• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2. Hubungan Antar Variabel

Tabel 4.2.1 Hubungan Antar Usia Dengan Diagnosa

Non glaucoma adalah semua akseptor kontrasepsi oral yang tidak menderita glaukoma dan penderita hipertensi okuli. Glaukoma adalah semua akseptor kontrasepsi oral yang menderita Normo Tension Glaucoma, Glaukoma Unilateral, dan Glaukoma Bilateral.

Pada tabel 4.2.1 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan usia 17 – 25 tahun yang tidak glaukoma sebanyak 3 orang (100,0%) dan subjek yang menderita glaukoma tidak dijumpai pada penelitian ini. Subjek penelitian dengan usia 26 – 35 tahun yang tidak glaukoma sebanyak 43 orang (76,8%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 13 orang (2,2%). Subjek penelitian dengan usia 36 – 45 tahun yang tidak glaukoma sebanyak 9 orang (52,9%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 8 orang (47,1%). Subjek penelitian dengan usia 46 – 55 tahun yang tidak glaukoma tidak glaukoma tidak dijumpai pada penelitian ini, dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 1 orang (100%).

Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,062, dimana menunjukkan tidak ada hubungan secara statistik antara usia dengan terjadinya glaukoma.

Usia

Tabel 4.2.2 Hubungan Antar Lama Pemakaian Kontrasepsi Oral Dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.2 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan lama pemakaian kontrasepsi oral 3 – 5 tahun yang tidak glaukoma sebanyak 41 orang (82,0%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 9 orang (18,0%). Subjek penelitian dengan lama pemakaian kontrasepsi oral 6 – 9 tahun yang tidak glaukoma sebanyak 13 orang (59,1%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 9 orang (40,9%). Subjek penelitian dengan lama pemakaian kontrasepsi oral ≥ 10 tahun yang tidak glaukoma sebanyak 1 orang (20,0%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 4 orang (80,0%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara lama pemakaian kontrasepsi oral dengan terjadinya glaukoma.

Tabel 4.2.3 Hubungan VOD dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.3 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan VOD yang normal yang tidak glaukoma sebanyak 13 orang (86,7%) dan subjek yang

Lama Pemakaian Kontrasepsi Oral

Diagnosa Jumlah p.

Non Glaucoma Glaucoma

n % n % n %

menderita glaukoma sebanyak 2 orang (13,3%). Subjek penelitian dengan VOD yang hampir normal yang tidak glaukoma sebanyak 25 orang (89,3%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 3 orang (10,7%). Subjek penelitian dengan VOD dengan low vision sedang yang tidak glaukoma sebanyak 17 orang (60,7%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 11 orang (39,9%). Subjek penelitian dengan VOD dengan low vision berat yang tidak glaukoma tidak dijumpai pada penelitian ini dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 6 orang (100,0%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,0001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara visus mata kanan dengan terjadinya glaukoma.

Tabel 4.2.4 Hubungan VOS dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.4 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan VOS yang normal yang tidak glaukoma sebanyak 9 orang (90,0%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 1 orang (10,0%). Subjek penelitian dengan VOS yang hampir normal yang tidak glaukoma sebanyak 31 orang (93,9%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 2 orang (6,1%). Subjek penelitian dengan VOS dengan low vision sedang yang tidak glaukoma sebanyak 14 orang (56,0%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 11 orang (44,0%). Subjek penelitian dengan VOS dengan low vision berat yang tidak glaukoma sebanyak 1 orang (11,1%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 8 orang (88,9%).

Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,0001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara visus mata kiri dengan terjadinya glaukoma.

VOS

Tabel 4.2.5 Hubungan TIOD dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.5 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan normal TIOD yang tidak glaukoma sebanyak 50 orang (86,2%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 8 orang (13,8%). Subjek penelitian dengan peningkatan TIOD yang tidak glaukoma sebanyak 5 orang (26,7%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 14 orang (73,7%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,0001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara TIOD dengan terjadinya glaukoma.

Tabel 4.2.6 Hubungan TIOS dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.6 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan normal TIOS yang tidak glaukoma sebanyak 53 orang (88,3%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 11 orang (11,7%). Subjek penelitian dengan peningkatan TIOS yang tidak glaukoma sebanyak 2 orang (11,8%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 15 orang (88,2%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,0001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara TIOS dengan terjadinya glaukoma.

TIOD Diagnosa Jumlah p.

Non Glaucoma Glaucoma

n % n % n %

0,0001*

Normal 50 86,2 8 13,8 58 100,0

Meningkat 5 26,7 14 73,7 19 100,0

Total 55 71,4 22 28,6 77 100,0

TIOS Diagnosa Jumlah p.

Non Glaucoma Glaucoma

n % n % n %

0,0001*

Normal 53 88,3 7 11,7 60 100,0

Meningkat 2 11,8 15 88,2 17 100,0

Total 55 71,4 22 28,6 77 100,0

Tabel 4.2.7 Hubungan CDR OD dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.7 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan diameter CDR OD 0,1 – 0,4 mm yang tidak glaukoma sebanyak 22 orang (71,0%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 9 orang (29,0%). Subjek penelitian dengan diameter CDR OD 0,5 – 0,6 mm yang tidak glaukoma sebanyak 24 orang (92,3%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 2 orang (7,7%).

Subjek penelitian dengan diameter CDR OD > 0,6 mm yang tidak glaukoma sebanyak 9 orang (45,0%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 11 orang (55,0%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,002, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara diameter CDR OD dengan terjadinya glaukoma.

4.2.8. Tabel Hubungan CDR OS Dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.8 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan diameter CDR OS 0,1 – 0,4 mm yang tidak glaukoma sebanyak 24 orang (88,9%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 3 orang (11,1%). Subjek penelitian dengan diameter CDR OS 0,5 – 0,6 mm yang tidak glaukoma sebanyak 23 orang (79,3%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 6 orang

CDR OD

Diagnosa Jumlah p.

Non Glaucoma Glaucoma

n % n % n %

Non Glaucoma Glaucoma

n % n % n %

(27,7%). Subjek penelitian dengan diameter CDR OS > 0,6 mm yang tidak glaukoma sebanyak 8 orang (38,1%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 13 orang (61,9%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,0001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara diameter CDR OS dengan terjadinya glaukoma.

Tabel 4.2.9 Hubungan RNFL OD dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.9 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan normal RNFL OD yang tidak glaukoma sebanyak 54 orang (85,7%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 9 orang (14,3%). Subjek penelitian dengan borderline RNFL OD yang tidak glaukoma sebanyak 1 orang (16,7%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 5 orang (83,3%). Subjek penelitian dengan outside normal RNFL OD yang tidak glaukoma tidak dijumpai pada penelitian ini dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 8 orang (100,0%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,0001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara perubahan RNFL OD dengan terjadinya glaukoma.

RNFL OD

Diagnosa Jumlah p.

Non Glaucoma Glaucoma

n % n % N %

0,0001*

Normal 54 85,7 9 14,3 63 100,0

Borderline 1 16,7 5 83,3 6 100,0

Outside Normal 0 0,0 8 100,0 8 100,0

Total 55 71,4 22 28,6 77 100,0

4.2.10. Tabel Hubungan RNFL OS Dengan Diagnosa

Pada tabel 4.2.10 diatas mejelaskan bahwa subjek penelitian dengan normal RNFL OS yang tidak glaukoma sebanyak 53 orang (88,3%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 7 orang (11,7%). Subjek penelitian dengan borderline RNFL OD yang tidak glaukoma sebanyak 2 orang (40,0%) dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 3 orang (60,0%). Subjek penelitian dengan outside normal RNFL OD yang tidak glaukoma tidak dijumpai pada penelitian ini dan subjek yang menderita glaukoma sebanyak 12 orang (100,0%). Dari hasil uji chi – square didapatkan p = 0,0001, dimana menunjukkan ada hubungan secara statistik antara perubahan RNFL OS dengan terjadinya glaukoma.

Dokumen terkait