• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

III.6 Hipotesis Pertama

Hipotesis pertama dalam penelitian ini adalah : Program Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari: Penciptaan Iklim Usaha KUMKM, Pengembangan Sistim Pendukung Usaha KUMKM, Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi, berpengaruh terhadap perkembangan KUMKM di Provinsi Sumatera Utara.

III.6.1 Identifikasi Variabel Penelitian Hipotesis Pertama

Pada hipotesis pertama, terdapat 5 (lima) variabel bebas (independent variable)

yang digunakan, yaitu, Penciptaan Iklim Usaha K U M K M (X1), Pengembangan

Sistim Pendukung Usaha K U M K M (X2), Pengembangan Kewirausahaan dan

Keunggulan Kompetitif (X3), Pemberdayaan Usaha Skala Mikro (X4), dan

Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi (X5). Sedangkan Variabel dependen

(terikat) adalah Perkembangan KUMKM (Y).

III.6.2 Definisi Operasional Variabel Hipotesis Pertama

Definisi operasional dari variabel-variabel hipotesis pertama adalah sebagai berikut:

1. Penciptaan Iklim Usaha K U M K M (X1)

Program pemerintah untuk membuka kesempatan berusaha yang efisien, sehat dalam persaingan dan non diskriminatif untuk perkembangan usaha KUMKM.

Untuk mengukur variabel iklim usaha KUMKM ini digunakan skala Likert.

2. Pengembangan Sistim Pendukung Usaha KUMKM (X2)

Program penyediaan lembaga pendukung untuk mempermudah, memperlancar dan memperluas akses KUMKM kepada sumber daya produktif agar mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk pengembangan usaha KUMKM. Untuk mengukur variabel Pengembangan Sistem Pendukung Usaha digunakan skala Likert.

3. Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif (X3)

Program pengembangan jiwa dan semangat kewirausahaan serta meningkatkan daya saing KUMKM sehingga pengetahuan serta sikap wirausaha semakin berkembang dan produktivitas meningkat. Untuk mengukur variabel Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif digunakan skala Likert

4. Pemberdayaan Usaha Skala Mikro (X4)

Program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi berskala mikro disektor informal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. Untuk mengukur variabel Pemberdayaan Usaha Skala Mikro digunakan skala Likert

5. Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi (X5)

Program pemerintah untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi agar koperasi mampu tumbuh dan berkembang secara sehat dengan jati

digunakan skala Likert. 6. Perkembangan KUMKM (Y),

Perkembangan KUMKM adalah meningkatnya jumlah koperasi dan UMKM yang ditandai dengan meningkatnya jumlah koperasi, anggota, volume usaha, modal, SHU, jumlah UKM dan jumlah tenaga kerja. Untuk mengukur variabel Perkembangan KUMKM digunakan skala Likert.

Tabel III.3 Definisi Operasional Variabel Hipotesis Pertama

No Variabel Definisi Indikator Penguk

uran 1 Penciptaan Iklim

Usaha KUKM (X1)

Program pemerintah untuk membuka kesempatan berusaha yang efisien, sehat dalam persaingan dan non diskriminatif untuk

perkembangan usaha KUMKM

1. Layanan pengesahan status badan hukum koperasi 2. Pelayanan kepengurusan

badan hukum usaha 3. Pelayanan klasifikasi usaha 4. Sistem penilaian koperasi

berprestasi

Likert

2 Pengembangan Sistim Pendukung Usaha KUKM (X2)

Program penyediaan lembaga pendukung untuk

mempermudah, memperlancar dan memperluas akses KUMKM kepada sumber daya produktif agar mampu

memanfaatkan potensi sumber daya lokal untuk pengembangan usaha KUMKM.

1. Bantuan perkuatan modal 2. Kesesuaian program dengan

peningkatan usaha 3. Program bimbingan

perencanaan dan pemasaran 4. Pinjaman kredit KUMKM 5. Sosialisasi Surat Utang

Koperasi (SUK) Likert 3 Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif (X3)

Program pengembangan jiwa dan semangat kewirausahaan serta meningkatkan daya saing KUMKM sehingga pengetahuan serta sikap wirausaha semakin berkembang dan produktivitas meningkat

1.Penyelenggaraan (diklat), 2.Penyelenggaraan pameran hasil

produk KUMKM 3.Jasa konsultasi oleh BDS-

P/LPB kepada KUMKM 4. Desain industri

5.Bantuan pengurusan HAKI

No Variabel Definisi Indikator Penguk uran 4 Pemberdayaan

Usaha Skala Mikro (X4)

Program pemerintah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang bergerak dalam kegiatan usaha ekonomi berskala mikro disektor informal sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

1.Bantuan proses untuk mengakses kredit perbankan 2.Pendampingan usaha mikro 3.Bantuan perkuatan

4.Perlindungan hukum KUMKM yang di PERDA-kan Likert 5 Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi (X5)

Program pemerintah untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan organisasi koperasi agar koperasi mampu tumbuh dan berkembang secara sehat dengan jati dirinya.

1. Kesesuaian sistem

pengklasifikasian Koperasi 2. Sistem Audit Dinasi Koperasi

dan UKM

Likert

6 Perkembangan KUMKM (Y)

Meningkatnya koperasi dan UMKM yang ditandai dengan meningkatnya jumlah anggota, volume usaha, modal, SHU, jumlah UKM dan jumlah tenaga kerja.

1. Peningkatan jumlah koperasi 2. Peningkatan Jumlah UMKM 3. Peningkatan Jumlah Tenaga

Kerja

4. Peningkatan volume usaha KUMKM

5. Peningkatan Modal 6. Peningkatan SHU

Likert

III.6.3 Model Analisis Data Hipotesis Pertama

H ipot e sis Pe rt a m a da la m pe ne lit ia n ini, ya it u :

H0 : b1 , b2 , b3 , b4 , b5 , = 0 (Penciptaan Iklim Usaha K U M K M, Pengembangan

Sistim Pendukung Usaha K U M K M , Pengembangan

Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi tidak berpengaruh terhadap perkembangan KUMKM).

Ha : b1 , b2 , b3 , b4 , b5 , 0 (Penciptaan Iklim Usaha K U M K M, Pengembangan

Sistim Pendukung Usaha K U M K M , Pengembangan

Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi berpengaruh terhadap perkembangan KUMKM).

Alat uji statistik yang dipergunakan untuk menganalisis hipotesis pertama

dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda (Multiple Regression

Analysis) untuk menguji variabel bebas (Penciptaan Iklim Usaha KUMKM,

Pengembangan Sistim Pendukung Usaha KUMKM, Pengembangan Kewirausahaan

dan Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi) terhadap variabel terikat (perkembangan KUMKM). Analisis regresi linier berganda dipergunakan dalam penelitian ini karena variabel terikat yang dicari dipengaruhi oleh lebih dari sattu variabel bebas atau variabel penjelas.

Model persamaan regresi linier berganda:

Y = b0+B1X1+ B2X2+ B3X3+ B4X4+ B5X5+ e

di mana: Y = Perkembangan KUMKM

b0 = intersep atau konstanta

b1, b2, b3, b4, b5 = koefisien regresi variabel X

X2 = Pengembangan Sistem Pendukung Usaha KUMKM

X3 = Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan

Kompetitif

X4 = Pemberdayaan Usaha Skala Mikro

X5 = Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi

e = error atau disturbance

Pengujian hipotesis sebagai berikut: 1. Uji Simultan (uji-F)

Uji F dilakukan untuk melihat secara bersama-sama apakah ada pengaruh dari

variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) yaitu Penciptaan Iklim Usaha KUMKM,

Pengembangan Sistim Pendukung Usaha KUMKM, Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi terhadap perkembangan KUMKM yang merupakan variabel terikat.

M ode l hipot e sis ya ng diguna k a n da la m uji F ini a da la h: H0 : b1 , b2 , b3 , b4 , b5 , = 0 (Penciptaan Iklim Usaha K U M K M, Pengembangan

Sistim Pendukung Usaha K U M K M , Pengembangan

Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap perkembangan KUMKM).

Ha : b1 , b2 , b3 , b4 , b5 , 0 (Penciptaan Iklim Usaha K U M K M, Pengembangan

Sistim Pendukung Usaha K U M K M , Pengembangan

Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap perkembangan KUMKM.

Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel dengan kriteria pengambilan

keputusan yaitu:

H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada = 5%.

H0 ditolak (Ha diterima) jika Fhitung > Ftabel pada = 5%.

2. Uji t (Uji Secara Parsial)

Uji t bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh dari variabel

bebas, yaiu variabel Penciptaan Iklim Usaha K U M K M (X1), Pengembangan Sistim

Pendukung Usaha K U M K M (X2), Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan

Kompetitif (X3), Pemberdayaan Usaha Skala Mikro (X4), dan Peningkatan Kualitas

Kelembagaan Koperasi (X5) terhadap variabel Perkembangan KUMKM (Y).

H0 : bi = 0 (Penciptaan Iklim Usaha K U M K M, Pengembangan Sistim

Pendukung Usaha K U M K M , Pengembangan Kewirausahaan dan

Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi secara parsial tidak

berpengaruh terhadap perkembangan KUMKM).

Ha : bi 0 (Penciptaan Iklim Usaha K U M K M, Pengembangan Sistim

Pendukung Usaha K U M K M , Pengembangan Kewirausahaan dan

Keunggulan Kompetitif, Pemberdayaan Usaha Skala Mikro, dan Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi secara parsial berpengaruh terhadap perkembangan KUMKM

Nilai thitung dibandingkan dengan nilai ttabel. Kriteria pengambilan keputusan:

H0 diterima jika -thitung ≤ thitung≤ ttabel pada = 5%.

H0 ditolak (Ha diterima) jika thitung < -ttabel atau thitung > ttabel pada = 5%.

Dokumen terkait