• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

4.4 Hubungan Peranan Kepemimpinan dengan Kedisiplinan Kerja

4.4.4 Hubungan Kepemimpinan dengan Kedisiplinan Kerja di

Tabel 4.10 Hubungan Kepemimpinan dengan Kedisiplinan Kerja di Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai

Variabel Kedisiplinan Kerja

p

Baik Buruk Total

Kepemimpinan N % n % N %

Baik 13 31,7 17 41,5 30 73,2

0,042

Buruk 1 2,4 10 24,4 11 26,8

Total 14 34,1 27 65,9 41 100

Berdasarkan table 4.10 di atas hasil tabulasi silang antara kepemimpinan dengan kedisiplinan kerja staf di Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai Tahun 2017 diperoleh data dari 30 responden dengan kategori kepemimpinan baik sebanyak 13 responden (31,7%) yang kedisiplinan kerjanya baik dan 17 responden (41,5%) yang kedisiplinan kerjanya buruk. Sedangkan dari 11 responden dengan kategori kepemimpinan buruk sebanyak 1 responden (2,4%) yang kedisiplinan kerjanya baik dan 10 responden (24,4%) yang kedisiplinan kerjanya buruk.

Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai ρ<0,05 sehingga secara statistik dapat diartikan bahwa ada hubungan secara signifikan antara variabel kepemimpinan dengan kedisiplinan kerja staff di puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai tahun 2017.

BAB V PEMBAHASAN

5.1 Hubungan Pengambilan Keputusan dengan Kedisiplinan Kerja di Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan kategori pengambilan keputusan baik terdapat 8 responden (19,5%) yang kedisiplinan kerjanya baik dan 17 responden (41,5%) dengan kedisiplinan kerjanya buruk. Sedangkan responden dengan kategori pengambilan keputusan buruk terdapat 6 responden (14,6%) dengan kedisplinan kerja yang baik dan 10 orang (24,2%) responden dengan disiplin kerja buruk. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai nilai ρ>0,05 sehingga secara statistik dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan secara signifikan antara variabel pengambilan keputusan dengan kedisiplinan kerja staff di puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai tahun 2017.

Berdasarkan hasil wawancara terhadap staf puskesmas diketahui komunikasi pimpinan dengan petugas baik, pimpinan sebagai atasan yang bijak dan sigap dalam mengambil keputusan dan juga pimpinan dengan bawahan sering berkomunikasi dan berkordinasi langsung. Sikap pimpinan yang mengambil keputusan dengan berkordinasi dan mengikutsertakan staf dalam merumuskan tujuan, menurut responden pimpinan dalam merumuskan tujuan program masih menggunakan pemikirannya dengan berkordinasi dan mengikutsertakan staf dalam membicarakan program yang difikirkan bersama sangat baik dan semua staf merasa mereka sangat dibutuhkan.

Menurut Siagian (2009) bahwa dalam pengambilan keputusan pada seorang pemipin harus sebagai entrepreneur artinya seorang pemimpin diharapkan mampu mengkaji terus-menerus situasi yang di hadapi oleh organisasi, untuk mencari dan menemukan peluang yang dapat dimanfaatkan, meskipun kajian ini sering menuntut terjadinya perubahan dalam organisasi. Peran ini dimainkan melalui pertemuan-pertemuan yang dimaksudkan untuk merumuskan tujuan untuk dapat mewujudkan tujuan. Sehingga hal ini sesuai bahwa untuk meningkatkan kedisplinan kerja staf maka seorang pemimpin dalam pengambiilan keputusan harus mengikutsertakan dan menganalisa situasi secara mendalam melalui komunikasi dalam pertemuan-pertemuan.

Pengambilan keputusan ini merupakan satu-satunya hal yang membedakan seorang pemimpin. Oleh sebab itu, keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh keterampilan pengambilan keputusan disaat-saat amat kritis memahami secara lebih mendalami karakter yang dimiliki oleh bawahan dan memahami tata hubungan organisasi yang di pimpinnya dengan lingkungan sekitarnya demi merumuskan tujuan dan memperbaiki serta mewujudkan visi dan misi puskesmas bersama. (Hasibuan,2004).

5.2 Hubungan Perencanaan dengan Kedisiplinan Kerja di Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan kategori perencanaan baik terdapat 2 responden (4,9%) yang disiplin kerjanya baik. Sedangkan responden dengan kategori perencanaan buruk terdapat 12 responden (29,3%) dengan kedisplinan kerja yang baik dan 27 responden (65,9%)

square diperoleh nilai ρ<0,05 sehingga secara statistik dapat diartikan bahwa ada

hubungan secara signifikan antara variabel perencanaan dengan kedisiplinan kerja staff di puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai tahun 2017.

Dari hasil wawancara staf puskesmas, pimpinan tidak melakukan perencanaan dalam memberikan tugas kepada staf puskesmas, karena Perencanaan adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif serta efesien agar sesuai dengan kebutuhan puskesmas dalam membantu terwujudnya tujuan.

Perencanaan dilakukan dengan menetapkan program kepegawaian.

(Hasibuan,2010).

5.3 Hubungan Pengawasan dengan Kedisiplinan Kerja di Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan kategori pengawasan baik terdapat 2 responden (4,9%) yang kedisiplinan kerjanya baik dan 2 orang (4,9%) dengan kedisiplinan kerja buruk. Sedangkan responden dengan kategori pengawasan buruk terdapat 12 orang (29,3%) dengan kedisplinan kerja yang baik dan 25 orang (61%) responden dengan disiplin kerja buruk. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai ρ>0,05 sehingga secara statistik dapat diartikan bahwa tidak ada hubungan secara signifikan antara variabel pengawasan dengan kedisiplinan kerja staff di puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai tahun 2017.

Berdasarkan hasil wawancara staf puskesmas, pimpinan mengadakan pengawasan langsung dalam setiap pekerjaan karena menurut responden pimpinan slalu ingin stafnya mengerjakan tugasnya sampai selesai dengan memeriksa atau

menilai pekerjaan staf dan pemimpin berjiwa rasa memiliki sehingga dia turut ikut serta dalam mengawasi dan mengoreksi pekerjaan para staf.

Menurut Muninjaya (2004), pengawasan merupakan kegiatan yang amat penting dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Tanpa pengawasan atau pengawasan lemah, berbagai penyalahgunaan wewenang akan terjadi. Menurut Sulaiman (2011) pengawasan merupakan salah satu kegiatan untuk memperoleh kepastian akan kegiatan/ pekerjaan telah dilaksanakan sesuai rencana. Kegiataan pengawasan pada dasarnya membandingkan kondisi yang ada dengan yang seharusnya terjadi. Dengan demikian dapat diartikan bahwa kegiataan pengawasaan memang diperlukan dalam melihat apakah pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang dibuat atau tidak sehingga tujuan suatu organisasi dapat tercapai.

5.4 Hubungan Peranan Kepemimpinan dengan Kedisiplinan Kerja di Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan kategori kepemimpinan baik terdapat 13 responden (31,7%) yang kedisiplinan kerjanya baik dan 17 responden (41,5%) dengan kedisiplinan kerjanya buruk.

Sedangkan responden dengan kategori kepemimpinan buruk terdapat 1 responden (2,4%) dengan kedisplinan kerjanya baik dan 10 responden (24,4%) responden dengan kedisiplinan kerja buruk. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square diperoleh nilai ρ<0,05 sehingga secara statistik dapat diartikan bahwa ada hubungan secara signifikan antara variabel kepemimpinan dengan kedisiplinan kerja staff di puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai tahun

Disiplin memegang peranan penting dalam rangka meningkatkan produktivitas kerja pegawai, peningkatan disiplin kerja akan diikuti dengan peningkatan produktivitas kerja. Salah satu tujuan perusahaan adalah meningkatkan produktivitas kerja pegawai, dengan demikian disiplin akan mempercepat tujuan perusahaan atau organisasi. Disiplin kerja merupakan kegiatan manajemen untuk menjalankan standar-standar organisasional (Handoko, 2001). Disiplin menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada pada pegawai atau karyawan terhadap peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh perusahaan (Sutrisno, 2009).

Disiplin dalam bekerja sangatlah penting sebab dengan kedisiplinan tersebut diharapkan sebagian besar peraturan ditaati oleh para pegawai, bekerja sesuai dengan prosedur, sehingga pekerjaan terselesaikan secara efektif dan efisien serta dapat meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu bila karyawan tidak menggunakan aturan-aturan yang ditetapkan dalam perusahaan, maka tindakan disiplin merupakan langkah terakhir yang bisa diambil terhadap seorang pegawai yang performa kerjanya dibawah standar. Disiplin kerja dapat dilihat dari, kepatuhan karyawan terhadap tata tertib yang berlaku termasuk tata waktu dan tanggung jawab pada pekerjaannya, bekerja sesuai dengan prosedur yang ada, memelihara pekerjaan dengan baik.

Sastrohadiwiryo (2003) tujuan utama mengadakan sanksi disiplin kerja bagi pegawai yang melanggar norma-norma perusahaan adalah memperbaiki dan mendidik para pegawai yang melakukan pelanggaran disiplin. Sanksi atas pelanggaran disiplin yang dijatuhkan haruslah setimpal dengan pelanggaran

disiplin yang dilakukan sehingga secara adil dapat diterima. Pada umumnya sebagai pegangan manajer meskipun tidak mutlak, tingkat dan jenis sanksi disiplin kerja terdiri atas sanksi disiplin berat, sanksi disiplin sedang, dan sanksi disiplin ringan.

Untuk meningkatkan kedisiplinan staff pemimpin bisa saja memberikan sanksi mulai dari sanksi ringan hingga berat agar staff lebih menjaga kedisiplinan dalam bekerja. Selain itu pemimpin juga harus menjadi dan memberikan contoh kepada para staffnya agar apa yang diinstruksikan pemimpin ikut dijalankan oleh para staff dan muncul rasa hormat kepada pemimpin.

Sebagai pemimpin yang baik akan selalu di contoh oleh pegawainya karena seorang pemimpin merupakan panutan bagi para pegawai di kantor.

Pimpinan selalu memberikan penyuluhan atau komunikasi kepada para pegawainya sehingga pemimpin mengetahui pegawainya yang disiplin atau tidak disiplin. Oleh karena itu pimpinan bisa memberikan pelatihan atau perhatian khusus pada pegawai yang tidak disiplin agar pegawai tersebut bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan disiplin dalam bekerja, secara tidak langsung memberikan contoh keteladanan seorang pemimpin.yang baik, dengan kenyataan ini, para pegawai bergerak untuk melaksanakan disiplin pegawai yang efektif pula.

Berdasarkan pendapat tersebut, peran pemimpin dalam meningkatkan disiplin kerja adalah sikap pada pegawai untuk berperilaku sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan dimana dia bekerja, menunjukkan kedisiplinan yang didukung dengan adanya sumberdaya manusia yang baik, karena pemimpin

mampu melaksanakan perannya dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai, peran pemimpin memberikan instruksi dan tugas yang harus dilaksanakan oleh pegawai, memberikan penjelasan dan pengarahan kepada pegawai terhadap suatu tugas yang diberikan, pemimpin memberikan contoh sikap disiplin dalam mematuhi tata tertib. Kepemimpinan tetap penting bagi pencapaian tujuan perusahaan maupun bagi pemeliharaan rasa disiplin kerja karyawan dalam aktifitas sehari-hari.

Peran kepemimpinan dalam meningkatkan kedisiplinan pegawai yang berdasarkan prinsip-prinsip penyelesaian pekerjaannya dengan proses untuk memberikan contoh yang baik kepada para pegawai atau bawahan, memberikan pelatihan atau perhatian khusus, memberikan penyuluhan atau sering melakukan komunikasi kepada pegawai yang disiplin atau tidak disiplin, sehingga bagi para pegawai yang tidak disiplin tersebut bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan disiplin dalam bekerja secara tidak langsung memberikan contoh keteladanan yang baik bagi para staf.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian mengenai “Hubungan Peranan Kepemimpinan dengan Kedisplinan Kerja Staf Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai” dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Tidak ada hubungan antara pengambilan keputusan dan pengawasan deangan kedisiplinan kerja staf Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai tahun 2017.

2. Ada hubungan antara perencanaan dan kepemimpinan dengan kedisiplinan staf Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai tahun 2017.

6.2 Saran

1. Pemimpin hendaknya memperhatikan perannya dalam meningkatkan kedisiplinan kerja staf pada Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai guna mencapai keberhasilan kerja sebagaimana tujuan awal instansi.

2. Pemimpin harus lebih menunjukkan sikap kepemimpinannya dalam meningkatkan kedisiplinan kerja staf Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai dengan cara berwibawa, tegas, bersikap adil, jujur, terbuka dan mau mendengar pendapat bawahannya karena pimpinan harus menjadi panutan dan contoh sikap sebagai seorang pemimpin untuk para staf.

3. Pemimpin harus lebih tanggap dalam menganalisa kondisi, situasi dan inerja staf Puskesmas Namu Ukur Kecamatan Sei Bingai, kemudian menentukan perencanaan kegiatan.

DAFTAR PUSTAKA

Ferdian, 2013. Hubungan Peranan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan Disiplin Kerja Karyawan PT. Indah Jaya (Skripsi). Jakarta : Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Bina Nusantara.

Handoko, T H. 2001. Manajemen Personalia dan Sumberdaya Manusia, Edisi.

Kedua. Jakarta : BPFE.

. 2007 Manajemen Edisi Keempat. Jakarta : PT. Bumi Aksara Hasibuan H. M. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi.

Jakarta : PT.Bumi Aksara.

. 2010. Manajemen (Dasar, Pengertian, dan Masalah). Edisi Revisi. Jakarta : PT. Bumi Aksara

Horoepoetri. 2003. Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan.

Jakarta : Walhi.

Kartono, K. 2010. Pemimpin dan Kepemimpinan, Edisi Pertama. Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 857 tahun 2009 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Sumber Daya Manusia Kesehatan Di Puskesmas. Jakarta : Kemenkes RI.

Muninjaya, G.A.A. 2004. Manajemen Kesehatan, Cetakan Pertama. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta : Kemenkes RI.

Purba, W. A. 2011. Peranan Kepemimpinan dalam Meningkatkan Disiplin Kerja Staf dan Karyawan pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (Skripsi). Medan : Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Sastrohadiwiryo, S. B. 2003. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administrative dan Operasional. Jakarta : Bumi Aksara.

Siagian, P.S,. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Soekarso, I.P. 2015. Kepemimpinan Kajian Teoritis dan Praktis. Jakarta : Penerbit buku kedokteran EGC.

Sulaiman. 2011. Manajemen Kesehatan, Cetakan Kedua. Yogyakarta : PT.Gajah Mada University Press.

Sutrisno, Edy. 2009, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta, Kencana.

Pernada Media Group.

Lampiran 1

KUISIONER PENELITIAN

Nomor Kuisioner : Hari/tanggal :

HUBUNGAN PERANAN KEPEMIMPINAN DENGAN KEDISIPLINAN KERJA STAF PUSKESMAS NAMU UKUR KECAMATAN SEI BINGAI

Petunjuk Pengisian

a. Mohon perhatikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan seksama b. Berikan jawaban anda dengan memberikan tanda ( ) pada kotak jawaban

yang di maksud.

 Ya, jika kegiatan yang di tanyakan, dilakukan oleh pimpinan Bapak/Ibu.

 Tidak, jika kegiatan yang ditanyakan tidak pernah dilakukan oleh pimpinan Bapak/Ibu.

c. Mohon dijawab sesuai dengan keadaan yang sebenarnya demi kebenaran penelitian.

d. Jawaban anda kami jamin kerahasiaannya dan tidak akan mempengaruhi karir atau jabatan Bapak/Ibu.

e. Terima kasih atas kesediaan bapak/ibu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

I. DATA PRIBADIRESPONDEN

Nama :

Jenis Kelamin :

Umur : Tahun

Pendidikan :

Masa Kerja : Tahun

Status : Kwn/Blm Kwn/Janda/Duda

II. Peranan Kepimpinan A. Pengambilan Keputusan

1. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu mengikutsertakan Bapak/Ibu dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan Bapak/Ibu ?

: ya : tidak

2. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu dalam proses pengambilan keputusan sering mengambil keputusan sendiri ?

: ya : tidak

3. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu melibatkan dan mengajak Bapak/Ibu dalam merumuskan tujuan ?

: ya : tidak

4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu sudah menggunakan analisa yang tepat dan mendalam membuat keputusan ?

: ya : tidak

B. Perencanaan

1. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu sebelum membuat perencanaan melakukan analisa situasi (mengenai sumber daya, fasilitas yang di miliki, tenaga, kebijakan / peraturan dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan),indentifikasi masalah atau mengenali permasalahan secara komprehensif, perumusan masalah, dan prioritas masalah dan alternatif pemecahan masalah

: ya : tidak

2. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu membuat perencanaan bagi pengembangan karir dan pendidikan bagi stafnya ?

: ya : tidak

3. Menurut Bapak/ Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu menyusun rencana slalu tepat waktu yang telah ditentukan dan komitmen dalam pelaksanaannya ?

: ya : tidak

4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu dalam pengajuan perencanaan kegiatan dan anggaran sesuai kebutuhan ?

: ya : tidak

C. Pengawasan

1. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu slalu mengadakan pengawasan langsung dalam setiap pekerjaan yang diberikan kepada Bapak/Ibu?

: ya : tidak

2. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu mengamati hasil pekerjaan stafnya ?

: ya : tidak

3. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu slalu memberikan pengarahan apabila terdapat kesalahan dalam melaksanakan tugas ?

: ya : tidak

4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu anda slalu memberikan bimbingan/ penerangan pada stafnya sebelum melaksanakan tugas ?

: ya : tidak

D. Kepemimpinan

1. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu pernah memberikan semangat kerja terhadap para stafnya ?

: ya : tidak

2. Menurut Bapak/Ibu apabila pimpinan Bapak/Ibu memberikan tanggung jawab dan pelimpahan wewenang, serta mempercayai stafnya dalam tugas dan fungsi?

: ya : tidak

3. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu memberikan intensif sesuai dengan jabatan/pekerjaan/pendidikan ?

: ya : tidak

4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu memberi gaji tepat waktu ?

: ya : tidak

III. Kuisioner Kedisiplinan Staf Petunjuk Pengisian

a. Mohon perhatikan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan seksama

b. Berikan jawaban Bapak/Ibu dengan memberikan tanda ( ) pada kotak jawaban yang dimaksud

 Ya, jika kegiatan yang ditanyakan, dilakukan oleh Bapak/Ibu

 Tidak, jika kegiatan yang ditanyakan tidak pernah dilakukan oleh pimpinan Bapak/Ibu

c. Mohon dijawab sesuai dengan keadaan yang sebenarnya demi kebenaran penelitian.

d. jawaban anda kami jamin kerahasiaannya dan tidak akan mempengaruhi karir atau jabatan Bapak/Ibu.

e. Terima kasih atas kesediaan bapak/ibu menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan di bawah ini menggambarkan kedisiplinan Bapak/Ibu diruangan dalam memberikan pelayanan. Pilih salah satu jawaban yang paling seuai dengan kedisiplinan yang Bapak/Ibu miliki :

Keterangan :

Y = Ya T = Tidak

No. Pertanyaan Y T A TANGGUNG JAWAB

1 Saya melaksanakan pekerjaan yang di bebankan kepada saya karena sudah menjadi tugas saya 2 saya tidak menunda pekerjaan yang di berikan

kepada saya karena saya melaksanakan pekerjaan sesuai dengan waktu yang di tentukan

3 Saya berupaya untuk mencari jalan keluar setiap permasalahan dalam pekerjaan saya

B KETAPATAN WAKTU

1 Saya berusaha untuk masuk puskesmas sesuai dengan waktu kerja yang ditetapkan di puskesmas 2 Saya berusaha untuk tidak terlambat untuk

mengikuti upacara/apel pagi pada hari senin C KETAATAN

1 Saya berupaya untuk tepat waktu datang dalam mengukuti rapat bulanan ke puskesmas

2 Saya bersedia mematuhi peraturan kerja yang berlaku di puskesmas

3 Dalam melayani pasien, saya berusaha untuk bertindak sopan dan santun atau mematuhi norma sosial di lingkungan kerja

D KEADILAN

1 Saya berusaha untuk adil dalam membuat jadwal/schedule kerja harian

2 Saya berusaha untuk adil dalam mengalokasikan dana/anggaran yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan di Puskesmas

Jenis

Ptot PR PW1 PW2 PW3 PW4 PWtot PW K1 K2 K3 K4 Ktot K KD Kedisiplinan

Lampiran 3 : Hasil Output Penelitian

PK2

PR3

PW4

ANALISIS BIVARIAT

Computed only for a 2x2 table a.

0 cells (.0%) have expected count less than 5. The m inim um expected count is 5.

46.

b.

Perencanaan * Kedisiplinan

Computed only for a 2x2 table a.

2 cells (50.0%) have expected count les s than 5. The minimum expected count is . 68.

Kepemimpinan * Kedisiplinan

Computed only for a 2x2 table a.

2 cells (50.0%) have expected count les s than 5. The minimum expected count is 1.

37.

Computed only for a 2x2 table a.

1 cells (25.0%) have expected count les s than 5. The minimum expected count is 3.

76.

b.

Lampiran 4 : Hasil Jawaban Kuesioner

Berdasarkan hasil penelitian berikut dijabarkan hasil dari kuesioner yang diajukan kepada responden, berikut pada tabel dibawah ini:

Tabel 1. Distribusi Jawaban Responden tentang Pengambilan Keputusan oleh Pimpinan

No. Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

f % f %

1. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu mengikutsertakan Bapak/Ibu dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan Bapak/Ibu ?

30 73,2 11 26,8 2. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan

Bapak/Ibu dalam proses pengambilan keputusan sering mengambil keputusan sendiri ?

26 63,4 15 36,6 3. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan

Bapak/Ibu melibatkan dan mengajak Bapak/Ibu dalam merumuskan tujuan ?

24 58,5 17 41,5 4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan

Bapak/Ibu sudah menggunakan analisa yang tepat dan mendalam membuat keputusan ?

29 70,7 12 29,3

Berdasarkan kuesioner yang diajukan kepada responden dapat dilihat pada tabel di atas bahwa pada pertanyaan “Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu mengikutsertakan Bapak/Ibu dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan Bapak/Ibu ?” sebanyak 30 responden (73,2%) menjawab ya, dan sebanyak 11 responden (26,8%) menjawab tidak. Pada pertanyaan “Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu dalam proses pengambilan keputusan sering mengambil keputusan sendiri ?” sebanyak 26 responden (63.4%) menjawab ya, dan sebanyak 15 responden (36,6%) menjawab tidak. Pada pertanyaan

“Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu melibatkan dan mengajak

Bapak/Ibu dalam merumuskan tujuan?” sebanyak 24 responden (58,5%) menjawab ya, dan sebanyak 17 responden (41,5%) menjawab tidak. Pada pertanyaan “Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu sudah menggunakan analisa yang tepat dan mendalam membuat keputusan ?” sebanyak 29 responden (70,7%) menjawab ya, dan sebanyak 12 responden (29,3%) menjawab tidak.

Berdasarkan hasil penelitian berikut dijabarkan hasil dari kuesioner yang diajukan kepada responden, berikut dilampirkan pada tabel dibawah ini:

Tabel 2 Distribusi Jawaban Responden tentang Perencanaan oleh Pimpinan

No. Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

f % f %

1. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu sebelum membuat

perencanaan melakukan analisa situasi (mengenai sumber daya, fasilitas yang di miliki, tenaga, kebijakan / peraturan dan kegiatan-kegiatan yang telah

2. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu membuat perencanaan bagi pengembangan karir dan pendidikan bagi stafnya ?

18 43,9 23 56,1 3. Menurut Bapak/ Ibu apakah pimpinan

Bapak/Ibu menyusun rencana slalu tepat waktu yang telah ditentukan dan

komitmen dalam pelaksanaannya ?

12 29,3 29 70,7 4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan

Bapak/Ibu dalam pengajuan perencanaan kegiatan dan anggaran sesuai kebutuhan ?

20 48,8 21 51,2

Berdasarkan kuesioner yang diajukan kepada responden dapat dilihat pada

Bapak/Ibu sebelum membuat perencanaan melakukan analisa situasi, indentifikasi masalah atau mengenali permasalahan secara komprehensif” sebanyak 22 responden (53,7%) menjawab ya, dan sebanyak 19 responden (46,3%) menjawab tidak. Pada pertanyaan “Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu membuat perencanaan bagi pengembangan karir dan pendidikan bagi stafnya ?”

sebanyak 18 responden (43,9%) menjawab ya, dan sebanyak 23 responden (56,1%) menjawab tidak. Pada pertanyaan “Menurut Bapak/ Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu menyusun rencana slalu tepat waktu yang telah ditentukan dan komitmen dalam pelaksanaannya ?” sebanyak 12 responden (29,3%) menjawab ya, dan sebanyak 29 responden (70,7%) menjawab tidak. Pada pertanyaan

“Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu dalam pengajuan perencanaan kegiatan dan anggaran sesuai kebutuhan ?” sebanyak 20 responden (48,8%) menjawab ya, dan sebanyak 21 responden (51.2%) menjawab tidak.

Berdasarkan hasil penelitian berikut dijabarkan hasil dari kuesioner yang diajukan kepada responden, berikut dilampirkan pada tabel dibawah ini:

Tabel 3 Distribusi Jawaban Responden tentang Pengawasan oleh Pimpinan

No. Pertanyaan

Jawaban

Ya Tidak

f % f %

1. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu slalu mengadakan pengawasan langsung dalam setiap pekerjaan yang diberikan kepada Bapak/Ibu?

25 61 16 39

2. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan Bapak/Ibu mengamati hasil pekerjaan stafnya ?

19 46,3 22 53,7 3. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan

Bapak/Ibu slalu memberikan pengarahan 13 31,7 28 68,3

melaksanakan tugas ?

4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan

4. Menurut Bapak/Ibu apakah pimpinan