2.9 Hubungan Antar Variabel
2.9.2 Hubungan Nilai Impor dengan Cadangan Devisa
Impor yang dilakukan oleh suatu negara tergantung dari seberapa banyak produk domestik bruto yang dimiliki oleh negara tersebut. Cadangan devisa berperan penting dalam transaksi impor. Impor dilakukan karena suatu negara tidak bisa mencukupi kebutuhan yang ada di dalam negeri sehingga mengharuskan untuk mengimpor barang dari luar negeri agar kebutuhan dalam negeri bisa tercapai.
Kestabilan devisa negara dapat berkurang akibat dari tingginya aktivitas impor.
berkurangnya stabilitas devisa tersebut menandakan stabilitas ekonomi yang lemah dari negara itu (Ahman, 2007). Impor merupakan pembelian dan pemasukan barang dari luar negeri. Melalui impor, kebutuhan negara dapat terpenuhi. Teori keunggulan Relatif atau Komparatif menjelaskan suatu negara akan akan melakukan impor, jika barang tersebut diproduksi dengan biaya yang lebih tinggi.
Biaya produksi dalam negeri yang tinggi menimbulkan pembelian barang dari luar negeri. Pembelian barang-barang luar negeri tersebut menggunakan alat transaksi pembayaran berupa devisa. Semakin banyak mengimpor, suatu negara dianggap tidak dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan membutuhkan bantuan dari negara lain. (Arifin, 2009).
53 2.9.3 Hubungan Nilai tukar dengan cadangan devisa
Perdagangan antar negara memerlukan pertukaran mata uang negara lain yang merupakan proses penukaran valuta asing. Nilai tukar valuta asing atau sering disebut kurs (rate of exchange) adalah harga satuan mata uang dalam satuan mata uang lain. Hubungan nilai tukar terhadap cadangan devisa yaitu semakin banyak valas atau devisa yang dimiliki oleh pemerintah dan penduduk suatu negara maka berarti makin besar kemampuan negara tersebut melakukan transaksi ekonomi dan keuangan internasional dan semakin menguat pula nilai mata uang. Kekuatan mata uang sebuah negara ditandai dengan nilai tukar terhadap mata uang asing, dengan semakin menguatnya nilai tukar mata uang negara sendiri, menunjukkan bahwa semakin kuatnya perekonomian negara bersangkutan, sehingga akan dapat memperoleh lebih banyak devisa. (Agustina, Reny, 2014)
Ketika nilai tukar rupiah melemah cadangan devisa mengalami penurunan, apabila rupiah terus menerus mengalami pelemahan atau depresiasi maka akan mengakibatkan berkurangnya cadangan devisa suatu negara. Untuk menstabilkan nilai rupiah terhadap mata asing, maka solusi dari kebijakan Bank Indonesia adalah menggelontorkan atau mengeluarkan cadangan devisa suatu negara dan turun langsung meningkatkan intensitas dan mengintervensi ke pasar valuta asing (valas). Semakin stabilnya nilai tukar maka akan mengurangi kebutuhan cadangan devisa karena bank sentral tidak perlu lagi memiliki sejumlah besar stok cadangan devisa untuk mempertahankan tingkat nilai tukar yang ditetapkan (Adiningsih, 2008)
54 2.9.4 Hubungan Utang luar negeri dengan cadangan devisa
Negara-negara berkembang masih bergantung pada utang luar negeri untuk pemasukan devisa, seperti Malaysia, Indonesia Filipina, dan negara lainnya. Hutang luar negeri dapat berperan penting apabila digunakan dengan maksimal untuk membangun negara. Hutang luar negeri mampu menambah ketersediaan cadangan devisa apabila digunakan sebagai modal dalam negeri untuk membangun perekonomian negara. Jika tidak digunakan maksimal maka akan memperburuk kondisi perekonomian, terutama dalam hal kemampuan negara untuk membayar utang beserta bunga yang telah disepakati. Berdasarkan teori ketergantungan utang (Debt Overhang Theory), pada tingkat akumulasi utang yang besar ternyata utang tersebut justru akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi akan menjadi lebih rendah. Hal ini dikarenakan dalam jangka panjang utang akan lebih besar dari kemampuan membayar debitur, biaya dari bunga utang diperkirakan akan mendesak investasi dari domestik dan asing yang akhirnya menghambat pertumbuhan (Pattilo, 2002). Sebagian besar pinjaman luar negeri digunakan untuk menutupi defisit negara berkembang melakukan peminjaman utang luar negeri untuk menutupi defisit transaksi berjalan dan sebagai pemupuk cadangan devisa negara. Cadangan devisa pada periode selanjutnya menjadi pembayaran cicilan atas hutang dan bunganya (Tambunan, 2001). Utang luar negeri dapat menambah nilai cadangan devisa, yang awalnya dalam bentuk pinjaman yang akan memperkuat cadangan devisa. Apabila utang luar negeri diinvestasikan secara produktif maka akan menghasilkan tingkat pengambilan cadangan devisa yang tinggi. (Putri, 2017)
55 2.9.5 Hubungan Foreign Direct Investment dengan cadangan devisa
Krugman (2009) berpendapat bahwa FDI merupakan arus modal yang dimiliki suatu negara untuk mendirikan atau mengembangkan perusahaan di negara luar, oleh karena itu tidak hanya terjadinya pemindahan sumber daya, tetapi juga pemberlakuan kontrol terhadap perusahaan di luar negeri. FDI memiliki hubungan dengan cadangan devisa, karena FDI yang masuk ke suatu negara akan memberikan keuntungan kepada negara dalam bentuk peningkatan teknologi, manajerial yang semakin modern, pengenalan teknik, dan manfaat lainnya. Hal ini akan menciptakan kemungkinan besar pada cadangan devisa di negara yang bersangkutan (Chopra, 2003).
Masuknya FDI ke suatu negara akan sangat membantu di dalam peningkatan perekonomian dan meningkatkan cadangan devisa suatu negara (Arndt, Sundrum, 2006). FDI memiliki peran yang besar dalam perekonomian negara karena selain sebagai modal pembangunan juga membawa dampak positif terhadap sektor moneter. Meningkatnya investasi asing akan mendorong peningkatan cadangan devisa suatu negara (Tambunan, 2007). Dengan ketersediaan cadangan devisa yang cukup diharapkan dapat menstabilkan nilai rupiah agar tidak menyebabkan inflasi yang disebabkan oleh melemahnya nilai tukar uang. Salah satu upaya untuk mendorong masuknya investasi asing ke suatu negara adalah dengan pemerintah menerapkan kebijakan devisa bebas agar para mempermudah investor untuk menanamkan modalnya didalam negeri sehingga bersedia berinvestasi di Indonesia (Putri, 2017).
56 2.10 Penelitian Sebelumnya
Berikut adalah penelitian rujukan yang digunakan untuk membandingkannya dengan penelitian ini.
1. Penelitian yang dilaksanakan oleh Jimmy, Benny (2013).
menganalisis tentang Ekspor dan Impor Pengaruhnya terhadap Posisi Cadangan Devisa di Indonesia. Data yang digunakan adalah jenis data sekunder dalam waktu 27 tahun. Penganalisisan data dilakukan melalui model regresi berganda OLS (Ordinary Least Square). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan secara simultan maupun secara parsial variabel ekspor dan impor berpengaruh signifikan terhadap cadangan devisa di Indonesia. Dengan kata lain, ekspor meningkat maka posisi cadangan devisa akan meningkat dan jika impor meningkat maka posisi cadangan devisa akan turun.
2. Trisna (2016) meneliti tentang Pengaruh Penanaman Modal Asing Terhadap Cadangan Devisa di Indonesia Studi Sebelum Dan Sesudah Krisis Global. Penelitian ini dilaksanakan melalui analisis regresi linear berganda dengan menggunakan data dari tahun 2005 hingga 2014 pada data triwulan Penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier Beganda. Hasil dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa ekspor neto, kurs dollar Amerika, PMA berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa secara parsial.
Cadangan devisa memiliki rata-rata nilai lebih besar dibandingkan sebelum terjadinya krisis. Cadangan devisa tidak dapat dijadikan tolak ukur bagi suatu negara untuk terhindar dari krisis. Meskipun negara itu mempunyai banyak
57 cadangan devisa, krisis tetap saja dapat menimpa negara itu. Cadangan devisa hanya berperan sebagai bantalan kekuatan ekonomi negara.
3. Penelitian Dessy Dianita S (2018) tentang Analisa Cadangan Devisa Indonesia tahun 1990-2016. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dalam jangka pendek maupun jangka panjang pengaruh dari nilai tukar, suku bunga BI rate, produk domestik bruto, dan krisis ekonomi terhadap cadangan devisa baik secara parsial maupun simultan. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan Metode ECM. Hasil pengujian secara parsial baik dalam jangka pendek maupun panjang dapat diketahui bahwa nilai tukar berpengaruh signifikan dan negatif terhadap cadangan devisa, dan dalam jangka pendek suku bunga BI rate tidak berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan negatif terhadap cadangan devisa dan dalam jangka panjang suku bunga BI rate tidak berpengaruh signifikan dan memiliki hubungan positif terhadap cadangan devisa, selanjutnya cadangan devisa juga dapat dipengaruhi oleh produk domestik bruto secara jangka pendek ataupun jangka panjang.Cadangan devisa dipengaruhi oleh produk domestik bruto secara jangka pendek ataupun jangka panjang.
4. M. Febriyenti (2013) melakukan penelitian tentang Faktor-Faktor yang mempengaruhi Cadangan Devisa dan Net Ekspor di Indonesia tahun 2000-2011.
Analisis ini menggunakan model hubungan dua arah dan juga hubungan tidak langsung antar variabel. Hasil pengujian Net ekspor, utang luar negeri, dan cadangan devisa periode sebelumnya mempengaruhi cadangan devisa di Indonesia. Sedangkan variabel Foreign Direct Invesment tidak mempengaruhi cadangan devisa di Indonesia.
58 6. Penelitian Putri (2017) tentang Analisis Pengaruh Ekspor, Penanaman Modal Asing, dan Utang Luar Negeri terhadap Cadangan Devisa di Indonesia tahun 1996-2015 . Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode persamaan regresi liner berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian yang didapat adalah variabel ekspor dan utang luar negeri berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa di Indonesia, sedangkan variabel penanaman modal asing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cadangan devisa.
7. Arize C. (2012) melakukan penelitian tentang Foreign Exchange Reserves in Asia and Its Impact on Import Demand. Analisis menggunakan data
frekuensi triwulanan untuk India, Jepang, Korea, Singapura, dan Thailand.
Data diambil dari International Monetary Fund's International Financial Statistics (IFS 2009). Penelitian menggunakan teknik OLS dinamis dan ARDL untuk memperkirakan elastisitas permintaan jangka panjang dan pendek. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan cadangan devisa memiliki efek positif pada permintaan impor. Selain itu, hasil pengujian lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat hubungan ekuilibrium jangka panjang yang unik dan signifikan secara statistik antara impor riil, pendapatan riil, harga relatif, dan cadangan devisa riil.
8. Azzem (2019) melakukan penelitian tentang Impact of macroeconomic variables on foreign exchange reserves: A case from Pakistan. Studi ini
bermaksud untuk menyelidiki dampak indikator makroekonomi terhadap cadangan devisa dalam konteks Pakistan, menggunakan Model Vector Autoregressive (VAR). Pada hasil pengamatan menunjukkan bahwa permintaan
59 cadangan devisa sangat sensitif terhadap kerentanan akun modal dan kurang responsif terhadap biaya peluangnya. Dari hasil Analisis kausalitas Granger bahwa berbagai variabel makroekonomi gagal menyebabkan kausalitas terbalik.
Ini menunjukkan bahwa di Pakistan, permintaan cadangan devisa didorong oleh stabilitas makroekonomi.
9. Penelitian Soekapdjo. S dan Danova, G. K. (2020) melakukan penelitian tentang Pengaruh Makro Ekonomi terhadap Cadangan Devisa di ASEAN-5 . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh makro ekonomi terhadap cadangan devisa di ASEAN-5, dengan menggunakan metode regresi data panel.
Data berupa kuartalan pada 2010-2018, yang berasal dari world bank dan Bank Indonesia, dengan variabel terikat cadangan devisa dan variabel bebas berupa kurs, inflasi, ekspor dan impor. Adapun hasilnya kurs dan ekspor berpengaruh positif dan siginifikan terhadap cadangan devisa di ASEAN-5, sedangkan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cadangan devisa di ASEAN-5, akan tetapi impor tidak berpengaruh terhadap cadangan devisa di ASEAN-5. Dengan begitu diharapakan pemerintah terus menjaga kestabilan inflasi, kurs dan komoditas dalam negeri serta minat investor asing di Indonesia.
Pihak pengusaha diupayakan terus melakukan inovasi dengan menggunakan teknologi digital dan masyarakat meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
10. Penelitian Deki, Pan Budi Marwoto dan Marheni (2017) tentang Anlisis pengaruh Investasi Portofolio, Kurs, Hutang luar negeri dan neraca perdagangan terhadap posisi cadangan devisa di Indonesia. Data yang digunakan Time series dari kuartal pertama tahun 2005 hingga kuartal keempat tahun 2006. Data
60 dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa cadangan devisa di Indonesia dipengaruhi secara signifikan dan positif oleh variabel utang luar negeri dan neraca perdagangan. Sedangkan variabel investasi portofolio dan pertukaran kurs dolar ke Indonesia dianggap tidak memiliki pengaruh negatif terhadap cadangan devisa Indonesia.
11. Asbiyanti (2016) menganalisis tentang Pengaruh Ekspor, Impor, Utang Luar Negeri dan Foreign Direct Investment (FDI) terhadap Cadangan Devisa di ASEAN pada tahun 2011-2016. Model analisis yang digunakan yaitu regresi berganda dengan tiga model regresi yaitu Pooled Least Square (PLS), Fiexed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian yang diperoleh adalah variabel ekspor dan utang luar negeri (ULN) berpengaruh positif terhadap cadangan devisa sedangkan Impor dan Foreign Direct Invesment berpengaruh negatif terhadap cadangan devisa.