• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Identifikasi Variabel Penelitian

Variabel yang hendak diteliti dalam rancangan penelitian ini adalah Dukungan Sosial Orang Tua pada siswa-siswi SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan.

C. DEFINISI OPERASIOANAL 1. Dukungan Sosial Orang Tua

Dukungan sosial orang tua mengacu pada rasa kenyamanan, perhatian, penghargaan, atau bantuan yang diberikan orang lain atau kelompok kepada individu. Dukungan sosial dapat berasal dari berbagai sumber seperti pasangan hidup, keluarga, pacar, teman, rekan kerja, dan organisasi komunitas, sehingga individu tersebut merasa bahwa orang lain memperhatikan, menghargai, dan mencintainya. Dukungan sosial orang tua yang diterima oleh siswa-siswi SMA/SMK diukur menggunakan skala

dukungan sosial orang tua dengan merujuk pada teori dukungan sosial orang tua yang dikemukakan oleh Sarafino (2011).

Semakin tinggi skor skala dukungan sosial orang tua maka semakin banyak dukungan sosial orang tua yang diterima oleh siswa SMA/SMK begitu juga sebaliknya, semakin rendah skor skala dukungan sosial orang tua maka semakin sedikit dukungan sosial orang tua yang diterima oleh siswa SMA/SMK. Dalam skala ini akan diperoleh 4 skor dukungan sosial orang tua, yaitu :

a. Dukungan Emosional

Dukungan emosional dapat berupa ungkapan empati, perhatian, maupun kepedulian terhadap individu yang bersangkutan.

b. Dukungan Instrumental

Dukungan ini dapat berupa bantuan jasa atau uang bisa juga berupa bantuan dalam pekerjaan sehari-hari.

c. Dukungan Informatif

Dukungan berupa nasihat, pengarahan, umpan balik atau nasihat mengenai apa yang dilakukan individu yang bersangkutan.

d. Dukungan Penghargaan

Dukungan ini dapat berupa ungkapan yang positif atau penghargaan yang positif pada individu, dorongan untuk maju, atau persetujuan akan gagasan atau perbandingan yang positif antara individu dengan individu yang lain.

26

D. Populasi, Sampel, Teknik Sampling dan Lokasi Penelitian 1. Populasi

Populasi merupakan kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian (Azwar, 2013). Menurut Hadi (2002), populasi adalah seluruh objek yang dimaksudkan untuk diteliti. Populasi dibatasi sebagai jumlah subjek atau individu yang paling sedikit memiliki suatu sifat yang sama. Populasi didefinisikan sebagai kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian.

Sebagai suatu populasi kelompok subjek ini harus memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang membedakannya dari kelompok subjek lain. Ciri yang dimaksud tidak terbatas hanya sebagai ciri lokasi, akan tetapi dapat terdiri dari karakteristik-karakteristik individu (Azwar, 2007). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan yang berjumlah 138 siswa-siswi yang terbagi dalam 6 kelas SMA dan 5 kelas SMK, dengan masing-masing murid sebanyak 15-20 murid.

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari populasi yang memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasinya (Azwar, 2007). Sampel adalah sebagian dari populasi (Hadi, 2000). Sampel dalam penelitian ini adalah 90 siswa dan siswi Amir Hamzah dari jurusan SMA dan SMK. Adapun karakteristik populasi dalam penelitian ini adalah :

a. Sekolah di SMA/SMK Amir Hamzah Medan b. Kelas 1, 2 dan 3 SMA dan SMK

3. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik atau pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling. Pengambilan sampel dengan cara klaster (Cluster Random Sampling) adalah melakukan randomisasi terhadap kelompok, bukan terhadap subjek secara individual (Azwar, 2010). Peneliti menggunakan teknik ini disebabkan oleh populasi SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan yang terdiri dari cluster-cluster atau kelas-kelas. Kemudian berdasarkan random terhadap 11 kelas yang terdiri dari kelas 1 SMA jurusan IPA dan IPS, kelas 2 SMA jurusan IPA dan IPS dan kelas 3 SMA jurusan IPA dan IPS, kelas 2 SMK jurusan Administrasi Perkantoran dan Komputer, kelas 3 SMK jurusan Administrasi Perkantoran dan Teknik Kejuruan Komputer, maka diperoleh sampel penelitian sebanyak 6 kelas, dimana penetapan jumlah panti ini didasari atas pertimbangan bahwa jumlah siswa dari 6 kelas tersebut sudah memenuhi jumlah sampel minimal yang telah ditetapkan sebelumnya.

4. Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPI Amir Hamzah Medan. Sekolah ini berada di Jalan Meranti No. 1 Medan. Peneliti melakukan penelitian kepada peserta didik kelas 1,2,3 SMA dan peserta didik kelas 2 dan 3 SMK. Alasan peneliti memilih SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan adalah, kepala sekolah beserta guru menerima kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan disekolah tersebut, siswa-siswi disekolah tersebut juga bisa diajak bekerjasama, dan belum ada peneliti yang meneliti tentang dukungan sosial orang tua pada

28

Yayasan Perguruan Islam (YPI) Amir Hamzah Medan adalah salah satu sekolah swasta dikota Medan. YPI Amir Hamzah terdiri dari pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah atas (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Perguruan Amir Hamzah awal mulanya bernama perguruan Darma Utama yang diasuh oleh Yayasan Islam Tionghoa WNI Medan Tahun 1970, dan dibantu oleh tokoh – tokoh angkatan 66. kemudian berubah nama menjadi Yayasan Perguruan Islamiah Dharma Kasih (Januari 1975). Setelah itu perguruan Islamiah Dharma Kasih berganti nama dengan nama seorang pahlawan nasional (yang diusulkan oleh yayasan, yaitu Perguruan Islam Amir Hamzah).

Berhubungan istilah perguruan dirasakan telah sempit, maka dilakukan perubahan dengan nama Pendidikan sehingga nama lengkap yayasan menjadi Yayasan Pendidikan Islam Amir Hamzah (Maret 2003).

Pendidikan tertinggi di YPI Amir Hamzah Medan yang terletak dijalan meranti nomor 1, yaitu sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Adapun Visi dan Misi YPI Amir Hamzah Medan adalah sebagai berikut:

a. Visi Sekolah

Menjadikan SMA yang unggul dalam bidang pendidikan ilmu – ilmu sosial, matematka, penggetahuan alam, agama, olahraga dan seni di Sumatera Utara.

b. Misi Sekolah

1. Menyelenggarakan pendidikan ilmu–ilmu sosial, matematika, dan pengetahuan alam.

2. Menyelenggarakan program pendidikan pengembangan diri dalam bidang olahraga, agama dan seni.

3. Menumbuhkan semangat berprestasi dan berkompetisi.

4. Membina iklim akademik dan organisasi yang sehat.

5. menjalani kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan eksternal

E. METODE PENGUMPULAN DATA

Metode pengumpulan data dalam kegiatan penelitian bertujuan untuk mengungkap fakta mengenai variabel yang diteliti (Azwar, 2013). Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan skala. Skala merupakan suatu alat yang mengukur konstruk atau konsep psikologis yang menggambarkan aspek kepribadian individu. Penggunaan skala bertujuan untuk mendapatkan jawaban subjektif dari subjek dengan menempatkan respon pada titik-titik yang kontinum dan stimulus diberikan dalam bentuk pernyataan-pernyataan (Azwar, 2012).

Pemilihan menggunakan skala psikologi dikarenakan pengukuran di dasarkan pada atribut-atribut psikologi yang bertujuan untuk mengungkap indikator perilaku dari atribut-atribut psikologi yang bersangkutan yang disajikan dalam bentuk aitem-aitem (Azwar, 2012). Penelitian ini menggunakan satu jenis alat ukur, yaitu alat ukur dukungan sosial. Pada pengisian skala ini, sampel diminta untuk menjawab pertanyaan yang ada dengan memilih salah satu jawaban dari beberapa alternatif jawaban yang tersedia. Skala yang dibangun berbentuk Likert

.

30

Pernyataan favorable adalah SS = 5, S = 4, N = 3, TS = 2, STS = 1.

Pernyataan unfavorable adalah SS = 1, S = 2, N = 3, TS = 4, STS = 5. Pada skala ini terdapat 27 aitem yang terbagi atas 18 aitem favourable dan 9 aitem unfavourable.

1. Skala Dukungan Sosial Orang Tua

Skala dukungan sosial orang tua yang digunakan pada penelitian ini mengadopsi teori dari tokoh Sarafino (2011). Dalam teori dukungan sosial Sarafino (2011), terdapat 4 (empat) tipe dukungan sosial orang tua, yaitu dukungan emosional, dukungan informasi, dukungan instrumental, dan dukungan penghargaan.

Skala dukungan sosial orang tua diisi oleh siswa, untuk mengetahui tingkat dukungan sosial orang tua yang diterima oleh siswa. Disediakan lima pilihan jawaban dalam skala, yaitu: sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Cara pemberian nilai terhadap jawaban pada butir pernyataan dinyatakan dalam angka 1 sampai dengan 5 dengan susunan sebagai berikut.

TABEL 1

Skala Dukungan Sosial Orang Tua

No. Aspek Indikator

3. Dukungan

1. Uji Validitas Alat Ukur

Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Valid tidaknya suatu alat ukur tergantung pada mampu tidaknya alat ukur tersebut mencapai tujuan pengukuran yang dikehendaki dengan tepat (Azwar, 2000). Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi atau content validity.

Validitas isi merupakan validitas yang menunjukkan sejauh mana item dalam skala mencakup keseluruhan isi yang hendak diungkap oleh tes tersebut. Hal ini berarti isi alat ukur tersebut harus komprehensif dan memuat isi yang relevan serta tidak keluar dari batasan alat ukur.

Validitas isi tidak dilakukan melalui perhitungan secara statistika, namun melalui analisis logika (Azwar, 2013). Maka dari itu, validitas alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini diuji berdasarkan pendapat dari para ahli (professional judgement).

32

2. Uji Daya Beda Aitem

Uji daya beda aitem dilakukan untuk melihat sejauh mana aitem mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki atribut dengan yang tidak memiliki atribut yang akan diukur (Azwar, 2012). Uji daya beda aitem ini dilakukan dengan cara melihat nilai corrected item total correlation, yang dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer. Dasar kerja yang digunakan dalam analisis aitem ini adalah dengan memilih aitem-aitem yang fungsi ukurnya selaras atau sesuai dengan fungsi ukur atau dengan kata lain, memilih aitem yang mengukur hal yang sama dengan yang diukur oleh tes sebagai keseluruhan (Azwar, 2012).

Uji daya beda aitem ini dilakukan dengan komputasi koefisien korelasi antara distribusi skor pada setiap aitem dengan skor total tes itu sendiri, menggunakan uji daya beda aitem, sehingga didapatkan koefisien aitem total yang telah dikoreksi. Selanjutnya semua aitem yang mencapai koefisien korelasi minimal 0.30 dianggap memiliki daya beda yang memuaskan. Aitem yang memiliki harga r < 0.30 diinterpretasikan sebagai aitem yang memiliki daya diskriminasi rendah (Azwar, 2012) 3. Uji Reliabilitas Alat Ukur

Reliabilitas adalah sejauh mana hasil yang diperoleh dari suatu pengukuran dapat dipercaya. Azwar (2012) mengemukakan bahwa alat ukur yang berkualitas baik adalah alat ukur yang reliabel. Reliabilitas dapat dicapai apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (Azwar, 2012).

Uji reliabilitas alat ukur ini menggunakan pendekatan konsistensi internal (Cronbach’s alpha coeffecient), yaitu suatu bentuk tes yang hanya memerlukan satu kali pengenaan tes tunggal pada sekelompok individu sebagai subjek dengan tujuan untuk melihat konsistensi antaritem atau antar bagian dalam skala. Teknik ini dipandang ekonomis dan praktis (Azwar, 2000). Penghitungan koefisien reliabilitas dalam uji coba dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer.

G. Prosedur Pelaksanaan Penelitian

Prosedur pelaksanaan penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan penelitian, tahap pelaksanaan penelitian, dan tahap pengolahan data.

1. Tahap persiapan penelitian

Pada tahap ini, peneliti akan membuat konstruksi alat ukur berupa skala untuk mengukur dukungan sosial dan depresi. Penyusunan skala ini dimulai dengan membuat blue-print aitem-aitem yang ingin diberikan.

Alat ukur dukungan sosial terdiri dari 27 buah aitem. Setiap respon terdiri dari 5 buah alternatif jawaban. Alat ukur akan diprint pada kertas berukuran A4 dan berbentuk booklet dan menyediakan pulpen untuk pengisian skala.

2. Tahap pelaksanaan penelitian

Pada tahap ini, peneliti akan mengambil data penelitian yang sebenarnya. Alat ukur akan diberikan kepada siswa-siswi SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan dengan menjelaskan tujuan dari

34

memberikan reward kepada responden sebagai bentuk apresiasi telah berpartisipasi di dalam penelitian.

3. Tahap pengolahan data

Setelah memperoleh data dari subjek, peneliti akan melakukan pengolahan data dengan komputasi dan dibantu oleh program komputer.

H. Metode Analisis Data

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menggambarkan masalah yang terjadi pada masa sekarang atau yang sedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menjelaskan suatu situasi yang hendak diteliti dengan dukungan studi kepustakaan sehingga lebih memperkuat analisa peneliti dalam membuat suatu kesimpulan.

Hasil penelitian diperoleh dari hasil perhitungan indikator-indikator variabel penelitian kemudian dipaparkan secara tertulis oleh peneliti. Data yang diperoleh akan diolah dengan analisis statistik dengan teknik analisis deskriptif dengan bantuan program khusus. Alasan yang mendasari digunakannya analisis statistik adalah karena statistik dapat menunjukkan kesimpulan atau generalisasi penelitian. Pertimbangan lainnya yang mendasari menggunakan analisa statistik adalah statistik bekerja dengan angka, statistik bersifat objektif, dan statistik bersifat universal (Hadi, 2000).

Dalam penelitian ini, analisis statistik yang digunakan adalah statistik deskriptif yang bertujuan untuk memberikan deskriptif mengenai subjek penelitian berdasarkan data dari variabel yang diperoleh untuk kelompok subjek

yang diteliti atau tidak dimaksudkan untuk pengujian hipotesis. Data yang diperoleh akan diolah dengan metode analisis deskriptif. Data yang akan diolah yaitu skor minimum, skor maksimum, mean, dan standar deviasi. Untuk lebih jelasnya pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan program khusus.

BAB IV

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

A. ORIENTASI KANCAH PENELITIAN

Orientasi kancah penelitian merupakan salah satu tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan penelitian. Hal ini bertujuan untuk mengenal kancah penelitian secara detail serta membantu peneliti agar dapat mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan. Untuk mendapat informasi tentang fenomena-fenomena permasalahan penelitian yang diperlukan, peneliti awalnya melakukan observasi dan wawancara yang mengacu pada sampel yang diinginkan.

Peneliti memilih tempat penelitian di SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan karena peneliti mendapatkan data yang dapat mewakili subjek penelitian seperti yang telah peneliti paparkan sebelumnya. YPI Amir Hamzah Medan terletak dijalan Meranti nomor 1, kelurahan medan petisah, Sumatera Utara. YPI Amir Hamzah Medan, terdiri dari SD, SMP, SMA dan SMK. SMA Amir Hamzah terbagi 2 jurusan yaitu IPA dan IPS, sedangkan pada SMK terbagi atas 3 program yaitu Keahlian Akuntansi, Administrasi Perkantoran dan Teknik Kerja Jaringan Komputer.

Yayasan Perguruan Islam (YPI) Amir Hamzah Medan adalah salah satu sekolah swasta dikota Medan. YPI Amir Hamzah terdiri dari pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menengah atas (SMP), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Perguruan Amir Hamzah awal mulanya

bernama perguruan Darma Utama yang diasuh oleh Yayasan Islam Tionghoa WNI Medan Tahun 1970, dan dibantu oleh tokoh – tokoh angkatan 66.

kemudian berubah nama menjadi Yayasan Perguruan Islamiah Dharma Kasih (Januari 1975). Setelah itu perguruan Islamiah Dharma Kasih berganti nama dengan nama seorang pahlawan nasional (yang diusulkan oleh yayasan, yaitu Perguruan Islam Amir Hamzah).

Berhubungan istilah perguruan dirasakan telah sempit, maka dilakukan perubahan dengan nama Pendidikan sehingga nama lengkap yayasan menjadi Yayasan Pendidikan Islam Amir Hamzah (Maret 2003). Pendidikan tertinggi di YPI Amir Hamzah Medan yang terletak dijalan meranti nomor 1, yaitu sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

B. PERSIAPAN PENELITIAN

Persiapan penelitian berisikan tentang gambaran singkat penelitian yang bersifat menyeluruh mengenai kondisi dari kancah penelitian serta segala persiapan yang telah dilakukan. Berikut adalah penjabaran dari persiapan penelitian :

1. Persiapan Awal

Peneliti melakukan beberapa persiapan awal sebelum melakukan proses penelitian persiapan-persiapan yang matang harus dilakukan untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan dalam proses penelitian. Persiapan awal dimulai dari tahap observasi dan wawancara

38

2. Persiapan Administrasi

Peneliti terlebih dahulu mengurus surat perijinan penelitian kepada Dekan Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara perihal permohonan pengambilan data penelitian untuk diajukan kepada Kepala Sekolah Menengah Atas dan Kepala Sekolah Menengah Kejuruan YPI Amir Hamzah Medan. Setelah itu pihak sekolah mengeluarkan surat izin untuk peneliti dapat mulai melaksanakan penelitian.

3. Persiapan Alat Ukur

Alat ukur yang digunakan oleh peneliti adalah skala dukungan sosial orang tua. Penyusunan alat ukur dimulai dengan penentuan konsep, teori, aspek-aspek, dan definisi operasional yang akan digunakan.

Selanjutnya dibuat penjabaran lebih rinci mengenai aspek, indikator perilaku yang kemudian diturunkan menjadi butir-butir pernyataan. Skala dukungan sosial orang tua disusun sebanyak 27 aitem yang terdiri atas aitem favorable aitem unfavorable. Sebelum dilaksanakannya penelitian, peneliti terlebih dahulu melakukan uji coba alat ukur (try out).

Tujuan dari penyusunan alat ukur adalah untuk mengetahui validitas dan reliabilitas suatu alat ukur sehingga dapat digunakan dalam penelitian sesungguhnya. Uji coba alat ukur dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2020. Alat ukur yang diuji-cobakan diberikan kepada 60 subjek. Menurut Roscoe (Sugiyono, 2012) ukuran sampel yang layak untuk diberikan instrumen penelitian paling sedikit berkisar antara 30 sampai dengan 500 subjek. Seluruh eksemplar angket yang disebarkan ke subjek terdapat 3 aitem yg gugur.

C. GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN

Penelitian ini melibatkan 90 siswa dan siswi SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan dengan usia 15-18 tahun, yang terdapat dalam 5 kelas yaitu kelas 1 SMA, 2 SMA, 3 SMA, 2 SMK dan 3 SMK. Subjek penelitian dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, jurusan, dan kelas.

1. Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Usia

Jika dilihat berdasarkan usia, maka penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti table berikut:

TABEL 2

Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Usia

Usia N Persentase

15 Tahun 14 15,6%

16 Tahun 30 33,3%

17 Tahun 39 43,3%

18 Tahun 7 7,8%

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat rentang usia pada anak SMA dan SMK dari umur 15 tahun hingga 18 tahun. Pada tabel 2 dapat dilihat bahwa subjek penelitian paling banyak yang berusia 17 tahun, yaitu sebanyak 39 orang (43,3%), usia 16 tahun sebanyak 30 orang (33,3%), usia 15 tahun sebanyak 14 orang (15,6%), dan usia 18 tahun sebanyak 7 orang (7,8%).

40

2. Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan jenis kelamin subjek penelitian dapat digambarkan seperti tabel berikut

TABEL 3

Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin N Persentase

Laki-Laki 42 46,7%

Perempuan 48 53,3%

Dari tabel diatas, dapat diketahui bahwa subjek penelitian yang paling banyak adalah perempuan yang berjumlah 48 orang (53,3%), dan laki-laki yang berjumlah 42 orang (46,7%).

3. Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Jurusan

Berdasarkan jurusan, penyebaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti tabel berikut:

TABEL 4

Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Jurusan

Jurusan N Persentase

SMA 47 52,2%

SMK 43 47,8%

Berdasarkan tabel diatas, dijelaskan bahwa subjek penelitian dari jurusan SMA berjumlah 47 orang (52,2%) yang terbagi dalam 3 kelas yaitu kelas 1 SMA, 2 SMA dan 3 SMA, sedangkan dari jurusan SMK

berjumlah 43 orang (47,8%), yang terbagi dalam 3 kelas yaitu kelas 2 SMK dan 3 SMK.

4. Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Kelas

Jika dilihat berdasarkan kelas, maka penyabaran subjek penelitian dapat digambarkan seperti tabel berikut:

TABEL 5

Gambaran Umum Subjek Berdasarkan Kelas

Kelas N Persentase

1 SMA 16 17,8%

2 SMA 16 17,8%

3 SMA 15 16,7%

2 SMK 14 15,6%

3 SMK 29 32,2%

Berdasarkan tabel di atas, subjek terdiri dari 5 kelas, yaitu kelas 1 SMA, 2 SMA, 3 SMA, 2 SMK dan kelas 3 SMK, dan dapat dilihat juga pada tabel dijelaskan bahwa subjek penelitian dari kelas 1 SMA berjumlah 16 orang (17,8%), kelas 2 SMA berjumlah 16 orang (17,8%), dari kelas 3 SMA berjumlah 15 orang (16,7%), kelas 2 SMK berjumlah 14 orang (15,6%), dan dari kelas 3 SMK berjumlah 29 orang (32,2%).

5. Gambaran Dukungan Sosial Orang Tua Berdasarkan Tipe Dukungan Sosial Orang Tua

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teori dukungan sosial yang dipelopori oleh Sarafino (2011), yang memiliki empat tipe dukungan

42

TABEL 6

Gambaran Dukungan Sosial Orang Tua Berdasarkan Tipenya Tipe

Dukungan Sosial

Nilai Hipotetik Nilai Empirik

Min Max Mean SD Min Max Mean SD

Hasil dari keempat tipe dukungan sosial tersebut didapatkan, pada dukungan emosional perbandingan mean empirik dan mean hipotetik, maka dapat diketahui bahwa mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik dengan selisih 7 angka. Pada dukungan penghargaan, perbandingan antara mean empirik dan mean hipotetik, maka dapat diketahui bahwa mean empirik dan mean hipotetik dengan selisih 4 angka.

Pada dukungan instrumental, dari perbandingan mean empirik dan mean hipotetik, maka dapat diketahui bahwa mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik dengan selisih 7 angka. Dan pada dukungan informasional, dari perbandingan antara mean empirik dan mean hipotetik, maka dapat diketahui behwa mean empirik lebih besar daripada mean hipotetik dengan selisih 4,5.

Keempat tipe dukungan sosial diatas masing-masing memiliki mean empirik yang lebih besar dibandingkan dengan mean hipotetik, hal

ini menunjukkan bahwa penerimaan dukungan sosial yang didapatkan oleh siswa-siswi SMA dan SMK Amir Hamzah Medan tinggi.

D. Hasil Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah ingin menggambarkan bagaimana dukungan sosial orang tua pada siswa dan siswi Amir Hamzah, gambaran dukungan sosial orang tua berdasarkan aspek-aspek Dukungan Sosial Orang Tua yang dikategorisasikan berdasarkan usia, jenis kelamin, jurusan dan kelas. Berdasarkan dari tujuan penelitian tersebut, maka peneliti melakukan analisa statistik menggunakan descriptive statistic.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk melakukan pengujian terhadap kenormalan data. Berikut merupakan hasil uji normalitas data pada tabel berikut.

Tabel 7 Uji Normalitas

Subjek One Sample Kolmogorov-Smirnov Test

90 0.09

Data dikatakan terdistribusi normal jika nilai signifikansi atau probabilitas (p) > 0.05, sebaliknya data dikatakan tidak normal apabila nilai signifikansi atau probabilitas (p) < 0.05. Peneliti menguji normalitas data menggunakan software pengolah data statistik, kemudian menggunakan teknik One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Ditemukan hasil uji normalitas data pada siswa-siswi SMA dan SMK YPI Amir Hamzah Medan

44

sebesar 0.061, oleh sebab itu data dapat dikatakan normal karena nilai signifikansi (p) > 0.05.

2. Hasil Utama Penelitian

a. Dukungan Sosial Orang Tua pada Subjek Penelitian Secara Umum Dukungan Sosial Orang Tua pada siswa-siswi SMA dan SMK Amir Hamzah dari hasil penelitian ini dapat dilihat melalui skor mean, standart deviasi serta nilai minimum dan maksimum dari skor skala dukungan sosial orang tua.

TABEL 8

Gambaran Skor Minimum, Skor Maksimum, Mean, dan Standart Deviasi Dukungan Sosial Orang Tua

Gambaran Skor Minimum, Skor Maksimum, Mean, dan Standart Deviasi Dukungan Sosial Orang Tua

Dokumen terkait