BAB II GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan
Dalam penentuan rencana strategis lima tahun mendatang tentunya harus didasarkan pada identifikasi permasalahan atau analisa situasi baik dengan melihat tingkat pencapaian lima tahun sebelumnya maupun dinamika perkembangan baik internal maupun eksternal sehingga akan sangat berperan dalam penyusunan rencana strategis lima tahun mendatang, dan berdasarkakn tugas dan fungsi pelayanan yang dilaksanakan oleh RSUD dr. Soekardjo dapat diidentifikasi permasalahan sebagai berikut :
1. Bidang Pelayanan
a. Kurang efisiennya pelaksanaan tupoksi yang berdampak pada kurang efektifnya pelayanan kesehatan
b. Kurang optimalnya mutu pelayanan 2. Bidang Keuangan
a. Belum sepenuhnya perencanaan, penganggaran, pengendalian, evaluasi dan pelaporan terintegrasi
3. Bidang Umum
a. Belum terpenuhinya sarana dan prasarana sesuai standar
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala daerah dan wakil kepala daerah Terpilih
Merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana
76
Pembangunan Daerah serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, bahwa yang dimaksud Visi adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan.
Visi dapat diartikan rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi merupakan arah pembangunan atau kondisi masa depan daerah yang ingin dicapai dalam 5 (lima) tahun mendatang. Visi juga harus mampu menjawab permasalahan dan isu strategis pembangunan daerah dalam jangka menengah serta sejalan dengan visi dan arah pembangunan jangka panjang daerah.
Sama halnya dengan Renstra Kementrian Kesehatan, Renstra RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya tidak ada Visi & Misi tersendiri, namun merujuk pada Visi dan misi Pemerintah Daerah Kota tasikmalaya.
Visi yang dirumuskan dalam rencana pembangunan jangka menengah 5 (lima) tahun kedepan untuk periode tahun 2017-2022 adalah :
“KOTA TASIKMALAYA YANG RELIGIUS, MAJU DAN MADANI”
Visi tersebut mengandung makna :
Religius : suatu kondisi, sikap dan prilaku masyarakat Kota Tasikmalaya yang mempunyai kedalaman penghayatan, pengamalan keagamaan dan keyakinannya terhadap Alloh, Tuhan Yang Maha Esa yang diwujudkan dengan mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya dengan keikhlasan hati dan dengan seluruh jiwa raga serta memperhatikan tata nilai dan norma serta
77 kearifan lokal.
Maju : suatu kondisi, sikap dan prilaku masyarakat Kota Tasikmalaya yang kreatif, produktif, inovatif, dan berdaya saing, disiplin, berpendidikan tinggi, sehat lahir dan batin, dapat menjaga tatanan sosial masyarakat dengan toleran, bergotong royong, rasional, arif, adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan serta ditunjang oleh infrastruktur dasar perkotaan yang memadai, nyaman, bersih dan berwawasan lingkungan
Madani : suatu kondisi, sikap dan prilaku masyarakat Kota Tasikmalaya yang sejahtera, maju, beradab dalam membangun, menjalani, dan mamaknai kehidupannya, menjunjung tinggi etika dan moralitas, taat hukum dan demokratis.
Dari penjabaran makna visi di atas, secara umum visi tersebut mengandung makna bahwa seluruh masyarakat Kota Tasikmalaya berkeinginan untuk mencapai suatu kondisi, sikap dan prilaku yang mempunyai kedalaman penghayatan, pengamalan keagamaan dan keyakinannya terhadap Alloh, Tuhan Yang Maha Esa, yang diwujudkan dengan mematuhi segala perintah dan menjauhi larangan-Nya, dengan keikhlasan hati dan seluruh jiwa raga serta memperhatikan tata nilai, norma dan kearifan lokal, mempunyai sikap disiplin, produktif, inovatif, dan berdaya saing, berpendidikan tinggi, sehat, dapat menjaga tatanan sosial masyarakat yang toleran, bergotong royong, rasional, arif, adaptif dan responsif terhadap dinamika perubahan, beradab dalam membangun, menjunjung tinggi etika dan moralitas, taat hukum
78
dan demokratis. Sehingga terwujud kehidupan yang sejahtera secara lahir dan batin, memperoleh ketenangan, aman, damai dan makmur dalam menjalani kehidupannya yang ditunjang oleh pelayanan dan infrastruktur dasar perkotaan yang baik, memadai, nyaman, bersih dan berwawasan lingkungan.
Dengan adanya penetapan visi ini, diharapkan seluruh stakeholder dan komponen yang ada di Kota Tasikmalaya dapat bekerja sama bahu-membahu untuk memaksimalkan seluruh potensi dan kapasitas yang dimilikinya, agar visi tersebut dapat kita capai dan wujudkan.
Misi merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi. Rumusan misi disusun dengan memperhatikan faktor-faktor lingkungan strategis, baik lingkungan eksternal maupun lingkungan internal.
Rumusan misi dapat memberikan gambaran dalam menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi melalui penetapan tujuan dan sasaran serta arah kebijakan yang ingin dicapai.
Adapun misi dalam upaya pencapaian visi tersebut di atas adalah sebagai berikut :
1. Mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat yang religius dan berkearifan lokal
2. Memantapkan infrastruktur dasar perkotaan guna mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan
3. Mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat
4. Memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
5. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih
79
Penjelasan dari misi tersebut adalah sebagai berikut :
Misi ke-1 : Mewujudkan tata nilai kehidupan masyarakat yang religius dan berkearifan lokal
Misi ini dimaksudkan bahwa masyarakat Kota Tasikmalaya adalah masyarakat religius yang senantiasa menjunjung tinggi harkat, martabat dan kemuliaan serta berpegang teguh berdasarkan pada tata nilai, norma, moral dan agama. Menjaga dan memelihara kearifan lokal dan kebudayaan daerah yang baik dan luhur.
Misi ke-2 : Memantapkan infrastruktur dasar perkotaan guna mendorong pertumbuhan dan pemerataan pembangunan yang berwawasan lingkungan
Misi ini dimaksudkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar perkotaan harus berkembang, merata dan berkelanjutan diseluruh wilayah, menyediakan infrastruktur publik yang representatif, kuat, aman dan nyaman, ramah terhadap lingkungan, anak, disabilitas dan lansia. Infrastruktur yang mampu menunjang terhadap pertumbuhan dan pemerataan ekonomi dengan tidak meninggalkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta didukung oleh formulasi penataan ruang yang baik.
Misi ke-3 : Mengurangi tingkat kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat
Misi ini dimaksudkan untuk terus mendorong upaya penanggulangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran, dengan memberikan fasilitasi, pendampingan dan penguatan yang terus menerus kepada masyarakat miskin, meningkatkan bantuan dan jaminan dan perlindungan sosial serta membuka peluang untuk kesempatan usaha dan berusaha. Memperkuat kondisi perekonomian daerah yang inklusif dan berkelanjutan melalui peningkatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, mengendalikan inflasi dan mengurangi kesenjangan, memperkuat daya saing pelaku usaha mikro dan kecil dalam rangka penguatan sistem ekonomi kerakyatan yang berbasis kekuatan dan potensi
80
lokal, peningkatan sarana prasarana perekonomian, membuka investasi dan lapangan kerja serta kesempatan berusaha, peningkatan akses untuk permodalan dan pemasaran, sehingga kondisi perekonomian dan daya beli serta daya saing masyarakat meningkat, tumbuh dan merata.
Misi ke-4 : Memenuhi kebutuhan pelayanan dasar masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Misi ini dimaksudkan bahwa dalam rangka mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu ditunjang oleh upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat, terpenuhinya pelayanan dasar melalui pendekatan perwujudan keluarga yang bahagia dan sejahtera terutama dalam urusan pendidikan, kesehatan, sosial, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sesuai dengan standar pelayanan minimal.
Misi ke-5 : Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih
Misi ini dimaksudkan bahwa untuk mewujudkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, efisien, transparan dan akuntabel perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas dan kapasitas aparatur, pengelolaan keuangan dan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah serta pelayanan publik yang didukung oleh pemanfaatan teknologi dan sistem informasi yang terintegrasi.
Berdasarkan hasil telaahan faktor penghambat dan pendorong Pelayanan RSUD dr. Soekardjo terhadap pencapaian Visi, Misi dan program Kepala Dareah dan Wakil Kepala daerah dapat digambarkan dalam tabel dibawah ini :
81
Tabel 3.1
Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan RSUD dr. Soekardjo Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan
Wakil Kepala Daerah VISI :Kota Tasikmalaya Yang Religius, Maju Dan Madani
1 Misi :Memenuhi
82
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi 3.3.1 Telaahan Renstra K/L
Dalam rencana strategi Kementrian Kesehatan 2015-2019 tidak ada visi dan misi,hal tersebut di bisa paparkan setelah mengikuti visi dan misi Presiden Republik Indonesia yaitu “Visi:
“Terwujudnya Indonesia Maju Yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong Royong””. Upaya untuk mewujudkan visi ini adalah melalui 7 misi pembangunan yaitu :
1.Peningkatan Kualitas ManusiaIndonesia
2.PenguatanStrukturEkonomiyang Produktif, Mandiri dan Berdaya Saing
3.Pembangunan yang Meratadan Berkeadilan 4.MencapaiLingkunganHidupyang Berkelanjutan
5.MemajukanBudayayang MencerminkanKepribadianBangsa
83
6.PenegakanSistemHukumyang BebasKorupsi, Bermartabat, dan Terpercaya
7.PerlindunganbagiSegenapBangsadan MemberikanRasa Aman pada SeluruhWarga
8.PengelolaanPemerintahanyang Bersih, Efektif, dan Terpercaya
9.SinergiPemerintahDaerah dalamKerangkaNegara Kesatuan Selanjutnya
Kementerian Kesehatan berperan serta dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui agenda prioritas Kabinet Kerja atau yang dikenal dengan Nawa Cita, sebagai berikut:
Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.
Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya.
Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.
Meningkatkan produktifitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional.
Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
Melakukan revolusi karakter bangsa.
Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
84
Visi Kemenkes RI Sesuai Edaran Menteri PPN/ Bappenas No.
B.899/M.PPN/Ses/PP.03.02/12/2019
Visi Kemenkes :“Terwujudnya Masyarakat Sehat, Produktif, Mandiridan Berkeadilan untuk Menuju Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian berlandaskan Gotong Royong”
Misi Kemenkes RI Sesuai Edaran Menteri PPN/ BappenasNo.
B.899/M.PPN/Ses/PP.03.02/12/2019
Misi Kemenkes:Guna mendukung peningkatan kualitas manusia Indonesia, Kemenkes menetapkan misi sebagaiberikut:
1.Memperkuat upayakesehatanyang bermutudan menjangkau seluruh penduduk Indonesia
2.Memberdayakan masyarakat dan mengarus utamakan pembangunan kesehatan
3.Meningkatkan ketersediaan, pemerataan dan mutu sumber daya kesehatan
4.Memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan inovatif
85
Tabel 3.2
Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah Kota Tasikmalaya berdasarkan Sasaran Renstra K/L beserta Faktor
Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
No
3.3.2 Telaahan Renstra Perangkat Daerah Provinsi
Mengacu pada Visi Kementrian Kesehatan Tahun 2009-2014 yaitu “Masyarakat Sehat Yang Mandiri dan Berkeadilan” dan RPJMD Provinsi Jawa Barat Taun 2018-2023, dengan Visi
“Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Batin Dengan Inovasi
86
dan Kolaborasi" (nilai religius, nilai bahagia, nilai adil, nilai kolaboratif dan nilai inovatif)”
Pernyataan visi Provinsi Jawa Barat 2018-2023 memiliki makna sebagai berikut:Jabar Juara Lahir Batin:pembangunan Jawa Barat ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat baik lahir maupun batin.
Pembangunan diarahkan untuk mewujudkan masyarakat Jawa Barat berdaya saing dan mandiri.Inovasi: pembangunan yang dilaksanakan di berbagai sektor dan wilayah didukung dengan inovasi yang ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik, kualitas hidup, dan pembangunan berkelanjutan.Kolaborasi:
perwujudan visi dilakukan dengan kolaborasi antartingkatan pemerintahan, antarwilayah, dan antarpelaku pembangunan untuk memanfaatkan potensi dan peluang serta menjawab permasalahan dan tantangan pembangunan. Dalam mewujudkan visi pembangunan jangka menengah, maka ditetapkan beberapa misi pembangunan jangka menengah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023, yaitu:
1. Membentuk Manusia Pancasila Yang Bertaqwa
2. Melahirkan Manusia yang Berbudaya, Berkualitas, Bahagia dan Produktif
3. Mempercepat Pertumbuhan dan Pemerataan Pembangunan Berbasis Lingkungan dan Tata Ruang yang Berkelanjutan 4. Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Usaha Ekonomi
Umatyang Sejahtera Dan Adil
5. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Inovatif dan Kepemimpinan yang Kolaboratif Antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Dimana dinas kesehatan mendukung Misi 1 yaitu Membangun Masyarakat Yang Berkualitas dan Derdaya Saing, dengan Tujuan (1) Membangun sumber daya manusia Jawa Barat yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, senantiasa
87
berkarya, kompetitif, dengan tetap mempertahankan identitas dan ciri khas masyarakat yang santun dan berbudaya. Sedangkan sasarannya adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat serta perluasan akses pelayanan yang terjangkau dan merata.
Maka Visi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat sebagai berikut :
“Masyarakat Jawa Barat yang Mandiri untuk Hidup Sehat”
Dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan isebutkan bahwa Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktifsecara sosial dan ekonomis. Dengan demikian perumusan misi tersebut selaras dengan pernyataan Undang-Undang. Untuk itu misi Dinas Kesehatan diselaraskan dengan Misi pada RPJMD Provinsi Jawa Barat 2013-2028.
Adapun Misi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang
ditetapkan pada Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat ada 4 yaitu :
1. Membangun kemandirian masyarakat untuk hidup sehat
2. Menjamin pelayanan kesehatan yang prima
3. Mendukung sumber daya pembangunan kesehatan 4. Regulator pembangunan kesehatan di Jawa Barat
Perumusan Tujuan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat :
Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi, memecahkan permasalahan dan menangani isu strategis daerah yang dihadapi. Maka rumusan Tujuan Renstra Dinas Kesehatan mengacu pada RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023,
88
sebagai yaitu Bidang kesehatan merupakan salah satu hal prioritas yang sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat.
Penyelenggaraan pembangunan bidang kesehatan dilakukan melalui peningkatan pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat. Upaya peningkatan pelayanan kesehatan perorangan (kuratif dan rehabilitatif) dilakukan dengan peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan mutu layanan, pemerataan aksesibilitas layanan dan penjangkauan pelayanan kesehatan. Peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dilakukan dengan upaya promotif-preventif melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), peningkatan kualitas lingkungan, screening faktor risiko peyakit tidak menular.
Ketersediaan fasilitas kesehatan yang mampu menjangkau semua elemen masyarakat menjadi hal yang sangat penting. Di Provinsi Jawa Barat terdapat beragam fasilitas kesehatan yang tersedia, antara lain :
1. Rumah Sakit 2. Puskesmas 3. Poskedes 4. Posyandu
5. Klinik/ para dokter
89
Faktor pendorong dan faktor penghambat dalam pencapaian sasaran renstra K/L
Tabel 3.3
Permasalahan Pelayanan RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya berdasarkan Sasaran Renstra Perangkat Daerah
Provinsi beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya
3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
3.4.1 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah
Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tasikmalaya ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Tasikmalaya Tahun 2011-2031.
a. Tujuan Penataan Ruang Wilayah
Dengan mengacu kepada UU No.26/2007 tentang Penataan Ruang, khususnya Pasal 3, maka tujuan penataan ruang adalah untuk mewujudkan ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan berdasarkan Wawasan Nusantara dan
Penghambat Pendorong 1 Menurunnya ratio
kematian ibu dan bayi
Kurangnya optimalnya standar masih dalam tingkat perbaikan baik dari segi kualitas maupun kuantitas
90
Ketahanan Nasional. Tujuan perwujudan tersebut diterjemahkan lebih lanjut dengan:
1) Terwujudnya keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan;
2) Terwujudnya keterpaduan dalam penggunaan sumber daya alam dan sumber daya buatan dengan memperhatikan sumber daya manusia;
3) Terwujudnya perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang.
Secara lebih operasional dalam PP No.26/2008 tentang RTRWN, khususnya Pasal 2 dikemukakan bahwa penataan ruang wilayah bertujuan untuk mewujudkan:
1) Ruang wilayah yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan;
2) Keharmonisan antara lingkungan alam dan lingkungan buatan;
3) Keterpaduan perencanaan tata ruang wilayah nasional, provinsi, dan kabupaten/kota;
4) Keterpaduan pemanfaatan ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;
5) Keterpaduan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah dalam rangka perlindungan fungsi ruang dan pencegahan dampak negatif terhadap lingkungan akibat pemanfaatan ruang;
6) Pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat;
7) Keseimbangan dan keserasian perkembangan antar wilayah;
8) Keseimbangan dan keserasian kegiatan antar sektor; dan
91
9) Pertahanan dan keamanan negara yang dinamis serta integrasi nasional.
Selanjutnya dengan merujuk kepada Pedoman Penyusunan RTRW Kota, maka perumusan tujuan harus mempertimbangkan visi dan misi pembangunan kota bersangkutan. Dengan memperhatikan visi pembangunan jangka panjang Kota Tasikmalaya adalah “Dengan Iman dan Takwa Kota Tasikmalaya menjadi Pusat Perdagangan dan Industri Maju di Jawa Barat”, maka tujuan penataan ruang Kota Tasikmalayaadalah sebagai berikut :
Mewujudkan ruang wilayah Kota Tasikmalaya, sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Priatim-Pangandaran, yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan guna mendukung terwujudnya kota perdagangan dan jasa, serta industri kreatif yang termaju di Jawa Barat.
b. Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang Wilayah
Berdasarkan pada perumusan tujuan penataan ruang Kota Tasikmalaya serta merujuk kepada Pedoman Penyusunan RTRW Kota, maka rumusan kebijakan penataan ruang bagi Kota Tasikmalaya sebagai berikut.
1. Kebijakan Penataan Ruang Kota Tasikmalaya Kebijakan penataan ruang Kota Tasikmalaya meliputi:
a. peningkatan akses pelayanan perkotaan sebagai pusat perdagangan dan industri kreatif termaju di Jawa Barat yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan serta merata dan hirarkis;
b. peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana;
c. pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup;
d. peningkatan upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup;
92
e. peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antar kegiatan budi daya;
f. pengembangan ruang kota yang kompak dan efisien sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan;
g. penetapan kawasan strategis ekonomi, kawasan strategis pemanfaatan sumber daya alam dan/atau teknologi, dan kawasan strategis sosial budaya; dan
h. Peningkatan fungsi kawasan untuk pertahanan dan keamanan Negara.
2. Strategi Penataan Ruang Kota Tasikmalaya
Strategi penataan ruang wilayah Kota Tasikmalaya meliputi:
1) Strategi peningkatan akses pelayanan perkotaan sebagai pusat perdagangan dan industri kreatif termaju di Jawa Barat yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan serta merata dan hirarkis, meliputi :
a. Meningkatkan keterkaitan antar kawasan perkotaan, serta antara kawasan perkotaan dan wilayah sekitar dalam kesatuan Kawasan Wilayah Priangan Timur;
b. Mendorong kawasan perkotaan dan pusat pertumbuhan agar lebih kompetitif dan lebih efektif dalam pengembangan wilayah sekitar dalam kesatuan Wilayah Priangan Timur;
dan
c. Mengembangkan pusat pertumbuhan baru di kawasan yang belum terlayani oleh pusat pertumbuhan.
2) Strategi peningkatan kualitas dan jangkauan pelayanan jaringan prasarana, meliputi:
a. Meningkatkan kualitas jaringan prasarana dan mewujudkan keterpaduan pelayanan transportasi darat dan udara;
b. Mendorong pengembangan prasarana telekomunikasi terutama di kawasan terisolasi/tertinggal;
93
c. Meningkatkan jaringan energi untuk memanfaatkan energi terbarukan dan tak terbarukan secara optimal serta mewujudkan keterpaduan sistem penyediaan tenaga listrik;
d. Meningkatkan kualias jaringan prasarana serta mewujudkan keterpaduan sistem jaringan sumber daya air;dan
e. Mengembangkan jaringan prasarana lingkungan.
3) Strategi pemeliharaan dan perwujudan kelestarian fungsi lingkungan hidup, meliputi:
a. Menetapkan kawasan berfungsi lindung;
b. Mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan RTH dengan luas paling sedikit 30% (tiga puluh persen) dari luas Kota Tasikmalaya sesuai dengan kondisi ekosistemnya, dan c. Mengembalikan fungsi kawasan lindung yang telah
menurun.
4) Strategi peningkatan upaya pencegahan kerusakan lingkungan hidup, meliputi:
a. Menyelenggarakan upaya terpadu pelestarian fungsi lingkungan hidup;
b. Melindungi kemampuan lingkungan hidup dari tekanan perubahan dan/atau dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan;
c. Melindungi kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi dan/atau komponen lain yang dibuang ke dalamnya;
d. Mencegah perubahan sifat fisik lingkungan dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan;
e. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana untuk menjamin kepentingan generasi masa kini dan generasi mendatang;
f. Mengelola sumber daya alam tak terbarukan secara berkelanjutan; dan
94
g. Mengembangkan kegiatan budi daya dengan memperhatikan potensi kawasan rawan bencana.
5) Strategi peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antar kegiatan budi daya, meliputi:
a. Menetapkan kawasan budi daya dengan memperhatikan keseimbangan pemanfaatan ruang darat dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi secara sinergis;
b. Mengembangkan kegiatan budi daya yang unggulan di dalam kawasan beserta prasarana secara sinergis dan berkelanjutan untuk mendorong pengembangan perekonomian kawasan dan wilayah sekitarnya;dan
c. Mempertahankan kawasan budi daya pertanian pangan untuk mewujudkan ketahanan pangan.
6) Strategi pengembangan ruang kota yang kompak dan efisien sesuai daya dukung dan daya tampung lingkungan, meliputi:
a. Membatasi perkembangan kegiatan budidaya di kawasan rawan bencana;
b. Mengarahkan pemukiman di kawasan pertumbuhan baru;dan
c. Mengembangkan kawasan pelayanan umum di sebelah selatan kota.
c. Kebijakan dan Strategi Pengembangan Kawasan Strategis Kebijakan pengembangan kawasan strategis Kota Tasikmalaya yaitu Strategi penetapan kawasan strategis ekonomi, kawasan strategis pemanfaatan sumber daya alam dan/atau teknologi, dan kawasan strategis sosial budaya, meliputi:
a. Mengembangkan dan meningkatkan fungsi kawasan dalam pengembangan perekonomian;
b. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam dan/atau teknologi;dan
c. Melestarikan dan meningkatkan potensi sosial dan budaya.
95 Tabel 3.4
Permasalahan Pelayanan SKPD berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong
Keberhasilan Penanganannya
No
Rencana Tata Ruang Wilayah terkait Tugas dan Fungsi Perangkat
Daerah
Permasalahan Pelayanan Perangkat Daerah
Faktor
Penghambat Pendorong Meningkatkan
keterkaitan antar kawasan perkotaan, serta antara kawasan
perkotaan dan wilayah sekitar dalam
kesatuan Kawasan Wilayah Priangan
Timur
Terletak diwilayah kecamatan
Tawang merupakan daerah yang
berada di pusat kota Tasikmalaya
Hasil telaahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) secara langsung tidak terkait dengan keberadaan RSUD dr.
Soekardjo. Namun dilihat dari lokasi RSUD dr. Soekardjo sangat
Soekardjo. Namun dilihat dari lokasi RSUD dr. Soekardjo sangat