TINJAUAN OBYEK PERANCANGAN
2.1.3 Studi Kasus
2.1.3.1 Honda Surabaya Center (HSC)
Honda Surabaya Center adalah salah satu pusat cabang dealler Honda yang berlokasi di pusat kota Surabaya. Honda Surabaya Center (HSC) berada di jalan Jendral Basuki Rahmat No. 33–37 Surabaya 60271 lokasi tersebut merupakan wilayah perdagangan dan jasa. Bangunan ini menempati area seluas ±3500 m2dengan total luas bangunan ± 5300 m2. Untuk surat hasil survey studi kasus dapat dilihat pada lampiran III.
Fasilitas yang disediakan :
Fasilitas pelayanan Honda Surabaya Center ini dikelompokkan dalam 2 divisi, yaitu divisi penjualan dan divisi perawatan kendaraan. Secara rinci fasilitas yang ada meliputi penjualan kendaraan merek Honda dalam berbagai jenis, servis kendaraan dan modifikasi. Secara rinci pelayanan tersebut adalah sebagai berikut : o Penjualan
o Fasilitas Penunjang :
Ruang tunggu dan area bermain anak. o Perawatan ( servis ) :
Meliputi servis berkala ( Tune Up ), overhoul, understtel, sporing, balancing. o Modifikasi :
Meliputi modifikasi mesin, eksterior, interior, audio, salon mobil, aksesoris, body
repair dan body paint.
Tampilan bangunan
Tampilan bangunan bergaya arsitektur modern yang didominasi oleh material kaca dan besi, yang pengaplikasianya terlihat pada eksterior dan interior bangunan. Bila kita masuk area tersebut yang kita lihat pertama adalah suatu tampilan yang kontras dengan tampilan global bangunan, yaitu suatu permainan bentuk dinamis pada sudut pertemuan antara dua sisi bidang massif, yaitu bentukan kerucut terbalik yang didominasi material kaca yang memperlihatkan area ruang dalam serta aktifitas dalam bangunan.
Gambar.2.16 Interior bangunan HSC Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Bengkel Honda Surabaya Center (HSC)
Bangunan Honda Surabaya Center ini juga didukung dengan area bengkel seluas 860 m2, yang memiliki 16 stall dan didukung peralatan modern yang telah terkomputerisasi. Selain itu juga ditunjang oleh montir dengan standar dari Jepang. Untuk ruang suku cadang dan peralatan berada dalam satu zona, sehingga dapat memudahkan dalam aktivitas bengkel tersebut.
Pada gambar dibawah, ruang bengkel di Honda Surabaya Center (HSC) menggunakan teknisi yang ahli dalam bidangnya, begitu pula dengan peralatan bengkel yang menggunakan sistem hydrolies yang digunakan untuk menaikkan mobil yang akan mengerjakan proses service. Peralatan yang digunakan banyak yang menggunakan tekanan angin, sehingga tidak memakan banyak ruang untuk aktifitas bengkel tersebut.
Gambar.2.17 Interior ruang perbaikan (bengkel) dan ruang suku cadang Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Gambar.2.18 Bengkel HSC
Struktur bangunan
Struktur bangunan ini menggunakan perpaduan antara rangka beton dan rangka baja, rangka beton digunakan untuk kekokohan bangunan sedangkan struktur rangka baja untuk menampilkan gaya arsitektur modern yang memberikan karakter tersendiri bagi bangunan Honda Surabaya Center.
Untuk penyelesaian struktur bangunan disesuaikan dengan gaya arsitekturnya yang digunakan dalam mendesain bangunan, yaitu arsitektur modern ini terlihat pada tampilan seluruh bangunan yaitu menggunakan material-material pabrikasi yang diolah serta ditampilkan apa adanya. Pada kolom-kolom beton penyangga struktur dilapisi oleh aluminium panel dengan beberapa jenis tekstur menyerupai lempengan-lempengan besi, sedangkan pada entrance bangunan rangka baja diperlihatkan tanpa penutup. Kolom beton dilapisi aluminium panel untuk menciptakan kesatuan antara eksterior dan interior.
Gambar. 2.19 Struktur kolom bangunan HSC Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Suasana Interior
Interior bangunan berdesain arsitektur modern minimalis. Pada ruang- ruang publik penciptaan ruang serta sirkulasi tidak menggunakan dinding-dinding masif melainkan menggunakan perabot-perabot yang ditata dalam berbagai pola fasilitas penunjang bagi pengunjung sebagai efisiensi penggunaan struktur. Penciptaan ruang-ruang dalam interior menggunakan perabot sebagai pembatas antar ruang dan pembedaan fungsi ruang.
Gambar.2.20 Interior Ruang tunggu dan Ruang antrian Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Alur sirkulasi
Sumber : Hasil pengamatan lapangan
Diagram 2.1Sirkulasi dan aktifitas showroom Sumber: hasil pengamatan lapangan (2012)
Kantor Main Hall Kantor
Parkir pengelola Entrance Pulang Datang Bagian pemasaran Showroom Ruang Tunggu Receptionies Main Hall Parkir Entrance Datang Pulang R. Tunggu R. Tunggu Ruang Service Suku Cadang
Diagram 2.2 Sirkulasi dan aktifitas pengelola Sumber: hasil pengamatan lapangan (2012)
Tune Up Onderdill
Bengkel No Ok
Parkir
Keluar
Service advisor R. tunggu
Pembayaran First stop Entrance Bengkel R.Ganti/Loker Shower Check clock Parkir karyawan Entrance Datang Pulang
Diagram 2.3 Sirkulasi dan aktifitas kendaraan ke bengkel Sumber: hasil pengamatan lapangan (2012)
Diagram 2.4 Sirkulasi dan aktifitas karyawan khusus bengkel Sumber: hasil pengamatan lapangan (2012)
Final inspection & Test Drive
Pre delivery check Loading dock Main Entrance Gudang stock Showroom Pembeli Keluar
Diagram 2.5 Sirkulasi dan aktifitas kendaraan baru Sumber: hasil pengamatan lapangan (2012)
2.1.3.2 BDM (Bengkel Damar Modifikasi)
Gambar.2.21 BDM (Bengkel Damar Modifikasi) ( Sumber : hasil pengamatan lapangan,2012 )
Bengkel damar modifikasi adalah salah satu bengkel modifikasi yang terletak pada pedesaan dengan memiliki ruang tidak begitu besar, didirikan sejak tahun1987. Bengkel ini berada di Desa Picisan, Tulungagung memiliki luas lahan ± 2300 m2. Bengkel damar modifikasi mobil ini tidak begitu memperhatikan bentuk bangunan, sehingga kondisi bangunan pada bengkel tersebut sangatlah sederhana.
Gambar.2.22 Mobil Taft GT 4x2 1989 dimodifikasi Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Pada bengkel modifikasi mobil ini yang sedang merestorasi Taft GT 4x2 tahun 1989. Meski kondisi terlihat masih bagus namun kondisi mobil tersebut banyak kekroposan sana-sini pada bodinya.
Gambar.2.23 Proses pembongkaran bodi mobil Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Untuk proses awal rangka dengan bodinya dipisahkan untuk memperbaiki bodi-bodi yang kropos. Chasis pada mobil Taft ini dibersihkan semua dan karet-karet akan diganti semua sehingga nantinya akan terasa baru lagi. Untuk mesin hanya akan diganti packing-packing yang bocor saja.
Gambar.2.24 Proses pemisahan bodi dengan rangka mobil Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Mengenai Restorasi mobil Taft ini akan dimodifikasi sedikit pada bagian spakbornya dengan menghilangkan penutup plastiknya menjadi paten dengan bodi dan dibuatkan dengan pelat kemudian akan dicat warna putih metalik.
Gambar.2.25 Setelah bodi dengan rangka mobil terpisah Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Setelah bodi dipisahkan dari rangka dan kelihatan semua keroposnya, banyak bekas penambalan-penambalan pada bodi yang hanya ditutup menggunakan seng saja tanpa ada pengelasan, jadi bodi tampak retak-retak.
Gambar.2.26 Proses perbaikan bodi yang keropos Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Proses perbaikan bodi yang keropos di kerjakan dengan menggunakan bahan seng yang kemudian di las. Untuk melakukan proses pengelasan harus teliti supaya air tidak dapat masuk dan mengalami kekroposan kembali pada bodi-bodi mobil.
Setelah proses perbaikan pada bagian-bagian bodi mobil yang kropos dikerjakan dan kemudian mengerjakan proses pengecatan pada rangka mobil. Supaya hasil lebih maksimal pada proses pengecatan difinishing menggunakan pernis untuk menjaga kualitas cat mobil.
Gambar.2.28 Pemasangan mesin pada rangka mobil Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Pemasangan mesin mobil dikerjakan setelah semua proses perbaikan rangka mobil sudah selesai dikerjakan termasuk proses pengecatan pada kerangka mobil. Sedangkan pada mesin hanya mengganti paking-paking mesin yang sudah bocor.
Gambar.2.29 Proses pengemalan spakbor Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Untuk pengelasan bodi yang keropos sudah selesai dikerjakan, kemudian ngerjakan proses pengemalan untuk spakbor pintu mobil yang masih dalam rancangan yang akan di las paten.
Gambar.2.30 Proses pengguntingan seng untuk spakbor Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Setelah seng sudah di mal sesuai dengan bentuk dan ukuran yang sudah ditentukan, kemudian dilakukan proses pemotongan yang sesuai dengan bentuk mal-malannya yang sudah dibikin.
Setelah proses pembuatan spakbor dikerjakan kemudian hasilnya dipasang pada pintu mobil. Hasil dari spakbor tersebut kemudian di las paten dengan langsung menempal pada bodi dengan tujuan untuk menghindari sisa-sisa air sehingga mencegah keropos.
Gambar.2.31 Proses pemasangan spakbor Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Gambar.2.32 Hasil akhir mobil Taft Sumber : hasil pengamatan lapangan (2012)
Setelah mengalami beberapa proses pengerjaan mobil Taft sehingga dapat menghadirkan suatu bentuk mobil off roader dengan ciri-ciri khusus yang menggunakan ban besar dengan menggunakan batikan yang kotak-kotak untuk menyesuaikan kondisi medan yang akan ditempuhnya.