B. Motivasi Keagamaan 1. Pcngertian Motivasi
1. Ibadah ( Hubungan Kepada Allah SWT ) a. Shalat
1) Pcngertian Shalat
Menurut mayoritas ahii bahasa, shalat artinya do’a.52. Dengan kata lain, shalat secara bahasa mempunyai arti mengagungkan, karena merupakan salah satu bentuk ibadah yang mengagungkan Allah SWT dan menyucikan-Nya. 53 Bertolak dari pengertian tersebut, maka sholat berarti berdo’a memohon ampun dengan mengucapkan pujian-pujian untuk mengagungkan Allah SWT.
Shalat yang dikehendaki syara’ sebagaimana ibadah yang menjadi tiang agama Islam , maka para fuqoha telah menetapkan shalat sebagai berikut:
•*'
0 % 0 '52 him.67
53
Dewan Hisbah PP. Persis, Risalah Shalat, Pustaka Umat, Bandung, 2002, Imam Musbikin, Rahasia Shalat Khusyu', Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2007, him 2 -3.
Beberapa ucapan Jan beberapa perhualan yang Jimnlai Jengan takbir Jan Jiakhiri Jengan salam, yang Jengannya kita beribaJah kepada Allah SWT menurut syarat-syarat yang telah Jilenlnkan.54
Shalat sebagai rukun Islam yang yang pertama, karena shalat adalah ibadah yang paling besar, karena dalam shalat terdapat simbol tiga kegiatan dan kekuatan yaitu tubuh, akal dan ruh (jiwa).55 Shalat merupakan persoalan paling penting dalam agama, yang merupakan dasar yang paling kuat untuk diterimanya segala amal manusia.
Shalat ini merupakan perintah Allah dalam A1 Qur’an yaitu surat A1 Baqarah ayat 43.
Dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakal Jan ruku'lah beserta orang-orang yang r u k u 56
Orang yang menjalankan sholat hendaknya dengan khusyu’. Khusyu’ berarti keadaan jiwa yang tenang dan tawadhu’ ( rendah hati ), yang kemudian pengaruh khusyu’ akan tampak pada anggota tubuh lainnya ,57 Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam surat A1 - Mu’ minun ayat 1- 2.
54 T.M. Hasbi Ash - Shiddieqy, PeJoman Shalat, Bulan Bintang. Jakarta, 1951. him. 62
55 Imam Musbikin, Op. Cil, him. 14
56 Departemen Agama RI, Al Qur'an Jan Terjemahnya, Mekar, Surabaya, 2002, him. 8
- 'j * * + . - , - ^ i r ' Q <j (*-* 0 ^ ' © O .^ j-* -''
I. Sesungguhnya berunlunglah orcing-orcing yang beriman, 2. (yaitu) orang-orangyang khusyu' dalam sembahyangnya,58
Dengan demikian hati atau jiwa menjadi bersih dan selalu dekat dengan Allah SWT, maka apabila mempunyai permohonan akan dikabulkan oleh Allah SWT. Tetapi apabila tidak atau belum dikabulkan oleh Allah SWT kita tetap percaya kepadaNya, dan memandang kegagalan itu sebagai keberhasilan yang tertunda. 2) Macam - macam Shalat
Pada dasarnya shalat itu hanya dibagai menjadi dua macam saja , yaitu shalat wajib dan shalat sunat.
a) Shalat Fardhu ( Wajib )
Shalat Fardhu terbagi menjadi dua macam, yaitu fardhu ‘ Ain dan Fardhu Kifayah.
1) Fardhu ‘Ain
Fardhu ‘Ain karena merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang Islam, baik laki - laki maupun perempuan yang berakal sehat, baligh ( sampai umur ), *
58
bersih dari haid dan nifas.59 Yang merupakan shalat fardhu ‘Ain adalah shalat Subuh, Dhudur, Asar, Maghrib, dan Isya\
2) Fardhu Kifayah
Fardhu Kifayah karena satu kewajiban yang apabila suatu pekerjaan telah dilakukan oleh sebagian orang maka lepaslah bagi sebagian yang lain.60 Sebagi contoh adalah sholat jenazah.
b) Shalat Sunat
Adalah shalat yang diluar atau selain shalat wajib lima waktu, shalat ini dimaksudkan untuk menambah kesempurnaan shalat wajib. Shalat sunat ada dua macam61, yaitu :
1) Shalat Sunah Rawatib , yaitu shalat sunah yang mengiringi shalat fardhu.
2) Shalat Sunnah Nawwafil, yaitu shalat sunah yang berdiri sendiri., ada yang dikerjakan sendiri (munfarid) dan ada yang berjamaah.
59 Moh. Fachrurrozy, Kunci Ibadah ( Panducm Shalat Lengkap), Pustaka Amani, Jakarta, him. 27.
60 Moh. Fachrurrozy, Ibid. him. 27 61 Moh. Fachrurrozy, Ibid, him. 27-28
3) Orang yang Wajib Melaksanakan Shalat
Orang yang wajib melaksanakan shalat adalah yang sudah mukallaf , yaitu orang yang sudah baligh ( orang yang sudah mengerti tata cara shalat. M. Hasbi Asyidieqi : shalat diwajibkan atas setiap orang yang mukallaf kecuali tiga golongan, yaitu orang yang tidak sanggup mengerjakan dengan syarat lagi, orang yang pingsan hingga keluar waktu dan orang perempuan yang sedang haid, nifas.62
4 ) Hikmah Shalat
Segala macam ibadah di dalam Islam mempunyai hikmah tersendiri bagi setiap orang yang melaksanakannya.
Adapun hikmah yang terandung di dalam shalat antara lain :
a) Dengan shalat, akan mengingatkan kita kepada Allah SWT, menimbulkan rasa takut, tawadlu’, rasa syukur dan menumbuhkan dalam jiwa kita kebesaran dan kekuasaanNya. b) Dengan shalat mendidik dan melatih kita menjadi orang yang
tenang, yang menhadapai kesusahan dengan hati yang sabar dan tabah.
c) Shalat mencegah dari pcrbuatan keji dan mungkar. Seperti firman Allah dalam surat A1 - Ankabut ayat 45 :
62 T.M. Hasbi Ash - Shiddieqy, Pedoman Shalat, Bulan Bintang, Jakarta, 1951. him. 68
J • j l OjL/ajT i^isSyJl d J j l ^ - j ! L# ,Jj I
a
jjb u ^ 1 3i)T jrjjj A> u Jij r n ^ ji J&
.'gSS.'s s • •
(Cj.0 jj X *^3 J Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yailu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalal. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (pcrbuatan- perbualan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalal) adalah lebih besar (keulamaannya dari ibadal-ibadal yang lain), dan Allah mengelahui apa yang kamu kerjakan.63
b. Puasa
1) Pengertian Puasa
Puasa dalam bahasa Arab adalah “ Saumu “ berarti menahan dari segala sesuatu dan meninggalkan sesuatu.64
Secara syar’i adalah menahan dan mencegah diri secara sadar dari makan, minum, bersetubuh dengan perempuan dan hal-hal semisalnya, selama sehari penuh. Yakni dari kemunculan fajar hingga terbenamnya matahari, dengan niat memenuhi perintah dan taqarrub kepada Allah SWT.65
Dari pengertian di atas dapat kita pahami bahwa puasa adalah menahan diri dari hal - hal yang membatalkan puasa mulai
63 Departemen Agama RI, Op.Cit, him. 566
64 Sulaiman Rasy id, Fiqh Islam, Sinar Baru Algensindo, Bandung, 2005. him. 220
dari terbitnya matahari sampai dengan terbenamya matahari untuk mengharap pahala dari Allah SWT dan bertakwa kepada Allah SWT baik dalam keadaan sunyi maupun dalam keadaan terang - terangan.
2) Macam - macam puasa
♦
Dari segi hukumnya, puasa ada empat macam, yaitu :
a) Puasa wajib yaitu puasa yang diwajibkan Allah pada waktu tertentu.66 Yaitu puasa bulan Ramadhan, puasa kafarat, dan puasa nazar. Wajibnya puasa telah ditetapkan dalam A1 - Qur’an surat Al- Baqarah ayat 183.
Hai orcnig-orang yang beriman, diwajibkan alas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan alas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa67 68
b) Puasa sunah yaitu puasa yang peringkatnya sukarela, yakni suatau ibadah yang dituntut dari seorang mukalaf namun bersifat anjuran dan tidak memaksa. Misainya adalah puasa enam hari di bulan Syawal, puasa Senin Kamis, puasa tanggal sembilan Dzulhijjah.
66 Yusuf Qordhawi, Ibid, him. 29
67 Departemen Agama RI, Op. Cit, him.3 5 68 Yusuf Qordhawi, Op. Cit, him. 182 -183
c) Puasa makruh misalnya puasa dalir atau puasa terus menerus, mengkhususkan bulan Rajab untuk berpuasa, mengkhususksn hari Jum’at berpuasa, berpuasa tetapi tidak shalat.
d) Puasa haram yaitu puasa pada hari rava Idul Fitri, Hari Raya Haji, dan tiga hari sesudah hari raya Haji, yaitu tanggal 11, 12,
13 69 3) Hikmah Puasa
Puasa merupakan sal ah satu unsur yang dapat membina mental dan iman seseorang. Karena puasa merupakan salah satu rukun Islam, maka puasa Ramadhan khususnya difardlukan kepada seluruh umat Islam selama tidak ada halangan yang merintanginya. Hikmah puasa antara lain :
a) Membersihkan jiwa karena melatih manusia untuk mematuhi segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
b) Bahwa puasa disamping menyehatkan badan, juga bisa mengangkat aspek kejiwaan mengungguli aspek materi dalam diri manusia.
c) Meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat Allah SWT. d) Puasa memiliki hikmah ijtimaiyah ( hikmah sosial ),70
69 Sulaiman Rasy id, Op. Cit. him. 220 70 Yusuf Qordhawi, Op. Cit, him..26.
c. Zakat
1) Pengertian Zakat
Zakat menurut bahasa Arab artinya bersih atau suci. Sedang menurut syara ‘ adalah :
A , x-i j ^ ^ A Vit ]-i' v -iL -u tijt ^ ic . ^juu
Zakat itu nama dart pengambilan fertentu dari harta yang tertentu menurut sifat - sifat yang tertentu untuk diberikan kepada golongan yang tertentu '
Dari pengertian di atas jelasnya adalah bahwa zakat adalah sebagian harta seseorang yang wajib dikeluarkan untuk diberikan kepada kepada orang lair, dengan menggunakan aturan - aturan yang jelas.
2) Hukum dan dalilnya a) Hukum
Zakat merupakan Rukun Islam yang ketiga. Rukun dalam agama merupakan kewajiban yang harus dijalankan oleh umatnya.
b) Dalilnya
Dasar hukum tentang zakat sangat banyak dan jelas baik dalam Al-Qur’an maupun Hadis. Firman Allah SWT yang memerintahkan zakat adalah surat A1 - Baqarah ayat 43.
71
Zakat menurut garis besarnya terbagi menjadi dua, yaitu :
a) Zakat mat ( zakat harta ) seperti pertanian, emas dan perak, petemakan, perkebunan dan perniagaan
b) Zakat fitrah atau juga disebut zakat jiwa / nafs, yaitu zakat yang diberikan berkenaan dengan telah seiesainya mengerjakan shiyam ( puasa ) yang difardhukan.73
4) Orang - orang yang wajib mengeluarkan zakat
Orang disepakati untuk mengeluarkan zakat adalah orang Islam yang merdeka, telah sampai umur, berakal dan memiliki nisab dengan milik yang sempurna.74
5) Orang yang berhak menerima zakat
Dalam firman Allah SWT surat At- Taubah ayat 60, dijelaskan orang - orang yang berhak menerima zakat.
Departemen Agama RI, Op. Cit, him. 8 T. M. Hasbi Ash- Shiddieqy, Op. Cit, him. 30 T. M. Hasbi Ash- Shiddieqy, Op. Cit, him. 40
4-flJj-*Jlj L^llc- ,j\l~*-L*J Ij »Ij-fl-a.lJ c. -13 JLyaJ I L*jl
4«
' o t 'j c W - __jsj o ^ y ^ ' j y ^ J P ' ___|3 q ^ 4 = ^ > - % ij Aj > J i j u . J Sesunggtihnya zakcil-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang mi.skin, penguru.s-penguru.s zakat, para mu'allaf yang dibujuk halinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketelapanyang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana75
d. Membaca A1 Qur’an 1) Pengertian
Para ulama’ dan ahli ushul telah sepakat bahwa A1 Qur’ an adalah kalam Allah yang tiada tandingannya ( mukjizat ), diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, penutup para Nabi dan Rosul, dengan perantaraan Malaikat Jibril as, yang ditulis dalam mushaf - mushaf yang disampaikan kepada kita dengan jalan yang mutawatir (oleh banyak orang ), serta memepelajarinya merupakan ibadah, dimulai dengan surat A1 Fatihah dan di akhiri dengan An- Naas.76
2) Adab membaca A1 Qur’an
A1 Qur’an diturunkan Allah sebagai undang - undang untuk umat manusia dan petunjuk atas kebenaran Rosul dan penjelasan atas kenabian. A1 Qur’an merupakan kalamullah yang mengumpulkan banyak ilmu, oleh karena itu harus selalu dibaca dan dipahami isinya oleh kaum muslimin.
75 Departemen Agama RI, Op. Cit, him. 264
76 Imam Musbikin, Rahasia Shalat Khusyu’, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2007, him. 221
Membaca AI Qur’an diperintahkan Allah SWT seperti yang terdapat dalam surat AI Alaq ayat 1-5 yang berbunyi :
7
--(0 ) (Jj? Cr-~°V' <3^ ©
JL) L* ^y— VI {(”)'! 03-) Q 0 3 ^ JJI (r “)) ^ ^ 0 /1 j j 1. Bacalah dengan (menyebut) nama 1 uhanmu yang Menciptakan, 2. Dia Telah menciptakan manusia dari segum pa I darah.
3. Hacalah, dan Juhanmuluh yang Malta pe mu rah, 4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5. Dia mengajar kepada manusia apayang tidak diketahuinya. 77
Adab membaca AI Qur’an antara lain
a) Berwudlu, sehingga dalam membaca AI Qur’an dalam keadaan suci dan bersih.
b) Menghadap ke arah kiblat -c) Membaca taawwudz
d) Membaca AI Qur’an dengan tartil, yaitu dengan pelan dan tenang.
e) Membersihkan mulut dan gigi sebelum membaca AI Qur’an. 3) Keutamaan membaca AI Qur’an
a) Sebagai amal ibadah baik bagi yang membaca maupun yang mendengarkannya.
77
b) Dengan memahami isi A1 Qur’an akan menenangkan dan melapangkan jiwa.
c) Menambah ilmu pengetahuan karena di dalam A1 Qur’an terdapat banyak pengetahuan bagi yang mau mempelajarinya.
2. A k h la k ( lu ib u n g a n dengan sesania nian u sia )
Akhlak merupakati salah satu faktor yang amat penting dalam kehidupan sehari-hari. Orang dipandang baik atau buruk tergantung pada akhlaknya.
Akhlak secara etimologis, berasal dari bahasa Arab A1 Akhlaq yang merupakan jamak dari A1 Khuluq yang berarti pekerti, tabiat atau watak. Akhlak juga disepadankan dengan kata : etika, moral, kesusilaan atau sopan santun.
Akhlak merupakan perbuatan - perbuatan seseorang yang telah mempribadi secara berulang-berulang atas kesadaran jiwanya tanpa memerlukan tanpa berbagai pertimbangan dan tanpa adanya unsur pemaksaan dari pihak lain.78
Cakupan akhlak hanyalah perbuatan-perbuatan yang dapat diukur dengan baik atau buruk, baik perbuatan batiniyah maupun lahiriyah. Dalam ajaran Islam ukuran baik atau buruk berdasarkan A1 Qur’an dan Hadlts. Akhlak Islam bukan hanya kebalkan dalam menjalln hubungan dengan Sang Pencipta, melainkan hubungan dengan sesama manusia. 78 M. Nipan Abdul Halim, Menghias Diri Dengan Akhlak Terpuji, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2000, him. 12
Bertolak dari anggapan di atas penulis mengemukakan beberapa masalah tentang akhlak terhadap sesama manusia.
a. Berbakti kepada orang tua.
Orang tua merupakan orang yang berhak mendapat penghormatan dan kebaktian dari kita, setelah kita berbakti kepada Allah SWT yang telah menciptakan kita.
Allah SWT memerintahkan kepada manusia untuk berbakti kepada orang tua diantaranya di dalam surat Luqman ayat 14
* if *
Ip A jjJ'jj l
1(7 j] jy j.a_*Jl JUj £)l
Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Ku/ah kembalimu. y
Kita wajib berbakti kepada orang tua baik ketika orang tua masih hidup maupun setelah orang tua meninggal dunia.
b. Jujur
Jujur dalam bahasa Arab adalah sidiq. Sifat ini sangat diperlukan dalam kehidupan, karena sifat ini merupakan kunci keselamatan dan keuntungan. Jujur dan amanah merupakan pelita mencapai kebahagiaan hidup. Bagi orang-orang yang jujur akan mendapatkan 79
keberuntungan yaitu buah kejujuran di akhirat adalah surga, maka buah sifat ini di dunia adalah ketenangan.80
Jujur sebagian sumber kebaikan. Orang yang selalu melatih diri menuju kebaikan akhirnya menjadi kebiasaannya. Dengan demikian dia akan mudah melakukan kebaikan seperti dalam surat Al Taubah ayat 119.
Hai orang-orang yang her i man herlakwa/ah kepada Adah, dan hendaklah kanni bersama orang-orangyang benar.81
Oleh karena itu kita dalam hidup bermasyarakat hams selalu berkata jujur dan mer.jauhkan diri dari sifat pembohong dan dusta. Karena dusta dapat menghilangkan kepercayaan manusia.
c. Ramah tamah terhadap teman
Manusia pada mulanya dijadikan dari tanah. Semua manusia sama dan sederajat. Karena usahanya masing-masing manusia dapat mencapai derajat yang lebih tinggi dan mulia dihadapan Sang Khaliq maupun dihadapan manusia. Sikap keramahan dipraktekkan dalam ucapan dan perbuatan.
Semua manusia diperintahkan untuk saling mengenal kemudian saling bantu membantu, tolong menolong, saling menghormati dan 80 Ahmad Umar Hasyim, Menjadi Muslim Kaffah Berdasarkan Al-Our'an dan Sunnah Nabi SAW, Mitra Pustaka, Ycgyakarta, 2004, him. 300
saling menyayangi. Kita dilarang saling membenci satu sama lain. Yang dijelaskan dalam surat A1 Iniron ayat 103,
i 4JJI ( J 1 y*. ^a-X-P Ij
i ' ^ *% ffr •*,
c £ u d u < U £ i JfcT
i-AXljlf 'dM 0 ^ vi-U'^AS^ ly_« j b j l 0 l_0_w
© Oj-kx^x J^i*J Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu hercerai herai, dan ingatlah akan nikmai Allah kepadamu kelika kamu dahulu (masa Jahiliyah) hermusuh-musuhan, Maka Allah mempersalukan had mu, lain menjadilah kamu Karena nikmai Allah, orang-orang yang hersaudara; dan kamu I'd ah herada di lepi j urang net aka, lain Allah menyelamatkan kamu dan padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayal-ayal-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.82
Dengan sikap ramah dan menyenangkan akan membuat orang lain juga akan bersikap sama terhadap kita. Dengan demikian jelas bagi kita dampak dari keramahan dan sikap lemah lembut, diantaranya yaitu keberhasilan dalam berbagai urusan dunia, bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna, jauh dari kesalahan dan bahaya, serta tidak bertentangan dengan kemulyaan.83
82 Departemen Agama RI, Op. Cil, him. 79
83 Ahmad Umar Hasyim, Menjadi Muslim Kaffah Berdasarkan Al-Q ur’an dan Sunnah Nabi SAW, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2004, him. 602
d. Adil
Berlaku adil merupakan kemuliaan yang harus kita gapai walaupun banyak rintangan. Adil adalah menempatkan segala urusannya pada tempat dan posisi masing-masing.84
Sifat adil sangat mulia disisi Allah SWT, yang dijelaskan dalam firman-Nya, surat A1 Maidah ayat 8 :
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kehenaran) Karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu lerhadap sesualu kaum, mendorong kamu untuk berlaku lidak adil. berlaku adillah, Karena adil itu lebih dekal kepada lakwa. dan berlakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Malta mengetahui apa yang kamu kerjakan.85
Menjalankan keadilan adalah suatu kewajiban, sedangkan mendapat perlakuan adil menjadi hak setiap orang.86
Adil dan benar dalam perkataan, terutama dalam memberikan keterangan mengenai suatu perkara sangat penting sekali, karena di situlah dapat tercipta kebenaran, keadilan dan ketentraman masyarakat.
84 M. Nipan Abdul Halim, Menghias Diri Dengan Akhlak Terpuji, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2000, him.256
85 Departemen Agama RI, Op. Cit, him. 144
86 Fachruddin HS, Membentuk Moral Bimbingan Al-Q ur’an, Bina Aksara, 1985, him. 98
e. Tolong Menolong
Tolong menolong merupakan upaya untuk menjalin hubungan baik dengan sesama manusia yang berlandaskan kebajikan dan ketaqwaan. Seperti firman Allah SWT dalam surat A1 Maidah ayat 2 :
I
( f t (_'''urnf ' ' jL5_»J 1 As ~ sj J_i, alii o ' Aulw t
....dan iolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan lakwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada Allah, Sesungguhnya A llah amal her at siksa-N ya.87
' Dengan dasar ayat di atas kita liarus membudayakan tolong menolong karena manraat tolong menolong sangat besar, yaitu mengadakan upaya perdamaiar,, peningkatan ketaqwaan dan menebarkan kasih sayang kepada saudara-saudaranya seiman.88
Kasih sayang merupakan kelembutan hati dan kepekaan perasaan, sayang terhadap orang lain, mengasihi mereka dan ikut serta menghapus air mata kesedihan dan penderitaan mereka.89
87 Departemen Agama RI, Op. Cit, him. 142
88 Ahmad Umar Hasyim, Menjadi Muslim Kaffah Berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi SA W, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2004, him, 327
89 Abdullah Nashih Ulwan, Pendidikan Anak Menurut Islam Pendidikan Sosial Anak, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1996, 11
C. Pengaruh Variasi Metode Mengajar Al-Qur’an Hadist terhadap Motivasi
Keagamaan siswa. ,
Al-Qur’an Hadist merupakan bagian dari pendidikan agama Islam yang didesain dan diberikan kepada siswa dalam rangka mengembangkan keberagamaan Islam mereka dan memberikan profesional dibidang keagamaan. Oleh karena itu guru barns mampu memilah dan memilih metode mana yang paling tepat dalam menyampaikan materi pelajaran kepada peserta didik. Jangan monoton dalam penggunaan metode.90
Metode tidak banya berpengarub pada peningkatan penguasaan materi tentang ajaran agama, tetapi juga pada pengalaman komitmen beragama, karena yang terakhir ini lebib ditentukan oleb proses pengajarannya daripada materi ny a.
Seperti dijelaskan firman Allab SWT dalam surat An Nahl ayat 125 ' •> f
** ' r> * *
— " " * * If * ^ -- -- < . OdAX ^ ■» lu 1 j - b j ^ > •i-uj Oj Seni/cih (manusia) kepada jalan Tuhan-mu devgan hikmah dan pelajaran yang balk dan banlahlah mereka dettgan cara yang balk. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengelahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengelahui orang-orang yang mendapat peiunjuk.91
Dari ayat dl atas tentang cam atau metode Ini , agama kita menyuruh yang sebaik-baiknya agar ajaran Allah betul-betul masuk ke dalam jiwa orang
90 Chabib Toha, dkk, Op. Cit, him. 175
91 1
yang dididik.92 Bidang studi Al- Qur’an Hadist dimaksudkan memberikan motivasi , bimbingan , pemahaman, kemampuan dan penghayatan, terhadap isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dan Hadist . Hal ini akan tercapai apabila siswa merasa tertarik karena disajikan dengan metode yang bervariasi.
v«
Sesuai pendapat Meeca dan Blumenfeld ( 1987 ) yang dikutip Suciati bahwa terdapat interaksi antara cara mengajar guru dengan pola motivasi siswa, yang selanjutnya berpengaruh pula pada hasil belajar93 Hal ini menjelaskan bahwa cara atau metode mengajar Al-Qur’an Hadist yang digunakan oleh guru sangat berpengaruh kepada motivasi siswa. Motivasi yang dimaksud adalah motivasi untuk menjalankan ajaran agama Islam.
92 M. Arifin, Hubungan TimbalBalik Pendididkan Agama, Bulan Bintang Jakarta, 1977,him. 157
93 Suciati, dkk, Belajar dan Pembelajaran II, Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2002, him. 34
LAPORAN HASIL PENELITIAN