• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN

H. Produktivitas

I. Hubungan Sistem Evaluasi Kinerja Terhadap Produktivitas

keterampilan, gizi, nutrisi, dan kesehatan, bakat atau bawaan motivasi, kesempatan kerja, kesempatan manajemen dan kebijakan sarana pemerintah. Motivasi selalu menjadi perhatian utama bagi sebuah perusahaan karena motivasi berhubungan erat dengan keberhasilan karyawan dan organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan. Setiap karyawan selalu di motivasi di Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan, agar setiap karyawan meningkatkan produktivitas kerjanya, khususnya di bagian pengolahan. Peningkatan produktivitas tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas, tetapi dilihat juga dari aspek kualitas. Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan memiliki evaluasi pencapaian dan sasaran mutu terhadap produksinya yang terdiri dari kwantitas produksi dan kwalitas produksi, yang telah di tetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) yaitu sebuah sasaran yang nantinya akan di targetkan dalam menghasilkan produksi dan terhadap realisasinya. Pada evaluasi pencapaian sasaran mutu, sasaran yang sudah ditargetkan mengalami peningkatan pada realisasinya, artinya produktivitas kerja karyawan di Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan mengalami peningkatan karena output yang mereka keluarkan juga mengalami peningkatan.

I. Hubungan Sistem Evaluasi Kinerja Terhadap Produktivitas

Sistem evaluasi kinerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas pada perusahaan, karena dengan adanya evaluasi kinerja atasan atau manager mengetahui permasalahan-permasalahan apa saja yang terjadi pada karyawannya ketika mendapatkan prestasi kerja seorang karyawan mengalami penurunan, di sini lah peran seorang atasan untuk memperbaiki prestasi kerja karyawannya

dengan memberikan motivasi dan dorongan dorongan yang positif untuk meningkatkan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki semangat kerja yang tinggi pasti akan berdampak kepada produktivitas perusahaan tersebut karena karyawan dapat menyelesaikan target-target atau sasaran-sasaran yang telah di tetapkan oleh perusahaan tersebut.

Begitu juga Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan atasan melakukan pendekatan terhadap karyawan, disiplin kerja yang tinggi serta peningkatan keselamatan dan Kesehatan kerja. Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan sangat memperhatikan karyawannya, dimana assisten di bagiannya masing-masing saat melakukan penilaian, memeriksa catatan kegiatan karyawan, bila menemukan seorang karyawan memiliki prestasi kerja yang jelek maka assisten berhak memanggil karyawan untuk mengetahui masalah apa yang terjadi sehingga kinerja tersebut karyawan mengalami penurunan, melakukan konseling dan bimbingan. Apabila tidak ada perubahan kenaikan kinerja maka asisten akan memberikan surat peringatan kepada karyawan yang bersangkutan, dan tidak memberikan Reward/Penghargaan sampai periode mendatang.

Tujuan peningkatan produktivitas adalah agar perusahaan tersebut mempunyai daya saing pasar, untuk menjamin kelangsungan kegiatan di perusahaan tersebut dan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, sedangkan sistem evaluasi kinerja bertujuan untuk melihat kemampuan karyawannya terhadap tugas dan beban tugas yang diberikan kepadanya serta berperan aktif dalam pencapaian tujuan perusahaan. Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan dalam memproduksi sawit setiap tahunnya sangat

 

memperhatikan setiap mutu yang dihasilkan dari kelapa sawit baik dari segi kwantitas dan kwalitas.

Dapat di lihat pada tabel 3.1 bahwa evaluasi pencapaian sasaran mutu pada kesepakatan karya antara atasan dan karyawan yang telah ditetapkan dalam RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahan) di Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan pada tahun 2013 mengalami peningkatan terhadap produksinya. Dimana pada kwantitas produksinya kapasitas pabrik yang telah ditentukan sebesar 30.00 mengalami kenaikan sebesar 1,20 menjadi 31.20 pada realisasinya, pada produksi minyak sawit sebesar 4.060.32 mengalami kenaikan sebesar 282.574 menjadi 4.342.903 pada realisasinya, Produksi inti sawit 790.535 mengalami kenaikan sebesar 211.852 menjadi 1.002.387 pada realisasinya. Pada saat pengolahan minyak sawit adanya kehilangan minyak sawit dalam pengolahan dan kehilangan inti sawit dalam pengolahan sangat minim terjadi dari sasaran yang diperkiran yaitu 1,65 menjadi 1,39 pada realisasinya. Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan sangat memperhatikan kwalitas dari produksimya. Dimana kadar air minyak sawit yang telah ditentukan 0,15 menjadi 0.09, kadar kotoran minyak sawit 0.020 menjadi 0.009.

Tabel 3.1

Evaluasi Pencapaian

NO INDIKATOR SASARAN REALISASI

1. KWANTITAS PRODUKSI

1.1 Kapasitas Pabrik

30.00 31.20 1.2 TBS Olah

16,231,500 17,286,410 1.3 Produksi Minyak Sawit

4,060,329 4,342,903 1.4 Rendemen Minyak Sawit ≥ 25.02 25.12 1.5 Produksi Inti Sawit

790,593 1,002,387 1.6 Rendemen Inti Sawit ≥ 4.87 5.80 1.7 Kehilangan Minyak Sawit

dalam Pengolahan

165 1.39 1.8 Kehilangan Inti Sawit dalam

Pengolahan

0.50 0.35 2. KWALITAS PRODUKSI

2.1 ALB.Minyak Sawit ≤ 3.50 260 2.2 Kadar Air Minyak Sawit ≤ 0.15 0.09 2.3 Kadar Kotoran Minyak Sawit ≤ 0.020 0.009 2.4 Mutu ALB Inti Sawit ≤ 1.00 0.64 2.5 Kadar Air Inti Sawit ≤ 7.00 6.27 2.6 Kadar Kotoran Inti Sawit ≤ 6.00 5.16 2.7 Limbah Cair

3 Efisiensi Penggunaan Biaya 3.1 H.P Pengolahan Incl.Biaya

Umum + Biaya Penyusutan

370.10 358.24 3.2 Harga Pokok Pengolahan

244.50 245.89 Sumber : Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan Produktivitas pada Pabrik Kelapa Sawit Rambutan PT Perkebunan Nusantara III Rambutan meningkat dan sesuai dengan target pada kesepakatan karya antara atasan dan karyawan yang telah ditetapkan pada RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) ini membuktikan bahwa sistem evaluasi kinerja karyawan yang

 

digunakan telah berjalan secara efektif pada bagian pengolahan, laboratorium, teknik, personalia dan tata usaha. Bila ditemukan penurunan pada misalnya kwantitas produksi, setiap asisten segera mengetahui apa yang membuat kwantitas produksi menjadi menurun, biasanya penurunan di karena kan oleh cara kerja karyawannya, dengan adanya sistem evaluasi kinerja maka setiap asisten pada bagian pengolahan, laboratorium, teknik, personalia dan tata usaha dengan mudah mengetahui mana karyawan yang memiliki kinerja yang baik dan maksimal serta karyawan yang memiliki kinerja yang kurang baik.

Biasanya dengan karyawan yang memiliki kinerja yang kurang baik akan mendapatkan bimbingan pembinaan dan perbaikan pada tahun berikutnya dengan alasan tidak tercapainya kesepakatan karya. Bimbingan diberikan agar karyawan lebih meningkatkan kualitas kerjanya.

BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah disajikan dalam Bab III, dapat disimpulkan bahwa :

1. Sistem evaluasi kinerja karyawan pada Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan sudah dijalankan secara efektif, karena setiap Asisten pada bagian masing-masing sudah menjalankan penilaian langsung kepada karyawan melalui proses penilaian karya yaitu Kesepakatan Karya, Bimbingan Karya dan Penilaian Karya.

1. Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan juga memotivasi karyawan dalam melakukan perkerjaan, serta bimbingan dan konseling antara Asisten pada bagian masing-masing terhadap karyawannya sehingga karyawan merasa diperhatikan dan perusahaan dapat meningkatkan produktivitasnya sesuai dengan RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) yang telah ditetapkan. Berkaitan dengan kinerja, Pabrik Kelapa Sawit PT Perkebunan Nusantara III Rambutan memberikan reward/Penghargaan berupa kenaikan golongan terhadap karyawan yang memiliki kinerja yang baik. Penghargaan yang diberikan kepada karyawan berbentuk uang, piagam, plakat, dan trophy, tergantung dari perkerjaannya.

 

B. SARAN

Berdasarkan kesimpulan diatas, maka diberikan saran - saran yang mungkin bermanfaat kepada pihak Pabrik Kelapa Sawit PT PerkebunanNusantara III Rambutan dalam meningkatkan produktivitasnya adalah sebagai berikut:

1. Sistem evaluasi kinerja karyawan yang telah efektif harus dapat dipertahankan dan ditingkatkan agar menjadi lebih efektif,

2. Lebih banyak memberikan motivasi kepada seluruh karyawan yang berkerja di pabrik khususnya di bagian pengolahan, agar karyawan bersemangat dalam menjalankan kerjanya dan kepada setiap Asisten ataupun atasan agar lebih banyak berkomunikasi dengan ramah dan empati terhadap karyawannya dan membimbing karyawannya terhadap tugas yang diberikan kepadanya.

DAFTAR PUSTAKA

Dharma, Surya, 2005, Manajemen Kinerja Falsafah, Teori, dan Penerapannya, Cetakan Kesatu, Pustaka Pelajar, Yogyakarta.

Mulyadi, 2007, Sistem Perencanaan Dan Pengendalian Manajemen, Edisi Ketiga, Salemba Empat, Jakarta.

Noe, Raymond A.dkk, 2010, Manajemen Sumber Daya Manusia Mencapai Keunggulan Bersaing, Edisi Keenam, Cetakan Kesatu, Salemba Empat, Jakarta.

Sinungan, Muchdarsyah, 2002, Produktivitas Apa Dan Bagaimana, Edisi Keempat, Bumi Aksara, Jakarta.

Sunyoto, Danang, 2013, Teori,Kuisioner, Dan Analisis Sumber Daya Manusia, Cetakan Kedua, CAPS, Yogyakarta.

Dokumen terkait