• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.9. Pengujian Asumsi Klasik

4.1.3. Penjelasan Responden atas Variabel Penelitian

4.1.3.2. Hipotesis 2…

a. Penjelasan Responden Atas Variabel Pendidikan (X1)

Penjelasan responden atas kemampuan Manajer Konstruksi dalam penguasaan teori yang berkaitan dengan pekerjaannya dapat dilihat pada Tabel 4.11 berikut:

Tabel 4.11. Penjelasan Responden atas Kemampuan Manajer Konstruksi dalam Penguasaan Teori yang

Berkaitan dengan Pekerjaannya

Jawaban Jumlah (orang) (%) Sangat mampu sekali 20 46.5

Sangat mampu 16 37.2

Mampu 7 16.3

Kurang mampu 0 0

Tidak mampu sekali 0 0

Total 43 100.0

Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.11 di atas menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat mampu atas kemampuan Manajer Konstruksi dalam penguasaan teori yang berkaitan dengan pekerjaannya. Hal ini dikarenakan setiap Manajer Konstruksi tidak akan dapat bekerja maksimal bila tidak menguasai teori yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Penjelasan responden atas kemampuan Manajer Konstruksi dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan pekerjaannya dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut:

Tabel 4.12. Penjelasan Responden atas Kemampuan Manajer Konstruksi dalam Membuat Keputusan yang Berkaitan dengan Pekerjaannya

Jawaban Jumlah (orang) (%) Sangat mampu sekali 15 34.9

Sangat mampu 21 48.8

Mampu 6 14.0

Kurang mampu 1 2.3

Tidak mampu sekali 0 0

Total 43 100.0

Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.12 di atas menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat mampu atas kemampuan Manajer Konstruksi dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Hal ini dikarenakan penundaan keputusan dalam pekerjaan dapat menghambat kelancaran pekerjaan itu sendiri. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan kurang mampu ataskemampuan Manajer Konstruksi dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan pekerjaannya dikarenakan tidak semua keputusan merupakan tanggungjawab Manajer Konstruksi, terkadang keputusan harus ditentukan oleh atasan yang lebih tinggi.

b. Penjelasan Responden Atas Variabel Masa Kerja (X2)

Penjelasan responden ataspengaruh rentang waktu kerja terhadap hasil pekerjaan Manajer Konstruksi dapat dilihat pada Tabel 4.13 berikut:

Tabel 4.13. Penjelasan Responden atas Pengaruh Rentang Waktu

Waktu Kerja terhadap Hasil Pekerjaan Manajer Konstruksi Jawaban Jumlah (orang) (%)

Sangat berpengaruh sekali 10 23.3 Sangat berpengaruh 26 60.5

Berpengaruh 6 14.0

Kurang berpengaruh 1 2.3

Tidak berpengaruh sekali 0 0

Total 43 100.0

Berdasarkan Tabel 4.13 di atas menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat berpengaruh ataspengaruh rentang waktu kerja terhadap hasil pekerjaan Manajer Konstruksi. Hal ini dikarenakan semakin lama seorang Manajer Konstruksi menekuni bidangnya maka hasil pekerjaannya akan cenderung semakin baik. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan kurang berpengaruh atas pengaruh rentang waktu kerja terhadap hasil pekerjaan Manajer Konstruksi dikarenakan setiap pekerjaan senantiasa mengikuti pedoman standar yang ditetapkan, sehingga setiap hasil pekerjaan cenderung memiliki kesamaan antara Manajer Konstruksi yang memiliki rentang waktu kerja lama maupun Manajer Konstruksi yang memiliki rentang waktu kerja baru.

Penjelasan responden atas hubungan antara peningkatan keahlian Manajer Konstruksi dengan masa kerja seorang manajer dapat dilihat pada Tabel 4.14 berikut:

Tabel 4.14. Penjelasan Responden atas Hubungan antara Peningkatan Keahlian Manajer Konstruksi dengan Masa Kerja Seorang Manajer

Jawaban Jumlah (orang) (%) Sangat berhubungan sekali 14 32.6 Sangat berhubungan 24 55.8

Berhubungan 5 11.6

Kurang berhubungan 0 0

Tidak berhubungan sekali 0 0

Total 43 100.0

Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.14 di atas menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat berhubungan atas hubungan antara peningkatan keahlian Manajer Konstruksi dengan masa kerja seorang manajer. Hal ini dikarenakan keahlian seorang Manajer Konstruksi dapat ditingkatkan dengan semakin lamanya seseorang bekerja pada suatu bidang yang sama.

c.Penjelasan Responden Atas Variabel Pemahaman Manajer Konstruksi (Y)

Penjelasan responden atas kompetensi akademis yang dimiliki Manajer Konstruksi dapat dilihat pada Tabel 4.15 berikut:

Tabel 4.15. Penjelasan Responden atas Kompetensi Akademis yang Dimiliki Manajer Konstruksi

Jawaban Jumlah (orang) (%) Sangat baik sekali 10 23.3

Sangat baik 16 37.2

Baik 13 30.2

Kurang baik 4 9.3

Tidak baik sekali 0 0

Total 43 100.0

Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.15 di atas menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat baik atas kompetensi akademis yang dimiliki Manajer Konstruksi. Hal ini dikarenakan perusahaan menetapkan standar kompetensi tertentu bagi seseorang yang akan ditugaskan menjadi Manajer Konstruksi. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan kurang baik atas kompetensi akademis yang dimiliki Manajer Konstruksi dikarenakan kompetensi akademis yang dimiliki seorang Manajer Konstruksi tidak tercermin dari beberapa hasil pekerjaannya.

Penjelasan responden atas pengalaman yang dimiliki Manajer Konstruksi dalam menyelesaikan suatu proyek dapat dilihat pada Tabel 4.16 berikut:

Tabel 4.16. Penjelasan Responden atas Pengalaman yang Dimilik Manajer Konstruksi dalam Menyelesaikan Suatu Proyek

Jawaban Jumlah (orang) (%) Sangat berpengalaman sekali 5 11.6 Sangat berpengalaman 14 32.6

Berpengalaman 21 48.8

Kurang berpengalaman 3 7.0 Tidak berpengalaman sekali 0 0

Total 43 100.0

Berdasarkan Tabel 4.16 di atas menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat berpengalaman atas pengalaman yang dimiliki Manajer Konstruksi dalam menyelesaikan suatu proyek. Hal ini dikarenakan seorang Manajer Konstruksi dituntut dapat mengerjakan setiap tugas dan tanggungjawab yang diembannya berdasarkan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya selama ini. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan kurang berpengalaman atas pengalaman yang dimiliki Manajer Konstruksi dalam menyelesaikan suatu proyek dikarenakan sebagian Manajer Konstruksi tidak mampu mengambil keputusan dalam penyelesaian suatu tugas yang berhubungan dengan tanggungjawabnya.

Penjelasan responden atas kemampuan Manajer Konstruksi dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi suatu proyek dapat dilihat pada Tabel 4.17 berikut:

Tabel 4.17. Penjelasan Responden atas Kemampuan Manajer Konstruksi dalam Beradaptasi dengan Lingkungan Sosial Ekonomi Suatu Proyek

Jawaban Jumlah (orang) (%) Sangat mampu sekali 12 27.9

Sangat mampu 17 39.5

Mampu 11 25.6

Kurang mampu 3 7.0

Tidak mampu sekali 0 0

Total 43 100.0

Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.17 di atas menunjukkan mayoritas responden menyatakan sangat mampu atas kemampuan Manajer Konstruksi dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi suatu proyek. Hal ini dikarenakan lingkungan yang baik akan sangat mendukung penyelesaian suatu pekerjaan. Sedangkan minoritas responden yang menyatakan kurang mampu atas kemampuan Manajer Konstruksi dalam beradaptasi

dengan lingkungan sosial ekonomi suatu proyek dikarenakan Manajer Konstruksi terlalu fokus pada pekerjaan utamanya dalam menyelesaikan suatu proyek dan sedikit mengabaikan keberadaan lingkungan sekitar proyek tersebut.

Dokumen terkait