• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Identitas Regional Menurut Stakeholders

C.2. Identitas Regional Menurut Petani

Dari hasil kuisioner dan wawancara dengan masyarakat petani, mereka lebih memilih kesenia n sebagai identitas regional Kabupaten Tanah Datar. Dari 60 respoden, 15 orang atau (25%) responden memilih identitas tersebut. Adapun karakteristik responden yang diambil adalah jenis kelamin, tingkat umur, tingkat pendidikan dan pendapatan. Elemen budaya yang paling sedikit dipilih masyarakat petani sebagai identitas regional adalah alat produksi, alat permainan dan sistem hukum yaitu sebesar 3,33%. Sedangkan elemen budaya lain yang potensial juga sebagai identitas regional selain kesenian adalah sistem ekonomi sebesar 15% (9 responden). Jumlah pemilihan identitas regional oleh petani dapat dilihat pada tabel 2.

Frekwensi pemilihan elemen budaya sebagai identitas regional oleh petani

0 5 10 15 20 25 30 A B C D E F G H I J K L M Elemen budaya Frekwensi Jumlah %

Tabel 2. Jumlah dan persentase petani yang memilih elemen budaya untuk identitas regional

No Elemen Budaya Jumlah responden %

1 Pakaian 7 11.67 2 Rumah 2 3.33 3 Makanan 8 13.33 4 Alat Produksi 1 1.67 5 Alat Permainan 1 1.67 6 Sistem Ekonomi 9 15.00 7 Kerajinan Tanagan 3 5.00 8 Sistem kekerabatan 3 5.00 9 Upacara Adat 5 8.33 10 sistem hukum 1 1.67 11 Sistem pemerintahan 3 5.00 12 Bahasa 2 3.33 13 Kesenian 15 25.00 Jumlah responden 60 100

Data dari tabel tersebut dapat di interpretasikan ke dalam bentuk grafik berikut.

Gambar 23. Grafik jumlah dan persentase identitas regional menurut petani.

Keterangan :

A Pakaian F Sistem Ekonomi J Sistem Hukum

B Rumah G Kerajinan Tangan K Sistem Pemerintagan

C Makanan dan minuman H Sistem Kekerabatan L Bahasa

D Alat Produksi I Upacara Adat M Kesenian

E Alat Permainan

Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik responden dengan kecenderungan yang dipilih petani sebagai identitas regional dapat dilihat pada grafik biplot. Dari grafik biplot dapat diketahui identitas regional Kabupaten Tanah Datar untuk menunjang pariwisata berkelanjutan.

KOORDINAT 1

KOORDINAT 2

Pakaian Perumahan Makan dan minuman

Alat produksi Permainan Sistem ekonomi Kerajinan tangan Sistem kekeranatan Upacara adat Sistem hukum Sistem pemerintahan Bahasa Kesenian B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 C1 C2 D1 D2 D3 D4 E1 E2 E3 -4,5 -3,5 -2,5 -1,5 -0,5 0,5 1,5 -2,0 -1,5 -1,0 -0,5 0,0 0,5 1,0 1,5 2,0

Gambar 24. Grafik MCA petani t

Keterangan simbol B1 = usia 20-24 C2 = Perempuan B2 = usia 25-29 D1 = SD B3 = usia 30-34 D2 = SLTP B4 = usia 35-39 D3 = SLTA B5 = usia 40-44 D4 = Sarjana B6 = usia 45-49 E1 = Rp. 250.000-Rp. 700.000 B7 = usia 50-54 E2 = Rp. 700.000-Rp. 1.500.000 B8 = usia 55-59 E3 = Rp. 1.500.000-Rp. 3.000.000 C1 = Laki-laki

Kelompok petani lebih cenderung memilih kesenian sebagai identitas regioanal. Responden yang banyak memilih adalah responden pada selang umur 45 sampai 49 tahun, dengan pendidikan terakhir rata-rata adalah sekolah dasar, dengan pendapatan Rp.250.000,00 sampai Rp.700.000,00. Elemen budaya lain yang berpotensi juga menjadi idenitas regional adalah sistem ekonomi. Responden yang cenderung memilih ini adalah perempuan dengan selang umur 35-39 tahun dengan pendidikan rata-rata adalah SLTP.

Selain dari kesenian dan sistem ekonomi ada sebelas elemen lain yang terdapat dalam grafik biplot tersebut namun elemen tersebut tidak berpoteni sebagai identitas regional karena :

a. Memiliki jumlah lebih kecil

b.Tidak memiliki pengaruh terhadap variabel- variabel yang ada c. Memiliki jumlah yang sama pada dua variabel atau lebih.

Kesenian pada dasarnya merupakan kebutuhan dasar manusia dan berhubungan dengan produktifitas. Petani dalam kesehariannya cenderung menghabiskan waktu di lapangan seperti di sawah, ladang, kebun dan lainnya. Dengan adanya kecenderungan ini pada umumnya petani mengalami kepenatan secara fisik. Untuk mengurangi kepenatan ini selain istirahat petani juga membutuhkan hiburan. Hiburan yang cukup akrab di lingkungan masyarakat petani di daerah adalah kesenian tradisional daerah setempat. Sehingga menyebabkan kecenderungan petani untuk memilih kesenian tradisional sebagai identitas Kabupaten Tanah Datar

Berdasarkan garafik MCA (Multiple Correspondences Analysis) maka dapat diketahui persepsi, motivasi dan preferensi masyarakat petani terhadap identitas regional Kabupaten Tanah Datar. Persepsi dari sebuah identitas dijabarkan apakah identitas tersebut masih dikenal, masih dipakai, masih

membudaya dan mempunyai keunikan menurut masyarakat petani. Motivasi adalah dorongan atau keinginan dari masyarakat petani untuk menggunakan atau melestarikan kesenian yang ada dalam kehidupan mereka. Sedangkan preferensi adalah tingkat kesukaan mereka terhadap elemen budaya yang mereka pilih. Kesenian sebagai identitas regional banyak dipilih oleh petani yang berumur antara 45-49 tahun.

Kesenian sebagai identitas regional yang banyak dipilih adalah petani yang berjenis kelamin perempuan yaitu berjumlah 8 orang. Sedangkan pendidikan rata- rata petani ya ng memilih identitas yang sama untuk Kabupaten Tanah Datar adalah petani pada tingkat pendidikan Sekolah Dasar sebanyak 7 orang. Mereka memiliki persepsi terhadap kesenian khususnya kesenian tradisional, walaupun selama 17 tahun dalam pemerintahan desa kesenian agak tidak me mbudaya.

Dengan bergantinya pemerintahan desa menjadi pemerintahan nagari yang lebih mengkoordinir adat dan budaya seempat, maka perkembangan terhadap kesenian tradisional sangat diperhatikan. Masyarakat menilai kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Tanah Datar memliki keunikan tersendiri yang berbeda dengan kabupaten lain, hal ini dibuktikan dengan digalakkannya kembali kesenian beladiri di kabupaten ini. Kelompok petani memiliki motivasi tersendiri dalam memilih kesenian sebagai identitas regional Kabupaten Tanah Datar, mereka sangat berharap dan ingin melestarikan kesenian tradisional Kabupaten Tanah Datar. Preferensi kelompok petani terhadap kesenian sebagai identitas regional cukup tinggi, hal ini ditunjang oleh keberadaan kesenian tersebut di tengah masyarakat. Kesenian tersebut sudah sangat akrab dengan kehidupan mereka dan anak-anak mereka. Mereka sangat mengenal, sering melihat, bakan ada yang berperan dalam kesenian tersebut.

Beberapa bentuk kesenian tradisional dan alat penunjang kesenian dijelaskan di bawah ini :

• Seni Tari

Ada banyak jenis tarian di Tanah Datar seperti tari piring, tari persembahan, tari rantak, tari alang babega, tari payung dan lainnya. Dahulu kebanyakan tarian yang ada di Tanah Datar menggunakan kekuatan mistik, seperti tari piring yang aslinya para penari selain memegang piring di tanggannya,

mereka juga benar-benar menari di atas pecahan piring yang tajam. Saat ini banyak dari tarian tersebut dimodifikasi baik gerakkan maupun pakaiannya. Hal ini disebabkan karena adanya sentuhan moderenisasi.

Salah satu bentuk kesenian yang paling khas adalah randai. Randai berasal dari perkataan merandai yang berarti mengarang atau melingkar suatu kawasan lapang untuk mencari sesuatu yang hilang (http://www.heritage.gov). Dahulu surau merupakan pusat berbagai kegiatan seperti mengaji, belajar adat dan juga belajar beladiri. Randai pada awalnya dimainkan di halaman surau sebagai pengisi waktu luang bagi para pemuda, para pemuda memainkan randai sebagai tempat menuangkan perasaan cinta mereka. Sekarang randai sangat jarang dimainkan di halaman surau akan tetapi di tanah lapang atau tempat-tempat keramaian lainnya.

Randai merupakan kesenian tradisional Minangkabau, kesenian ini dimainkan oleh sebuah grup yang terdiri dari banyak orang. Banyak unsur kesenian yang ada dalam randai yaitu (1) seni tari, gerakan tari dalam randai adalah gerakan dasar dari pencak silat. (2) seni musik, dalam sebuah pertunjukan randai diperlukan adanya musik pengiring untuk menyemarakkan suasana (3) seni peran, randai berbentuk sebuah alur cerita yang akan diperankan oleh masing- masing orang. (4) seni sastra berupa cerita yang dibawakan dalam randai. Cerita biasanya berupa cerita rakyat Minangkabau dan (5) seni kerawitan juga melengkapi permaianan randai. Randai juga memuat seni dekorasi dan komedi.

Pada umumnya lakon randai dipungut dari cerita rakyat di Minangkabau, seperti Rambun Pamenan sebuah randai dari Sungayang misalnya, berkisah tentang seorang anak muda yang mencari ibunya. Sang ibu ditawan oleh Harimau Tambun Tulang, tukang samun paling kesohor di Bukit Tambun Tulang. Harimau Tambun Tulang, perampok yang makan masak mentah, jatuh cinta pada seorang wanita. Itulah ibu Rambun Pamenan. Kisah akhirnya dapat ditebak, si anak menemukan ibunya dalam penjara batu dengan tangan dirantai. Tidak saja bisa membawa ibunya pulang, tapi ia berhasil membunuh Harimau Tambun Tulang (khairul Jasmani dalam http://www.republika.co.id)

Pertunjukan randai biasanya cukup lama dengan durasi satu sampai tiga jam, dimana pola permainnanya yaitu membentuk gerakan melingkar. Mereka bergerak dalam gerakan- gerakan silat. Para pemain randai biasanya akan berperan

sebagai raja, permaisuri, putri raja, anak muda, dubalang, malin, dan yang lainnya. Dalam keberhasilan sebuah randai tidak hanya pemain atau penari yang menentukan, akan tetapi kepiawaian tukang dendang dan penyanyinya juga.

• Seni suara

Tanah Datar memiliki kesenian tradisional berupa seni suara, kesenian ini sangat unik yang dinamakan dengan shalawat dulang atau dikia. Keunikan dalam seni ini adalah alat yang digunakan untuk mengiringi suara adalah dulang yaitu talam besar yang terbuat dari kuningan. Pada prinsipnya kesenian ini menyampaikan nasehat- nasehat kepeda para pendengarnya seperti pantun-pantun yang dilantunkan dengan irama yang sesuai dengan pukulan dulang yang dipukul oleh pelantun sendiri. Permainan ini dimainkan oleh dua orang, adakalanya terdiri dari dua grup. Cara memainkannya yaitu pemain duduk bersila di atas lantai atau bangku kayu yang sudah dialasi kasur, kemudian dulang diletakan di atas paha sambil di pukul-pukul.

• Seni Beladiri

Kesenian lain yang juga sangat digemari masyarakat adalah seni beladiri berupa silat. Di Kabupaten Tanah Datar ada dua jenis silat yang terkenal yaitu silat Kumango dan silat Lintau. Silat Kumango pertama kali dikembangkan di Nagari Kumango Kecamatan Sungai Tarab. Silat Kumango diajarkan pertama kalinya oleh Syekh Abdurrahman Alkhalidy yang dikenal juga dengan nama syekh Kumango. Beliau mengajarkan silat pada tahun 1862. Dasar silat yang diajarkan adalah agama dan akal. Dasar silat Kumango bersifat agama islam yang digambarkan dengan ungkapan berikut:

Zahie silek mancari kawan, Zahir Silat mencari kawan, batin silek mancari Tuhan., batin silat mencari tuhan,

Tigo tali jan putuih.. Pelihara tali jangan putus

Tigo raso jan hilang. Pelihara rasa agar tidak hilang

Malantai sabalun luluih, Melantai sebelum terperosok

Basiang sabalun tumbuah. Bersiang sebelum tumbuh

Bagantuang pado tali nan indak kan putuih. Bergantung pada tali yang tak akan putus

Bapagang pado raso nan indak kahilang Berpegang pada rasa yang tidak akan hilang

Ada dua versi tentang silat kumango. Yang pertama adalah bahwa syekh Kumango belajar dari seorang laki- laki yang tiba-tiba mendatanginya, kemudian

(a) (b)

Syekh Kumango mulai mengajarkan teknik ini kepada orang-orang. Versi kedua menyatakan bahwa asal mulanya silat Kumango adalah dari silat Lintau di nagari Lubuk Jantan Kecamatan Lintau Buo. Syekh Kumango datang ke Lintau dan disana belajar dari Tuanku Lareh Lintau. Setelah kembali ke Kumango dia mengembangkan teknik yang dipelajarinya dan kemudian dinamakan silat Kumango. Ada beberapa gerakan dalam silat kumango yaitu langkah, cakak

(tangkasan), pisau, rambah, cancang, ampang, Patah tabu, antak siku, kabek, sandang, ucak tangguang, dan ucak lapeh. Silat Lintau pertama kali diperkenalkan di Lintau sehingga dinamakan silat Lintau.

• Alat musik

Dalam mengiringi kesenian tradisional diperlukan juga alat musik pengiring yang dapat menambah keindahan sebuah kesenian. Ada beberapa alat musik yang ada di Kabupaten Tanah Datar, antara lain yaitu alat musik tiup berupa saluang dan pupuik padi, serta alat musik pukul berupa talempong.

Saluang terbuat dari bambu yang berukuran kecil dan diberi tujuh lubang. Sedangkan talempong terbuat dari kuningan yang dibentuk bulat setengah lingkaran dan di bagian atasnya menonjol. Bunyi dari talempong juga sesuai dengan tangga nada yang ada.

Kesenian yang ada di Kabupaten Tanah Datar sangat potensial sekali jika dikembangkan dan dikemas menjadi objek wisata. Keberadaan kesenian tradisional ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang modern sangatlah menarik untuk dilihat. Saat ini kesenian tradisional ini sangat gencar di perkenalkan kembali kepada masyarakat khususnya para pemuda sebagai penerus generasi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya klub-klub kesenian yang ada di tingkat nagari, tidak hanya itu pelajaran kesenian tradisional minangkabau merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang ada di masing- masing sekolah.

(c) (d)

Gambar 25. Beberapa jenis kesenian dan alat musik di Kabupaten Tanah Datar : (a) Randai, (b) Silat, (c) Saluang dan (d) Talempong.

Dokumen terkait