• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum pernikahan Online

BAB II PERNIKAHAN SIRRI ONLINE DALAM TINJAUAN UMUM

B. Pernikahan Online

2. Hukum pernikahan Online

Sebuah akad pernikahan yang sah harus terpenuhi rukun dan syarat-syaratnya. Rukunnya adalah ijab dan qabul, sedang syaratnya adalah ijin dari wali perempuan dan kehadiran dua orang saksi. Ini semuanya harus dilakukan dengan jelas dan transparan, sehingga tidak ada unsur penipuan dan pengelabuhan. Oleh karena itu, calon suami atau wakilnya harus hadir di tempat, begitu juga wali

34

perempuan atau wakilnya harus hadir di tempat, dan kedua saksipun harus hadir di tempat untuk menyaksikan akad pernikahan.36 Maka untuk menentukan hukumnya, paling tidak ada dua syarat sah nikah yang harus dibahas terlebih dahulu :

Syarat Pertama : calon mempelai laki-laki atau yang mewakilinya dan wali perempuan atau yang mewakilinya harus berada dalam satu majlis ketika dilangsungkan akad pernikahan. Dalam hal ini, Majma‟ al Fiqh telah menetapkan hukum penggunakan ponsel, hp, dan internet di dalam melakukan transaksi, yang

isinya sebagai berikut : “ Jika transaksi antara kedua pihak berlangsung dalam satu waktu, sedangkan mereka berdua berjauhan tempatnya, tetapi menggunakan telepon, maka transaksi antara keduanya dianggap transaksi antara dua pihak yang

bertemu dalam satu majlis.”37

Syarat Kedua : pernikahan tersebut harus disaksikan oleh dua orang atau lebih. Orang yang menikah lewat telpun dan internet tidak lepas dari dua keadaan:

1. Salah satu pihak yang melakukan akad serta dua orang saksi tidak yakin dengan suara pihak kedua. Maka dalam hal ini, pernikahan lewat telepon dan internet hukumnya tidak sah. Inilah yang diputuskan oleh Lajnah

Daimah li al Ifta‟ ketika ditanya masalah tersebut, mereka memutuskan

sebagai berikut: “Dengan pertimbangan bahwa pada hari-hari ini banyak

36

http://www.ahmadzain.com/read/karya-tulis/226/hukum-menikah-lewat-internet/

Diunduh pada tanggal 20 Juni 2015, pukul 14.55 37

penipuan dan manipulasi, serta canggihnya orang untuk meniru pembicaraan dan suara orang lain, bahkan di antara mereka ada yang bisa meniru suara sekelompok laki-laki dan perempuan baik yang dewasa maupun yang masih anak-anak, dia meniru suara dan bahasa mereka yang bermacam-macam sehingga bisa menyakinkan orang yang mendengar bahwa yang bicara tersebut adalah orang banyak, padahal sebenarnya hanya

satu orang.”

Begitu juga mempertimbangkan bahwa Syariat Islam sangat menjaga kemaluan dan kehormatan, dan agar berhati-hati dalam masalah tersebut lebih dari masalah lainnya seperti muamalah. Oleh karenanya, Lajnah memandang bahwa seharusnya tidak menyandarkan secara penuh akad pernikahan ijab dan qabul serta perwakilannya dengan menggunakan alat telpun, agar tujuan Syariat bisa teralisir serta lebih menekankan kepada penjagaan terhadap kemaluan dan kehormatan, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada orang-orang jahat untuk bermain-main dalam masalah ini dengan manipulasi dan penipuan.

2. kedua belah pihak yang melakukan akad sangat mengenal suara antara satu dengan yang lain, begitu juga dua orang saksi yakin bahwa itu suara dari pihak kedua yang melakukan akad. Pada kondisi seperti ini, persaksian atas pernikahan tersebut dianggap sah, dan pernikahannya sah juga.Khususnya dengan kemajuan teknologi sehingga seseorang bisa bicara langsung dengan pihak kedua melalui gambar dan suara, sebagaimana yang terdapat dalam teleconference.

36

Dalam hal ini Syekh Bin Ba>z, mufti Negara Saudi ketika ditanya oleh seseorang yang menikah lewat telepon dan mereka saling mengenal suara masing-masing pihak, beliau menyatakan bahwa pernikahannya sah. Tetapi walaupun demikian tidak dianjurkan bagi orang yang ingin menikah untuk menggunakan alat teknologi seperti yang diterangkan di atas kecuali dalam keadaan terpaksa dan darurat, hal itu untuk sifat kehati-hatian di dalam melakukan pernikahan karena berhubungan dengan kehormatan seseorang.

C. Pengertian Nikah SirriOnline

1. Pernikahan SirriOnline

Pernikahan sirri online memiliki dua pengertian, yang pertama adalah dipromosikan lewat media online dan pelaksanaannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa legalitas dari negara. Hal ini sama seperti nikah siri pada umumnya karena dilakukan di bawah tangan dan tanpa pencatatan negara. Perbedaannya hanya masalah teknis dalam mengatur kesepakatan melakukan akad nikah dalam satu majlis. Kemudian yang kedua, terdapat perpaduan iklan maupun pelaksanaannya dilakukan secara online.38 Dengan jargon “daripada zina, lebih baik menikah”, prosesi sakral pernikahan justru dijual melalui perantara cara yang modern: internet.

Contoh periklanan yang ada di gambar adalah sebagai berikut:

38

http://news.metrotvnews.com/read/2015/03/19/373553/pengertian-nikah-siri-online. Diakses pada hari Kamis, 10 Juni 2015, pukul 11.00

Berbagai jasa nikah siri diiklankan secara terbuka di dunia maya. Ongkos jasa pernikahan pun bervariasi, mulai dari Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah) sampai 4.000.000 (empat juta rupiah). Pernikahan di bawah tangan ini bisa dilakukan melalui sambungan telepon atau video call dengan skype. Bahkan wali bagi mempelai perempuan bisa sekaligus diwakilkan oleh penghulunya sendiri atau dapat memilih untuk disediakan oleh penghulu atas persetujuan kedua mempelai dari jasa nikah sirrionline tersebut.

Nikah sirri online yang belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media, memiliki modus operandi (jenisnya macam-macam, mulai dari konvensional hingga sekedar kedok perzinahan),39 yaitu:

1. Mirip nikah sirri biasa

Jenis pertama adalah yang paling ringan, mirip nikah sirri biasa. Pada model ini, yang online hanyalah iklan alias promosinya. Yakni jasa

39

http://bersamadakwah.net/ngeri-begini-modusdan-tingkatan-nikah-siri-online/ . Diakses

38

nikah sirri yang mencarikan penghulu dan wali hakim kemudian mengiklannya secara online. Nama akad nikahnya tetap secara offline alias tatap muka. Menjadi soal adalah, walinya belum tentu sah secara agama. Sebab, wanita yang masih memiliki orang tua atau wali nasab, ia tidak berhak menggunakan wali hakim.

2. Akad nikah online

Akad nikah dapat dilakukan secara tatap muka atau secara online dengan menggunakan media seperti skype, sesuai dengan kesepakatan. Antara calon mempelai dengan penghulu dan saksi tidak perlu tatap muka apabila melaui media komunikasi. Jadi kedua pihak mempelai yang ingin menyudahi status single mereka tidak cukup berpikir panjang untuk melakukan macam pernikahan sirri online ini. Hal itu, hanya cukup menghubungi jasa nikah sirri online dan pihak penyedia jasa telah menyediakan penghulu, wali dan saksi yang siap secara online menikahkan mereka.

3. Mut‟ah online

Jenis kedua mungkin pernikahannya dapat bertahan lama, meskipun tidak jelas juga penghulu dan walinya, Nikah ketiga ini hanya untuk

jangka waktu tertentu. Sama seperti mut‟ah ala syi‟ah, bisa dikatakan hanya kedok untuk menyembunyikan prostitusi terselubung.

Dengan jenisnya yang berbeda-beda, nikah sirri online tersebut memiliki kesamaan, yaitu tidak berkekuatan hukum dan umumnya menggunakan wali yang tidak sah.

Jasa-jasa pernikahan sirri dengan cara online ini seolah menghapus kesakralan perkawinan karena sudah menyalahi aturan. Disamping itu praktik semacam ini akan menimbulkan banyak merugikan khusunya pihak wanita. Padahal pernikahan itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat jadi harus diluruskan kembali pada hakekat perkawinan yang disunahkan oleh Rasulullah, jangan sampai pernikahan itu menjadi haram sehingga menjadi perbuatan zina.

2. Praktik Pernikahan Sirri Online40

Dengan jargon „Daripada zina, lebih baik nikah‟, prosesi sakral pernikahan

justru dijual melalui perantara cara yang modern: internet. Berbagai jasa nikah sirri diiklankan secara terbuka di dunia maya. Ongkos jasa pernikahan pun bervariasi, mulai dari Rp.1.500.000-Rp.4.000.000

Salah seorang jasa penghulu nikah berinisial (UA), yang mengiklankan jasanya. Penghulu itu beroperasi di Bandung, Jawa Barat. Ia mengemukakan pernikahan sirri tidak melanggar aturan agama sebab tujuannya mulia. Dia menegaskan pula bahwa pernikahan sirri merupakan cara halal untuk menghindari

zina. “ Disini ada ikatan sehidup semati yang telah diucapkan oleh dua insan”.

Penghulu itu, mengklaim siap memfasilitasi pasangan yang akan melakukan pernikahan sirri lengkap dengan penghulu, saksi dan keterangan menikah. Dan persiapan pernikahan hanya diperlukan uang, pernikahan bisa saja berlangsung. Uang yang dimaksud (UA) adalah uang jasa untuk dirinya sebagai penghulu dadakan. Pernikahan menurutnya dapat dilakukan dimana saja,

40

Wawancara Cnn Indonesia dengan penghulu nikah siri online yang dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2015.

40

termasuk di dalam sebuah ruangan tempat ia bertemu dengan orang yang siap ingin dinikahkan.

Sudah puluhan pasangan yang ia nikahkan, kebanyakan pernikahannya memang rahasia. Alasannya tidak dapat restu istri bagi lelaki atau tidak mendapat restu dari orang tua. Mekanisme pernikahan (UA) ini sangat sederhana. Ada mempelai yang berikrar janji, lalu ada sedikit khotbah didalam pelaksanaan akad pernikahan oleh (UA). Prosesi juga tak perlu dihadiri dua mempelai, apabila berhalangan, salah satu bisa lewat telepon maka pernikahan sudah diangap sah.

“Asal saat ditanya apakah mempelai pria atau wanita serius menikahi pasangannya, maka itu sudah sah”. Soal buku keaslian buku nikah pun ia tidak

bisa menjanjikan apa-apa.

Sama halnya dengan (UA), jasa peghulu sirri online dilakukan pula oleh (UR) yang berlokasi di Jakarta-Timur41, Dia mengatakan secara singkat mekanisme yakni hanya datang bersama pasangan, lalu membawa mahar yang sudah disepakati antara pasangan. Sedangkan, untuk biaya nikah sirri sebesar Rp 2 juta diperuntukkan bagi dua orang saksi dan wali hakim.

41 Wawancara oleh pihak „Republika‟ kepada penghulu nikah sirri online yang

41

DAN PRAKTIK PERNIKAHAN SIRRI ONLINE

A. Nikah Sirri Online Perspektif Ulama NU

a. Gambaran Umum K.H. Arwani Faishal

1. Biografi K.H. Arwani Faishal1

Ia lahir di Demak, 25 Maret 1961. Setelah tamat SD Ibtidaiyah kemudian beliau belajar di Pondok Pesantren Kajen Pati (Kyai Sahal Mahfudz). Setelah beliau menyelesaikan studinya di Madrasah Tsanawiyah di Pesantren Kajen Pati kemudian ia melanjutkan sekolah ke Madrasah Aliyah di Pesantren Tebu Ireng, Jombang Jawa Timur. Setelah itu beliau memimpin pesantren ketika berusia 23 tahun. Selain sebagai pimpinan Pesantren, beliau juga aktif mengajar di pesantren tersebut pada tingkatan Aliyah. Sistem Pon-Pes dengan materi agama di Madrasah yang formal berakreditasi terakui negara. Setelah itu, beliau pindah ke Jakarta dan mengajar di STDI (Sekolah Tinggi Dakwah Islam). Dalam waktu yang sama, beliau juga mengajar di Perguruan Tinggi Agama Islam di Klender Jakarta Timur sampai tahun 2012. Dari beberapa semester terhitung 2-3 tahun beliau berhenti mengajar, kemudian beliau juga sempat mengajar sekolah PBNU di beberapa wilayah Jakarta. Aktivitas organisasi di Jam‟iyyah T{oriqoh, pada periode kedua beliau menjadi Wakil Ketua Umum di Jam‟iyyah T{oriqoh, namun pada akhirnya

1

Hasil wawancara dengan K.H.Arwani Faishal yang dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2015

42

beliau mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Setelah itu beliau akhirnya memutuskan untuk masuk di PBNU, waktu itu beliau menjabat sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU dengan ketua Bapak KH Nurul Huda, sekitar 15 tahun yang lalu. Kemudian dalam waktu yang bersamaan yaitu di lembaga Dakwah, beliau merangkap di lembaga LAZIS. Kemudian periode berikutnya beliau baru menjadi wakil Bah}sul Masa>il pada tahun 2004-2010. Adapun pada periode selanjutnya tepatnya pada tahun 2010-2015, beliau menjabat sebagai Ketua Bah}sul Masa>il. Disamping itu, beliau juga aktif di Komisi Fatwa MUI Pusat pada tahun 2010-2015.

2. Pendapat dan Dasar Hukum Tentang Pernikahan Sirri Secara Online. Pernikahan sirri dalam mahzab Maliki adalah nikah yang tidak terpenuhi rukun nikah yaitu tidak adanya saksi. Seperti ini sudah dipahami kalau rukun tidak ada atau tidak lengkap ataupun salah satu rukun tidak terpenuhi, jelas tidak sah. Maka itu mahzab Syafi‟i tidak ada pembahasan mengenai nikah sirri melainkan nikah tanpa saksi. Apabila pernikahan tidak ada saksi maka dikatakan tidak sah pernikahannya. Nikah sirri yang dipahami oleh masyarakat ini bukan dalam perspektif fikih, tapi dalam perspektif administrasi ketatanegaraan atau administrasi pernikahan secara khusus. Maksudnya apabila tidak didaftarkan di KUA meskipun terpenuhi syarat rukun itulah nikah sirri dan selama terpenuhi syarat dan rukun maka nikahnya sah.

Pada masa Nabi tidak dikenal adanya istilah pernikahan sirri. Apalagi pernikahan sirri dalam perspektif negara, karena ketika itu tidak ada kewajiban pencatatan pernikahan dalam Administrasi Negara, karena yang terpenting

adalah terpenuhi syarat dan rukun pernikahan. Selama rukun dan syarat terpenuhi maka sah pernikahan. Pencatatan itu bukan sebagai syarat dan rukun di dalam pernikahan hanya kewajiban pemenuhan admistratif, dengan itu dapat dibedakan mana pernikahan yang resmi atau tidak resmi. Maka dari itu pencatatan bukan bagian syarat dan rukun dalam pernikahan tetapi menjadi kewajiban bagi warga yang menikah dengan mendaftarkan pernikahannya agar dapat diketahui Instansi yang terkait mana yang menikah dan kumpul kebo.

Praktik pernikahan online, ada dua kategori dimana online itu hanya sebagai promosi, untuk menjaring konsumen dan tetap ada akad. Sementara nikahnya tetap datang berhadapan dengan wali yang sah, ada calon suami-istri, ada wali, saksi, ijab-qabul, intinya terpenuhi semua rukun dan syarat maka hukumnya sah. Kalaupun yang digunakan bukan wali yang sah atau tidak ada saksi maka tidak sah pernikahannya sama seperti perzinaan.

Akadnya secara online, promosinyapun online, akad online pun harus ada syaratnya yaitu harus ada wali dan saksi. Kalau walinya bukan wali yang sah, maka pernikahannya tidak sah. Berdasarkan hadis pernikahan yang harus ada wali,:

َلاَق اَمُهْ نَع ُللا َيِضَر ٍسابَع ِنْبا ِنَع ،ٍَْْ بُج ِنْب ِديِعَس ْنَع ،ٍمْيَ ثُخ ِنْبا ِنَع

َِإ َحاَكِن ََ :

ٍلْدَع ْيَدِاَشَو ٍدِشْرُم ٍَِِوِب

2

Artinya: “Dari Ibnu Abbas ia berkata” Tidak ada nikah kecuali dengan wali yang cerdas dan dua orang saksi yang adilmenikah tanpa adanya wali dan 2 orang saksi yang adil.”

2

As-Syafi‟I, Musnad as-Syafi‟I (Beirut:Da>r al-Kutub al-Ilmiyyah, 1400 H). hlm. 220

44

Kalau akad online itu ternyata walinya tidak sah menjadi wali, karena bukan siapa-siapa (bukan kerabat, bukan wali yang sah melainkan orang asing broker atau penjual) maka wali yang dimaksud tidak sah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pernikahan yang tidak terpenuhi rukun dan syarat maka hukumnya tidak sah, dalam hal ini syarat dari pernikahan itu harus dalam ittihadul majelis. Intinya baik akadnya dalam satu majelis ada itu online promosinya online tapi akadnya itu dalam satu majelis tetapi walinya tidak sah dan tidak ada saksi maka pernikahannya tidak sah.

Kalau pernikahan melalui online yaitu akadnya berarti tidak terjadi dalam satu ittihadul majlis, artinya akadnya tidak dalam satu majlis tetapi memenuhi syarat dan rukun maka hukumnya sah karena yang ittihadul majlis itu disyaratkan akad nikahnya itu terjadi secara bertubi-tubi, langsung tidak terputus. Dalam mahzab Hanafi, yang dimaksud dengan satu majelis akadnya nyambung tanpa terpisah, meskipun majelisnya berbeda selama akadnya tetap berlangsung sampai

selesai akadnya, maka nikahnya sah. Namun di dalam mahzab Syafi‟i,

pemahaman tekstual ibarat kitab-kitab Syafi‟i yang dimaksud ittihadul majlis hakekat majelis adalah yang hakekatnya satu majelis artinya apabila di luar majelis bisa dipahami tidak sah. oleh karena itu, tujuan dari ittihadul majlis adalah agar akadnya nyambung tidak terputus.

Pada prinsipnya pandangan tentang ittihadul majlis sama dalam 4 mazhab. akad ijab-qabul harus menyambung tanpa terpisah, maka dengan adanya ketentuan ittihadul majlis tidak ada akad yang terputus. Kalau tidak ada ittihadul majlis maka akadnya terputus, maka tidak sah. Tetapi dengan media online

meskipun berbeda majelis tetap akad bisa nyambung berarti sah. Itu hukum pernikahan online dalam tinjauan akadnya.

B. Nikah Sirri Online Perspektif Ulama MUI

a. Gambaran Umum Muhammad Dr. Lutfi Fathullah

1. Biografi Dr. Muhammad Lutfi Fathullah3

Ia lahir di Kuningan pada tanggal 25 Maret 1964. Ia adalah putra Betawi asli yang merupakan salah satu cucu Guru Mughni, seorang tokoh ulama betawi kenamaan di era akhir 1800 dan awal 1900-an. Pendidikan beliau diantaranya SDN 01 Kuningan Timur Jakarta, Pondok Modern Gontor Ponorogo, Damascus University (S1), Jordan Universitiy (S2), University Kebangsaan Malaysia (S3).

Sebagai seorang ulama dan akademisi, kegiatan beliau sangat banyak dan padat, diantarnya: dosen Pascasarjana di Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Islam Negeri Bandung, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Insititut Ilmu Al-Qur‟an Jakarta,

Program Interdiciplyneri Islamic Studies Mc Gill Canada-UIN Jakarta, university Kebangsaan Malaysia. Aktifis lainnya sebagai pembimbing ibadah haji PT Dian Nusa Insani Jakarta, Direktur Pusat Kajian Hadis Jakarta, Hikmah pagi TVRI, serta beliau juga aktif ceramah mengisi majalis al-Ta‟lim Jakarta dan Bogor. Selain itu, ia juga berperan aktif sebagai Ketua Komisi Fatwa MUI-DKI, yang sebelumnya beliau bejabat sebagai anggota LBPOM makanan halal di DKI.

2. Pendapat dan Dasar Hukum Tentang Pernikahan Sirri Secara Online

3

46

Dalam agama Islam tidak ada nikah sirri, tetapi permasalahan sekarang orang menamakan kalau tidak tercatatkan pernikahnya di KUA disebut dengan nikah sirri. Islam tidak ada perintah untuk pencatatan pernikahan harus di KUA, berarti bukan berarti nikah sirri haram, semua nikah tidak ada yang sirri, karena semua nikah pasti ada saksi serta wali, masalahnya hanya pada pencatatan di KUA atau tidak dicatat.

Wahbah Zuhaili menyatakan boleh menikah dengan online, asal jelas. Dimanapun pernikahan itu dilaksanakan, meskipun mengundang 1000 orang tetapi tidak menghadirkan wali maka pernikahan itu tidak sah.

Praktik pernikahan yang terjadi sekarang masalahnya bukan pernikahan siri atau tidaknya, tetapi ketidak-adaan wali. Dalam hal ini bukan faktor online-nya melainkan ketidak terpenuhi rukun dan syarat pernikahan.

Pernikahan sirri online yang menjadi permasalahan pada saat ini, ialah kemudahan yang disalah-gunakan oleh orang, yaitu tidak saling kenal kemudian menikah secara online tanpa ada klarifikasi maka jelas tidak boleh. Pernikahan sirri secara onlinepun merupakan oknum, bukan Syar‟i. Pernikahan dengan tidak

mendatangkan wali yang (tidak sah) seperti sebuah pernikahan rekayasa maka ini dikatakan haram. Mereka para oknum tidak peduli dengan syarat serta rukun sebagaimana yang telah di tentukan yang terpenting adalah hasil uang yang telah disepakati. Haramnya bukan haram akadnya melainkan ketidak jelasan persyaratan pernikahan.

1. Biografi Dr. Fuad Thohari4

Masa kecilnya ia lebih menghabiskan hari-harinya di Masjid sampai selesai SD. Tsanawiyah dan Aliyah di ponorogo Sekolah Madrasah Tsanawiyah Aliyah al-Islam di Jorosan, dari Gontor kurang lebih 30 meter. Dengan kurikulum campuran, kurikulum ala gontor, kurikulum Kemenag dan muatan lokal. Ia juga mengikuti sekolah sore Diniyyah hanya dengan mengikuti Nahwu dan Sharaf.

Ia kuliah di IAIN Jakarta pada jurusan Tafsir Hadis fakultas Ushuludin pada tahun 1992-1997 bersamaan itu beliau juga aktif di pendidikan Nahdatul Ulama yang diadakan oleh MUI Jakarta. Pendidikan PKU dengan pendidikan kuliah selesia dengan waktu yang bersamaan dengan prestasi yang membangakan dengan nilai cumlaude. Sebelum beliau melanjutkan pendidikan S2 beliau melanjutkan PKU tingkat Nasional direkturnya ketika itu di jabat oleh Quraish Shihab, dosennya Guru Besar UIN seperti: Azyumardi Azra, Aqil Munawar, Wahid Mukti, Huzaimah, Satria Effendi, dkk. Beliau sendiri menjadi perwakilan dari provinsi- DKI, atas perseleksian dari wilayah dan yang lulus langsung ditempati di Jakarta dan kuliahnya hanya 6-7 bulan di Wisma Sejahtera. Dengan model pesantren dari shubuh ada macam pembelajaran sorogan dengan beberapa Guru Besar UIN sesuai dengan bidangnya masing-masing. Setelah itu beliau masuk S2 pada tahun 1997 di jurusan yang sama yaitu Tafsir Hadis selama 2 tahun selesai pada tahun 1999. Beliau sudah mulai mengajar di fakultas Ushuluddin, ketika itu beliau menjadi Asisten Dosen Quraish Shihab, Aqil, Hamdani Anwar sampai pada tahun1998- 2000. Ketika itu ia mengikuti

4

48

perseleksian PNS dan kemudian ia ditempatkan di Fakultas Syariah. Kemudian mengajar di fakultas Syariah bukan lagi mengajar di fakultas Ushuluddin. Pada tahun 2001 beliau melanjutkan pendidikan S3 dengan konsentrasi yang sama selesai pada tahun 2007. Sambil mengajar, kuliah, kerja di masyarakat dilakukan dengan seimbang. Selain mengajar beliau juga mengabdikan masyarakatnya dengan memberikan ceramah kajian agama tafsir, hadis, fikih, kultum ,khutbah, beberapa radio-televisi, narasumber beberapa pelatihan Kanwil-Kemenag-Dinas dan masih banyak lagi.

Di MUI awalnya beliau mulai berkiprah menjadi sekretaris Komisi Dakwah selama 5 tahun, setelah itu di komisi fatwa ini adalah periode 2 jadi hampir 8 tahun di Komisi Fatwa menjadi sekretaris. Pertama menjadi sekretaris yang diketuai oleh K.H Syarifuddin yang sekarang menjadi ketua umum dan yang kedua adalah Dr. Muhammad Lutfi Fatullah. Disamping itu beliau juga aktif di PBNU di Lembaga Dakwah Nahdatul Ulama menjadi salah satu sekretaris dan di lembaga bathsul masail salah satu ketua, jadi beliau terkadang menjadi perwakilan LBM-Lembaga Dakwah termasuk Talk Show di beberapa stasiun televisi dan radio terkadang mewakili PBNU atau MUI terkadang juga undangan pribadi

Dokumen terkait