan
N S N S N S
10 10 220 140 1200 291
15 14 230 144 1300 297
20 19 240 148 1400 302
25 24 250 152 1500 306
30 28 260 155 1600 310
35 32 270 159 1700 313
40 36 280 162 1800 317
45 40 290 165 1900 320
50 44 300 169 2000 322
55 48 320 175 2200 327
60 52 340 181 2400 331
65 56 360 186 2600 335
70 59 380 191 2800 338
75 63 400 196 3000 341
80 66 420 201 3500 346
85 70 440 205 4000 351
90 73 460 210 4500 354
95 76 480 214 5000 357
100 80 500 217 6000 361
110 86 550 226 7000 364
120 92 600 234 8000 367
130 97 650 242 9000 368
140 103 700 248 10000 370
150 108 750 254 15000 377
160 113 800 260 20000 379
170 118 850 265 30000 380
180 123 900 269 40000 381
190 127 950 274 50000 382
200 132 1000 278 75000 382
210 136 1100 285 1000000 384
Keterangan: N = Populasi S = Sampel
49
Berdasarkan populasi guru kelas yaitu 106 guru, maka sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 86 guru. Diambilnya sampel penelitian sebanyak 86 guru kelas karena populasi guru kelas satuan pendidikan sekolah dasar se-Kecamatan Turi Kabupaten Sleman mendekati 110 yang sudah ditetapkan pada tabel penentuan jumlah sampel minimal menurut Krejcie dan Morgan. Agar persentase pembagian sampel setiap sekolah imbang, maka sampel ditentukan sebanding dengan banyaknya subjek dalam tiap sekolah, yaitu dengan cara sebagai berikut.
Sampel sekolah
Sampel setiap sekolah dapat dilihat pada tabel 3.2 di atas.
Setelah diketahui jumah populasi dan sampel yang disesuaikan dengan tabel sampel minimal menurut Krejcie dan Morgan, dihitunglah masing-masing sampel yang diambil dari setiap sekolah dasar negeri se-Kecamatan Turi. Berikut adalah tabel perhitungan untuk setiap sekolah.
Tabel 3.3 Data Sampel Penelitian
No Nama Sekolah
Jumlah Guru Kelas
Sampel Penelitian
Jumlah Sampel (Bulat)
Sampel Penelitian
1 SDN Bangunkerto 6
5 4
2 SDN Banyuurip 1 6
5 5
3 SDN Banyuurip 2 6
5 5
4 SDN Donokerto 6
5 5
5 SDN Karanganyar 6
5 4
6 SDN Kloposawit 6
5 5
7 SDN Ledoknongko 10
8 8
50
Pengambilan sampel di atas menggunakan teknik simple random sampling. Sampel diambil menggunakan undian di mana dari 88 sampel yang tersedia akan dikurangi 2 secara acak menggunakan undian yang di dalam kertas undian terdapat nama-nama sekolah agar sampel sesuai dengan tabel penentuan jumlah minimal Krecjie dan Morgan. Peneliti mengambil 2 undian dengan hasil SDN Bangunkerto dan SDN Karanganyar, sehingga sampel penelitian di kedua sekolah dasar tersebut masing-masing dikurangi 1, maka sampel di SDN Bangunkerto sebanyak 4 sampel dan SD N Karanganyar sebanyak 4 sampel.
Setelah menentukan besar sampel dari masing-masing sekolah, pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2012: 82) menggunakan teknik simple random sampling. Pengambilan sampel
51
menggunakan teknik simple random sampling, sampel akan diambil menggunakan undian.
D. Variabel Penelitian
Variabel penelitian adalah karakteristik atau atribut seseorang individu atau suatu organisasi yang dapat diukur atau diobservasi. Variabel biasanya bervariasi dalam dua atau lebih kategori (Creswell, 2010: 76). Adapun dalam penelitian ini menggunakan dua variabel, yaitu variabel bebas dan terikat.
1. Variabel bebas (independent variable) adalah variabel yang mungkin menyebabkan, mempengaruhi, atau berefek pada outcome (Creswell, 2010: 77). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pertanyaan dalam kuesioner tentang penerapan program PPK. Ditentukannya variabel bebas ini karena pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner bisa dimanipulasi atau diganti-ganti sehingga disebut dengan variabel bebas.
2. Variabel terikat (dependent variable) adalah variabel (akibat) bergantung pada variabel-variabel bebas. Variabel-variabel terikat ini merupakan outcome atau hasil dari pengaruh variabel-variabel bebas (Creswell, 2010: 77). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah jawaban responden. Ditentukannya variabel terikat ini karena jawaban responden bergantung pada pertanyaan kuesioner sehingga disebut dengan variabel terikat.
52 E. Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data non tes. Teknik non tes yang digunakan adalah kuesioner dan studi dokumenter.
1. Kuesioner
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data melalui formulir-formulir yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara tertulis pada seseorang atau sekumpulan orang untuk mendapatkan jawaban atau tanggapan informasi yang diperlukan oleh peneliti (Mardalis, 2008: 66). Bentuk kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup dan terbuka. Kuesioner berupa pertanyaan tertutup berisi pertanyaan-pertanyaan yang telah memiliki alternatif jawaban (option) yang tinggal dipilih oleh responden (Sukmadinata, 2011: 219), sedangkan kuesioner berupa pertanyaan terbuka berisi pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada responden yang memberikan keleluasaan kepada responden untuk memberikan pendapat sesuai dengan keinginan mereka (Siregar, 2013: 21). Kuesioner ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana implementasi pendidikan karakter di sekolah dasar dan upaya pengimplementasiannya.
2. Studi Dokumenter
Studi dokumenter (documentary study) merupakan salah satu teknik pengumpulan data pada penelitian. Studi dokumenter adalah teknik pengumpulan data yang menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun
53
elektronik (Sukmadinata, 2011: 221). Pendapat yang serupa juga diungkapkan oleh Mahdi dan Mujahidin (2014: 119) yang menjelaskan bahwa studi dokumenter adalah teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti melakukan analisis terhadap dokumen-dokumen yang diperlukan selama penelitian. Dari kedua pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa studi dokumenter adalah teknik pengumpulan data di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis setiap dokumen yang diperlukan selama penelitian berlangsung.
Hasil studi dokumenter yang didapat oleh peneliti adalah data sekolah dasar di Kecamatan Turi dari UPTD Pendidikan Kecamatan Turi. Data-data tersebut antara lain daftar nama-nama sekolah dasar se-Kecamatan Turi, data alamat sekolah, data daftar nama kepala sekolah, daftar jumlah guru, dan daftar akreditasi sekolah. Tujuan peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dan jenis studi dokumenter, yaitu untuk mempermudah peneliti dalam mengumpulkan data. Peneliti menggunakan daftar cek untuk mendata setiap data yang diperoleh dari UPT.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian dengan cara melakukan pengukuran (Widoyoko, 2015: 51). Penelitian ini menggunakan instrumen penelitian non tes. Instrumen non tes dikemas dalam bentuk kuesioner dan daftar cek.
54 1. Kuesioner
Kuesioner tersebut berupa kuesioner pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Kuesioner ini menggunakan skala Guttman. Skala Guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat tegas (jelas) dan konsisten. Alternatif jawaban pada jenis skala ini hanya terdiri dari dua alternatif. Contoh: benar-salah, ya-tidak, yakin-tidak yakin, positif-negatif, sedangkan untuk jawaban responden angka tertinggi adalah 1 dan angka terendah adalah 0. Jika jawaban benar maka bernilai 1 dan jika jawaban salah maka bernilai 0.
Pertanyaan yang diberikan pada responden bisa berupa checklist dan bisa juga pilihan ganda. Penelitian ini menggunakan jenis jawaban
“benar-salah”, dan untuk jawaban responden jawaban benar bernilai 1 dan jawaban salah bernilai 0 (Siregar, 2013: 143).
Instrumen yang digunakan peneliti berupa kuesioner dengan pertanyaan tertutup berjumlah 8 pertanyaan, dan pertanyaan terbuka berjumlah 10 pertanyaan (Tim Penyusun PPK, 2017). Berikut adalah kisi-kisi pertanyaan yang digunakan dalam penelitian.
Tabel 3.4 Kisi-kisi Pertanyaan Tertutup dalam Penelitian
Variabel Indikator
Nomor Butir Instrumen
Pendidikan Karakter
Komunikasi orangtua 1
Sistem pusat kesenian dan kebudayaan atau komunitas
2
Lembaga pemerintahan 3
Lembaga atau komunitas yang menyediakan sumber-sumber pembelajaran
4 Masyarakat sipil pegiat pendidikan 5
Komunitas keagamaan 6
Lembaga bisnis 7
Lembaga penyiaran media 8
55
Tabel 3.4 menunjukkan kisi-kisi pertanyaan tertutup yang digunakan dalam penelitian. Pertanyaan tertutup terdiri dari 8 butir pertanyaan.
Tabel 3.5 Kisi-kisi Pertanyaan Terbuka dalam Penelitian
Variabel Indikator Nomor Butir
Instrumen
Pendidikan Karakter
Praktik yang baik dilakukan 1
Komunikasi orangtua 2
Sistem pusat kesenian dan kebudayaan atau komunitas
3
Lembaga pemerintahan 4
Lembaga atau komunitas yang
menyediakan sumber-sumber pembelajaran
5 Masyarakat sipil pegiat pendidikan 6
Komunitas keagamaan 7
Lembaga bisnis 8
Lembaga penyiaran media 9
Kendala yang dihadapi 10
Tabel 3.5 menunjukkan kisi-kisi pertanyaan terbuka yang digunakan dalam penelitian. Pertanyaan terbuka terdiri dari 10 butir pertanyaan yang digunakan untuk memperdalam jawaban pertanyaan tertutup.
2. Daftar Cek atau Check list
Daftar cek adalah daftar tempat responden memberikan tanda check (√) pada kolom yang sesuai (Sopiah, 2010: 151). Peneliti menggunakan daftar cek untuk membantu mengorganisasi data penelitian yang dibutuhkan atau dicari. Berikut peneliti sajikan daftar cek yang digunakan dalam menguji dokumentasi penelitian dalam Tabel 3.6.
56
Tabel 3.6 Daftar Cek Sekolah Dasar Negeri Tempat Penelitian
No Nama SD Alamat
Nganggrung, Wonokerto, Turi, Sleman
5 √
7 SD Negeri Ledoknongko
Ledoknongko,
Nganggrung, Wonokerto, Turi, Sleman
8 √
8 SD Negeri Ngablak
Ngablak, Bangunkerto, Nganggrung, Wonokerto, Turi, Sleman
5 √
9 SD Negeri Nganggrung
Nganggrung, Wonokerto, Turi, Sleman
5 √
10 SD Negeri Somoitan
Daleman, Girikerto, Turi, Sleman
5 √
11 SD Negeri Soprayan
Soprayn, Girikerto, Turi, Sleman
5 √
12 SD Negeri Sukorejo
Sukorejo, Girikerto, Turi, Sleman
5 √
13 SD Negeri Turi 1
Turi, Donokerto, Turi, Sleman
5 √
14 SD Negeri Turi 2
Kembangarum,
Donokerto, Turi, Sleman
5 √
15 SD Negeri Turi 3
Gading, Donokerto, Turi, Sleman
5 √
16 SD Negeri Wonosari 1
Plosokuning, Bangunkerto, Turi, Sleman
5 √
17 SD Negeri Wonosari 2
Rejodadi, Bangunkerto, Turi, Sleman
5 √
Tabel 3.6 adalah daftar cek dokumentasi yang berisi tentang data sekolah, alamat, dan jumlah sampel penelitian. Daftar cek di atas digunakan ketika peneliti mengumpulkan data dokumentasi dari UPT dan ketika peneliti mendistribusikan instrumen penelitian. Peneliti memberikan tanda cek (√) pada kolom sesuai atau tidak sesuai.
57 G. Teknik Pengujian Instrumen
Sebuah instrumen dapat dilihat layak atau tidaknya melalui pengujian validitas. Validitas adalah ketepatan alat penilaian terhadap konsep yang dinilai sehingga betul-betul menilai apa yang harus dinilai (Sudjana, 2004:
12). Pengujian ini digunakan untuk mencegah dan menghindari adanya suatu persepsi ganda pada instrumen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji validitas isi dan muka agar instrumen dapat dikatakan valid. Berikut adalah penjelasan mengenai uji validitas muka dan isi.
1. Validitas Isi
Validitas isi merupakan validitas yang diestimasi lewat pengujian terhadap isi pertanyaan atau pernyataan dengan analisis rasional atau lewat professional judgment (Azwar, 2008: 45). Validitas isi berkaitan dengan kemampuan suatu instrumen mengukur isi (konsep) yang harus diukur. Ini berarti bahwa suatu alat ukur mampu mengungkap isi suatu konsep atau variabel yang hendak diukur (Siregar, 2013: 46). Validitas isi tidak dapat dinyatakan dalam bentuk angka melainkan didasarkan pada pertimbangan (Sangadji, dkk, 2010: 160-161). Penelitian ini melibatkan para ahli atau expert judgement untuk menilai. Perhitungan lembar penilaian instrumen yang telah dinilai oleh para ahli kemudian diakumulasi dan dikategorikan.
Skala skor dalam lembar penilaian instrumen menggunakan skala Likert. Responden hanya memberikan persetujuan atau ketidaksetujuannya terhadap butir pertanyaan terbuka atau pernyataan tersebut (Yusuf, 2014: 222). Skala yang digunakan untuk menilai
58
instrumen yaitu sangat baik (5), baik (4), cukup (3) kurang baik (2), sangat kurang baik (1).
Tabel 3.7 Konversi Nilai Skala Lima
Interval skor Kategori
X> i+1,80 Sbi Sangat baik
i+0,60 SBi < x ≤ i+1,80 SBi Baik
i-0,60 SBi < x ≤ i+0,60 SBi Cukup
i-0,60 SBi < x ≤ i-0,60 Sbi Kurang
X≤ i-1,80 Sbi Sangat kurang
Keterangan :
Rerata Ideal (X) : (skor maksimal ideal + skor minimal ideal)
Simpangan baku ideal (SBi) : (skor maksimal ideal – skor minimal ideal)
X : Skor aktual
Berdasarkan rumusan tersebut, peneliti melakukan modifikasi dengan menggunakan kategorisasi pada nilai skala lima sebagai berikut.
Tabel 3.8 Modifikasi Nilai Skala Lima
Interval skor Kategori
X> i+1,80 Sbi Sangat layak untuk digunakan
i+0,60 SBi < x ≤ i+1,80 SBi Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi
i-0,60 SBi < x ≤ i+0,60 SBi Kurang layak dengan banyak revisi
i-0,60 SBi < x ≤ i-0,60 SBi Tidak layak, revisi total X≤ i-1,80 Sbi Sangat tidak layak, revisi total
X
X X
X X
X X
X
X
X X
X X
X X
X
59 Keterangan :
Rerata Ideal (X) : (skor maksimal ideal + skor minimal ideal)
Simpangan baku ideal (SBi) : (skor maksimal ideal – skor minimal ideal)
X : Skor aktual
Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut:
Skor maksimal ideal : 68 Skor minimal ideal : 17
Rerata ideal ( i) : (68+17) = 42,5
Simpangan baku ideal (Sbi) : (68-17) = 8,5
Interval skor kategori sangat layak digunakan, layak digunakan dengan revisi sedikit, kurang layak dengan revisi banyak, tidak layak revisi total dan sangat tidak layak revisi total dihitung sebagai berikut.
1) Kategori sangat layak digunakan
= X> i+1,80 Sbi
= x > 42,5 + (1,80.8,5)
= x > 42,5 + 15,3
= x > 57,8 X
X
60
2) Kategori layak untuk digunakan dengan sedikit revisi
= i+0,60 SBi < x ≤ i+1,80 Sbi
= 42,5 + (0,60.8,5) < x ≤ 42,5+(1,80.8,5)
= 42,5 + 5,1 < x ≤ 42,5 + 15,3
= 47,6 < x ≤ 57,8
3) Kategori kurang layak dengan banyak revisi
= i-0,60 SBi < x ≤ i+0,60 Sbi
= 42,5 – (0,60.8,5) < x ≤ 42,5 + (0,60.8,5)
= 42,5 – 5,1 < x ≤ 42,5 + 5,1
= 37,4 < x ≤ 47,6
4) Kategori tidak layak dengan revisi total
= i-0,60 SBi < x ≤ i - 0,60 Sbi
= 42,5 – (0,60.8,5) < x ≤ 42,5 - (0,60.8,5)
= 42,5 – 15,3 < x ≤ 42,5 – 5,1
= 27,2 < x ≤ 37,4
5) Kategori sangat tidak layak, dengan revisi total
= X≤ i-1,80 Sbi
= x ≤ 42,5 – (1,80.8,5)
= x ≤ 42,5 – 15,3
= x ≤ 27,2
Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh konversi data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut.
X X
X X
X X
X
61
Tabel 3.9 Kriteria Skor Skala Lima
Interval Skor Kriteria
57,9 – 68 Sangat layak untuk digunakan 47,7 – 57,8 Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi 37,5 – 47,6 Kurang layak dengan banyak revisi 27,3 – 37,4 Tidak layak dengan revisi total
≤ 27,2 Sangat tidak layak dengan revisi total
Berdasarkan tabel di atas, hasil akhir yang diperoleh dari ahli diakumulasi dan kemudian dikategorikan menggunakan kriteria yang telah ditentukan pada Tabel 3.9. Rekapitulasi hasil validitas isi dapat dilihat sebagai berikut.
Tabel 3.10 Rekapitulasi Hasil Validitas Isi
No Validator Instansi Skor Keterangan
1 INL SD Muhammadiyah Jogodayoh 61 Sangat layak digunakan 2 DP SD Negeri Bhayangkara 52 Layak digunakan dengan
sedikit revisi
3 H SMP Negeri 1 Bantul 66 Sangat layak digunakan 4 TKR SMP Negeri 1 Bantul 67 Sangat layak digunakan 5 DK SD Negeri Bantul 1 67 Sangat layak digunakan
6 S SD Negeri Wates 4 67 Sangat layak digunakan
7 BAP SD Joannes Bosco 57 Sangat layak digunakan 8 L SD Negeri Ungaran 1 61 Sangat layak digunakan
9 BM SD Muhammadiyah
Karangkajen 1
54 Layak digunakan dengan sedikit revisi
10 NWM SD Keputren 1 63 Sangat layak digunakan
Rerata 61,5
Tabel 3.10 menunjukkan bahwa dalam penelitian ini rata-rata skor adalah 61,5. Instrumen yang digunakan tergolong dalam kriteria sangat layak digunakan.
2. Validitas Muka
Validitas muka atau permukaan adalah validitas yang menunjukkan apakah alat pengukuran atau instrumen penelitian dari segi rupanya tampak mengukur yang ingin diukur atau tidak. Validitas
62
ini lebih mengacu pada bentuk dan penampilan instrumen (Siregar, 2013: 46). Validitas permukaan ini dilakukan untuk mengetahui kejelasan setiap butir pada instrumen. Hal itu dilakukan dengan meminta para ahli atau expert judgement untuk menilai instrumen.
Validitas permukaan dalam penelitian ini diperoleh dari guru dari beberapa sekolah. Pada setiap instrumen terdapat komentar yang berbeda-beda dan perlu ada hal yang diperbaiki baik mengenai tata bahasa, petunjuk atau kosakata yang digunakan dalam setiap butir pertanyaan atau pernyataan yang dibuat. Hasil dari validitas muka dapat dilihat pada Tabel 3.11.
Tabel 3.11 Tabel Hasil Validitas Muka
No Validator Masukan Sebelum
direvisi Sesudah direvisi 1 SMP N 1
- Orangtua peserta didik atau
- Lembaga bisnis dan perusahaan
- Diganti dinas kesehatan
63
No Validator Masukan Sebelum
direvisi Sesudah direvisi Kementrian
- Orangtua peserta didik atau memberikan masukan untuk kelayakan instrumen penelitian yang akan digunakan. Dari lima masukan validator dapat disimpulkan bahwa terdapat kesalahan penulisan dalam instrumen, beberapa singkatan diberikan kepanjangan dan menghilangkan beberapa kata yang kiranya tidak perlu. Adapun beberapa hal yang harus direvisi yaitu kata DU/DI diberikan kepanjangannya, kata komunikasi pada instrumen butir 1 dihapuskan, tulisan kemeNpora menjadi Kemenpora, dan tulisan theater menjadi teater.
64 H. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kuantitatif adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul (Sugiyono, 2012: 147). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.
Analisis deskriptif adalah bentuk analisis data penelitian untuk menguji generalisasi hasil penelitian yang didasarkan atas satu sampel.
Analisis deskriptif ini menggunakan satu variabel atau lebih tetapi bersifat mandiri, oleh karena itu analisis ini tidak berbentuk perbandingan atau hubungan (Hasan, 2006: 185).
Analisis data dalam penelitian ini meliputi pendidikan karakter di satuan pendidikan sekolah dasar se-Kecamatan Turi. Pada bagian ini akan dijelaskan langkah-langkah dalam teknik analisis data yang akan dilakukan oleh peneliti untuk mengolah data penelitian. Adapun langkah-langkah dalam menganalisis data yang diperoleh melalui instrumen penelitian adalah sebagai berikut.
1. Pengolahan Data
Pengolahan data adalah suatu proses dalam memperoleh data ringkasan atau angka ringkasan dengan menggunakan cara atau rumus rumus tertentu (Hasan, 2006: 24). Adapun pengolahan data dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga tahap sebagai berikut.
a. Editing
Editing adalah pengecekan atau pengoreksian data yang telah dikumpulkan karena kemungkinan data yang masuk adalah data
65
yang terkumpul tidak logis dan meragukan (Hasan, 2006: 24).
Pada tahap ini peneliti memeriksa ulang kelengkapan identitas responden dan instrumen penelitian. Kekurangan data maupun kesalahan data dapat dilengkapi dengan pengumpulan data ulang ataupun dengan interpolasi (penyisipan).
b. Coding
Coding adalah pemberian atau pembuatan kode-kode pada tiap-tiap data yang termasuk dalam kategori yang sama (Hasan, 2006: 24). Pada tahap ini peneliti menggunakan kode pada data yang akan dianalisis dengan memberikan huruf A sampai dengan Q untuk inisial data 17 sekolah dasar yang terdiri dari guru kelas 1 sampai 6.
c. Tabulasi
Tabulasi adalah membuat tabel-tabel yang berisikan data yang telah diberi kode sesuai dengan analisis yang dibutuhkan (Hasan, 2006: 24). Pada tahap ini peneliti memasukkan data yang sudah diberikan kode ke dalam tabel.
2. Penyajian Data
Peneliti menyajikan data yang diperoleh berdasarkan hasil survei pada guru kelas untuk mengetahui penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis masyarakat di sekolah dasar se-Kecamatan Turi. Data penelitian disajikan dalam bentuk diagram.
Penyajian diagram terbagi menjadi dua yaitu pertama secara umum, artinya data penerapan program Penguatan Pendidikan Karakter
66
berbasis masyarakat disajikan berdasarkan seluruh butir menggunakan
berbasis masyarakat disajikan berdasarkan seluruh butir menggunakan