• Tidak ada hasil yang ditemukan

“KITA MAU KITA BISA ”

ANALISA DAN PEMBAHASAN

IV. 3 Analisis Tabel Tunggal

IV.3.1 Identitas Responden

Identitas responden disajikan untuk mengetahui latar belakang responden. Identitas yang digunakan adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, divisi/bidang dan lama bekerja di PT. Panca Pilar Tangguh Medan.

Tabel 4

Umur

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 20-25 tahun 28 35.0 35.0 35.0 26-30 tahun 30 37.5 37.5 72.5 31-35 tahun 13 16.3 16.3 88.8 36 tahun keatas 9 11.3 11.3 100.0 Total 80 100.0 100.0 Sumber : P.1/FC.3

Tabel 4 diatas menunjukkan data umur responden karyawan di PT. Panca Pilar Tangguh Medan bahwa responden yang terbanyak adalah berusia 26-30 tahun yaitu 26-30 orang (37,5%), kemudian yang berusia 20-25 tahun yaitu 28 orang (35%), berusia 31-35 tahun yaitu 13 orang (16,3%) dan 9 orang (11,3%) responden yang berusia 36 tahun keatas adalah responden terkecil.

Tabel 5

Jenis Kelamin

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Laki_laki 38 47.5 47.5 47.5

Perempuan 42 52.5 52.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.2/FC.4

Tabel 5 diatas menunjukkan data jenis kelamin responden. Jumlah responden perempuan yaitu sebanyak 42 orang (52,5%) dan laki-laki yaitu sebanyak 38 orang (47,5%) responden. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas responden dalam penelitian ini adalah perempuan.

Tabel 6

Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid SLTA 10 12.5 12.5 12.5 D3 39 48.8 48.8 61.3 S1 28 35.0 35.0 96.3 S2 3 3.8 3.8 100.0 Total 80 100.0 100.0 Sumber : P.3/FC.5

Tabel 6 menunjukkan bahwa pegawai yang memiliki tingkat pendidikan, pendidikan Diploma adalah 39 orang orang (48,8%) responden , pendidikan sarjana S1 sebanyak 28 orang (35,0%) responden, SLTA adalah 10 orang (12,5%) responden, pendidikan sarjana S2 adalah 3 orang (3,8%) responden. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pegawai PT. Panca Pilar Tangguh adalah berlatar pendidikan Diploma.

Tabel 7

Divisi/bidang

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid Marketing & Merchandising 57 71.3 71.3 71.3

Finance 5 6.3 6.3 77.5 Accounting 7 8.8 8.8 86.3 IT Support 1 1.3 1.3 87.5 Sales Support 10 12.5 12.5 100.0 Total 80 100.0 100.0 Sumber : P.4/FC.6

Table 7 menunjukkan bahwa responden yang bekerja di divisi/bidang Marketing dan Merchandising adalah 57 orang (71,3%) responden, Sales Support adalah 10 orang (12,5%) responden, Accounting adalah 7 orang (8,8%) responden, Finance adalah 5 orang (6,3%) responden dan IT Support adalah 1 orang (1,3%) responden. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden bekerja di divisi Marketing dan Merchandising.

Tabel 8

Lama Bekerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid 1-5 tahun 49 61.3 61.3 61.3 6-10 tahun 14 17.5 17.5 78.8 11-15 tahun 10 12.5 12.5 91.3 15 tahun keatas 7 8.8 8.8 100.0 Total 80 100.0 100.0 Sumber : P.5/FC.7

Tabel 8 menunjukkan bahwa responden yang bekerja antara 1-5 tahun adalah 49 orang (61,3%) responden, 6-10 tahun adalah 14 orang (17,5%)

responden, 11-15 tahun adalah 10 orang (12,5%) responden dan 15 tahun keatas adalah 7 orang (8,8%) responden. Hal ini dapat menyimpulkan mayoritas karyawan PT. Panca Pilar Tangguh bekerja antara 1-5 tahun.

Tabel 9

Jalinan komunikasi pimpinan dengan karyawan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak baik 2 2.5 2.5 2.5

Kurang baik 18 22.5 22.5 25.0

Baik 51 63.8 63.8 88.8

Sangat baik 9 11.3 11.3 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.6/FC.8

Tabel 9 menunjukkan jalinan komunikasi pimpinan dengan karyawan, 51 orang (63,8%) responden, menyatakan kurang baik adalah 18 orang (22,5%) responden, menyatakan sangat baik adalah 9 orang (11,3%) responden, dan 2 orang (2,5%) responden menyatakan tidak baik. Dengan demikian, jalinan komunikasi antara pimpinan dengan bawahan di perusahaan adalah baik.

Tabel 10

Keahlian berkomunikasi pimpinan dengan karyawan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak memiliki 4 5.0 5.0 5.0

Kurang memiliki 16 20.0 20.0 25.0

Memiliki 51 63.8 63.8 88.8

Sangat memiliki 9 11.3 11.3 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.7/FC.9

Tabel 10 menunjukkan tentang keahlian komunikasi pimpinan dengan karyawan, menyatakan memiliki terdapat sebanyak 51 orang (63,8%) responden, menyatakan kurang memiliki keahlian sebanyak 16 orang (20%) responden, menyatakan sangat memiliki ada sebanyak 9 orang (11,3%) responden dan 4 orang (5%) responden menyatakan bahwa pimpinan tidak memiliki keahlian dalam berkomunikasi dengan para pegawai. Kemudian dari hasil persentase dapat dilihat bahwa pimpinan memiliki keahlian dalam berkomunikasi dengan pegawai.

Tabel 11

Ketertarikan cara berkomunikasi pimpinan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak tertarik 4 5.0 5.0 5.0

Kurang tertarik 19 23.8 23.8 28.8

Tertarik 47 58.8 58.8 87.5

Sangat tertarik 10 12.5 12.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.8/FC.10

Tabel 11 menunjukkan bahwa sebanyak sebanyak 47 orang (58,8%) responden, sebanyak 19 orang (23,8%) responden menyatakan kurang tertarik,

sebanyak 10 orang (12,5%) responden menyatakan sangat tertarik dengan cara berkomunikasi pimpinan, dan 4 orang (5%) responden menyatakan bahwa tidak tertarik dengan cara berkomunikasi pimpinan. Kemudian dari persentase diatas menyimpulkan bahwa mayoritas pegawai tertarik dengan cara berkomunikasi pimpinan.

Tabel 12

Kemampuan karyawan berkomunikasi dengan pimpinan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak mampu 1 1.3 1.3 1.3

Kurang mampu 15 18.8 18.8 20.0

Mampu 59 73.8 73.8 93.8

Sangat mampu 5 6.3 6.3 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.9/FC.11

Tabel 12 menunjukkan bahwa sebanyak 59 orang (73,8%) mampu berkomunikasi dengan pimpinan, sebanyak 15 orang (18,8%) responden kurang mampu berkomunikasi dengan pimpinan, 5 orang (6,3%) responden menyatakan sangat mampu berkomunikasi dengan pimpinan dan 1 orang (1,3%) responden menyatakan bahwa tidak mampu berkomunikasi dengan pimpinan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebanyakan responden mampu berkomunikasi dengan pimpinan.

Tabel 13

Intensitas berkomunikasi dengan pimpinan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak pernah 3 3.8 3.8 3.8

Jarang 32 40.0 40.0 43.8

Sering 42 52.5 52.5 96.3

Sangat sering 3 3.8 3.8 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.10/FC.12

Tabel 13 menunjukkan bahwa sebanyak 42 orang (52,5%) responden menyatakan sering berkomunikasi dengan pimpinan, sebanyak 32 orang (40%) responden menyatakan jarang berkomunikasi dengan pimpinan, 3 orang (3,8%) responden menyatakan bahwa tidak pernah berkomunikasi dengan pimpinan, dan sebanyak 3 orang (3,8%) responden menyatakan sangat sering berkomunikasi dengan pimpinan. Hal ini menyimpulkan bahwa intensitas karyawan berkomunikasi dengan pimpinan sering.

Tabel 14

Gaya kepemimpinan demokratis

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak mengerti 4 5.0 5.0 5.0

Kurang mengerti 22 27.5 27.5 32.5

Mengerti 45 56.3 56.3 88.8

Sangat mengerti 9 11.3 11.3 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.11/FC.13

Tabel 14 menunjukkan bahwa sebanyak 45 orang (56,3%) responden menyatakan bahwa mengerti gaya kepemimpinan demokratis, sebanyak 22 orang

(27,5%) responden menyatakan bahwa kurang mengerti gaya kepemimpinan demokratis, sebanyak 9 orang (11,3%) responden menyatakan bahwa sangat mengerti tentang gaya kepemimpinan demokratis dan 4 orang (5%) responden menyatakan bahwa tidak mengerti tentang gaya kepemimpinan demokratis. Oleh karena itu, kebanyakan responden mengerti dengan gaya kepemimpinan demokratis.

Tabel 15

Kesesuaian implementasi kepemimpinan demokratis

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak sesuai 5 6.3 6.3 6.3

Kurang sesuai 16 20.0 20.0 26.3

Sesuai 47 58.8 58.8 85.0

Sangat sesuai 12 15.0 15.0 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.12/FC.14

Tabel 15 menunjukkan bahwa sebanyak 47 orang (58,8%) menyatakan sesuai, sebanyak 16 orang (20,%) responden menyatakan kurang sesuai, sebanyak 12 orang (15%) responden menyatakan sangat sesuai, 5 orang (6,3%) responden menyatakan bahwa tidak sesuai implementasi kepemimpinan demokratis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan karyawan menyatakan implementasi kepemimpinan demokratis sesuai di PT. Panca Pilar Tangguh.

Tabel 16

Ketepatan metode lisan untuk instruksi tugas

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak tepat 3 3.8 3.8 3.8

Kurang tepat 23 28.8 28.8 32.5

Tepat 51 63.8 63.8 96.3

Sangat tepat 3 3.8 3.8 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.13/FC.15

Tabel 16 menunjukkkan bahwa sebanyak 51 orang (63,8%) responden menyatakan tepat, sebanyak 23 orang (28,8%) responden menyatakan kurang tepat, 3 orang (3,8%) responden menyatakan tidak tepat metode lisan untuk instruksi tugas kemudian 3 orang (3,8%) responden menyatakan sangat tepat metode lisan untuk instruksi tugas. Dengan demikian, mayoritas karyawan menyatakan metode lisan tepat untuk instruksi tugas.

Tabel 17

Kejelasan metode tulisan untuk instruksi tugas

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak jelas 4 5.0 5.0 5.0

Kurang jelas 22 27.5 27.5 32.5

Jelas 49 61.3 61.3 93.8

Sangat jelas 5 6.3 6.3 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.14/FC.16

Tabel 17 menunjukkan bahwa tingkat kejelasan metode tulisan yang digunakan pimpinan dalam menginstruksikan tugas menyatakan jelas 49 orang (61,3%) responden, menyatakan kurang jelas 22 orang (27,5%) responden,

menyatakan sangat jelas 5 orang (6,3%) menyatakan tidak jelas 4 orang (5%) responden. Jadi, dapat disimpulkan tingkat kejelasan metode tulisan yang digunakan pimpinan dalam menginstruksikan tugas adalah jelas dan dipahami oleh karyawan.

Tabel 18

Pengertian makna pesan yang disampaikan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak mengerti 1 1.3 1.3 1.3

Kurang mengerti 20 25.0 25.0 26.3

Mengerti 51 63.8 63.8 90.0

Sangat mengerti 8 10.0 10.0 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.15/FC.17

Tabel 18 menunjukkan tentang pengertian makna pesan yang disampaikan, menyatakan mengerti 51 orang (63,8%) responden, 20 orang (25%) responden menyatakan kurang mengerti, menyatakan sangat mengerti 8 orang (10%) responden dan 1 orang responden (1,3%) responden menyatakan tidak mengerti dalam menangkap dan mengerti makna pesan tugas. Dapat disimpulkan para karyawan mayoritas mampu menangkap dan mengerti makna pesan yang disampaikan.

Tabel 19

Komunikatif dalam pengartian pesan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak komunikatif 3 3.8 3.8 3.8

Kurang komunikatif 24 30.0 30.0 33.8

Komunikatif 45 56.3 56.3 90.0

Sangat komunikatif 8 10.0 10.0 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.16/FC.18

Tabel 19 menunjukkan bahwa tingkat komunikatif karyawan dalam pengartian pesan 45 orang (56,3%) responden komunikatif, 24 orang (30%) responden kurang komunikatif, 8 orang (10%) responden menyatakan sangat komunikatif dan 3 orang (3,8%) menyatakan tidak komunikatif. Jadi dapat disipulkan, mayoritas karyawan komunikatif dalam pengartian pesan yang disampaikan oleh pimpinan.

Tabel 20

Pemahaman terhadap bahasa pimpinan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Rendah 4 5.0 5.0 5.0 Kurang tinggi 20 25.0 25.0 30.0 Tinggi 47 58.8 58.8 88.8 Sangat tinggi 9 11.3 11.3 100.0 Total 80 100.0 100.0 Sumber : P.17/FC.19

Tabel 20 menunjukkan bahwa pemahaman terhadap bahasa pimpinan 47 orang (58,8%) responden menyatakan tinggi, 20 orang (25%) responden menyatakan kurang tinggi, 9 orang (11,3%) responden menyatakan sangat tinggi

dan 4 orang (5%) responden menyatakan rendah. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan paham bahasa yang digunakan pimpinan.

Tabel 21

Ketertarikan terhadap pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak menarik 8 10.0 10.0 10.0

Kurang menarik 16 20.0 20.0 30.0

Menarik 45 56.3 56.3 86.3

Sangat menarik 11 13.8 13.8 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.18/FC.20

Tabel 21 diatas menunjukkan tentang ketertarikan terhadap pekerjaan, 45 orang (56,3%) responden menyatakan menarik, 16 orang (20%) responden menyatakan kurang menarik, 11 orang (13,8%) responden menyatakan sangat menarik dan 8 orang (10%) responden menyatakan tidak menarik. Hal ini dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan tertarik dengan pekerjaan mereka.

Tabel 22

Kesesuaian posisi dalam pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak sesuai 8 10.0 10.0 10.0

Kurang sesuai 33 41.3 41.3 51.3

Sesuai 36 45.0 45.0 96.3

Sangat sesuai 3 3.8 3.8 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.19/FC.21

Tabel 22 diatas menunjukkan tentang kesesuaian posisi pekerjaan, 36 orang (45%) responden menyatakan sesuai, 33 orang (41,3%) responden

menyatakan kurang sesuai, 8 orang (10%) responden menyatakan tidak sesuai dan 3 orang (3,8%) menyatakan sangat sesuai. Dapat disimpulkan bahwa posisi pekerjaan mayoritas karyawan adalah sesuai dengan yang mereka harapkan.

Tabel 23

Kesesuaian penghasilan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak sesuai 7 8.8 8.8 8.8

Kurang sesuai 40 50.0 50.0 58.8

Sesuai 31 38.8 38.8 97.5

Sangat sesuai 2 2.5 2.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.20/FC.22

Tabel 23 diatas menunjukkan tentang kesesuaian penghasilan, 40 orang (50%) responden menyatakan kurang sesuai, 31 orang (38,8%) responden menyatakan sesuai, 7 orang (8,8%) responden menyatakan tidak sesuai dan 2 orang (2,5%) menyatakan sangat sesuai. Hal ini dapat disimpulkan bahwa penghasilan yang di dapatkan karyawan mayoritas menyatakan tidak sesuai.

Tabel 24

Motivasi dengan bonus karena prestasi kerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak pernah 22 27.5 27.5 27.5

Jarang 27 33.8 33.8 61.3

Sering 25 31.3 31.3 92.5

Sangat sering 6 7.5 7.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Tabel 24 diatas menunjukkan tentang motivasi dengan bonus karena prestasi kerja, 27 orang (33,8%) responden menyatakan jarang, 25 orang (31.3%) responden menyatakan sering, 22 orang (27,5%) responden menyatakan tidak pernah dan 6 orang (7,5%) responden menyatakan sangat sering. Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi dengan bonus jarang ada di PT.Panca Pilar Tangguh.

Tabel 25

Kenyamanan di lingkungan pekerjaan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak nyaman 1 1.3 1.3 1.3

Kurang nyaman 29 36.3 36.3 37.5

Nyaman 44 55.0 55.0 92.5

Sangat nyaman 6 7.5 7.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.22/FC.24

Tabel 25 menunjukkan tentang kenyamanan di lingkungan pekerjaan, 44 orang (55%) responden menyatakan nyaman, 29 orang (36,3%) responden menyatakan kurang nyaman, 6 orang (7,5%) responden menyatakan sangat nyaman dan 1 orang (1,3%) responden menyatakan tidak nyaman. Dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan pekerjaan di perusahaan nyaman.

Tabel 26

Aman dari pemutusan hubungan kerja

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak aman 8 10.0 10.0 10.0

Kurang aman 26 32.5 32.5 42.5

Aman 41 51.3 51.3 93.8

Sangat aman 5 6.3 6.3 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.23/FC.25

Tabel 26 diatas menunjukkan tentang aman dari pemutusan hubungan kerja, 41 orang (51,3%) responden menyatakan aman, 26 orang (32,5%) responden menyatakan kurang aman, 8 orang (10%) responden menyatakan tidak aman dan 5 orang (6,3%) responden menyatakan sangat aman. Jadi dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan merasa aman dari pemutusan hubungan kerja.

Tabel 27

Pengakuan dihargai dan dihormati

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak diakui 2 2.5 2.5 2.5

Kurang diakui 18 22.5 22.5 25.0

Diakui 52 65.0 65.0 90.0

Sangat diakui 8 10.0 10.0 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.24/FC.26

Tabel diatas menunjukkan tentang pengakuan dihargai dan dihormati, 52 orang (65%) responden menyatakan diakui, 18 orang (22,5%) responden menyatakan kurang diakui, 8 orang (10%) responden menyatakan sangat diakui,

dan 2 orang (2,5%) responden menyatakan tidak diakui. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mayoritas karyawan merasa dihargai dan dihormati.

Tabel 28

Kondisi ruangan kerja yang memadai

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak memadai 3 3.8 3.8 3.8

Kurang memadai 34 42.5 42.5 46.3

Memadai 39 48.8 48.8 95.0

Sangat memadai 4 5.0 5.0 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.25/FC.27

Tabel diatas menunjukkan tentang kondisi ruangan kerja yang memadai, 39 orang (48,8%) responden menyatakan memadai, 34 orang (42,5%) responden menyatakan kurang memadai, 4 orang (5%) responden menyatakan sangat memadai dan 3 orang (3,8%) responden menyatakan tidak memadai. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kondisi ruangan kerja memadai untuk bekerja.

Tabel 29

Cara pimpinan dalam menangani masalah

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Sangat lambat 5 6.3 6.3 6.3

Lambat 24 30.0 30.0 36.3

Cepat 44 55.0 55.0 91.3

Sangat cepat 7 8.8 8.8 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.26/FC.28

Tabel 29 diatas menunjukkan tentang cara pimpinan dalam mengatasi masalah, 44 orang (55%) responden menyatakan cepat, 24 orang (30%) responden

menyatakan lambat, 7 orang (8,8%) responden menyatakan sangat cepat dan 5 orang (6,3%) responden menyatakan sangat lambat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penanganan pimpinan mengenai masalah pekerjaan cepat.

Tabel 30

Kemampuan pimpinan memotivasi

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak mampu 1 1.3 1.3 1.3

Kurang mampu 26 32.5 32.5 33.8

Mampu 43 53.8 53.8 87.5

Sangat mampu 10 12.5 12.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.27/FC.29

Tabel 30 menunjukkan dari 80 responden, 43 orang (53,8%) responden menyatakan mampu, 26 orang (32,5%) menyatakan kurang mampu, 10 orang (12,5%) responden menyatakan sangat mampu dan 1 orang (1,3%) responden menyatakan tidak mampu Jadi, dapat disimpulkan bahwa pimpinan mampu memotivasi timnya dengan baik dalam bekerja untuk mencapai tujuan perusahaan.

Tabel 31

Pemberian promosi jabatan untuk pengembangan karir

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak pernah 10 12.5 12.5 12.5

Jarang 34 42.5 42.5 55.0

Sering 33 41.3 41.3 96.3

Sangat sering 3 3.8 3.8 100.0

Total 80 100.0 100.0

Tabel 31 menunjukkan tentang pemberian promosi jabatan untuk pengembangan karir, 34 orang (42,5%) responden menyatakan jarang, 33 orang (41,3%) responden menyatakan sering, 10 orang (12,5%) responden menyatakan tidak pernah dan 3 orang (3,8%) responden menyatakan sangat sering. Hal ini dapat disimpulkan bahwa promosi jabatan jarang diberikan kepada karyawan untuk pengembangan karir.

Tabel 32

Penghargaan prestasi berupa sertifikat

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Kurang penting 15 18.8 18.8 18.8

Penting 55 68.8 68.8 87.5

Sangat penting 10 12.5 12.5 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.29/FC.31

Tabel diatas menunjukkan tentang perhargaan berupa sertifikat yang diberikan perusahaan atas kinerja karyawan, 55 orang (68,8%) responden menyatakan penting, 15 orang (18,8%) responden menyatakan kurang penting dan 10 orang (12,5%) responden menyatakan sangat penting dan tidak seorang pun responden yang menyatakan tidak penting. Hal ini menjelaskan bahwa perhargaan berupa sertifikat penting diberikan kepada karyawan atas prestasi kerjanya.

Tabel 33

Keefektifan pemberian promosi jabatan

Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent

Valid Tidak efektif 1 1.3 1.3 1.3

Kurang efektif 11 13.8 13.8 15.0

Efektif 48 60.0 60.0 75.0

Sangat efektif 20 25.0 25.0 100.0

Total 80 100.0 100.0

Sumber : P.30/FC.32

Tabel 33 diatas menunjukkan tentang keefektifan pemberian promosi, 48 orang (60%) responden menyatakan efektif, 20 orang (25%) responden menyatakan sangat efektif, 11 orang (13,8%) responden menyatakan kurang efektif dan 1 orang (1,3%) menyatakan tidak efektif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pemberian promosi jabatan kepada karyawan efektif.

IV. 4 Pembahasan

Sebuah perusahaan atau organisasi adalah suatu wadah dimana memiliki struktur kepemimpinan tertentu yang secara bersama mempunyai tujuan yang hendak dicapai bersama. Robbins (1991) mengatakan, organisasi adalah sebuah bentuk kerjasama yang sistematik antara sejumlah orang untuk memenuhi tujuan yang telah diterapkan. Dikatakan kerjasama karena didalamnya terbentuk jalinan, hubungan dan komunikasi antara sejumlah orang yang mempunyai tugas dan fungsi yang sama atau berbeda-beda (sub-sistem), kemudian membentuk sebuah sistem untuk memenuhi tujuan yang disepakati bersama.

Komunikasi yang berjalan dengan baik di dalam suatu organisasi juga menentukan sukses tidaknya suatu organisasi tersebut. Oleh karena itu, sangat perlu membina hubungan yang baik antara sesama di dalam organisasi, baik misalnya sesama karyawan ataupun antara karyawan dengan atasan. Hubungan yang baik itu tentunya dengan adanya intensitas berkomunikasi yang baik juga. Pada umumnya, gaya kepemimpinan demokratis lebih banyak digunakan oleh perusahaan karena lebih adil hak dan kewajiban antara karyawan dengan atasan. Selanjutnya, keberhasilan pimpinan dapat dilihat dari keahlian berkomunikasi. Pada penggunaan media dalam menyampaikan pesan baik itu lisan dan tulisan ialah baik dan dapat dipahami isi kejelasan pesan yang disampaikan pimpinan melalui media tersebut. Kegiatan komunikasi organisasi di dalam lingkungan perusahaan merupakan salah satu proses kegiatan menciptakan dan saling tukar menukar pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling bergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.

Pemimpin Sebagai pusat kekuatan dan dinamisator dalam organisasi, pemimpin harus selalu berkomunikasi dengan semua pihak melalui hubungan formal maupun hubungan informal. Sebab suksesnya pelaksanaan tugas – tugas kepemimpinan itu sebagian besar ditentukan sekali oleh keterampilannya menjalin komunikasi dengan semua pihak yang ada kaitannya dengan kegiatan organisasi tersebut.

Pencapaian tujuan organisasi perusahaan dapat dilakukan dengan memberi motivasi kerja kepada karyawan. Karena motivasi kerja dapat mempengaruhi mutu dan kualitas output dari perusahaan itu sendiri. Dengan demikian pemberian motivasi kerja merupakan hal yang lazim dan patut dilakukan oleh setiap pimpinan dalam suatu perusahaan. Memotivasi karyawan dapat dimulai dengan para karyawan senang dengan pekerjaan yang mereka kerjakan, penghasilan yang sesuai, tambahan bonus dan tentunya dengan kondisi fasilitas yang mendukung karyawan untuk bekerja dengan sebaik mungkin untuk mencapai sasaran perusahaan.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa pemimpin harus mampu memberikan motivasi yang baik kepada bawahannya. Pemberian motivasi kepada bawahan atau kepada anggota – anggota kelompok satu motivasi atau satu kompleks motif – motif tertentu, maka pasti para bawahan bersedia melakukan perbuatan – perbuatan besar, atau perbuatan kepahlawanan lainnya bersamaan dengan memperhatikan kebutuhan mereka, karena itulah perlu adanya pemupukan motif – motif guna membangkitkan semangat.

BAB V

Dokumen terkait