• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUMAN INTEREST INTEREST

Dalam dokumen TheLight Photography Magazine #4 (Halaman 37-53)

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

7373

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

PERJALANAN

PERJALANAN

SPIRITUAL

SPIRITUAL

LANS

LANS

BRAHMANTYO

BRAHMANTYO

Beberapa tahun yang lalu sebuah buku yang berisi

Beberapa tahun yang lalu sebuah buku yang berisi oto-oto perjalanan spiritual dirilis. Judulnyaoto-oto perjalanan spiritual dirilis. Judulnya Soul Odyssey. Beberapa bulan yang lalu beberapa

Soul Odyssey. Beberapa bulan yang lalu beberapa oto dari buku oto dari buku tersebut mendapat penghar-tersebut mendapat penghar-gaan dalam sebuah ajang pengharpenghar-gaan oto di Perancis.

gaan dalam sebuah ajang penghargaan oto di Perancis. Kali ini kami m

Kali ini kami mendapat kehormatan untuk bisa bertemu dan berbincang-bincang dengan Lansendapat kehormatan untuk bisa bertemu dan berbincang-bincang dengan Lans Brahmantyo, otograer di balik oto-oto

Brahmantyo, otograer di balik oto-oto dalam buku Soul dalam buku Soul Odyssey.Odyssey.

Lans Brahmantyo atau yang biasa dipanggil Brahm bukanlah seorang otograer proessional. Lans Brahmantyo atau yang biasa dipanggil Brahm bukanlah seorang otograer proessional. Brahm hanyalah seorang lulusan teknik

Brahm hanyalah seorang lulusan teknik elektro yang kebetulan “nyangkut” di industri designelektro yang kebetulan “nyangkut” di industri design gras. Ia memiliki Aterhours, sebuah perusahaan design gras

gras. Ia memiliki Aterhours, sebuah perusahaan design gras tempat salah satu tempat salah satu otograerotograer kenamaan, Jerry Aurum pernah bekerja sebagai

kenamaan, Jerry Aurum pernah bekerja sebagai graphic designer. graphic designer. “Saya seorang praktisi ko-“Saya seorang praktisi ko-munikasi visual. Kerjaannya “menterjemahkan” kebut

munikasi visual. Kerjaannya “menterjemahkan” kebutuhan klien dalam uhan klien dalam bentuk visual, terutamabentuk visual, terutama cetak. Istilah mudahnya: desain gras.” Ungk

cetak. Istilah mudahnya: desain gras.” Ungkap lelaki yang saat ap lelaki yang saat ini memiliki tidak kurang dariini memiliki tidak kurang dari 50 orang pegawai ini. “Selain itu saya juga berkecimpung di

50 orang pegawai ini. “Selain itu saya juga berkecimpung di dunia publishing buku2 di Red & dunia publishing buku2 di Red &  White Publishing (R&W) yang sudah menerbitkan berbagai coee table books

White Publishing (R&W) yang sudah menerbitkan berbagai coee table books berkualitas tinggiberkualitas tinggi (termasuk di dalamnya beberapa buku otogra seperti buku otogra

(termasuk di dalamnya beberapa buku otogra seperti buku otogra milik Sigit Prasetyo, Indramilik Sigit Prasetyo, Indra Leonardi dan banyak otograer lainnya.)” tambahnya.

74

74

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

7575

HUMAN

76

76

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

7777

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

Bercerita mengenai perkenalannya dengan Bercerita mengenai perkenalannya dengan bidang otogra, Brahm mengaku terbalik  bidang otogra, Brahm mengaku terbalik  dalam belajar otogra. “Banyak orang belajar dalam belajar otogra. “Banyak orang belajar dari lm lalu pindah ke digital, saya malah dari lm lalu pindah ke digital, saya malah sebaliknya.” Ungkapnya. “Saya mengenal sebaliknya.” Ungkapnya. “Saya mengenal otogra karena tuntutan sebagai elemen otogra karena tuntutan sebagai elemen dari sebuah design. Saya banyak

dari sebuah design. Saya banyak berkenalanberkenalan dan berkawan dengan otograer sebelum dan berkawan dengan otograer sebelum benar2 “kesamber racun” nya. Pada waktu benar2 “kesamber racun” nya. Pada waktu itu digital photography masih inancy tapi itu digital photography masih inancy tapi sudah menarik perhatian saya krn saya sudah menarik perhatian saya krn saya anggap merupakan jalur cepat untuk belajar anggap merupakan jalur cepat untuk belajar otogra daripada memakai lm. Pada tahun otogra daripada memakai lm. Pada tahun 2002 ketika saya mau jalan-jalan ke 2002 ketika saya mau jalan-jalan ke EropaEropa dan perlu kamera, maka saya nekat dan perlu kamera, maka saya nekat mengha- mengha-biskan tabungan dengan beli DSLR pertama biskan tabungan dengan beli DSLR pertama

saya yang mahal sekali. Dan ternyata hanya saya yang mahal sekali. Dan ternyata hanya dengan sekilas membaca manual sebelum dengan sekilas membaca manual sebelum berangkat, dengan cepat saya bisa berangkat, dengan cepat saya bisa belajarbelajar

teknis nya krn bisa langsung lihat

teknis nya krn bisa langsung lihat hasil dan mencoba2 secara instant. Untuk komposisi, sayahasil dan mencoba2 secara instant. Untuk komposisi, saya secara langsung sudah belajar dari

secara langsung sudah belajar dari pekerjaan sehari2 dalam mendirect seorang pekerjaan sehari2 dalam mendirect seorang otograerotograer.. Jadi memang waktu itu

78

78

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

7979

HUMAN

80

80

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

8181

HUMAN

82

82

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

8383

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

saja.”Tambahnya saja.”Tambahnya

Selain itu Brahm pun mulai mempelajari Selain itu Brahm pun mulai mempelajari oto-oto karya otograer terkenal. “Saya oto-oto karya otograer terkenal. “Saya banyak belajar dari buku2 otograer ternama banyak belajar dari buku2 otograer ternama dengan memperhatikan

dengan memperhatikan komposisi-komposiskomposisi-komposisii dan moment. Saya kurang tertarik dengan dan moment. Saya kurang tertarik dengan oto ashion ataupun yang commercial karena oto ashion ataupun yang commercial karena otogra buat saya lebih sebagai balancer dari otogra buat saya lebih sebagai balancer dari kegiatan komersial saya di

kegiatan komersial saya di design.” Jelasnya.design.” Jelasnya.  Akhirnya Brahm pun memutuskan untuk lebih  Akhirnya Brahm pun memutuskan untuk lebih

tertarik pada otogra human

tertarik pada otogra human interest. “Dalaminterest. “Dalam human interest kita bisa merekam

human interest kita bisa merekam orangorang berkontemplasi dengan alam sekitarnya, berkontemplasi dengan alam sekitarnya, baik itu tempat, pekerjaannya, serta manusia baik itu tempat, pekerjaannya, serta manusia lain. Dan itu yang sangat menarik buat lain. Dan itu yang sangat menarik buat sayasaya karena oto jadi

karena oto jadi ada “isi”nya.” Ujarnya. Bahkanada “isi”nya.” Ujarnya. Bahkan ketika ingin memotret landscape pun Brahm ketika ingin memotret landscape pun Brahm mencoba memasukkan unsur human interest mencoba memasukkan unsur human interest di dalamnya, sehingga oto

di dalamnya, sehingga oto yang dihasilkanyang dihasilkan lebih memiliki “rasa”.

lebih memiliki “rasa”.

Beberapa tahun menggunakan kamera digital, Beberapa tahun menggunakan kamera digital, Brahm pun memutuskan untuk berpindah Brahm pun memutuskan untuk berpindah ke kamera range

ke kamera range nder analog. Walaupunnder analog. Walaupun memotret dengan kamera digital relative lebih memotret dengan kamera digital relative lebih terkontrol namun Brahm justru terkontrol namun Brahm justru menghin-darinya. “Orang kalau motret pakai digital, darinya. “Orang kalau motret pakai digital, pasti godaannya selalu ingin melihat hasilnya pasti godaannya selalu ingin melihat hasilnya sesudah menjepret. Akhirnya momennya sesudah menjepret. Akhirnya momennya

84

84

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

8585

HUMAN

86

86

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

8787

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

keburu lewat.” Ungkapnya. “J

keburu lewat.” Ungkapnya. “Justru dengan tidak bisa melihat hasilnya saat ustru dengan tidak bisa melihat hasilnya saat itu juga itulah yangitu juga itulah yang membuat memotret jadi menyenangkan. Karena kita jadi dilatih untuk

membuat memotret jadi menyenangkan. Karena kita jadi dilatih untuk memotret dengan “rasa”memotret dengan “rasa” bukan sekedar dengan mata saja.” Tambahnya.

bukan sekedar dengan mata saja.” Tambahnya.

Brahm yakin bahwa sebuah oto human interest harus berjiwa dan bisa membawa penikmat Brahm yakin bahwa sebuah oto human interest harus berjiwa dan bisa membawa penikmat oto untuk me-relate oto tersebut dengan dirinya. Tidak harus selalu sempurna secara teknis oto untuk me-relate oto tersebut dengan dirinya. Tidak harus selalu sempurna secara teknis karena kecenderungan oto apabila hanya perect secara teknis akan menjadi dekorati belaka, karena kecenderungan oto apabila hanya perect secara teknis akan menjadi dekorati belaka, kecuali untuk bidang komersil yang memang tuntutannya lain.

kecuali untuk bidang komersil yang memang tuntutannya lain. Brahm percaya bahwa untuk menghasilkan oto human

Brahm percaya bahwa untuk menghasilkan oto human interest yang baik seorang otograerinterest yang baik seorang otograer harus mengerti betul subyek yang akan dioto. Brahm m

harus mengerti betul subyek yang akan dioto. Brahm menyarankan otograer human interestenyarankan otograer human interest untuk mau berbaur dengan subyek. Selain itu, akan sangat baik jika

untuk mau berbaur dengan subyek. Selain itu, akan sangat baik jika otograer human interestotograer human interest mengetahui budaya dan kebiasaan yang dianut daerah tempat ia

mengetahui budaya dan kebiasaan yang dianut daerah tempat ia akan memotret. “Waktu sayaakan memotret. “Waktu saya motret di Israel, saya nggak tau bahwa di sana ada keyakinan di mana mereka nggak boleh motret di Israel, saya nggak tau bahwa di sana ada keyakinan di mana mereka nggak boleh di-oto mukanya. Maka dari itu ada

oto mukanya. Maka dari itu ada yang menutup mukanya ketika saya mau yang menutup mukanya ketika saya mau motret.” Ungkapnya.motret.” Ungkapnya.

Ditanya mengenai begitu banyaknya pehobi otograer yang lebih tertarik untuk memotret Ditanya mengenai begitu banyaknya pehobi otograer yang lebih tertarik untuk memotret ashion dan model terutama wanita, serta ketidaktertarikannya pada bidang otogra ashion ashion dan model terutama wanita, serta ketidaktertarikannya pada bidang otogra ashion dan commercial Brahm menjawab, “Bertemu dengan wanita cantik memang m

dan commercial Brahm menjawab, “Bertemu dengan wanita cantik memang menjadi daya tarik enjadi daya tarik  tersendiri untuk mempelajari otogra, tapi cenderung hasilnya

tersendiri untuk mempelajari otogra, tapi cenderung hasilnya akan bersiat ‘vulgar’ apabilaakan bersiat ‘vulgar’ apabila hanya untuk memotret kecantikan sik belaka. Kecuali memang itu tujuan

hanya untuk memotret kecantikan sik belaka. Kecuali memang itu tujuan dari memotretnya.”.dari memotretnya.”. “Saya tidak terlalu tertarik dengan commercial photography karena bagi saya

“Saya tidak terlalu tertarik dengan commercial photography karena bagi saya merupakanmerupakan sebuah pressure. Buat saya, memotret harus dari dalam hati dan

sebuah pressure. Buat saya, memotret harus dari dalam hati dan tidak terbentur oleh aturan-tidak terbentur oleh aturan-aturan maupun constraints. Jadi ya saya tetap memilih

aturan maupun constraints. Jadi ya saya tetap memilih untuk meng-hire proessional photogra-untuk meng-hire proessional photogra-phers untuk menunjang pekerjaan design saya. Kecuali apabila keadaan memaksa atau client phers untuk menunjang pekerjaan design saya. Kecuali apabila keadaan memaksa atau client meminta saya yang

meminta saya yang memotret sendiri.” Tambamemotret sendiri.” Tambahnya.hnya.

Bercerita mengenai oto-oto dalam buku Soul Odyssey Brahm m

Bercerita mengenai oto-oto dalam buku Soul Odyssey Brahm mengaku bahwa proses pen-engaku bahwa proses pen-ciptaan oto-oto hingga menjadi

ciptaan oto-oto hingga menjadi sebuah buku dilakukan benar-benar tanpa rencana. Brahmsebuah buku dilakukan benar-benar tanpa rencana. Brahm lebih senang menganggap perjalanan dalam menghasilkan oto-oto itu sebagai perjalan lebih senang menganggap perjalanan dalam menghasilkan oto-oto itu sebagai perjalan

88

88

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

8989

HUMAN

90

90

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

9191

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

spiritual yang secara tidak sengaja ia lakukan. spiritual yang secara tidak sengaja ia lakukan. Waktu itu ia diminta

Waktu itu ia diminta ibunya untuk meneman-ibunya untuk meneman-inya ikut sebuah paket tour ke timur tengah. inya ikut sebuah paket tour ke timur tengah. Negara-negara yang akan

Negara-negara yang akan dikunjunginyadikunjunginya adalah Mesir, Israel dan juga Yordania. Selama adalah Mesir, Israel dan juga Yordania. Selama perjalanan Brahm merasa mendapatkan perjalanan Brahm merasa mendapatkan ban-yak hal yang bersiat spiritual selain oto-oto yak hal yang bersiat spiritual selain oto-oto bagus yang kini sudah menjadi sebuah buku. bagus yang kini sudah menjadi sebuah buku. Misalnya saja oto yang menjadi sampul Misalnya saja oto yang menjadi sampul buku-nya tersebut. Pada saat itu ia

nya tersebut. Pada saat itu ia sedang beradasedang berada di Gunung Sinai. Ketika ia tertinggal oleh di Gunung Sinai. Ketika ia tertinggal oleh rom-bongan tournya yang sudah lebih dulu turun bongan tournya yang sudah lebih dulu turun dari Gunung Sinai, Brahm bertemu dengan dari Gunung Sinai, Brahm bertemu dengan seorang penduduk setempat yang seorang penduduk setempat yang pekerjaan-nya mengumpulkan selimut dan bantal yang nya mengumpulkan selimut dan bantal yang sudah selesai digunakan

sudah selesai digunakan pengunjung. Brahmpengunjung. Brahm pun menyempatkan diri untuk mampir ke caé pun menyempatkan diri untuk mampir ke caé sederhana milik orang itu untuk minum sederhana milik orang itu untuk minum kopi.kopi.

Setelah beberapa saat

Setelah beberapa saat berbincang-bincberbincang-bincangang si pemiliki caé itu menawarkan diri kepada si pemiliki caé itu menawarkan diri kepada Brahm untuk mengantarnya turun karena ia Brahm untuk mengantarnya turun karena ia takut tersasar. Yang menarik adalah, ternyata takut tersasar. Yang menarik adalah, ternyata orang itu bernama Musa. Nama yang orang itu bernama Musa. Nama yang samasama dengan Nabi yang dikisahkan banyak kitab dengan Nabi yang dikisahkan banyak kitab suci pernah berada di gunung itu. suci pernah berada di gunung itu. Kisah lain adalah pada saat berada di Kisah lain adalah pada saat berada di kotakota Mara. Saat itu Brahm bertemu dengan Mara. Saat itu Brahm bertemu dengan seorang penduduk setempat yang bisa seorang penduduk setempat yang bisa mem-baca masa lalu seseorang. Masa lalu Brahm baca masa lalu seseorang. Masa lalu Brahm pun tidak luput

pun tidak luput dari terawangannya. Hinggadari terawangannya. Hingga akhirnya di suatu tempat setelah mendoakan akhirnya di suatu tempat setelah mendoakan Brahm agar menjadi orang yang lebih Brahm agar menjadi orang yang lebih baik baik  lagi, orang itu pun berpesan bahwa lagi, orang itu pun berpesan bahwa sepulang-nya dari tempat itu Brahm akan membawa nya dari tempat itu Brahm akan membawa sebuah pesan untuk orang banyak. Dan sebuah pesan untuk orang banyak. Dan akh-irnya Brahm pun meyakini bahwa salah satu irnya Brahm pun meyakini bahwa salah satu pesan itu adalah terbitnya buku Soul Odyssey pesan itu adalah terbitnya buku Soul Odyssey walaupun tidak pernah

92

92

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

9393

HUMAN

94

94

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

9595

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

itu, Brahm yang saat itu sempat ragu akan itu, Brahm yang saat itu sempat ragu akan adanya Tuhan, berubah menjadi amat sangat adanya Tuhan, berubah menjadi amat sangat yakin bahwa Tuhan itu ada.

yakin bahwa Tuhan itu ada.

Sepulangnya dari perjalanan ke timur tengah Sepulangnya dari perjalanan ke timur tengah itu, Brahm menunjukkan oto-otonya itu itu, Brahm menunjukkan oto-otonya itu kepada Oscar Motuloh. Oscar yang saat itu kepada Oscar Motuloh. Oscar yang saat itu sedang mampir ke rumahnya pun sedang mampir ke rumahnya pun segerasegera sibuk memperhatikan oto-oto itu. Ia mulai sibuk memperhatikan oto-oto itu. Ia mulai menyusun oto-oto itu dan berkata “wah ini menyusun oto-oto itu dan berkata “wah ini ada ceritanya nih Brahm.”. Brahm pun ada ceritanya nih Brahm.”. Brahm pun terke- jut karena bahkan ia sendiri tidak

 jut karena bahkan ia sendiri tidak berusahaberusaha membuat sebuah cerita ketika memotret membuat sebuah cerita ketika memotret oto-oto itu. Oscar pun mulai m

oto itu. Oscar pun mulai menterjemahkanenterjemahkan oto-oto itu kepada Brahm. Akhirnya Oscar oto-oto itu kepada Brahm. Akhirnya Oscar menyarankan Brahm untuk memamerkan menyarankan Brahm untuk memamerkan oto-otonya dalam sebuah pameran. Brahm oto-otonya dalam sebuah pameran. Brahm pun menyambutnya. Dengan memilih sebuah pun menyambutnya. Dengan memilih sebuah gallery di kemang dengan bentuk ornament gallery di kemang dengan bentuk ornament dan warna bangunan yang mirip dengan dan warna bangunan yang mirip dengan bangunan-bang

bangunan-bangunan di timur unan di timur tengah sepertitengah seperti dalam otonya Brahm pun membuat sebuah dalam otonya Brahm pun membuat sebuah pameran. Awalnya oto-otonya itu hanya akan pameran. Awalnya oto-otonya itu hanya akan dibuat dalam sebuah catalog. Namun karena dibuat dalam sebuah catalog. Namun karena terlalu banyak akhirnya dibuatlah sebuah terlalu banyak akhirnya dibuatlah sebuah buku yang kini bisa kita

buku yang kini bisa kita dapatkan di beberapadapatkan di beberapa toko buku terkemuka.

96

96

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

9797

HUMAN

98

98

EDISI IV / 2007EDISI IV / 2007

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

EDISI IV / 2007 EDISI IV / 2007

9999

HUMAN

HUMANINTERESTINTEREST

Hari semakin sore, kami pun tertarik untuk  Hari semakin sore, kami pun tertarik untuk  “kembali” ke “dunia nyata” dengan “kembali” ke “dunia nyata” dengan menan-yakan pendapatnya mengenai

yakan pendapatnya mengenai penggunaanpenggunaan teknologi digital seperti post processing teknologi digital seperti post processing den-gan sotware editing oto. Brahm berpendapat gan sotware editing oto. Brahm berpendapat bahwa di tengah kemajuan teknologi yang bahwa di tengah kemajuan teknologi yang semakin memudahkan manusia ini memang semakin memudahkan manusia ini memang sulit untuk benar-benar lepas dari

sulit untuk benar-benar lepas dari teknologi. Iateknologi. Ia sendiri selalu melakukan konversi dari analog sendiri selalu melakukan konversi dari analog ke digital dengan cara melakukan scanning ke digital dengan cara melakukan scanning lm nya dengan drum scan. Setelah itu ia lm nya dengan drum scan. Setelah itu ia  juga terkadang masih melakukan

 juga terkadang masih melakukan adjustmentadjustment tonal dengan burning dan

tonal dengan burning dan dodging, cropping,dodging, cropping, serta proses penajaman untuk

serta proses penajaman untuk keperluankeperluan oset atau digital print. “Saya bisa memahami oset atau digital print. “Saya bisa memahami euoria pemakaian Photoshop dalam otogra euoria pemakaian Photoshop dalam otogra meskipun saya sendiri tidak setuju apabila meskipun saya sendiri tidak setuju apabila hasil karya Photoshop itu justru menjadi tidak  hasil karya Photoshop itu justru menjadi tidak  “otogras” lagi alias nggak masuk di akal dari “otogras” lagi alias nggak masuk di akal dari segi lighting, komposisi dll sehingga segi lighting, komposisi dll sehingga menjadimenjadi pantas disebut “Photoshopgrapher” ataupun pantas disebut “Photoshopgrapher” ataupun seni gras.” Ungkapnya. “Seperti di seni gras.” Ungkapnya. “Seperti di design,design, oto yang overdone akan justru menjadi oto yang overdone akan justru menjadi tidak menarik lagi dan justru

tidak menarik lagi dan justru menunjukkanmenunjukkan ketidakyakinan dan ketidakpercayadiri sang ketidakyakinan dan ketidakpercayadiri sang otograer.” Tambahnya.

otograer.” Tambahnya.

Pada akhir perbincangan kami Brahm pun Pada akhir perbincangan kami Brahm pun berpendapat bahwa otograer pada berpendapat bahwa otograer pada

Dalam dokumen TheLight Photography Magazine #4 (Halaman 37-53)

Dokumen terkait