• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

B. Hubungan Kapitalisme dan Kekerabatan dalam

Bone

Dalam penelitian ini, telah dikemukakan bahwa kapitalisme adalah sebuah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan perekonomian. Seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya.

Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar besarnya. Sedangkan sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial. Meyer Fortes mengemukakan bahwa sistem kekerabatan suatu masyarakat dapat dipergunakan untuk menggambarkan struktur sosial dari masyarakat yang bersangkutan. Kekerabatan adalah unit-unit sosial yang terdiri dari beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan. Anggota kekerabatan terdiri atas ayah, ibu, anak, menantu, cucu, kakak, adik, paman, bibi, kakek, nenek dan seterusnya.

Struktur-struktur kekerabatan mencakup kekeluargaan dan bentuk kelompok yang merupakan perluasan keluarga seperti suku atau klen. Ikatan diantara orang yang bukan kerabat melahirkan banyak macam bentuk pengelompokan mulai dari “persaudaraan sedarah” sampai persahabatan semacam

“perkumpulan”. Umur dan ikatan yang terbentuk karena keinginan sendiri termasuk kedalam kategori bukan kerabat. Kekerabatan atau kekeluargaan merupakan hubungan antara manusia yang memiliki asal usul silsilah yang sama, baik melalui keturunan biologis sosial maupun budaya. Namun, dalam penelitian ini kita fokus dalam membahas mengenai ikatan kekeluargaan antar petani dan tolong menolong yang terjadi diantara para petani desa Ulubalang kecamatan Salomekko' kabupaten Bone

1. Ikatan Kekeluargaan Petani

Ikatan kekeluargaan petani adalah salah satu hal yang masih terpelihara dengan baik yang hidup di tatanan pedesaan. Berdasarkan hasil wawancara bahwa ada ikatan kekerabatan yang sangat terpelihara di masyarakat Desa Ulubalang Kecamatan Salomekko' Kabupaten Bone.

Diantara adalah ikatan kontrol sosial dan ikatan gotong royong. Ikatan yang seperti inilah yang sangat memberikan pengaruh positif bagi warga masyarakat. Hal tersebut telah dikemukakan oleh Ansar (42 tahun) bahwa:

"di Desa Ulubalang ini bentuk ikatan kekeluargaan itu biasanya terjadi pada ikatan kontrol sosial, ikatan gotong-royong, ikatan ini merupakan ikatan kekeluargaan sedang atau masih terpelihara di dalam masyarakat di Desa Ulubalang. Hal ini selain berasal dari keturunan masyarakat itu sendiri dan juga sangatlah berdampak terhadap masyarakat Desa Ulubalang".

Pernyataan di atas juga senada yang telah dikemukakan juga oleh salah seorang warga yakni Muh. Katenni (31 tahun) yaitu:

" kalau menurut bapak sendiri dampak yang terjadi pada ikatan-ikatan kekeluargaan itu sebenarnya dapat kita lihat dua hal yang biasa terjadi.

Itu terkadang ada hal-hal yang bersifat berdampak positif dan ada pula juga berdampak negatif. Namun ya...dampak positif mayoritas terjadi dan lebih nampak diantaranya adalah hubungan silaturahim antar warga sangatlah tinggi jika di lihat dari sosialnya yang selama ini nampak dalam kehidupan masyarakat".

Dari kedua pernyataan di atas telah menunjukkan bahwa di Desa Ulubalang Kecamatan Salomekko' Kabupaten Bone memiliki ikatan kekerabatan yang sangat baik yang tentunya berdampak pada kehidupan sosial dalam masyarakat. Namun demikian, ini tidak lepas dari ikatan kekerabatan akibat dari hubungan darah dan status perkawinan. Hal, tersebut sesuai yang dikemukakan dalam kajian sebelumnya oleh Chony dalam Ali Imron (2005:27) bahwa “Sistem kekerabatan dijelaskan bukan hanya saja karena adanya ikatan perkawinan atau karena adanya hubungan keluarga, tetapi karena adanya hubungan darah”. Selain itu Chony juga mengungkapkan bahwa kunci pokok sistem perkawinan adalah kelompok keturunan atau linege dan garis keturunan atau descent. Anggota kelompok keturunan saling berkaitan karena mempunyai nenek moyang yang sama. Kelompok keturunan ini dapat bersifat patrilineal atau matrilineal. Menurut Keesing dalam Ali Imron (2005:27) “Sistem kekerabatan adalah hubungan berdasarkan pada model hubungan yang dipandang ada antara seorang ayah dengan anak serta antara seorang ibu dengan anak”. Dari faktor inilah yang menyebabkan

masyarakat desa Ulubalang masih terjalin dengan baik sistem kekerabatannya hingga sekarang.

Dari beberapa definisi kekerabatan, dapat disimpulkan bahwa sistem kekerabatan merupakan bagian yang sangat penting dalam struktur sosial, yang merupakan sebuah jaringan hubungan kompleks berdasarkan hubungan darah atau perkawinan. Berdasarkan hubungan darah dapat diambil pengertian bahwa seseorang dinyatakan sebagai kerabat bila memiliki pertalian atau ikatan darah dengan seseorang lainnya.

Namun jika dihubungkan dengan kapitalisme, maka ternyata warga di Desa Ulubalang Kecamatan Salomekko' Kabupaten Bone walaupun telah mengalami perubahan teknologi, perubahan pasar, dan akumulasi modal yang bagus masih tetap terjalin ikatan kekerabatan dengan baik. Bahkan dengan kebebasan penuh seseorang melaksanakan perekonomian, justru dimanfaatkan untuk tetap mempertahankan ikatan kekerabatannya dalam hal ini tetap masih terpelihara sampai sekarang.

2. Tolong Menolong antar Petani

Tolong menolong merupakan kewajiban bagi setiap manusia, dengan tolong menolong kita akan dapat membantu orang lain dan jika kita perlu bantuan tentunya orang pun akan menolong kita. Dengan tolong menolong kita akan dapat membina hubungan baik dengan semua orang. Dengan tolong menolong kita dapat memupuk rasa kasih sayang antar tetangga, antar teman, antar rekan kerja. Singkat kata tolong menolong adalah sifat hidup bagi setiap orang.

Dengan menolong orang lain kita akan mendapatkan kepuasan yang amat sangat, kebahagiaan yang tak terkira, juga ada rasa bahwa kita ini ada dan diperlukan oleh orang lain. Rasa bahwa kita ini berguna bagi orang lain.

Kita sering heran pada orang yang mampu untuk menolong seseorang tetapi tidak mau melakukannya, banyak orang kaya yang tidak mau memberi sebagian hartanya untuk orang miskin, banyak orang pintar yang tidak mau mengajarkan saudaranya yang bodoh, bahkan sebaliknya banyak orang kaya yang menipu orang miskin, banyak orang pintar membohongi orang bodoh demi keuntungan pribadinya. Dengan menolong orang lain sebenarnya kita menolong diri sendiri, itu yang kita yakini dalam agama kita, jadi janganlah sungkan menolong orang lain. Dengan menolong orang lain hidup kita akan terasa bermakna, jauh dari kehampaan hidup. Banyak orang yang sekarang ini merasa hampa, karena sudah dikuasai cara hidup individualistis.

Dalam penelitian ini, Ikatan tolong menolong antara warga desa Ulubalang kecamatan Salomekko' kabupaten Bone masih terjalin dengan baik.

Bentuk tolong-menolong tersebut ternyata sangatlah banyak, diantaranya seperti yang telah dikemukakan oleh Amran (38 tahun) bahwa:

" ya....bentuk tolong menolong yang biasa kami lakukan adalah mulai dari tolong menolong penggarapan sawah dalam pengolahan lahan, proses panen hasil, dan biasa kami lakukan pembangunan rumah dan irigasi.

Namun bukan cuman ini saja akan tetapi masih banyak hal-hal yang lain seperti pada proses pembangunan jalan tani".

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa di desa Ulubalang kkecamatan Salomekko' kabupaten Bone, menjalin ikatan tolong menolong mulai dari penggarapan sawah sampai panenpun juga seperti itu. Juga memberikan

informasi bahwa, selain hal tersebut juga terjalin pada saat proses pembangunan jalan-jalan tani yang tentunya mempermudah akses ke perkebunan. Dengan terjalinnya ikatan ini, telah membawa dampak pada masyarakat sesuai yang telah dikemukakan juga oleh salah seorang warga yakni Petta Masse (49 tahun) yaitu:

kalau di tanya mengenai kehidupan masyarakat dengan rasa tolong menolong banyak hal yang memang berubah dan dapat di rasakan secara umum. Seperti pengolahan lahan, proses penanaman, irigasi, maka masyarakat lebih ringan dan membutuhkan tenaga yang banyak, dan waktu yang lama. Begitu pula pembangunan jalan tani secara tolong menolong masyarakat Desa Ulubalang sampai saat ini terjalin, namun perlu kita pahami harus kita pertahankan dan kita bina demi kehidupan masyarakat sekarang dan akan datang".

Dari pernyataan di atas telah menunjukkan bahwa di Desa Ulubalang Kecamatan Salomekko' Kabupaten Bone memiliki memiliki ikatan tolong-menolong yang sangat berdampak pada kehidupan sosial dalam masyarakat.

Namun demikian, ini tidak lepas dari bagaimana masyarakat menjalin ikatan kekerabatan tersebut.

BAB VI

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian pada bab IV, maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa::

1. Faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial pada masyarakat tani di desa Ulubalang kecamatan Salomekko kabupaten Bone adalah dengan adanya perubahan teknologi, perubahan pasar dan penambahan lahan. Hal tersebut telah memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat yang secara umum telah memberikan perubahan sosial masyarakat yang dilengkapi dengan kuatnya ikatan kekerabatan masyarakat. Dengan perubahan teknologi masyarakat lebih mudah dalam pengolahan lahan dan hasil panenpun lebih baik dan dengan adanya perubahan pasar serta lahan maka ini bisa menjadi investasi atau dapat menyebabkan akumulasi modal bagi masyarakat.

2. Hubungan kapitalisme dan kekerabatan dalam perubahan sosial pada masyarakat tani di desa Ulubalang kecamatan Salomekko kabupaten Bone adalah kebebasan dalam perekonomian dimanfaatkan warga masyarakat untuk mempertahankan ikatan-ikatan kontrol sosial yang mana masyarakat saling memahami antara masyarakat yang lain, ikatan tolong menolong yang sangat berpengaruh positif pada masyarakat. Selain itu, hubungan silaturrahim antara masyarakat sangatlah baik disebabkan hubungan kekerabatan tersebut.

87

B. Saran

Adapun saran kami sebagai peneliti adalah:

1. Untuk masyarakat pada umumnya, saya selaku peneliti mengharapkan kepada masyarakat bahwa dengan adanya perubahan sosial supaya tidak dapat merusak ikatan-ikatan kekeluargaan dan selalu mempertahankan ikatan tolong menolong antara sesama.

2. Untuk peneluti selanjutnya, saya berharap kepada peneliti selanjutnya supaya memperhatikan informan dengan baik sebelum melalukan wawancara sehingga informasi yang diperoleh valid.

DAFTAR PUSTAKA

Alam, S & Henry, H. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMK dan MAK Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Tanudirjo, Daud Aris. 1993. Sejarah Perkembangan Budaya di Dunia dan di Indonesia.Yogyakarta:Widya Utama.

Arnia Ayu, 2014. Teori struktural funsional.http://www.kompasiana.com. Di akses 19 juni 2016

Burhan Bungin, Sosiologi Komunikasi; Teori, Paradigma, dan Diskursus TeknologiKomunikasi di Masyarakat, Kencana Prenada Media, Jakarta, 2007.

Bagja, waluya. 2007. Sosiologi menyelami fenomena sosial di masyarakat untuk Kelas XII. Bandung : PT Setia Purna Inves.

Bishop, C. E. dan W. D. Toussaint. (1979). Pengantar Analisa Ekonomi Pertanian.Jakarta: Penerbit Mutiara.

Dumairy. (1996). Perekonomian Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Giddens, Anthony, dkk. 2009. Sosiologi Sejarah dan Berbagai Pemikirannya.

Yogyakarta : Kreasi Wacana.

Gumgum Gumilar. 2001. Teori Perubahan Sosial. Unikom. Yogyakarta.

Husanah, Neni Nurmayanti, 2008. Persiapan UN Sosiologi SMA/MA. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Saraswati, Mila; Wadaningsih, Ida. 2008. Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas IX. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Martono, N (2012). Sosiologi Perubahan Sosial: Perpektif Klasik, Modern, postmodern, dan Poskolonial. Jakarta: PT Raharja Grafindo Persada . Mubyarto. (1983). Politik Pertanian dan Pembangunan Pedesaan. Jakarta:

Penerbit Sinar Harapan.

Nudianto.(2009).Pertanian Nasional (http://www.Deptan.go.id/infoeksekutif/ tan /EIS-R3/padi-nasional.htm, diakses 14 januari 2016)

89

Salman, D., 2012. Sosiologi Desa: Revolusi Senyap dan Tarian Kompleksitas.

Makassar: Ininnawa.

Nekmono, R.tt.1988. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia.Jakarta:Kanisius Soewinto, dkk. Sosiologi Kelas X Semester Ganjil. Solo : Trijaya Utama.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.

Sugihen, Bahrein T. 1994. Sosiolog Pedesaan. Jakarta : Rajawali Pers.

Suyanto, 2002. Merefleksikan Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Kompas, 17 Desember 2002, hal. 5.

Soekanto, Soejono.(2012).Sosiologi suatu pengantar.Jakarta:PT Rajagrafindo persada.

Syani,Abdul.(1994).sosiologi (sistematika,teori dan terapan).Jakarta : Bumi Aksara.

Saraswati, Mila; Wadaningsih, Ida. 2008. Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial Untuk Kelas IX. Bandung : Grafindo Media Pratama.

Scott,J.C.,1976. The Moral Economy of the Peasant. New Haven: Yalle University press.

Salman, D. 1993. Perkembangan Organisasi Produksi dan Mobilitas Okupsi pada Masyarakat industri perahu di Sulawes Selatan.Tesis. Bogor:PPs-IPB.

Veeger, Karel J, dkk. 1997. Pengantar Sosiologi. Jakarta : Victory Jaya Abadi.

Waluya, Bagja. Sosiologi 3. 2009. Menyelami Fenomena Sosial di Masyarakat Untuk Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Depdiknas.

Zulkarimein Nasution, Sosiologi Komunikasi Massa, Universitas Terbuka, Jakarta,2003.

2015.Pengertian Stratifikasi Sosial dan faktor penyebapnya http://www.pengertianku.net.blongspot.com.diakses 19 juni 2016.

85

berlokasi di Kabupaten Bone. Pelaksanaan kegiatan penelitian direncanakan dengan jadwal sebagai berikut:

No Jenis Kegiatan Tahun 2016 Tahun

2017 Ket

86

8 Muh. Katenni L 31 Petani

9 Petta Masse L 49 Petani

10 Amran L 38 Petani

11 Karang L 50 Pedagang

12 Haeril, SE., M.Si. L 36 Kepala Desa

13 Andi Palesangi,

Sos.,MM. L 47 Tokoh Adat

14 A. Jamaluddin Petta

Geso, S.Pd. L 72 Petani

15 Puang Kita L 78 Petani

16 Andi herman S.Sos L 50 PNS

17 Nakire L 66 Pedagang

18 Arinang L 30 Petani

19 Haeruddin L 54 Pedagang

20 Hete L 68 Petani

21 Baharuddin L 55 Petani

87

25 Macon L 47 Pengusaha

26 Moling L 54 Pedagang

27 Risna P 28 Pegawai

28 Pole P 44 Petani

29 Andi Muharram Petta

Mala L 68 Petani

30 Andirman R. Rapi A.

Pallemai L 40 Petani

87

1. Nama :

2. Umur :

3. Pendidikan : 4. Pekerjaan :

B. Daftar pertanyaan:

1. Bagaimana bentuk perubahan teknologi yang terjadi?

2. Bagaimana kehidupan sosial para petani yang terjadi setelah perubahan teknologi?

3. Hal apa saja yang berubah dalam kehidupan pasar?

4. Bagaimana kehidupan para pedagang saat ini?

5. Seperti apa kehidupan sosial para petani yang memiliki pertambahan lahan?

6. Apa saja bentuk investasi para petani dan prosesnya dalam menjalankannya?

7. Bagaimana bentuk ikatan kekeluargaan para petani?

8. Apa dampak yang terjadi dengan ikatan-ikatan tersebut?

9. Bagaimana bentuk tolong-menolong yang terjadi?

10. Hal apa yang berubah dalam kehidupan masyarakat dengan terjaganya rasa tolong-menolong?

88

Wawancara Dengan Petani

Salomekko Kabupaten Bone pada tanggal 13 Januari 1990, dari pasangan Ayahanda Soi dengan Ibunda Kursia, merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Penulis masuk sekolah dasar pada tahun 1997 di SD 255 Ulubalang Kabupaten Bone dan tamat pada tahun 2003, tamat SMP Negeri 1 Salomekko tahun 2006, dan tamat SMA Negeri 1 Salomekko tahun 2009. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan pada program Strata Satu (S-1) Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dan Insya Allah pada tahun 2017 penulis dapat menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar dan meraih gelar sarjana pendidikan (S. Pd.).

Salomekko Kabupaten Bone pada tanggal 13 Januari 1990, dari pasangan Ayahanda Soi dengan Ibunda Kursia, merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Penulis masuk sekolah dasar pada tahun 1997 di SD 255 Ulubalang Kabupaten Bone dan tamat pada tahun 2003, tamat SMP Negeri 1 Salomekko tahun 2006, dan tamat SMA Negeri 1 Salomekko tahun 2009. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan pada program Strata Satu (S-1) Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dan Insya Allah pada tahun 2017 penulis dapat menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar dan meraih gelar sarjana pendidikan (S. Pd.).

Salomekko Kabupaten Bone pada tanggal 13 Januari 1990, dari pasangan Ayahanda Soi dengan Ibunda Kursia, merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara. Penulis masuk sekolah dasar pada tahun 1997 di SD 255 Ulubalang Kabupaten Bone dan tamat pada tahun 2003, tamat SMP Negeri 1 Salomekko tahun 2006, dan tamat SMA Negeri 1 Salomekko tahun 2009. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan pada program Strata Satu (S-1) Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Dan Insya Allah pada tahun 2017 penulis dapat menyelesaikan studi di Universitas Muhammadiyah Makassar dan meraih gelar sarjana pendidikan (S. Pd.).

Dokumen terkait